
Sebelumnya Author mohon untuk Klìk Vote & Favorit dong readers tercintahh🙏🏻🙏🏻
Coz akan sangat berpengaruh sama Level Novel Author🙏🏼✌🏻
☆☆☆☆☆☆
Rania menatap handphonenya. Tumben sekali tidak ada pesan masuk dari mas Reyhan. Biasanya setiap harì, tentara langit itu tidak pernah absen menanyakan kabar dan aktifitasnya. Ada saja joke yang dituliskannya di pesan whatsapp yang bisa membuat Rania tersenyum.
Selama beberapa bulan ini, kehadiran Reyhan membuat kesan tersendiri di hati Rania. Mas Reyhan, sang tentara langit itu selalu membuat hari-hari Rania menjadi lebih berwarna. Selalu ada senyum dan tawa lucu yang akhirnya tercipta dari sudut bibir mungilnya.
"Hallooo Raniku. Assalamualaikum,"
Baru saja pesan itu masuk ke handphone Rania ketika Rania memikirkan sang tentara tampan.
Rania tersenyum. Ternyata mas Rey tahu bila Rania tengah memikirkannya.
"Walaikumsalam. Panjang umur mas," balas Rania sambil tersenyum.
"Loh....lagi mikiran mas tentara langitmu ini toh Raniku," balas Reyhan kembali.
Tanpa terlihat Rania, mas Reyhan tengah sumringah membayangkan jika ternyata gadis di seberangnya itu juga tengah memikirkannya.
Walaupun kemudian hanya emoticon senyum yang terkirim ke pesan whatsapp sang tentara langit atas balasan pertanyaannya barusan.
"Maaf mas tentaramu ini sedang berdinas satu mingguan ini sehingga tidak bisa mengirimi Raniku pesan manis bernada cinta setiap harinya," tulis Reyhan kembali.
Sudah hampir satu minggu ini Rey dengan semua kesibukannya. Menjalankan altifitasnya dengan semangat. Karena selalu membayangkan senyuman manis dan sikap lembut gadis cantik penakluk hatinya.....Raniku. Meski raga mereka berjauhan, tapi Raniku telah menempati separuh dari hati mas Rey, tentara langit yang tampan itu.
"Selalu semangat mas Rey, "balas Rania pada pesan whatsappnya.
"Tentu saja Raniku. Membayangkanmu adalah obat lelah bagiku. Mengingat senyummu, membuat rasa lelah seketika menghilang," balas Reyhan makin sumringah.
"Mas ini pandai sekali memggombal. Entah berapa banyak gadis yang klepek-klepek mendapatkan rayuan mas. Dasar tentara langit perayu," jawab Rania panjang.
__ADS_1
Baru kali ini Rania berkata panjang lebar meski hanya lewat pesan whatsapp. Gadis pendiam itu telah merasa nyaman atas rasa persahabatan yang baru saja dìjalinnya dengan sang tentara langit.
"Mas mu ini hanya merayumu saja Raniku. Tidak ada seorang gadispun yang pernah mendapat rayuan dari mas tentara tampanmu ini," jawab Rey dengan membubuhkan emoticon love di ujung pesan whatsappnya.
"Aihhh makin pandai saja abangku ini merayu," balas Rania membubuhkan emoticon lidah yang memelet.
"Raniku ini juga sudah semakin pandai saja bicara," balas Reyhan kembali.
"Karena berteman dengan mas Rey kayaknya yah," balas Rania kembali.
"Hahahhaaaa.........," Reyhan tertawa bahagia.
Berbicara dengan gadis pendiam yang lugu ini benar-benar membuat Reyhan bahagia. Tidak ada kepalsuan dari semua yang ada pada diri gadis cantik itu. Dia benar-benar sosok alami yang apa adanya. Apa yang ada di dalam fikirannya selaras dengan apa yang ada di hatinya.
Gadis cantik yang telah menarik hati terdalam dari sang tentara tampan itu adalah seorang gadis manis yang akan membuat siapapun merasakan rasa yang berbeda. Gadis cantik itu adalah sosok berbeda dari wanita kebanyakan.
Raniku. Seorang gadis cantik, lugu, polos dan apa adanya. Raniku itu benar-benar memiliki kecantikan batiniah dan lahiriah yang sempurna. Ahh, kesempurnaan hanya milik Allah. Tapi Raniku, adalah wujud nyata dari kata sempurna itu.
"Selamat aktifitas kembali Raniku. Masmu ini juga harus melanjutkan aktifitasnya kembali. Inget kata mas, jangan rindu Raniku. Kamu nggàk akan kuat, biar mas tentara langitmu aja," tutup Rey pada pesan whatsappnya untuk Rania.
Rania tersenyum sendiri. Aktifitasnya dijalani dengan bahagia. Kebahagian itu ternyata menular, batin Rania dalam hati.
Rania bersyukur, berteman baik dengan laki-laki yang baik seperti mas Reyhan. Seorang tentara tampan, yang baik, berselera humor yang tinggi, hingga tidak ada selalu ada aura yang menyenangkan bila sedang ngobrol bersamanya. Laki-laki yang pandai memikat hati para wanita.
Rania sesungguhnya mengerti. Sang tentara sering menunjukkan sifat manisnya, bahkan terang-terangan mengungkapkan perasaannya pada Rania. Dan sesungguhnya sebagai seorang wanita, hati Rania tentu saja berbunga-bunga. Dicintai sang tentara langit tampan pujaan para wanita.
Tapi kisah perjalanan dicintai dulu oleh bos tampannya, sepertinya masih sangat membekas di hati Rania. Sebagaimana bos Reymond, Raniapum yakin, bahwasannya mas Rey mungkin juga mempunyai seseorang dalam hatinya. Mempunyai seseorang yang spesial dalam hidupnya.
Karena tidak mungkin, di fikiran Rania. Seorang tentara tampan yang berpangkat, dengan semua kebaikan dan keluwesan sikapnya tidak mempunyai seorang yang dekat dengannya.
Rania tidak ingin kembali menaruh harapan, menabur asa untuk sebuah kata cinta. Membiarkan perasaan hanyut dalam keindahan bingkai penikmat senja, yang membingkai indah sebuah perasaan cinta.
Rania takut kembali terluka, bukan oleh sebuah penghianatan cinta. Tapi lebih ke belenggu cinta, yang nyatanya hadir bukan untuk dirinya. Yang nyatanya tercipta untuk tulang rusuk yang sebenarnya bukan pasangannya.
Tapi benarkah itu alasan yang sebenarnya. Alasan Rania yang selalu tidak berani melangkah lebih jauh. Atau sebenarnya hatinya telah lama terbelenggu, oleh sebuah perasaan yang terbingkai jauh dalam lubuk terdalam hatinya tanpa dia sadari.
Belenggu yang akhirnya membingkai dinding hatinya. Memberi batàs tegas bagai dinding kokoh yang memagari hati Rania. Dinding yang sangat sulit untuk di tembus, apalagi untuk di dilewati.
__ADS_1
Tiba-tiba saja ingatan Rania kembali tertuju pada bang Fakhri. Sang ustad tampan yang telah lama memikat hatinya itu. Cinta pertama yang tidak pernah bisa di ungkapkan Rania.
Aku terbelenggu pada rasa cintaku sendiri bang. Sementara bang Fakhri, terasa sangat sulit untuk kuraih. Aku ingin mengatakan semua kepada abang. Tentang rasa yang berpedar indah, tidak pernah berubah. Tapi abang adalah laki-laki yang berbeda. Yang selalu menjaga pandangan juga tingkah laku. Dan aku semakin lama bingung bagaimana bersikap atas perasaan ini bang, keluh Rania dalam hati.
Mengungkapkan atau mengetahui rasa cinta yang sudah kupendam lama ini rasanya tidak mungkìn. Abang sang ustad yang selalu berucap tidak mengenal istilah pacaran bukan? Jadi lebih baik kusimpan saja rasa ini untuk kunikmati sendiri.
Karena untuk berharap di taaruf supaya menjadi calon istri abang, hal itu lebih muatahil. Jodoh abang, pasti di taarufkan dari anak ustad juga, seorang wanita shalihah yang sudah mumpuni. Sementara aku, seorang Rania yang masih fakir ilmu, fakir ibadah, bahkan hingga ini belum juga menutup auratnya.
Tapi salahkah jika Nia terus berusaha bang. Menikung wanita shalihah itu di sepertiga malam. Menggantikan sosok shalihah yang mungkin saja pilihan abi dan umi abang. Menggantinya dengan gadis biasa yang fakir ini. Doa di sepertiga malamku hanyalah nama abang. Andai abang tidak bersama wanita yang selalu abang sebut lewat doa abang. Maka semoga abang bersama wanita yang diam-diam sering menyebut abang dalam doanya. Dan wanita
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Benarkah kekuatan doa disepertiga malam?
Haii readers tercintahku😗😙😚
Mohon tetap setia pada Rania & Fakhri ya readers🙏🏻
Ayo dong kalau suka ceritanya👌👍🏻
Jangan pelit untuk kasih Vote, Favorit, Like & Comentnya untuk Author🙏🏻
Karena itu akan sangat berpengaruh pada Level novelnya Author.....pleaseee🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻
Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻
Love
Author Kesayanganmu 😗😙😚
WCU
__ADS_1