
Sementara Sinta yang sudah kembali ke meja kerjanya tampak sedang berfikir.
Kenapa aku merasa seperti melihat sosok seseorang dalam diri wanita yang mengaku kekasih si bos itu, gumam Sinta dalam hatinya.
Sinta tampak menautkan alisnya, keningnya berkerut menandakan dia sedang berfikir keras.
Sesaat kemudian Sinta menepuk jidatnya sendiri. Sinta seperti sudah menemukan satu jawaban yang sedari tadi mengganggu fikirannya.
Iya.....Wanita yang mengaku kekasih si bos itu benar-bebar menyerupai Rania. Bukan pada wajahnya yang cantik. Walaupun sama-sama cantiknya, wajah wanita itu sangat berbeda. Mereka bahkan tidak bisa di bandingkan. Keduanya punya kecantikannya sendiri-sendiri.
Tapi yang menarik itu, sikap mereka yang benar-benar menyerupai. Mereka persis sama.
Wanita itu selembut dan seramah Rania. Pembawaannyapun bahkan juga semanis Rania.
Sinta tiba-tiba kembali menebak-nebak sendiri. Apakah ini berarti bahwa Rania hanya pelarian si bos. Karena pada diri Ranialah si bos menemukan sosok yang sama persis dengan sang kekasih, tanya Sinta kembali dalam hatinya.
Apakah ungkapan cinta si bos selama ini palsu. Rania cuma bayang-bayang dari masa lalunya yang ternyata belum selesai. Bagaimana bisa pak Reymond melamar Rania di tengah banyak orang, sementara dia sudah mempunyai kekasih. Bagaimana dia tega menyakiti keduanya. Bukan hanya Rania, tapi juga wanita itu akan merasa tersakiti, gumam Sinta kembali.
"Mbak Sinta....," tiba-tiba saja Rania sudah muncul mengagetkannya.
Sintapun tersenyum menatap gadis cantik nan lembut yang kini sudah berdiri tepat di hadapannya ini.
Gadis manis ini bahkan sudah dianggap Sinta seperti adiknya sendiri. Sinta tidak akan rela jika pak Reymond hanya mempermainkannya saja.
"Gimana tamunya si bos Nia," tanya Sinta kemudian setelah beberapa saat.
"Udah Nia antar di ruang tunggu mbak.Nia juga udah minta ke OB untuk mengantarkaannya minum," jawab Rania pada Sinta.
"Mbak Sin.......," tanya Rania ragu.
"Iya ada apa Nia," jawab Sinta sudah sambil mengotak atik komputernya.
Sementara Rania yang masih ragu untuk bertanyapun sudah duduk di kursi kebesarannya, di depan komputer yang belum berniat di sentuhnya sama sekali.
"Mbak, bener yah wanita itu kekasih si bos," tanya Rania akhirnya ingin tahu juga.
__ADS_1
"Mbak belum tahu Nia. Tadi saat mbak mencoba menyelidiki si bos. Mbak belum menemukan jawabannya," jawab Sinta lugas.
"Tapi mbak yakin. Antara si bos dan wanita itu memang ada hubungan. Cuma mbak belum yakin hubungan seperti apa yang mereka punya," jelas Sinta kembali pada Rania.
Rania diam saja mendengarkan mbak Sinta. Rania bukannya tidak perduli. Tapi memang bukan sifat Rania yang suka ikut campur urusan orang lain. Walaupun jujur dalam hatinya Rania juga penasaran, siapa sebenarnya wanita cantik itu bagi bosnya.
Bukan karena Nia sudah menerima si bos. Tapi karena ungkapan cinta dan lamaran yang dilakukan si bosnya pada saat acara kemarin itu sudah sangat menarik perhatian semua orang. Hari ini saja Rania sudah bermasalah dengan dua orang karyawan wanita di kantor yang tidak menyukainya.
Jika berita tentang kekasih si bos ini juga sampai terdengar, maka bisa dipastikan Rania akan kembali jadi bulan-bulanan, jadi gosip terhot sekantor.
Bisa dipastikan bagaimana pandangan orang-orang kantor yang pasti akan menatapnya iba. Mengasihani dirinya yang sempat melambung tinggi ke langit biru sebelum akhirnya dihempaskan jatuh ke dasar bumi.
Hahhhhhh......Rania cuma bisa menarik nafas dalam.
Sinta faham bagaimana perasaan Rania. Walau Rania tidak membicarakannya langsung, tapi Sinta sebagai seseorang yang paling dekat dengannya sangat faham apa yang tersimpan dalam hatinya saat ini.
"Nggak usah Nia fikirin apa yang orang lain bicarain," ujar Sinta pada Rania.
"Iya mbak. Mbak Sin kan juga tahu Rania itu bagaimana. Rania akan cuek saja. Mencoba menutup mata juga telinga," jawab Rania mencoba tersenyum.
Sintapun ikut balas tersenyum. Gadis manis di hadapannya ini begitu baik dan polos. Tidak ada sedikitpun terbersit perasaan buruknya yang tercipta untuk orang lain. Hatinya itu seakan benar-benar putih, tanpa debu dan kotoran sedikitpun.
"Sinta, apa tamu saya masih menunggu?" tanya pak Reymond
"Iya pak. Tadi Rania sudah mengantarkannya ke ruang tunggu. Nia juga sudah menyuruh OB untuk mengantarkan minuman," jelas Sinta kembali.
Sinta dengan sengaja menyebut nama Rania. Lagi-lagi Sinta tetap penasaran bagaimanakah sebenarnya hati bos nya itu.
Sinta yang belum menemukan jawabannya sedari tadi saat di ruangan si bos masih tetap menyelidik.
"Maksud kamu Rania tahu tentang kehadiran Bella?" tanya si bos.
"Tentu saja tahu pak. Kan sebelumnya tamu bapak menemui kami berdua terlebih dahulu," jawab Sinta lugas.
Sinta dengan sengaja menyebutkan nama Rania untuk kembali melihat reaksi dari bosnya itu. Walaupun saat bersamaan Rania sudah mendelikkan matanya menatap Sinta.
__ADS_1
Dan benar saja, seperti dugaan Sinta, bosnya itu pasti ingin tahu apakah Rania mengetahui semuanya.
Pertanyaan bosnya barusan sudah memperkuat alibi Sinta. Pak Reymond masih ingin menutupi semuanya dari Rania, dengan kata lain, dia tidak ingin sampai Rania tahu perihal wanita yang mengaku kekasihnya itu. Mungkin saja, pak Reymond ingin menyelesaikan semua permasalahamnya terlebih dahulu dengan masa lalu, baru kemudian memberi tahu Rania, fikir hati Sinta kemudian mencoba memahami.
"Ya sudah kalau begitu, selamat siang," pak Reymond mengakhiri panggilannya.
"Baik pak, selamat siang," balas Sinta kemudian menutup earphonenya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Haiii🖐🖐
Views tercintahhh🤩😍
Mengejar Cinta Ustad insyaAllah akan up terus
Coz novel Mengejar Cinta Ustad mengikuti Lomba Menulis Novel Season 4💪💪✌
You Are A Write S4🤩😍
Jangan Lupa Dukungannya dong buat Author🙏🏻
Bantu Vote Author
Like & Coment Tiap episode yang dibaca
Kasih Tip & Rate5 dong🙏🏻
Baca dan dukung juga Novel Author lainnya
👇
☆ Love Or Be Loved
☆ Cinta 90
__ADS_1
Salam Manis😊
Author