Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Kisah Zulikha & Nabi Yusuf


__ADS_3

"Nia.......sapa Fakhri.


Rania tiba-tiba terkejut, menatap Fakhri yang kini sudah berdiri di hadapannya.


Hadehhh, bagaimana bisa aku jadi melamun sampai tidak menyadari kalau bang Fakhri sudah masuk ke dalam restoran, gerutu Rania dalam hati.


"Eee....b...bang Fakhri....," jawab Rania tergagap.


"Duduk bang....," ucapnya lagi setelah berhasil mengatasi rasa gugupnya.


"Terima kasih," ucap Fakhri menarik bangku di hadapan Rania.


"Bagaimana, apa yang akan Nia bicarakan," tanya Fakhri langsung.


"Bang, sebelum kita mulai membicarakan perjanjian kerjasama yang Rania bicarakan sama abang kemarin. Bagaimana kalau kita makan siang dulu bang, Nia udah laper nih," pinta Rania pada Fakhri.


Fakhri tampak menatap Rania sekilas, tersenyum menatap wajah lucunya saat memelas.


Tapi kemudian segera mengalihkan pandangannya. Dalam hati beristighfar, segera menjaga pandangannya. Karena pandangan yang tidak terjaga akan memberikan pengaruh negatif pada pikiran dan hati, yaitu menimbulkan syahwat yang tidak pada tempatnya. Seseorang memang harus menahan pandangan haram terhadap lawan jenis yang bukan muhrimnya.


"Baiklah, kebetulan abang juga belum makan siang," balas Fakhri akhirnya memberi persetujuan.


Raniapun bergegas memanggil pelayan, lalu mencatat pesanan mereka berdua.


Sambil menunggu pesanan datang, Raniapun kembali mengajak Fakhri berbicara.

__ADS_1


"Maaf bang. Nia jadi menyita waktu abang lebih lama dengan mengajak makan siang terlebih dahulu. Karena kalau Nia menyelesaikan waktu makan siang kantor terlebih dahulu, akan terlalu kesorean nanti bertemu abang," Rania meminta maaf sekaligus menjelaskan.


"Tidak masalah Nia," jawab Fakhri singkat.


Selalu saja. Menjawab dengan singkat-singkat begitu. Seperti tidak ingin berbicara panjang dan banyak dengaku. Apa ini menunjukkan bahwa memang bang Fakhri tidak pernah ada perasaan padaku. Dia hanya menganggapku seorang adik kecil saja, keluh Rania dalam hatinya.


Untunglah tidak berapa lama pelayanpun sudah menghidangkan pesanan mereka di meja. Fakhri dan Rania santap siang tanpa suara. Jangankan untuk saling tersenyum dan bercanda, berbicarapun tidak. Mereka berdua menikmati hidangan siang itu dalam diam. Hening. Walaupun riuh dengan suara meja pengunjing lainnya.


Apakah begini yah berpacaran dengan ustad, tanya Rania dalam hati sambil menikmati makan siangnya.Tiba-tiba Rania teringat. Ustad nggak mungkin pacaran, mereka pasti mengatakan bahwa tidak ada istilah pacaran dalam islam, bagaimana mungkin aku bisa berfikir bisa mengajak bang Fakhri berpacaran, Rania meralat sendiri omongannya di dalam hati. Yah, dengan taaruf. Tapi taaruf itu bukan pacaran. Sangat berbeda. Bang Fakhri juga pasti punya penjelasan yang cukup soal itu. Biarlah nanti kutanyakan padanya langsung pendapatnya mengenai bertaaruf, fikir Rania akhirnya.


Fakhri tampak menundukkan wajah dan menghabiskan menu makan siangnya. Sedari tadi bang Fakhri tidak pernah terang-terangan langsung menatap Rania. Yah, Rania mengerti jika dia pasti menjaga pandangannya. Berbanding terbalik dengan Rania, gadis ini sedari tadi tidak pernah bisa mengalihkan pandangannya.



Ya Allah. Perasaan kok begini amat yakkk. Cinta kok bisa menyesakkan begini, batin Rania lagi. Rania tidak merasakan nikmatnya hidangan yang di santapnya sedari tadi. Matanya sibuk mencuri pandang pada sosok yang duduk tepat di hadapannya ini. Kenapa cinta ini harus tumbuh untuk seorang ustad. Cinta yang pasti akan sulit untuk dibicarakan apalagi di sampaikan, Rania kembali mempertanyakan perasaanya sendiri.


Semua orang pasti tahu bagaimana kisah Zulikha mencintai nabi Yusuf. Tapi Zulikha adalah seorang putri, putri dari Raja Talmus. Yang kecantikannya tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Zulaikha bagaikan bintang yang paling cantik dalam cakrawalanya dan permata yang paling gemerlap dalam kekayaannya.


Lalu aku. Aku bukanlah Zulikha. Aku hanyalah ibarat debu, tidak berarti, dan diterbangkan angin begitu saja. Jangankan kecantikan yang sudah jelas tidak akan sebanding dengan Zulikha sang putri. Kekayaan dari seorang putri Raja, dimana bisa kudapatkan. Dan cintaku ini, apakah aku yakin sebesar cinta Zulikha pada nabi Yusuf. Sedangkan saat inipun hatiku sedikit galau memikirkan si bos yang tiba-tiba berubah sikap.


Semua orang pasti bisa mengambil pelajaran dari kisah Zulikha dan Nabi Yusuf, bahwa jodoh itu tidak akan ke mana. Tapi apa aku yakin, cintaku bisa bertahan sekeras Zulikha mencintai Nabi Yusuf. Sesabar perasaannya untuk mencintai hanya Nabi Yusuf. Akhhhhhhhh......Rania berteriak sendiri dalam hatinya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Mengejar Cinta Ustad"

__ADS_1


Mohon Dukungannya


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬


Baca juga Novel Author Lainnya


☆ Love Or Be Loved


☆ Cinta 90


Mohon juga Dukungan


👇


Vote


Like 👍

__ADS_1


Favorit ❤


Coment 💬


__ADS_2