
Hadehhh thorr, udah nungguin seabad, updatenya dikit bener.....,"
"Up nya lama banget......,"
"Jangan kelamaan up thorr, jadi lupa sama ceritanya......,"
"Lamaaaaaaaa upnya......,"
Timbal baliknya dong🙏🏼
Kalau mau othor semangat nulisnya
Jangan pelit🙌
Untuk kasih Vote
Untuk Favorit ❤
Untuk kasih Like👍
Agar novelnya author juga bisa naik peringkat🙏🏼
Agar novelnya author juga masuk rating🙏🏼
Happy reading
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Setelah kedua orang tua mereka pulang. Rania membersihkan ruang tamu, membawa toples-toples kue, dan mencuci gelas-gelas di wastafel cuci piring.
'Dek....," panggil bang Fakhri dengan lembut.
Rania yang telah selesai mencuci gelas-gelas minum mereka tadi mengelap tangannya yang basah dan langsung menghampiri suaminya.
"Abang.....,' sahut Rania lembut pula ketika menemukan bang Fakhri di ujung tangga menuju lantai dua rumah mereka.
"Kita belum melihat kamar kita dek. Ayokk....," ajak Fakhri pada Rania.
Keduanyapun berjalan beriringan menuju lantai dua. Ada tiga kamar di lantai dua rumah mereka. Kedua kamar tersebut bang Fakhri persiapkan untuk anak mereka nanti, satu kamar lagi di lantai bawah adalah kamar tamu. Sementara kamar mereka berdua terletak di hadapan kedua kamar anak mereka.
__ADS_1
"Dua kamar itu abang persiapkan untuk anak-anak kita nanti dek," ucap bang Fakhri menunjuk kamar di hadapan mereka.
Rania hanya bisa tersenyum malu, kala bang Fakhri menyebutkan anak mereka kelak.
"Dan ini kamar kita. Ayo masuk.....," tarik bang Fakhri lembut membawa tangan Rania.
Rania mengikuti saja langkah suaminya itu membawanya.
Kini mereka berada di kamar yang cukup luas menurut Rania. Ranjang king size ada di sudut kamar, beserta lemari pakaian, meja rias dan nakas kecil di dekat tempat tidur. Satu kamar mandi juga berada di dalam kamar. Di ujung dekat pintu masuk ada sofa kecil dan mejanya. Rania masuk ke dalam kamar dan mengitari kamar sambil melihat-lihat.
"Nanti terserah adek jika ingin mengganti warna cat kamar kita atau ruangan lain di rumah kita. Perlengkapan di dalam kamar atau ruangan lain, terserah adek jika menambahkan atau mengubah posisinya," ujar bang Fakhri lembut kepada istrinya itu.
Dan Rania menganggukkan kepalanya dengan tersenyum manis.
Ah....rasanya ini semua sudah cukup. Bang Fakhri sudah memikirkan rumah untuknya dan anak-anak tempati nantinya saja sudah membuat Rania bahagia. Dan karena memiliki suami yang shaleh, santun dan amat lembut pada istrinya saja, rasanya sebuah kebahagian hati yang melebihi memiliki banyak harta sekalipun.
Bang Fakhri melangkah menuju tirai kaca di ujung tempat tidur mereka. Setelah menggeser gordennya, tampaklah sebuah pintu geser menuju balkon kamar mereka. Walaupun tidak terlalu besar, bang Fakhri menempatkan sepasang kursi dan meja kecil di luar balkon tersebut.
Bang Fakhri menarik kembali tangan Rania dengan lembut. Mengajaknya untuk keluar dari kamar menuju balkon kamar mereka. Tampak matahari yang mulai senja, memancarkan cahaya redup kuning keemasan yang sangat indah. Dari balkon kamar ini juga terlibat lalu lalang orang-orang yang melewati jalan besar peesis di depan kamar mereka.
Tiba-tiba saja bang Fakhri melingkarkan tangannya di pinggang Rania. Kala gadis itu tengah menikmati pemandangan senja dan menghirup udara yang akan memenuhi rongga paru-parunya.
"Gimana, cantik lihat pemandangan dari atas sini?" bisik lembut bang Fakhri di telinga Rania.
Bukan hanya suaranya yang lembut masuk ke telinga Rania, tapi juga hembusan nafas berat bang Fakhri menyapu telinga hingga tengkuknya, membuat Rania merasakan gelejar-gelejar aneh yang membuatnya jantungnya semakin cepat memompa.
"Ii...i...iya bang. Cantik banget," jawab Rania gugup.
Ini kali pertamanya Rania begitu dekat dengan seorang laki-laki. Dan laki-laki bang Fakhri, suaminya sendiri. Laki-laki yang dicintainya belahan tahun dalam diam. Laki-laki yang bahkan hingga detik ini, Rania masih belum bisa mempercayainya telah menjadi suaminya.
"Diam di sini sebentar lagi, sampai menunggu waktu magrib. Abang hanya ingin memelukmu saja," kembali hembusan nafas dan suara bang Fakhri terdengar di telinga Rania.
Radia kembali membatu. Batu bernafas dengan debaran jantung yang sudah tidak terkendali. Aroma maskulin yang menguar dari tubuh bang Falhri makin membuat Rania melayang. Bukan hanya dekapannya yang terasa hangat dan menenangkan. Tapi aroma maskulin yang mengeluar membuat Rania merasa semakin nyaman. Dalam dekapan bang Fakhri yang semakin mengencangkan pelukannya.
Tubuh keduanya menempel sempurna, hanya kain di tubuh merekalah yang menjadi pemisah kedua tubuh tersebut. Bahkan punggung Rania bisa otot six pack bang ustad yang semakin menekan di punggungnya itu. Jangan tanyakan lagi bagaimana debaran dada Rania.
Rania sebenarnya sangat malu. Dia tidak pernah pacaran, apalagi dekat dengan seorang laki-laki. Gadis pemalu seperti dirinya, hanya mampu menyimpan perasaan suka dalam diam. Hanya memendam rasa cinta dalam hati saja.
Cup...Cup....Bang Fakhri mencium pucuk kepala Rania yang tertutup hijab. Meski dilapisi hijab berwarna pink muda, aroma wangi shampo rambut Rania masih menguar. Aroma lembut shampo yang dipakai Rania masuk begitu saja ke penciuman bang Fakhri.
__ADS_1
Bang Fakhri yang semula hanya ingin memeluk istrinya saja. Me jadi terhanyut mencium aroma shampo yang menguar dari balik jilbab Rania. Pelukannya pada pinggang Rania terasa semakin erat dan menekan istrinya itu makin merapat. Ciuman yang semula hanya kecupan kecil di pucuk kepala Rania, kini menjadi semakin intens dari pucuk kepala lalu menciumi leher Rania yamg masih tertutup hijab pinknya.
Menghirup dengan dalam aroma parfum yang dipakai Rania. Ah....bang Fakhri sangat menyukai aromanya, begitu lembut, adem dan menenangkan. Aroma parfum dengan karakter Rania banget.
Alhamdullilahnya bang Fakhri dan Rania sudah menjadi pasamgan suami istri yang sah. Untuk berpelukan dan mencium sudah halal. Apapun yang mereka lakukan sebagai pasangan suami istri sah sudah bernilai ibadah.
Pelukan itu sudah makin mengerat saja. Bahkan tangan bang Fakhri sudah mulai membelai lembut bagian tubuh Rania lain. Membelai dan mencium dengan penuh perasaan.
Dan Rania hanya bisa berdiri terdiam. Tetap menjadi batu bernafas. Namun deru nafas itu sudah semakin tidak beraturan. Belaian lembut itu adalah hal baru yang sama sekali tidak pernah dirasakan Rania. Antara deg-degan, takut, nafsu dan kenikmatan kini menguasai raga Rania.
Beberapa saat kemudian bang Fakhri melepas pelukannya. Rania terkaget ketika tubuhnya dibalik bang Fakhri untuk menghadap. Kini keduanya saling bersitatap. Tatapan mata yang sudah mulai berkabut.
Tangan bang ustad tiba-tiba saja menyentuh bibir Rania. Mengusap lembut dengan ujung jarinya. Sementara Rania cuma bisa cosplay menjadi batu bernafas. Walaupun hatinya mengakui ada rasa yang berdesir ketika ujung tangan itu mengusap lembut bibirnya.
Bang Fakhri mendekatkan wajahnya. Cup....tiba-tiba saja bibirnya sudah menempel pada bibir Rania. Mencium lembut bibir pink mungil itu. Dengan sangat lembut, seolah takut menyakiti sang pemilik. Memperdalam ciuman itu tapi tetap dengan sangat lembut.
Rania yang awalnya kaget. Hanya bisa memejamkan saja matanya, menikmati kelembutan juga kenikmatan yang membuat suhu tubuhnya ikut memanas. Terdiam dan memejamkan matanya saja, karena tidak mengerti apa yang harus dilakukannya. Ini adalah ciuman pertama Rania. Ciuman pertama dari laki-laki yang amat sangat dicintainya sejak lama. Ciuman pertama dari laki-laki yang bergelar suami.
"Udah menjelang magrib. Ayo masuk dek. Mandi dan membersihkan diri, lalu kita mengerjakan kewajiban kita," ujar bang Fakhri dengan tersenyum lembut setelah beberapa saat melepaskan ciumannya pada bibir istrinya itu.
Jika diteruskan bang Fakhri bisa saja kebablasan. Bang Fakhri juga laki-laki normal, laki-laki biasa yang juga bisa dikuasai nafsu. Yah, mereka berdua memang sudah sah. Bang Fakhri bisa meminta haknya pada Rania saat ini juga. Tapi waktu beribadah hampir memasuki jamnya. Bang Fakhri tidak ingin di hari awalnya sebagai suami-istri di rumah mereka sendiri malah menjadi khilaf dikuasai nafsu hingga akhirnya melupakan kewajiban hakiki mereka sebagai umatnya nabi Muhammad.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Lanjutan part selepas subuh yang syahdu🤩😍🤗
Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻
Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻
Love😗😘
Autor Kesayanganmu
WCU
__ADS_1