
Hari Minggu adalah hari Santai bagi Rania. Hari libur setiap satu minggu dari rutinitas padatnya di kantor. Walaupun sebenarnya Rania bekerja berdua dengan Susan, yang membuat waktu kerjanya jadi lebih mudah, lebih cepat selesai dan tentu saja menjadi sangat menyenangkan. Tetapi tetap hari libur adalah satu hari yang selalu dinanti untuk kegiatan Me Timenya Rania.
Rania menatap handponenya, sedari tadi dia hanya memandangi handponenya saja. Satu nama sudah tertera jelas di layar handpone, tapi keberaniannya belum juga muncul. Dia maju mundur hendak menghubungi nomer tersebut. Rania berfikir bagaimana akan memulai mengajaknya bicara. Bagaimana caranya meminta bantuannya. Bagaimana agar dia mau membuat proposal kerjasama seperti yang diperintahkan bos Reymond padanya. Jangan membicarakannya, baru memikirkannya saja Rania sudah berkeringat dingin. Jantungnya seakan mau melompat keluar. Rasa gugup membuat Rania menjadi gemetar. Ya Allah, kenapa perasaan ini begitu menyiksaku, ucap Rania dalam hati.
Ayo Rania. Bismillah aja, Rania menyemangati dirinya sendiri.
Nanti pas di telpon malah sibuk, nggak di angkat gimana, Rania kembali bertanya sendiri.
Dan akhirnya Raniapun memutuskan untuk melakukannya.
"Assalamualaikum," sapa suara di seberang sana begitu tersambung saluran handponenya.
Rania terdiam. Masih tertegun. Keringat dingin masih membasahi tubuhnya, peluh di dahi dan wajahnya semakin banyak saja menandakan Rania memang sedang sangat gugup.
"Nia.....," sapa lembut suara di seberang sana.
Dia memanggilku Nia. Apakah nomer handponeku tersave hingga dia mengenali siapa yang menghubunginya, tanya Rania dengan hati berdebar.
Suara lembut itu, aku masih sangat mengingatnya. Bahkan seperti ada bunga mawar yang mekar di hatiku saat ketika mendengarkan namaku di ucapkannya dengan lembut. Ya Allah, bagaimana bisa aku menolak perasaan cinta ini, lagi-lagi hati Rania berbisìk.
"Assalamualaikum.....," sapa kembali suara di seberang yang akhirnya menyadarkan Rania.
"Wa....Waalaikumsalam. Ini Rania bang.....," jawab Rania gugup.
"Iya, abang save kok nomer Nia....," jawab santai nan lembut suara di seberang.
Jawaban itu mungkin terdengar biasa saja. Tapi bagi Rania, ada perasaan bahagia yang terselip saat Fakhri mengatakan menyimpan kontaknya.
__ADS_1
"Gini bang, ada yang ingin Nia bicarakan dan diskusikan sama abang," ujar Rania.
"Ini menyangkut kegiatan bakti sosial kantor Nia bang. Dan Rania membutuhkan bantuan abang," ujar Rania kembali menjelaskan agar tidak terjadi salah faham atas tujuannya tersebut.
"Gimana bang Fakhri?" Rania kembali bertanya saat tidak lagi mendengar jawaban di seberang telephone.
"Bentar abang sambil cek jadwal abang ini. Gimana kalau Rabu aja, abang bisa. Karena jadwal ngajar abang di kampus hanya pagi, kebetulan sesudahnya abang nggak ada schedule lain hari itu. Kita bisa membicarakannya ketika jam siang. Gimana Nay?" tanya Fakhri.
"Baik bang Fakhri. Jadi rabu siang ya bang?" tanya Rania memastikan.
"Iya Nia. Insya Allah...," jawab bang Fakhri atas keraguan Rania.
"Abang bisa ajak Andi. Kalau nggak aku ajak mbak Sinta aja biar enak bang," Rania mengusulkan agar mereka tidak bertemu berdua saja.
"Tidak apa-apa berdua. Asal Rania cari tempatnya yang ramai, banyak orang, biar tidak ada fitnah," jawab Fakhri kembali.
"Baik bang....,"
"Baik bang. Makasih yah bang udah mau ngeluangin waktunya membantu Nia," ucap Rania tulus.
"Insya Allah selama kegiatan tersebut untuk amal, abang pasti akan membantu," balas bang Fakhri mantap.
"Kalau gitu makasih bang. Sampai ketemu rabu nanti bang Fakhri. Assalamualaikum," Rania berniat memutus percakapan telephone mereka.
"Baik, sama-sama Nia. Walaikumsalam wr wb,"
Panggilan telephonepun terputus. Rania meletakkan telephone di dadanya. Bayangan bang Fakhri yang soleh berkelebat mengisi kepalanya. Senyum mengembang di bibir mungilnya yang tipis. Wajah Rania berkali lipat bertambah cantik karena hatinya tengah berbunga-bunga.
__ADS_1
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Mengejar Cinta Ustad"
Mohon Dukungannya
π
Vote
Like π
Favorit β€
Coment π¬
Baca juga Novel Author Lainnya
β Love Or Be Loved
β Cinta 90
Mohon juga Dukungan
π
Vote
Like π
__ADS_1
Favorit β€
Coment π¬