Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Keraguan Rania


__ADS_3

Sebelumnya Author minta untuk Klìk Vote & Favorit dong readers tercintahh🙏🏻🙏🏻


Coz akan sangat berpengaruh sama Level Novel Author🙏🏼✌🏻



▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


"Bukankah sudah abang jelaskan dari awal. Abang menyukaimu. Bukan hanya menyukai, abang mencintaimu Rania Atmaja," tegas bang Fakhri lembut kembali atas pertanyaan Rania.


Rania masih terdiam. Pernyataan cinta itu sesungguhnya membuat Rania bahagia. Cinta yang selama ini dipendamnya. Cinta yang selama ini dipeluknya dalam diam itu akhirnya berbalas.


Laki-laki satu-satunya yang ada dalam hati Rania selama ini. Laki-laki yang selalu dikejar cintanya oleh Rania meski dalam diam. Cinta yang selalu di sebut Rania di ujung sajadahnya. Cinta di sepertiga malamnya Rania. Mengungkapkan perasaan suka dan cintanya.


Rania berada antara rasa suka cita dan tidak percaya. Speechles. Rania benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi.


Antara bahagia dan ragu. Antara senang dan bingung. Antara cinta dan tanda tanya. Antara hati dan logika. Semua rasa dan perasaan seperti saling bertarung dalam hatinya.


"Abang tahu, ungkapan abang ini pasti mengagetkanmu. Tapi abang serius dengan perasaan abang padamu," lanjut bang Fakhri.


"Apa lagi yang dilakukan untuk hati yang sudah bersatu, selain hubungan serius menuju jenjang pernikahan. Abang akan mengajak umi dan abi untuk segera mengkhitbahmu, tidak terlalu lama untuk kemudian menikah. Abang ingin kita berpacaran setelah halal," pinta bang Fakhri tulus.


"Abang tahu, kalau abang ini laki-laki yang kaku, dingin dan jauh dari kata romantis. Tapi abang berjanji, bahwa dirimu adalah satu-satunya wanita di hati abang, sekarang, nanti dan selamanya," lanjut Fahkri kembali pada Rania.


Bang Fakhri memang tahu. Meskipun mencintainya, Rania sesungguhnya juga takut menikah dengannya karena takut dipoligami. Bang Fakhri sengaja mengatakan di hadapan Rania langsung, untuk menegaskan pada gadis itu.


Walaupun memang agama memperbolehkan dan tidak melarang untuk beristri lebih dari satu. Bang Fakhri tidak ada niatan sedikitpun melakukannya. Cukuplah satu wanita dan satu cinta saja dalam hidupnya. Cukuplah Rania seorang. Bang Fakhri ingin cintanya seperti cinta abi pada uminya. Satu dan selamanya.


"Abang tahu, abang bukanlah laki-laki sempurna. Abang laki-laki yang dingin dan tidak romantis. Tapi abang berjanji, insyaallah akan jadi imam yang baik dalam rumah tangga kita kelak. Jadilah istri abang Nia. Jadi bunda bagi anak-anak abang kelak," sekali lagi Fakhri berucap keseriusannya pada Rania.


Rania terharu. Matanya sudah memerah, hampir saja berair. Kata-kata bang Fakhri benar-benar membuat Rania tercekat, tidak bisa berkata-kata lagi.


Jawab iya Nia. Jawab jika kau mau menjadi istri bang Fakhri. Menjadi bunda bagi anak-anaknya kelak. Apa lagi yang kau fikirkan dalam kepalamu itu Rania. Laki-laki tampan, baik, lembut dan sesholeh bang Fakhri itu limited edition. Sudah sangat jarang bisa ditemui di zaman sekarang ini. Yakin, mau melepaskan anak adam sesempurna itu, hati Rania sudah berbisik mengingatkan.


Tapi entah kenapa, separuh hati Rania masih tetap meragu. Entah apa yang membuat separuh hatinya masih bergeming.


"Jika Nia masih memerlukan waktu untuk memikirkan semuanya, tidak apa-apa. Abang memberi Nia waktu seberapa lamapun Nia inginkan. Jika Nia siap nanti, ayo kita bertaaruf saja, agar bisa saling mengenal pribadi masing-masing," ucap bang Fakhri kembali menenangkan Rania yang terlihat masih gundah dan ragu.


Rania menatap takjup pada bang Fakhri. Matanya menangkap netra teduh milik bang Fakhri. Tatapan lembut yang menghangatkan hatinya seketika. Abang ustad mengatakan dengan lembut disertai senyum lembut. Rania yang sudah sejak dulu terpesona pada sang ustad, tidak mampu menyebunyikan semburat merah yang menghiasi wajahnya berhadapan langsung dan sedekat ini dengan cinta dalam diamnya itu.

__ADS_1


"Beri Nia waktu bang......," keluar juga ucapan lembut itu dari bibir indah Rania.


Bang Fakhri menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Suara lembut Rania terdengar begitu syahdunya di telinga Fakhri. Abang ustad makin menyukai semua yang melekat pada gadis cantik di hadapannya ini.


Untuk beberapa saat keduanya terdiam. Saling menatap dalam malu, melebur rasa yang ada di hati masing-masing. Menciptakan deburan hati yang makin memenuhi rasa.


"Nia, ada satu hal lagi yang ingin abang beritahukan padamu. Abang tidak ingin menyimpan kebohongan apapun. Jika kita nanti menjalani hubungan serius, abang ingin akan selalu ada keterbukaan dan kejujuran dari hubungan kita," bang Fakhri mulai bicara kembali.


Rania kembali menatap netra teduh di hadapannya itu. Keteduhan yang seolah menenggelamkan Rania di dalamnya. Membuatnya dengan sabar menunggu dengan pasti hal apa yang ingin diberitahukan bang Fakhri kepadanya.


"Ini mengenai Reyhan....," ujar bang Fakhri tiba-tiba.


"Mas Reyhan???" spontan Rania bertanya terkejut


"Mas Reyhan tentara langit??" tanya Rania kembali dengan bingung.


Sementara Andi makin membungkam mulutnya dan memutuskan terus menjadi pendengar setia saja sedari tadi. Walaupun dalam hatinya juga berkecambuk pertanyaan tentang apa yang akan difikirkan pemikiran polos Rania tentang kebenaran hubungan kedua saudara itu.


"Reyhan Fahlevi, tentara yang Nia kenal selama ini adalah satu-satunya adik kandung abang," jawab bang Fakhri membenarkan.


"Ma.....maksud abang apa?" tanya Rania tergagap.


"Bukan begitu Nia. Biar abang jelaskan dulu semuanya," jawab bang Fakhri dengan lembut.


"Apakah abang mau mengetes perasaan Nia apa abang? Atau abang sengaja meminta mas Rey mendekati Nia untuk menolak secara halus perasaan Nia bang?" Rania bertanya dengan sangat lembut, walaupun kata-kata yang meluncur dari bibirnya mulus tuduhan.


"Nia. Tidak benar seperti yang kau fikirkan. Tolong dengar penjelasan abang terlebih dahulu," elak bang Fakhri memohon.


Rania terdiam. Matanya sudah memerah, memandakan perasaan emosi tengah menguasai hati polosnya. Namun kelembutan tetap terlihat dari amarahnya.


"Abang baru mengetahui perasaan Reyhan padamu baru-baru ini. Rey sempat menceritakan siapa dirimu, gadis yang dicintainya pada abang. Saat itu abang memang tidak mengatakan pada Reyhan jika abang mengenal gadis yang diceritakannya. Abang hanyalah menjadi pendengar setianya saja," jelas Fakhri pada Rania.


"Dan abang......," potong Rania


"Nia, tolong dengarkan abang dulu," potong bang Fakhri lembut selaras dengan suara lembut milik Rania.


"Maaf saat itu abang memang belum menyadari perasaan abang padamu. Jadi abang membiarkan saja dan tidak menjelaskan semuanya pada Reyhan," pinta tulus bang Fakhri.


"Hingga akhirnya abang dan Rey sudah berbicara semuanya. Dan memutuskan akan melanjutkam perasaan kami masing-masing. Tapi benar adanya, tidak ada sedikitpun di hati kami berdua berniat menyakitimu," lanjut bang Fakhri dengan suara lembut.

__ADS_1


Rania terdiam. Perasaannya yang meragu sedari tadi terjawab sudah.


"Beri Nia waktu bang. Nia mau sholat dan meminta petunjuk kepada yang di atas. Nia mau memastikan hati dan perasaan Nia bang," pinta Rania pada bang Fakhri akhirnya.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Hiiii readersku tercintahh😗😙😚


Makasih banget yang udah Vote, Like & Coment.


Silahkan readersku tercintahhh bisa coment apapun🙏🏻


Don't worry......Authornya nggak baperan kok🤭😁✌🏻


Maaf banget juga, bukannya Author nggak mau update rutin🙏🏻


Coz selain hidup dalam dunia novel dan halu. Author juga hidup di dunia nyata dengan segala aktifitas yang nggak bisa di tinggalin🙏🏻✌🏻


Tapi Author akan berusaha update rutin jika Vote, Like, Favorit makin bertambah🙏🏻✌🏻😊


Mohon tetap setia pada Rania & Fakhri ya readers tercintahhh🙏🏻😚


Ayo dong kalau suka ceritanya👌👍🏻


Jangan pelit untuk kasih Vote, Favorit, Like & Comentnya untuk Author🙏🏻


Karena itu akan sangat berpengaruh pada Level novelnya Author.....pleaseee🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻


Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻




Love


Author Kesayanganmu 😗😙😚

__ADS_1


WCU


__ADS_2