Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Kepulangan Tentara Langit


__ADS_3



Sebelumnya Author mohon untuk Klìk Vote & Favorit dong readers tercintahh🙏🏻🙏🏻


Coz akan sangat berpengaruh sama Level Novel Author🙏🏼✌🏻


☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Reyhan tengah bersiap. Rasanya tidak sabar lagi untuk segera kembali. Karena kerinduan Rey pada umi dan keluarganya. Juga rasa rindunya pada seorang Raniku, membuat Rey makin bersemangat untuk pulang ke kotanya.


Kepulangannya kali ini menguatkan tekad seorang Reyhan untuk mengungkapkan perasaannya yang terdalam selama ini pada Raniku. Walaupun pertemuan dan kedekatannya dengan Raniku belumlah lama. Tidak menyurutkan niat seorang Reyhan untuk benar-benar serius. Dan segera mengenalkan Raniku pada umi dan abinya.


Reyhan sendiri juga bingung. Entah mengapa perasaan seorang Rey akhir-akhir ini menjadi tidak nyaman. Ada rasa yang berpedar di dadanya seperti rasa sesak yang tidak dapat diungkapkannya dengan kata-kata. Seolah ada yang mendorong hatinya untuk segera


bertindak. Perasaan yang seperti takut akan kehilangan.


Sebagai seorang laki-laki pemberani. Sebagai seorang tentara patriot kebanggan Indonesia, Rey sudah siap lahir batin untuk semua resiko yang harus di tanggungnya nanti.


Rey harus segera mengatakan perasaannya pada Raniku. Sebagai wujud dari keseriusan dari tiap kata-kata yang selalu diungkapkannya pada Raniku. Sebagai apresiasi nyata tiap kata-kata indah yang terucap dari bibir Reyhan, dan yang selalu dianggap sekalimat rayuan saja oleh Raniku.


Jika Raniku meminta waktu karena ungkapan ini terlalu cepat baginya. Maka Rey akan memberikan waktu itu seberapapun Raniku menginginkannya. Bagi Rey, biarkan perasaan itu mengalir apa adanya nantinya. Yang terpenting hati Rey menjadi lega jika semua sudah di ungkapkannya, dan Raniku mengetahui isi hati Reyhan yang sesungguhnya.


Jika harapan terburuk adalah penolakan Raniku pada perasaan Reyhan. Sebagai laki-laki, tentu saja Reyhan tidak akan berhenti berjuang untuk mendapatkan hati Raniku. Kecuali jika gadis cantik berkulit putih itu memang mencintai laki-laki lain. Maka Rey akan merelakan Raniku berbahagia. Jika laki-laki yang dicintainya itu benar-benar adalah kebahagiaan bagi Raniku. Rey akan mengubur kebahagiannya, demi kebahagian gadis yang dicintainya.


Dan di sinilah Reyhan kembali. Rumah bercat millo dengan banyak nuansa coklat yang terlihat sederhana namun megah dan elegan. Rumah ini adalah sesungguhnya identitas sang umi. Sederhana tapi istimewa.


Reyhan kembali tersenyum menatap sosok satu-satunya wanita yang amat dicintainya itu. Namun wanita setengah baya itu belum menyadari kedatangan Reyhan, putra bungsunya itu.


Wanita yang masih sangat cantik di usia yang tidak muda lagi itu masih menikmati sore menjelang senja, memandangi tiap kelopak bunga yang tengah bermekaran dengan begitu indah. Secangkir teh kini tengah di hirupnya lembut. Keanggunan, kelembutan dan keibuan benar-benar terpancar dari sosok wanita paruh baya cantik yang tengah Rey tatap dengan penuh cinta itu.


Sekali lagi Reyhan menyunggingkan senyumnya, kembali menatap penuh cinta wanita di hadapannya kini. Walaupun ada satu wanita lagi yang kini menèmpati ruang hatinya, tapi baginya umi tetap tidak terganti.


"Rey.....Loh dek, ngagetin umi aja," ujar umi tiba-tiba menatap Reyhan terkejut.

__ADS_1


Reyhan tersenyum makin sumringah. Menatap wajah bingung sang umi. Berjalan mendekat, kemudian mencium punggung tangan dan memeluk umi penuh kerinduan.


"Pantesan umi berasa di perhatiin sedari tadi. Lagian ngapain juga sih dek, berdiri dari sana meratiin umi aja," cecar umi kemudian tersenyum.


"Sengaja umiku sayang. Ngeliat umi itu berasa ngeliat Raniku," balas Reyhan membalas tersenyum lembut.


Degg. Kata-kata yang dilontarkan Reyhan membuat jantung umi berdetak. Awalnya umi sangat bahagia ketika mendengar curhatan putra bungsunya itu tentang seorang gadis yang di cintainya itu.


Dari semua cerita yang terurai dari bibir Reyhan, gadis itu benar-benar gadis yang baik dan lembut. Dari cerita Rey pula umi menyimpulkan tentara langit kebanggaan umi itu telah jatuh cinta, pada seorang gadis yang mirip uminya itu.


Itu awalnya. Umi berbahagia seiring kebahagian Reyhan. Itu sebelum bang Fakhri berbicara pada umi. Tentang perasaan kedua putra tersayangnya yang ungkapkan semua oleh bang Fakhri ketika mereka berbicara berdua saat itu. Umi merasakan hatinya nelangsa. Bagaimanapun, sebagai umi keduanya. Umi memikirkan bagaimana akhir dari kisah cinta kedua putranya itu.


Sesungguhnyapun kini kekhawatiran tengah melanda hati si umi. Tapi meski begitu, umi tidak dapat terlalu banyak ikut campur. Karena hati ketiganya yang akan menjadi jawaban dari permasalahan kisah cinta segitiga ini.


Dan hati gadis itulah yang jadi akar dari masalahnya. Jika kedua putra tersayangnya memiliki cinta yang sama untuk gadis yang di cintai kedua putranya itu. Maka hati gadis itu sendirilah yang akan memilih. Pada siapa sesungguhnya cintanya itu akan dia beri.


Pada bang ustad tampan kesayangan umi. Atau pada mas tentara langit tampan kebanggaan umi. Walau akan ada satu hati yang terluka nantinya akan keputusan gadis itu. Karena tanpa dia sadari sendiri, pesona kepolosan dan kelembutannya telah menjadi magnet yang menarik hati dua laki-laki tampan kesayangan umi.


Tapi umi juga tetap yakin, sesungguhnya kedua putranya adalah laki-laki yang baik dan kuat. Baik bang Fakhri maupun Reyhan, akan melewati dengan baik kisah ini. Hingga menjadi sebuah perjalanan kisah dari sebuah rasa yang memang harus mereka lewati.


Andai memang gadis itu tidak di takdirkan untuk Rey. Maka dia bukanlah tulang rusuk seorang Reyhan. Tulang rusuknya akan bertemu nanti dengan jalannya sendiri. Begitupun sebaliknya, jika nyatanya gadis itu bukanlah tulang rusuknya bang Fakhri.


"Umi kenapa diam aja?" tanya Rey tiba-tiba menatap uminya.


Reyhan melihat umi seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Umi hanya kangen aja sama kamu dek," elak umi seakan tersadar dari lamunannya yang berkelana kemana-mana sedari tadi.


"Lagian katanya masih tiga hari lagi baru kembali, wajar jika umi kaget," ujar umi kembali menepis semua pertanyaan dari tatapan Reyhan padanya.


"Alhamdulillah dipercepat umi. Rey bisa kembali sebelum tanggal yang di rencanakan. Allah sepertinya baik, memberi Rey waktu lebih agar bisa menyelesaikan semua urusan hati ini lebih cepat," jawab Reyhan tersenyum sumringah.


Dan umi membalasnya dengan senyum kaku, mengisyaratkan hatinya yang juga tengah dalam kekakuan, memikirkan perjalanan kisah sebuah goresan cinta yang mewarnai perjalanan kedua putra tercinta kebanggannya itu.


Rencana awal si abang yang akan membicarakan kepastian perasaannya dan gadis itu terlebih dahulu, sebelum berbicara dengan Reyhan sepertinya tidak akan terlaksana. Kini abang Fakhri harus langsung membicarakannya dengan Reyhan terlebih dahulu karena kepulangan Rey yang lebih cepat.

__ADS_1


Jika harus ada hati yang terluka, biarlah sekarang sebelum semua kisah menjadi terlanjur dalam. Sebelum rasa mencintai melebihi rasa yang baru saja tercipta. Keduanya laki-laki yang kuat. Abang Fakhri dan Rey adalah anak-anak sholeh umi. Umi yakin cinta itu tidak akan mengalahkan besarnya cinta mereka pada Rabbnya. Hingga keduanya, baik bang Fakhri maupun Rey akan tetap pada kekuatan iman dan kepercayaan mereka pada jalan takdir Allah. Tidak akan ada yang membuat hati mereka meragukan rencana indah yang di Atas.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Karena tulang rusuk tidak akan pernah tertukar siapa pemiliknya. Dia akan tetap menemukan cara dan jalannya sendiri.


Haii readers tercintahku😗😙😚


Mohon maaf udah nggak up tiga harian ini🙏🏼


Coz Author sakit karena kehujanan😓✌🏻


Ini baru enakan, udah usahin up walaupun hanya satu part aja✌🏻


Mohon tetap setia pada Rania & Fakhri ya readers tercintahhh🙏🏻😚


Ayo dong kalau suka ceritanya👌👍🏻


Jangan pelit untuk kasih Vote, Favorit, Like & Comentnya untuk Author🙏🏻


Karena itu akan sangat berpengaruh pada Level novelnya Author.....pleaseee🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻


Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻




Love


Author Kesayanganmu 😗😙😚


WCU

__ADS_1


__ADS_2