
"Bang Rendi udah dewasa, masuk umur bahkan. Abang itu udah pernah menikah dan seorang duda," ujar Nayna.
Rendi kembali melirik Nayla, mengerutkan alisnya menatap bingung.
"Abang itu pasti sudah sangat faham dan mengerti atas semua sikap dan perhatian yang Ay berikan pada abang," ujar Nayla menjelaskan semua kembali agar Rendi memahami maksud dari perkataannya tadi.
"Meskipun tanggapan abang selama ini pada Ay sangatlah dingin dan terkesan cuek. Ay masih bisa memaklumi semuanya bang," ujar Nayla kembali.
Setelah mendengar semua penjelasan Nayla. Rendi masih tetap acuh. Entahlah, laki-laki itu memang benar-benar belum move on dari masa lalunya. Atau hanya egonya saja yang membuat laki-laki itu bersikap makin cuek dan dingin. Rendi bahkan merubah kehangatannya menjadi kebekuan kini.
"Ay tahu abang hanya menganggap Ay sebagai adik dari seorang mbak Nay, gadis yang sangat abang cintai dulu," ujar Ay kembali bicara setelah menarik nafas dalam.
"Tapi itu dulu bang. Mbak Nay sekarang sudah bersama bang Ki. Mereka sangat bahagia dan saling mencintai," Ay menekan kata sangat bahagia dan saling mencintai pada nada suaranya.
Rendi melihat sekeliling dari kaca spionnya, jalanan sekitar tampak langgeng. Karena mobil Rendi sudah memasuki kawasan rumah Nayla. Rendi segera menghentikan mobilnya. Kemudian memutar tubuhnya menatap pada Nayla.
"Oke. Abang beri kesempatan untuk kamu bisa membuat abang jatuh cinta kembali. Jika abang tidak juga bisa mencintaimu. Maka berjanjilah untuk berhenti terus berada di sisi abang," ujar Rendi serius dengan penuh penekanan menatap tajam mata Nayla.
Nayla terkesiap. Tidak menyangka jika Rendi akan berucap demikian. Mata Nayla sudah berkaca-kaca menahan tangisnya. Bang Rendi memberikan kesempatan atau memang membuangnya secara halus. Mencoba membuat Nayla menjauh dari sisinya, tapi tidak secara langsung.
Nayla memejamkan matanya. Menahan bulir bening itu agar tidak jatuh. Nayla menguatkan diri, jangan sampai terlihat lemah di hadapan Rendi. Nayla sangat pantang untuk diprovokasi. Hal itu malah akan membuatnya semakin ingin membuktikan diri.
Nayla memang duplikat Nayna dalam sikap dan tutur kata. Sekilas pembawaan mereka sama-sama lembut dan pendiam. Tapi nyatanya mereka dua orang yang berbeda. Nayla merupakan sosok yang lebih berani dan kuat ketimbang Nayna.
"Baik, Ay setuju. Ay akan buktikan kalau Ay bisa membuat bang Rendi jatuh cinta pada Ay," jawab Nayla dingin dengan sorot mata tak kalah tajamnya, wajahnya memerah menatap Rendi.
__ADS_1
"Baik, kita buktikan. Abang yang akan bertekuk lutut atau kamu akan segera tersingkir dari sisi abang," jawab Rendi dengan begitu kejam.
Rendi dengan sengaja mengatakannya. Bukan untuk menyakiti Nayla, tapi dengan sengaja membuat gadis itu menyerah. Rendi tidak tahu, apa yang membuatnya tidak ingin bersama gadis itu. Bukan karena Nayla adiknya Nayna. Tapi entahlah, Rendi sendiri bingung, alasan apa yang makin mengeraskan hatinya kini.
"Ay akan buktikan. Bahwa Ay bisa membuat abang jatuh cinta. Abang lihat aja," ujar Nayla kembali dengan kesadaran penuh.
Hatinya makin mengeras. Pernyataan Rendi barusan membuat hati Nayla seperti tersayat. Antara perasaan tertantang dan terluka. Perpaduan perasaan itu kini berpendar syahdu dalam hatinya.
Bagaimana tidak terluka. Ucapan bang Rendi bukan ucapan biasa. Ucapan itu mempunyai arti yang dalam. Bang Rendi sengaja mengatakan hal tersebut pada Nayla.
Dan Nayla yakin tujuananya agar Nayla menyerah dan berubah fikiran. Nayla tahu bang Rendi ingin menyingkirkan kehadirannya secara halus. Karena bang Rendi sangat yakin, jika Ay tidak akan mungkin mampu membuat bang Rendi bisa mencintainya. Dan Nayla sungguh terluka karenanya.
Tapi mungkin bang Rendi juga lupa. Ada Allah sang pemilik hati semua mahluk. Ada yang di Atas yang mampu membolak balikkan hati manusia.
"Tapi dengan syarat bang," ujar Nayla.
"Syarat apa yang kamu maksudkan?" tanya Rendi memicingkan matanya heran.
"Karena abang sudah memberikan syarat pada Ay, untuk bisa membuat abang jatuh cinta. Dan sebagai balasannya Ay juga punya syarat untuk abang," jawab Nayla.
"Syarat bagaimana yang kamu maksudkan?" tanya Rendi kembali serius.
Nayla kembali menatap netra coklat teduh milik Rendi itu. Netra yang selalu bisa menenggelamkan Nayla di dalam keteduhannya itu. Netraitu kini terlihat menatapnya tajam.
"Abang harus mau membuka diri. Menganggap Ay sebagai seorang wanita yang mencintai abang. Karena akan percuma Ay berusaha jika abang selalu menutup diri," jawab Nayla lantang.
__ADS_1
Rendi terdiam. Menatap Nayla kembali.
"Kenapa diam. Abang takut. Abang takut jika akhirnya benar-benar jatuh cinta pada Ay?" cibir Nayla pada Rendi.
"Baik, mulai besok kita adalah pasangan kekasih. Abang akan lihat, bagaimana akhirnya kamu bisa membawa perasaan itu ke dalam hati abang," Rendi membalas tantangan Nayla.
Baca juga kisah perjuangan Nayla untuk membuat Rendi jatuh cinta.
Salah Ay sendiri yang jatuh cinta pada mantan kekasih cinta pertama mbaknya.
Apakah Ay berhasil membuat bang Rendi jatuh cinta?
Apakah bisa Ay merasakan kebucinan yang sama yang dilakukan dokter Rizki kk ipar tampannyà pada istrinya yang notabebe mbak kandungnya?
Mungkinkah Rendi juga lebih posesif?
Kisahnya ada di novel Love Or Be Loved Sekuel 2
Salam Manis🤩😍
Author Kesayanganmu
WCU
__ADS_1