
Sebelumnya Author minta untuk Klìk Vote & Favorit dong readers tercintahh🙏🏻🙏🏻
Coz akan sangat berpengaruh sama Level Novel Author🙏🏼✌🏻
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"Jadi kau mengetahui semuanya?" tanya bang Fakhri kembali memastikan.
Reyhan menatap Fakhri tajam. Netranya tidak lagi lembut.
"Bukankah sudah ku jelaskan. Aku terbiasa dengan profesiku sebagai pasukan khusus. Tiap langkah yang akan kuambil tidak luput dari penyelidikanku terlebih dahulu," jawab Reyhan kembali dengan nada yang mulai tidak ramah.
Fakhri kembali terdiam. Dia menyadari tatapan tajam dan suara tidak bersahabat milik Reyhan.
"Tapi kukira abang tidak menyukai Raniku. Apalagi saat aku menceritakan tentang gadis itu, abang seperti mendukungku. Ternyata pemikiranku itu salah besar," jawab Reyhan kembali.
"Sudah abang jelaskan, saat itu abang belum menyadari perasaan abang sendiri Rey," bang Fakhri kembali berusaha memberi penjelasan.
"Setidaknya abang berbicara jujur kalau abang itu mengenal Raniku. Jadi Rey bisa tidak asal menebak jika abang tidak menyukai Raniku," ujar Reyhan geram.
"Kita bersaudara bang. Apa susahnya saling jujur dengan adik sendiri," Reyhan kembali berkata masih dengan nada geram.
Bang Fakhri terdiam. Dia merasa bersalah, wajar saja jika Reyhan akhirnya marah. Andai bang Fakhri memiliki sifat seterbuka Rey. Andai bang Fakhri bisa dengan gampang mengutarakan perasaan dan isi hatinya, tentu semua tidak akan menjadi serumit ini.
Reyhan terdiam. Merasa tidak enak telah berkata kasar dan sedikit keras pada abangnya. Padahal Rey sangatlah tahu, abangnya itu berbeda. Bang Fakhri bukan dirinya, yang dengan mudahnya bisa berbicara santai dan mengungkapkan semua yang dirasakannya.
Bang Fakhri, seorang ustad dan juga dosen itu adalah sosok laki-laki yang pemdiam. Sangat susah untuk bisa menebak hatinya. Apalagi bisa berbicara terbuka mengenai perasaannya. Bahkan sampai detik ini rasanya tidak ada seorang wanitapun yang dekat dengannya. Karena bang Fakhri memang tidak berniat untuk berpacaran. Sesuai ajaran agama kita, tidak ada istilah pacaran. Pacarannya nanti setelah menikah. Reyhan jadi menyurai rambutnya sendiri.
"Tapi sudah terlambat jika abang meminta Rey untuk mundur sekarang," ujar Reyhan tiba-tiba.
Bang Fakhri terdiam. Dia sudah memikirkannya sebelumnya, akan menghadapi pilihan sulit antara cinta dan saudara. Ibarat makan buah simalakama, pilihan apapun yang dipilihnya adalah berat. Mending suruh Dilan aja, bamg Fakhri nggak akan kuat.
"Jika sejak awal abang bicara. Mungkin rasa di hati Rey tidak akan terlanjur jauh. Perasaan itu bisa di cegah sebelum terlanjur dalam," Reyhan kembali berucap.
"Maafkan abang Rey," hanya peimintaan maaf saja yang keluar dari bibir bang Fakhri.
"Jika kata maaf saja bisa menyelesaikan semua masalah. Aku pasti memaafkan abang," jawab Reyhan sarkas.
"Aku tidak akan mundur bang. Bukan sifatku menyerah sebelum mencoba. Aku akan mempermalukan seragam kebanggaanku ini jika harus mengaku kalah sebelum berperang. Aku selalu pantang menyerah, berjuang sepenuh jiwa dan raga demi tanah airku tercinta. Dan kali ini perjuanganku berbeda tapi semangatku tetap sama bang," jawab Reyhan tegas penuh kebanggaan.
"Aku lebih baik kalah setelah berjuang, ketimbang mundur teratur karena rasa takut dan merasa kalah," kali ini Rey sampai menggeetakkan giginya geram.
Bang Fakhri kembali terdiam. Semua kata-kata yang disusunnya rapi untuk dibicarakannya dengan Reyhan entah raib kemana, Fakhri kehilangan kata-kata. Bicara bijak dan tertata yang biasa dilakukannya setiap hari sebagai seorang dosen juga tidak banyak membantu. Fakhri kini tidak tahu meski menjawab dan berkata-kata apa lagi.
"Apa abang mencintai Raniku?" tanya Reyhan kemudian tiba-tiba, setelah cukup menguasai emosi yang menyelimuti hatinya.
__ADS_1
Bang Fakhri kembali menatap Reyhan. Apakah aku harus berkata jujur, gumam Fakhri dalam hati.
"Kenapa abang ingin kembali berbohong dengan perasaan abang. Menyembunyikannya seperti biasa. Menyimpan semuanya sendiri," sindir Rey kali ini dengan kejam.
"Abang tidak tahu apa perasaan ini yang di sebut cinta Rey," jawab Fakhri akhirmya dengan ragu.
"Tapi melihat senyum manis Nia hati abang berdetak. Menatap wajah cantik, lembut dan polosnya jantung abang seperti berdisco. Abang merasakan perasaan rindu jika lama tidak melihatnya," ujar bang Fakhri kembali dengan ragu.
Degg. Darah Reyhan berdesir. Rahangnya mengeras. Bukan hanya telinga Rey yang panas, bahkan darahnya ikut mendidih. Bagaimana dia bisa menerima, ada laki-laki lain yang memuja Raniku. Dan laki-laki itu adalah abangnya sendiri.
Kalau tidak mengingat umi, mungkin Rey memilih untuk mengajak bang Fakhri berduel saja. Sebagai seorang laki-laki Rey lebih memilih kekuatan otot saja. Baku hantam hingga salah satunya menyerah. Walaupun Rey tahu, abangnya itu juga jago beladiri. Dulunya sebelum menjadi dosen bang Fakhri sempat menjadi seorang atlet taekwondo. Tapi Reyhan tidak takut, latihan fisik itu sudah menjadi makanannya sehari-hari. Bodynya telah di tempah setiap hari.
Tapi jika dia melakukan itu, menantang abangnya berduel satu lawan satu. Bisa dipastikan, otomatis umi tercintanyalah yang akan paling tersakiti. Bagaimana bisa cinta membutakan mata kedua putra kesayangannya itu. Apa tidak ada Allah di hati mereka kini.
Reyhan kembali menyugar rambut cepaknya, meremas lebih tepatnya.
"Jadi maunya abang itu apa?" tanya Reyhan lagi dengan kesal.
Bang Fakhri yang kini sama frustasinya dengan Reyhan hanya bisa menatap bingung.
"Jangan diem aja bang. Masalah nggak akan selesai dengan hanya diam. Abang tahu pasti, diam abanglah yang membuat semuanya menjadi rumit," kali ini nada suara Reyhan sudah mulai sedikit meninggi.
Bang Fakhri menghela nafas dalam, kemudian menghembuskannya dengan kasar. Dari awal mengajak Rey bicara, bang Fakhri memang sudah berniat mengalah. Membiarkan saja Nianya bersama sang adik. Bang Fakhri ikhlas jika akhirnya cintanya bersama Rania tidak bersatu. Tapi apa itu memang kebahagiaan yang diinginkan Raninya.
"Sejak awal abang mengajakmu bicara. Abang sudah memutuskan akan melepaskan cinta abang," ujar Fakhri menatap lekat netra Reyhan.
"Tapi jika itu memang yang menjadi kebahagiaan Nia, abang rela Rey," tambah bang Fakhri kembali.
"Jadi maksud abang jika Raniku ternyata mencintai abang, maka abang tidak akan melepasnya?" tekan Reyhan.
"Abang memilih apa yang membuat Nia bahagia. Jika kebajagiannya ada padamu, abang akan mengikhlaskannya Rey," putus bang Fakhri.
"Lalu jika ternyata kebahagiaan Raniku ternyata ada pada abang?" tanya Reyhan sarkas.
Degg. Bang Fakhri terdiam. Dia tidak bisa berfikir, jawaban tepat untuk pertanyaan yang diajukan Reyhan barusan padanya.
"Abang tidak bisa menjawabnya bukan? Karena akhirnya kita memang tetap bersaing sebagai seorang laki-laki bang," jawab Reyhan kembali.
"Abang akan mengalah Rey. Jika nyatanya pilihan Nia adalah abang," putus Reyhan.
"Lalu apa abang fikir, Raniku bahagia dengan keputusan itu?" kini Reyhan sedikit menekan.
"Buatlah Nia bahagia Rey. Gadis baik dan soleha seperti Rania memang harus bahagia. Siapapun yang akan mendampinginya nanti, abang yakin akan bahagia bersamanya," jawab bang Fakhri kembali.
"Aku tidak mau abang menyerah begitu saja," jawab Rey ketus.
"Lalu maksud kamu, kita harus bagaimana Rey?" tanya bang Fakhri tidak mengerti.
"Kita bersaing secara fair bang. Siapa yang akan dipilih Raniku nantinya. Apakah benar cinta pertama abang ustad dalam diamnya itu akan bisa menang, dari cinta baru setulus hati yang ditawarkan seorang tentara langit ini," jawab Reyhan kembali memberi tantangan.
__ADS_1
"Abang harus tahu, cinta seorang patriot itu sama besarnya seperti cintanya pada tanah airnya. Sama besarnya dengan cinta tulusnya pada sang bunda yang telah mengandungnya," Reyhan menutup dengan kata-kata yang benar-benar menusuk kali ini.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Hiiii readersku tercintahh😗😙😚
Makasih banget yang udah Vote, Like & Coment.
Silahkan readersku tercintahhh bisa coment apapun🙏🏻
Don't worry......Authornya nggak baperan kok🤭😁✌🏻
Cuma kali ini Author mau ngingetin aja🙏🏻
Tiap Author punya gaya penulisan dan imajinasinya sendiri🙏🏻✌🏻
Bahkan juga dengan tingkat kehaluan yang berbeda🤭😁✌🏻
Mendiskripsikan sebuah cerita dalam bentuk tulisan jauh lebih sulit ketimbang tampilan gambar seperti sebuah film✌🏻
Akan banyak kata-kata maupun ungkapan dari perasaan, rasa juga situasi dimana cerita itu berkisah🙏🏻😊
Maaf banget juga, bukannya Author nggak mau update rutin🙏🏻
Coz selain hidup dalam dunia novel dan halu. Author juga hidup di dunia nyata dengan segala aktifitas yang nggak bisa di tinggalin🙏🏻✌🏻
Tapi Author akan berusaha update rutin jika Vote, Like, Favorit makin bertambah🙏🏻✌🏻😊
Mohon tetap setia pada Rania & Fakhri ya readers tercintahhh🙏🏻😚
Ayo dong kalau suka ceritanya👌👍🏻
Jangan pelit untuk kasih Vote, Favorit, Like & Comentnya untuk Author🙏🏻
Karena itu akan sangat berpengaruh pada Level novelnya Author.....pleaseee🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻
Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻
Love
Author Kesayanganmu 😗😙😚
WCU
__ADS_1