Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Gadis Pilihan Hati


__ADS_3

Fakhri sudah menyelesaikan sholatnya. Hati dan perasaannya telah menjadi tenang. Benar sekali, jika fikiran tengah gundah, atau hati tengah panas, segeralah mengambil wudhu. Insya Allah akan membasuh segala kedmgundahan, dan juga memedamkan amarah yang tengah bergejolak.


Fakhri masih mengenadahkan kedua tangannya, masih bermunajat. Kemudian berzikir sebentar. Hembusan nafas lega kini memenuhi hatinya. Setelah selesai Fakhri kembali bersujud di ujung sajadahnya.


Dalam sujudnya Fakhri berharap, bahwa keputusan hatinya adalah benar. Wanita yang mulai mengisi hatinya itu adalah pilihan terbaik dari Allah untuk menyempurnakan setengah dari ibadahnya.


Sebagaimana Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist.


Yang artinya "Barangsiapa menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh ibadahnya (agamanya). Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah SWT dalam memelihara yang sebagian lagi." (HR. Thabrani dan Hakim)


Dan dalam Al-Quran Allah berfirman.


Yang artinya "Allah menjadikan kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?." (QS. An-Nahl ayat 72)


Pernikahan juga dapat melipatgandakan pahala sebuah ibadah yang dilakukan umat Muslim. Selain itu, seseorang yang berjuang melindungi dan mencari nafkah untuk pasangan dan keluarganya juga mengandung pahala yang besar.


Tujuan menikah menurut Al-Quran berikutnya ialah membangun generasi beriman. Pasalnya membangun rumah tangga islam yang harmonis, sudah turut serta membangun generasi muslim yang beriman. Hal ini hanya bisa dicapai melalui pernikahan yang sesuai dengan syariat agama Islam.


Andi. Andilah kunci dari semua pertanyaan hatiku ini. Bahkan saat itu Andilah yang selalu menanyakan bagaimana perasaanku pada Rania. Adakah rasa hatiku untuk gadis itu, Fakhri bergumam dalam hatinya. Fakhri akan menemukan jawabannya nanti.


Minggu pagi itu semua terlihat santai. Tidak ada kegiatan berarti di minggu pagi. Ummi dan Abi bahkan tengah bersantai di bangku taman kecil umi di samping rumah, tempat favorit keduanya.


"Tumben bang, pagi-pagi udah rapi. Ada acara di kampus, atau mau ngecek resto?" tanya Ummi lembut ketika tiba-tiba putra tersayangnya itu ikut duduk diantara kedua orang tuanya.


Fakhri tersenyum. Mendengar umminya bicara, tiba-tiba Fakhri teringat Rania. Gadis cantik berkulit putih itu selembut umminya. Kepolosan dan ketulusan keduanya, membingkai dua pribadi yang sama persis.


"Ditanya kok malah senyum-senyum sendiri toh bang," ujar Ummi kembali dengan nada sayang.


"Ummi itu jadi persis seseorang," jawab Fakhri kembali tersenyum.


Kali ini kedua orang tua Fakhri semakin bingung. Ummi dan Abi saling menatap heran. Heii....apa yang kedua orang tua itu dengar barusan. Apakah telinga mereka berdua tidak salah dengar.


Fakhri mereka. Putra sulung tersayangnya itu. Benarkah ini Fakhri. Kenapa bicaranya seperti orang yang berbeda.

__ADS_1


"Sepertinya sudah ada seseorang di hati putra sholeh umi ini," tanya ummi mendekati putranya.


Ummi sudah sudah berpindah duduk tepat di hadapan Fakhri. Ditatap ummi lembut putra sulung kebanggannya itu. Putra solehnya itu. Putra yang sejak kecil tidak pernah membuat ummi dan abinya kecewa. Sosoknya yang memang Sholeh, pendiam, tertutup, dan jarang berbicara.


Membuat pribadi Fakhri tumbuh menjadi pemuda Sholeh tampan yang tidak pernah menyusahkan abi dan umminya. Sosoknya yang terlihat pendiam, cool dan sangat sulit di dekati, membuat Fakhri memang lebih terlihat lebih seperti Abinya. Hanya kedua orang tuanyalah yang paling memahami sosok seorang Fakhri.


Walaupun dari luar terlihat pendiam dan sulit didekati. Fakhri sosok yang hangat di tengah keluarga dan orang-orang terdekatnya itu.


"Semoga saja ya mi. Kali ini abang benar-benar bisa membawa seorang gadis sebagai menantu Ummi dan Abi," jawab Fakhri membalas tak kalah lembut tatapan umminya itu.


"Abi nggak bisa lagi ngenalin abang ke anak sahabat Abi itu yah bang?" tanya Abi ambigu.


"Embun itu gadis yang baik dan soleha. Ada baiknya mencoba bertemu terlebih dahulu, berempat bersama Abi dan Abinya Embun," ujar Abi kembali masih bersikeras menjodohkan Fakhri.


"Abi.....," kali ini Ummi yang menyahuti.


"Saat hati abang sudah mantap dan memutuskan membawa seorang gadis untuk bertaaruf. Membingkainya dalam sebuah hubungan serius berumah tangga. Untuk apa lagi kita memperkenalkan yang laimnya," ujar Ummi kembali dengan bijak.


Abi tersenyum. Menatap lembut istri terkasihnya itu. Ummi dari putra tercintanya itu. Abi membenarkan semua perkataan Ummi. Walaupun dalam hatinya Abi sangat berharap agar Fakhri bisa berjodoh dengan embun, putri sholeha dari sahabat tercintanya.


Tapi Abi tidak akan memaksa. Kebahagiaan putra-putranya adalah yang paling utama. Jika Fakhri telah menemukan wanita sholeha yang dianggapnya baik menjadi calon istrinya. Tentulah gadis itu sudah memenuhi semua kriteria dan harapan Fakhri.


Abi sangat mengerti, jika kedua putranya itu menginginkan calon pendamping yang seperti umminya. Bukan hanya kecantikan ragawinya saja, kecantikan akhlaknyapun haruslah seimbang.


Ummi itu adalah idola kedua putranya. Sejak dulu keduanya sangat menyukai gadis yang tidak terlalu berani, agresif istilah sekarang. Keduanya akan bergidik ngeri bila bertemu gadis-gadis yang seperti demikian itu.


Ummi yang lembut, ummi yang penyayang, ummi yang polos dan sederhàna. Ummi yang selalu Abi sebut sebagai wanita dengan kecantikan alami, dan akhlaknya yang sangat indah pula. Ummi yang punya senyum manis dan tatapan yang meneduhkan itu jadi kiblat bagi putra-putranya mencari jodohnya masing-masing.


"Sekarang Abi akan punya saingan. Ada gadis lain yang senyumnya, kelembutannya bahkan mata teduhnya yang menyerupai Ummi," ujar Fakhri tersenyum sangat senang.


"Walaupun bukan ragawinya yang persis sama. Tapi keduanya benar-benar serupa dalam sifat dan sikap," ujar Fakhri kembali masih tersenyum senang.


Abang Fakhri. Putra sulung Ummi dan Abi itu hari ini terlihat sedikit banyak bicara. Hari ini, Fakhri telah mengungkapkan semua dari dalam hatinya. Pancaran harapan dan kebahagiaan kini terlihat berbinar di matanya. Abi dan Ummi turut berbahagia. Dalam hati keduanya, besar harapan mereka agar putranya tersebut berbahagia.

__ADS_1


Selama ini Fakhri yang pendiam tidak pernah sekalipun membicarakan tentang seorang gadis. Fakhri putra Sholeh mereka itu, memang sudah sering mengatakan pada Ummi juga Abinya. Jika nanti hatinya itu sudah menemukan seorang gadis yang diyakininya sangat baik untuk dirinya, imannya, agamanya, calon ibu terbaik bagi anak-anaknya kelak. Maka Fakhri akan segera meminang gadis itu, membawanya sebagai menantu Ummi dan Abi.


Kini, saat itu telah tiba, gadis terbaik itu, adalah pilihan terbaik bagi Fakhrinya Ummi dan Abi.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Cinta telah membuka hati Fakhri. Tapi bagaimana dengan hati Rania kini?


Masih setiakah Rania pada cinta pertamanya itu?


Atau Raniku telah membuka hatinya kini pada sang tentara langit tampan?


Haii readers tercintaku😗😙😚😘


Ayo dong kalau suka ceritanya👌👍🏻


Jangan pelit untuk kasih Vote, Favorit, Like & Comentnya untuk Author🙏🏻ŕ


Karena itu akan sangat berpengaruh pada Level novelnya Author.....pleaseee🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻


Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻




Love


Author Kesayanganmu 😗😙😚


WCU

__ADS_1


__ADS_2