
Reymond tengah bersantai di kamarnya, ketika terdengar ketukan pintu di kamarnya. Mami masuk setelah terdengar jawaban dari dalam kamar.
"Rey.....apa ada masalah? Mami perhatikan akhir-akhir ini seperti tidak bersemangat saja?" pancing mami pada putra kesayangannya itu.
Reymond mendesah dalam. Pertanda memang ada yang difikirkannya. Maminya memang selalu tahu. Sedari dulu Rey tidak pernah bisa membohongi maminya itu.
"Apa ini ada hubungannya dengan kembalinya Bella?" tebak mami begitu tidak didapatinya jawaban dari Reymond.
Putranya itu hanya menatap dirinya sendu. Terlihat betapa beban fikiran tengah mempengaruhinya. Sebagai seorang ibu, mamai samgat tahu dan faham.
Sekali lagi Rey menatap netra coklat mami yang persis seperti netranya.
Rey sebenarnya tidak ingin membuat maminya itu menjadi khawatir.Tapi biar bagaimanapun, Reymond memang tidak pernah bisa menyembunyikan apapun dari sang mami.
"Rey bingung mi. Rey tidak mengerti bagaimana perasaan Reymond kini," keluhnya pelan pada sang mami.
Mami menatap lembut pada putra tercintanya itu. Ingin membantu membagi beban yang tengah menggelayuti hati putranya itu.
"Tanyakan hatimu nak. Pada siapa ternyata perasaan itu lebih besar adanya," saran mami lembut.
Lagi-lagi Rey menghela nafas kasar. Rasanya otaknya terasa buntu tidak bisa berfikir.
"Aku sangat mencintai Bella mi. Kepergiannya dan perpisahan kami hanya karena demi cita-citanya. Keegoisanlah yang membuat kami tidak pernah berhubungan selama ini," ucap Rey pelan.
Mami menatapnya lagi. Berusaha menenangkan lewat netra coklat yang sama itu.
"Tapi kini dihatiku juga asa Rania. Gadis cantik yang polos itu menyerupai Bella. Tapi dia berbeda mi. Aku sudah jatuh cinta sejak pertama kali melihatnya. Aku sudah menginginkannya sejak hari dia mulai masuk di perusahaan," ucap Rey kembali.
"Bagaimana bisa hatiku memcintai dua orang sekaligus. Aku pasti akan menyakiti salah satunya," keluh Raymond kembali.
Ditatapnya kembali mami dengan semua kelembutannya.
__ADS_1
"Ada mami di dalam diri Rania," ucap Rizki tulus.
Mami kembali menatap Reymond. Mami faham kenapa Rania bisq membuat Reymond berpaling. Rey mencintai mami. Karena kata Rey, papi sangat mencintai mami karena mami itu tulus, lembut dan manis. Rey melihat semua itu di diri Rania. Rey mencintainya karena apa yang ada pada diri Rania.
Kali ini mami yang dengan terpaksa menghembuskan nafasnya agak kasar.
Bella gadis yang baik. Rey dan Bella sudah berhubungan cukup lama hingga akhirnya mereka terpaksa berpisah demi cita-cita. Mami, papi dan kakak perempuan Reypun sudah mengenal dekat keluarga Bella. Mereka juga keluarga pengusaha yang terpandang.
Selama bersama Rizki, tidak ada sikap Bella yang mengecewakan mami dan papi. Tidak ada perilaku Bella yang buruk sedikitpun. Tidak ada tindakan yang salah. Dan yang pasti Rizki memang begitu mencintai kekasihnya itu.
Kalau saja Bella tidak memutuskan pergi ke luar negeri. Mereka pasti akan selalu bersama. Rizki dan Bella akan selalu berdua. Walaupun kepergian Bella demi cita-citanya. Dan tidak ada yang salah untuk semua itu.
Walaupun karena hal itulah akhirnya muncul sosok Rania dalam kehidupan Reymond. Rey yang sudah terpesona pada pandangan pertama pada Rania. Mempersempit jarak, mendekatkan diri, sengaja memberi jabatan sebagai wakil sekretarisnya demi meloloskan keinginan hati. Ingin mengenal lebih jauh gadis yang sejak awal telah menarik perhatiannya ini.
Dan benar saja sosok Rania yang cantik dan lembut, selalu mengingatkan Reymond akan sosok sang mami, ibu yang begitu dicintainya. Ada maminya pada diri Rania. Kepolosan, keluguan dan kesederhanaan Rania yang nyata, makin membuat Reymond akhirnya benar-benar jatuh. Hingga melupakan begitu saja sosok Bella, sang kekasih yang telah sangat jauh di seberang dunia yang lain.
Tidak adanya kontak lagi yang terjalin diantara mereka berdua, membuat jarak antara Bella dan Reymond jadi benar-benar berjarak. Jika sudah begini entah siapa yang patut dipersalahkan.
Ditatapnya lekat netra coklat lembut yang sama dengannya itu. Putra satu-satunya kebanggaan hatinya. Mami tahu akan sangat sulit untuk Raymond memutuskannya. Memilih cinta sang kekasih, atau cinta yang mengingatkannya pada kelembutan maminya. Cinta wanita yang telah lama hadir dan mengisi hatinya. Atau cinta baru dari seorang gadis yang telah merebut hatinya.
"Mami yakin, akan ada jalan dari setiap persoalan. Akan ada jawaban dari pertanyaan tiap hati yang tengah gundah," ucap mami lembut.
"Fikirkan baik-baik sayang. Dengan siapa kelak kau akan membagi hatimu. Dengan siapa kelak yang kau ingin ada di dalam hidupmu. Dengan gadis mana yang kau ingin bahkan tidak ingin membaginya dengan orang orang lain, bahkan cuma sekedar bayangannyapun. Yakinkan hatimu Rey. Mami yakin keputusan yang kau ambil sudah kau fikirkan dan pertimbangkan dengan sungguh-sungguh," mami mengelus lembut pundak Reymond.
"Apapaun yang kau putuskan. Mami, papi dan mbak akan selalu ada bersamamu," dibelainya rambut putra tersayangnya itu.
Kali ini Reypun sudah memeluk mami. Menyandarkan hatinya sesaat, melepaskan rasa gundah, meminta rasa damai dan tenang dalam pelukan maminya itu.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Haiii🖐🖐
__ADS_1
Views tercintahhh🤩😍
Mohon maaf karena kesibukan Author
Baru bisa update kembali🙏🏻✌
Mohon dukungannya untuk Author biar semangat updatenya per hari🙏🏻💪💪
Novel Mengejar Cinta Ustad mengikuti Lomba Menulis Novel Season 4💪💪✌
You Are A Write S4🤩😍
Jangan Lupa Dukungannya dong buat Author🙏🏻
Bantu Vote Author
Like & Coment Tiap episode yang dibaca
Kasih Tip & Rate5 dong🙏🏻
Baca dan dukung juga Novel Author lainnya
👇
☆ Love Or Be Loved
☆ Cinta 90
Salam Manis😊
Author
__ADS_1