
Fakhri baru saja melangkahlan kakinya selesai mengajar. Dan sepertinya tidak ada kelas siang. Belum jauh Fakhri menjejakkan kakinya meninggalkan pelataran kampus, seorang gadis yang tampak tidak sabaran telah menunggunya.
"Bang......," sapa Rara menjejaki langkahnya agar bersamaan dengan langkah Fakhri.
Fakhri berhenti melangkah, kemudian menatap ke arah Rara.
"Apa ada keperluan dengan abang?" tanya Fakhri sopan dan lembut seperti biasanya.
"Rara ingin bicara dengan abang," jawab Rara terlihat serius.
"Ada apa Ra?" tanya Fakhri masih tetap lembut.
"Kita menti bicara bang. Rara tidak mau lagi terus seperti ini," bujuk Rara.
"Baiklah. Jangan di kampus, kita bicara di luar," jawab Fakhri pada akhirnya tidak mengerti.
"Rara ikut abang ya. Rara nggak bawa kendaraan ke kampus, berangkat tadi naik kendaraaan online," ujar Rara menang.
"Baiklah.....," jawab Fakhri menghembuskan nafasnya.
Rasanya Fahkri sudah terlanjur kebal pada kelakuan Rara yang terlalu saja absolut.
"Kita ke cafe XX aja bang," ujar Rara menatap Fakhri setelah keduanya berada di kursi depan mobil.
Fakhri hanya menganggukkan kepalanya menyetujui.
Sementara di Cafe XX. Seorang gadis tampak dengan sedikit gelisah sedang menyeruput minumanya.
Dia segaja mengambil posisi tempat duduk yang sedikit tersembunyi, tapi sekaligus bisa melihat dengan jelas kedatangan pengunjung cafe.
Datanglah ke Cafe XX jam istirahat makan siang. Ada yang ingin kutunjukkan.
Aku harap kau bisa mencari tempat duduk yang tersembunyi agar nanti saat kau terkaget, kan tidak akan malu dilihat orang jika harus menangis. Tapi sekaligus kau bisa melihat jelas kejutannya Nia.
__ADS_1
Rara
Rania masih berfikir apa maksud whatsapp yang Rara kirimkan untuknya. Apa yang Rara maksud dengan kejutan. Lalu kenapa juga aku harus terkaget sampai menangis, batin Rania.
Tapi belum lagi otaknya menelaah maksud dari tulisan Rara itu. Rania melihat jelas mobil siapa yang berhenti tepat di depan pandangan matanya.
Bang Fakhri, ujar Rania dalam hati
Apa ini yang dimaksud Rara dengan kejutannya itu.
Rania terlalu polos untuk mengambil kesimpulan dari tindakan absolut yang dilakukan Rara. Gadis itu terlalu baik untuk berfikir bahwa temannya itu telah melakukan konspirasi hati untuk kebahagiannya sendiri. Rania tidak akan berfikir terlalu jauh bila nyatanya Rara sengaja memberi peringaran tegas agar Rania menjauhi bang Fakhri. Gadis itu, Rania, tetap dengan kepolosan dan kebaikannya.
Bahkan fikirannyapun dengan polosnya hanya mencerna bahwa mungkin benar bang Fakhri sudah memilih Rara. Saat dilihatnya sendiri keduanya masuk ke dalam cafe setelah turun dari mobil yang sama. Mobil yang dikemudikan bang Fakhri sendiri.
Rania masuk dengan mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tiba-tiba tersenyum saat matanya menangkap sosok Rania yang duduk sendiri di bangku ujung yang sedikit bisa tersembunyi.
"Ayo bang, kita duduk di sana aja," tunjuk Rara pada bangku kosong di sudut tengah menjauh dari tempat Rania.
Di sana Rania tidak akan dapat mendengar percakapan mereka. Rania hanya akan dapat melihat dengan jelas keduanya.
Rania tidak dapat menyangkal, bahwa bang Fakhri itu juga seorang laki-laki. Normal saja jika dia akhirnya tergoda pada Rara. Rara itu juga cantik, sexy, bahkan keberanian dan keagresifannnya mungkin saja bisa menarik bang Fakhri pada akhirnya.
Rania tidak dapat membohongi dirinya lagi. Rania mecintai bang Fakri dalam diam. Bahkan mungkin sang ustad tidak pernah tahu jika Rania benar-benar mencintainya, sejak dulu, sejak dirinya masih mengenakan seragam putih_biru. Sejak jadi remaja kecil, matanya tidak pernah melihat laki-laki lain yang lebih mempesona dari ustadnya itu.
Tapi Rania bukanlah Rara. Bukan gadis-gadis yang bisa dengan gamblang mengatakan perasaannya. Bukan gadis-gadis yang bisa dengan agresif menunjukkan cintanya. Rania yang pemalu. Rania yang pendiam. Rania yang polos. Dan Rania akan tetap seperti itu. Menyimpan cintanya hanya dalam diam.
Tanpa disadari Rania, bulir bening itu akhirnya menitik juga di sudut matanya. Rania sangat menyesali sikap tidak beraninya. Rania ingin sedikit bisa lebih berani menunjukkan perasaannya. Sekedar hanya mengatakan bahwa Rania mencintainya. Şangat mencintainya, sejak dulu. Tapi jangankan untuk bertindak, sekedar mengucapkannya saja Rania tidak pernah berani.
Lalu apa gunanya jika perasaan itu hanya di ucapkan dalam hatinya saja. Jika ungkapan cinta itu hanya Rania tuangkan lewat doa di ujung sajadahnya.
Rania pernah mempercayai kata-kata "Aku memintamu pada Allah, melalui doa pada ujung sajadahku"
Tapi kini saat matanya menangkap dengan jelas bagaimana akhirnya temannya itu, Rara, akhirnya telah bersama bang Fakhri. Rania jadi meragukannya.
__ADS_1
Ternyata doanya belumlah menembus langit. Atau Allah memang menunjukkan padanya bahwa bang Fakhri bukanlah jodohnya. Hingga tak satu doanyapun terjawab. Mungkin aku bukanlah gadis soleha sesuai keinginannya. Mungkin aku memang bukan yang pantas untuk berdampingan dengannya.
Rania mencintai abang. Walau mungkin bang Fakhri belum tahu dengan perasaan Nia. Tapi Nia mencintai abang, sejak dulu bang. Rania kembali bergumam sambil menatap lekat Rara dan bang Fakhri yang seperti tengah berbicara serius.
Andai Nia sedikit saja punya keberanian. Nia ingin bisa menunjukkan perhatian Nia pada abang. Andai Nia bisa sedikit saja berani bicara. Nia hanya ingin abang tahu, abanglah satu-satunya laki-laki yang Nia cintai.
Rania tersenyum. Menjadi geli sendiri dengan perandai-andaian yang diungkapkannya dalam hati.
Karena Rania menyadari, betapapun dia berandai-andai, dia tidak akan mungkin bisa merubah sikapnya.
Rania mengusap lembut bulir bening yang sudah menitik di sudut matanya. Untuk pergi dari sini sudah tidak mungkin. Bang Fakhri akan tahu jika dia berada di sini, karena posisi duduknya tepat menghadap Rania.
Kuatkan Nia ya Allah, batin Rania memohon.
Dan tanpa Rania sadari sepasang mata yang baru menyadari kehadiran Rania di tempat yang sama, sembunyi-sembunyi tengah memperhatikan dirinya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Bagaimana rasanya mencintai dalam diam😢
Berdoa di ujung sajadahnya adalah cara Rania meminta bang Fakhri pada Allah 🤲🙏🏻
Hii readers tercintahh😚😘
Semoga bisa selalu up per hari🙏🏻✌😚😘
Jangan lupa Vote & Likenya yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻
Novel Author yg lain👆
Baca juga kisah Nayna yang nggak kalah serunya sama kisah Rania✌
__ADS_1
Vote & Like juga yahh reader tercintahhh✌
Author kasih double kiss deh😗😙😚