Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Khitbah


__ADS_3

Hari itu akhirnya akan tiba juga. Tanpa banyak pertemuan sebelumnya diantara keduanya. Bang Fakhri yang sedari awal memang sudah sangat serius, akan membawa seluruh keluarga intinya untuk datang mengkhitbah Rania.


Dalam Islam, pernikahan adalah salah satu ibadah yang paling dianjurkan dan juga bagian dari sunnah nabi. Jika ada yang mengenal pertunangan sebagai jenjang menuju pelaminan, Islam mengenal khitbah sebagai jembatan menuju halal.


Meskipun tidak sama persis, namun Khitbah menjadi satu istilah yang paling mendekati dengan kata tunangan. Secara bahasa, Khitbah berarti meminta, meminang atau melamar seorang perempuan untuk dijadikan seorang istri.


Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), khitbah adalah upaya menuju ke arah terjadinya hubungan perjodohan antara laki-laki dengan perempuan. Atau proses laki-laki dalam meminta perempuan untuk menjadi istrinya dengan menggunakan cara umum yang berlaku di tengah masyarakat.


"Adikmu sudah dikabari bang? Jika minggu depan kita akan datang ke rumah orang tua Rania," tanya abi pada bang Fakhri.


"Umi sudah menelepon Reyhan bi. Tapi sepertinya minggu depan Rey masih berdinas. Rey akan mengajukan cuti ketika hari H nya nanti," kali ini umi yang menjawab pertanyaan abi.


"Apa tidak bisa cutinya dibagi-bagi mi?" tanya bang Fakhri.


"Umi juga sudah mengatakan seperti itu pada adikmu. Tapi kata Rey, daerah konflik tengah memanas, jadi Rey tidak bisa mengajukan cuti dalam beberapa minggu ke depan. Rey harus mengajukan masa cutinya jauh hari sebelumnya," jelas umi kembali.


"Dan waktu yang disepakati kesatuannya saat hari H mu nanti bang," tambah umi kembali pada bang Fakhri.


"Ya sudah. Adikmu tengah memikul tugas negara. Tidak bisa dipaksakan bang. Ada abi dan umi, juga om Rido dan keluarganya, kamu tenang saja," balas Abi pada putra sulungnya itu.


"Apa harus membawa cincin pertunangan juga mi?" tanya bang Fakhri kembali pada uminya.


"Lamaran di dalam Islam dikenal dengan istilah khitbah. Khitbah adalah prosesi lamaran di mana pihak keluarga calon mempelai laki-laki mengunjungi rumah calon mempelai perempuan.


Dalam pertemuan itu, keluarga calon mempelai laki-laki akan mengutarakan maksud dan tujuan mereka. Permintaan tersebut bisa disampaikan langsung oleh mempelai laki-laki, namun juga bisa dengan perantara pihak lain yang dipercayai," ujar abi menjawab pertanyaan bang Fakhri.


"Khitbah sendiri wajib dijawab dengan “ya” atau “tidak". Jika mempelai perempuan mengiyakan, maka dirinya disebut sebagai makhthubah, atau perempuan yang resmi dilamar. Sehingga, ia tidak diperkenankan untuk menerima lamaran laki-laki lain," abi kembali menjelaskan.


"Dalam islam Khitbah itu sama dengan tunangan. Tetapi dalam agama kita tidak ada istilah tunangan. Khitbah itu sama dengan lamaran, bawa saja hantar-hantaran yang biasa dilakukan sesuai adat bang," ucap abi menanggapi pertanyaan putranya.


"Abang mintalah pendapat pada Rania, hantaran apa saja yang harus kita bawa nanti. Baru setelah umi bantu abang untuk membelinya," ujar uminya dengan lembut.


"Baik umi," jawab bang Fakhri tersenyum.


"Umi sama abi ke taman samping. Nanti abang kabari umi aja ya nak," ucap umi lembut.


Lalu keduanya berlalu dari hadapan sang putra sulung yang sudah duduk santai di ruang keluarga.


Laki-laki tampan berkulit putih berhidung mancung nan soleh itu langsung saja mengetikkan pesan di handphonenya dengan wajah tersenyum penuh rona bahagia.


"Assalamualikum calon bidadari surganya abang," tulis bang Fakhri pada pesen whatsappnya.


(Nggak tahu sekarang kok udah pinter ngerayu aja si abang ustad tampan. Tapi beneran bukan othor lo yang ngajarin✌🏾🤭🤭)

__ADS_1


1 menit


2 menit


5 menit berlalu


sampai akhirnya 10 menit pesan whatsapp belum juga dibaca.


Hingga 15 menit berlalu, pesan itu masih saja centang satu.


Dan bang Fakhripun sudah beranjak menuju kamarnya.


Naik ke atas kasur empuk king sizenya. Menengadah menatap langit-langit kamar. Memorinya mengingat jika pada akhirnya hati dan cintanya berlabuh pada gadis keciĺ yang sedari kecil sudah dikenalnya. Pada cinta seorang gadis cantik pendiam yang ternyata sedari dulu memujanya.


Bang Fakhri kembali tersenyum. Mengingat bagaimana rasanya ketika pertama kali bayangan Rania tidak mau menjauh dari fikirannya.


Sejak pertemuan mereka di sudut taman, lalu sholat bareng. Hati bang Fakhri seperti bergetar, dilanda sebuah rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Bayangan senyum lembut Rania, dan sosoknya yang malu-malu membuat kesan berbeda yang tidak bisa dia hilangkan dari relung hati.


Ting. Notif masuk ke dalam handphone bang Fakhri.


"Walaikumsalam abang," akhirnya balasan pesan masuk juga.


"Maaf abang tadi nemenin ibu, jadi baru kebaca pesennya abang," jelas Rania kembali di pesan.


Wajahnya seketika berubah sumringah dan lebih bahagia setelah membaca balasan pesan dari calon bidadari surganya itu.


"Abang diminta umi agar menanyakan pada adek apa aja yang harus abang bawa nanti ke rumah," ujar bang Fakhri kembali bertanya.


"Nanti Nia tanya ke ibu dulu ya bang," jawab Rania kembali.


"Iya dek. Tolong direkap aja ya, kirimkan ke abang. Biar abang dan umi bisa mulai mempersiapkannya," jelas bang Fakhri.


"Baik abang," jawab Rania kembali.


"Semoga semua urusan kita dilancarkan ya dek. Semoga Allah selalu bersama kita dari awal hingga akhirnya nanti kita bisa bersama," ujar bang Fakhri kembali.


Rania menganggukkan kepalanya di seberang sana. Namun sesaat kemudian tersenyum sendiri kala menyadari bang Fakhri tidak akan bisa melihat anggukkan kepalanya.


"Dek.....," sapa bang Fakhri lagi.


(Abang ustad memutuskan memanggil Rania dengan panggilan adek. Nggak enak katanya kalau manggil pake namanya saja. Nggak sekalian sebutan yang atau beib aja bang ustad😁🤭😛😜)


"Iya bang....," balas Rania segera.

__ADS_1


"Abang bersyukur adek mau nerima abang. Walaupun kita belum terlalu lama saling menjajaki satu sama lain," ujar bang Fakhri.


"Iya bang. Nia juga bahagia," jawab Rania tersenyum.


Walaupun nyatanya senyum itu hanya bisa dinikmatinya sendiri, karena sang pemilik hati tidaklah langsung bertatap muka.


"Abang maunya, biar nanti kita pacarannya setelah menikah aja dek," jelas bang Fakhri akan alasannya dengan cepat mengajak serius Rania menikah.


"Pacaran setelah menikah itu indah loh dek. Setelah menikah inilah, masing-masing kita bisa mengenali lebih intens pasangan kita. Masing-masing pasangan bisa mengutarakan perasaan cintanya dengan bebas," jelas bang Fakhri dengan sangat lembut.


"Bukankah sangat indah karena Allah SWT telah membungkusnya dengan sangat rapi dalam ikatan pernikahan. Dua insan yang saling mencinta akan lebih leluasa dalam mengekspresikan perasaan cintanya. Bahkan, segala bentuk pengutaraan cinta itu bisa bernilai ibadah bagi orang yang melakukannya setelah menikah dek," jelas bang Fakhri kembali dengan binar bahagia.


Andai abang ustad tahu. Gadis yang tengah berbalas pesan dengannya itupun juga tengah berbunga-bunga. Wajahnya bersinar penuh rona bahagia. Ucapan dari abang ustad yang sebenarnya hanyalah penjelasan saja mengenai pacaran setelah menikah. Tapi di telinga Rania justru terdengar begitu indah.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hiiii readersku tercintahh😗😙😚


Author update kembali🤩😍


Mohon maaf jika menunggu lama🙏


Karena kesibukan di dunia nyata mengalahkan dunia halunya Author🙏🙏


Mohon jangan lupa Vote, Like, Favorit & juga coment tuk Author.


Agar peringkat level bisa naik kembali🙏🙏


Makasih readers tercintah yang tetap setia pada Rania & Fakhri🙏🏻😚


Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻


Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻




Love


Author Kesayanganmu😗😙😚


WCU

__ADS_1


__ADS_2