
"Tuan muda, nona Bella akan pergi besok?" lapor seorang anak buah Reymond di telephone.
"Pergi....Mksudnya pergi?" tanya Raymond bingung.
"Nona Bella sepertinya akan kembali ke luar negeri tuan muda," jawab anak buahnya kembali.
Gadis itu. Bagaimana bisa pergi tanpa bicara dulu padaku. Seenaknya saja untuk kedua kalinya dia hendak meninggalkanku, maki Reymond dalam hati.
"Ya sudah. Kau terus awasi Bella. Laporan jika ada perkembangan lain padaku," perintah Reymond kemudian menutup telephonenya begitu saja.
Rey masih termenung di ruanganya. Sebenarnyà hari ini dia berniat menemui Rania. Reymond akan menjelaskan semua hubungan masa lalunya pada Rania. Reymond ingin meminta agar Rania mau menunggu hingga semua kisah masa lalu itu di selesaikannya.
Yah....Reymond mengakui bila di hatinya masih ada Bella. Reymond tidak bisa menghapus begitu saja jejak gadis itu dari hatinya.
Biar bagaimanapun mereka berpisah bukan karena ada masalah. Bukan karena tidak setia, atau saling menghianati. Tetapi impian dan cita-cita mereka yang pada akhirnya memupus kisah indah keduanya.
Reymond sudah memutuskan, akan bicara baik-baik pada Bella. Mencoba menjelaskan tentang perasaannya yang tidak lagi utuh. Meminta Bella untuk bisa melepaskan cinta mereka. Kisah yang sudah terlanjur mengabur bersama waktu. Reymond berharap Bella akan mengerti dan memahami keputusannya ini.
Kalau mau jujur pada hatinya, Reymond masih mencintai Bella. Gadis itu cinta pertamanya, satu-satunya gadis yang ada di hatinya selama ini. Akan tetapi kini perasaan itu tidak lagi utuh. Ada nama lain yang sudah mengisi sebagian hatinya. Reymond tidak bisa egois. Andai bisa, Reymond ingin memiliki keduanya.
Tetapi hal tersebut sangatlah tidak mungkin. Tidak ada seorang gadispun yang ingin di duakan hatinya. Yang ingin di bagi cintanya.
Awalnya Reymond sudah sangat yakin dengan keputusannya. Sebelum berangkat ke perusahannya tadi. Reymond sudah mempersiapkan semua kata-kata untuk bicara pada Rania. Untuk menunjukkan keseriusan hatinya pada gadis itu. Reymond akan meminta pengertian pada Rania. Menunggunya untuk menyelesaikan semuanya dengan Bella.
Walaupun itu berarti akan ada yang tersakiti. Sudah pasti, Rwymond akan benar-benar menyakiti Bella. Menambah luka baru di hatinya yang belum juga sembuh oleh kenyataan pahit bila kekasihnya kini mencintai gadis lain. Kenyataan yang akan semakin mengoyak perasaan Bella.
Heii....tetapi kenapa dengan hatiku. Setelah mendengar Bella akan pergi kembali. Ada perasaan tidak terima. Ada rasa tidak rela untuk kembali berjauhan. Kemana tadi semua kata-kata yang sudah kurancang untuk bicara pada Rania. Kemana perginya keputusan yang telah kuyakini tadi, gumam Reymond dalam hatinya.
Kenapa semua perasaan kini seperti menguap. Hilang tak bersisa. Fikiranku malah tertuju pada Bella. Pada gadis cantik nan lembut yang berstatus kekasihku itu. Kepalaku seakan sebuah film yang terus memutar tiap waktu yang kulalui bersama Bella. Semua kenangan manis dan indah sejak Reymond mengenal Bella. Ahhhhh.....Reymond berteriak sendiri.
__ADS_1
Untung saja ruangannya kedap suara. Jika tidak teriakan Reymond akan di dengar oleh karyawannya.
Kepala Reymond berdenyut seakan mau meledak.
Reymond menarik nafas dalam, berusaha mengisi penuh paru-parunya, sebelum kemudian di hembuskannya kembali dengan kasar.
Kemudian menenggak habis sebotol air mineral yang sudah tersedia di meja kerjanya.
Sesaat Reymond tampak bernafas lega. Hatinya sudah sedikit lebih tenang. Perasaannya kini sudah sedikit terkendali. Walaupun sebenarnya hati dan perasaannya itu masih limbung, belum benar-benar mantap akan apa yang menjadi keputusan Reymond pada akhirnya.
Dua pilihan. Dua wanita. Yang saat ini sama-sama berada di dalam hatinya. Reymond masih berfikir keras. Wajah kedua gadis itu bergantian hadir di pelupuk matanya. Mereka berdua sama cantiknya. Dengan senyum yang sama. Bahkan juga dengan kelembutan yang sama. Reymond merasa Bella dan Rania itu seperti saudara kembar saja, tidak ada bedanya sama sekali. Seketika Reymond akhirnya tersadar.
"Sinta, batalkan semua jadwal saya hari ini. Saya ada urusan penting, tolong kamu handle kantor hari ini selama saya tidak berada di perusahaan," perintah Reymond pada Sinta.
Lalu sesaat kemudian menatap lembut Rania.
Tatapan yang bukan hanya membuat tanya pada Rania. Tetapi juga menunjukkan mimik keheranan pada raut wajah Sinta.
Heiii....kenapa si bos menatap Rania begitu sedih. Atau hanya aku saja yang mungkin salah menangkap pandangan matanya, gumam Sinta.
Dan Rania sendiripun sesungguhnya merasakan hal yang sama, tetapi Rania hanya menyimpannya sendiri di dalam hati. Gadis itu tetaplah sama, dia akan selalu bicara dalam diam.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Haiii🖐🖐
Views tercintahhh🤩😍
Mohon maaf karena kesibukan Author
__ADS_1
Lama baru update kembali🙏🏻✌
Mohon dukungannya untuk Author biar semangat updatenya per hari🙏🏻💪💪
Selamat menikmati membaca kelanjutan kisah Rania views tercintahhh🙏🏻😚
Novel Mengejar Cinta Ustad mengikuti Lomba Menulis Novel Season 4💪💪✌
You Are A Write S4🤩😍
Jangan Lupa Dukungannya dong buat Author🙏🏻
Bantu Vote Author
Like & Coment Tiap episode yang dibaca
Kasih Tip & Rate5 dong🙏🏻
Baca dan dukung juga Novel Author lainnya
👇
☆ Love Or Be Loved
☆ Cinta 90
Salam Manis😊
Author
__ADS_1