Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Cinta Pertama Sang Ustad


__ADS_3

Rania duduk santai di sebuah resto bakso yang sangat ramai. Bakso fenomenal yang nikmat memanjakan lidah pengunjung, membuat resto ini tidak pernah sepi pembeli. Saat Rania baru saja membaca buku menu yang akan dipesannya, tiba-tiba saja matanya menangkap sosok seseorang yang amat sangat dikenalnya. Ya dia tidak datang sendiri, ada Andi yang menemaninya. Penampilannyapun tampak sangat santai dan keren di mata Rania. Posisi meja Rania memang cukup jauh, tapi dari tempat Rania bisa dengan bebas memandangi siapapun yang saat ini baru memasuki Resto.


Bergegas Rania menutup wajahnya dengan buku menu, dan sepertinya bang Fakhri tidak melihatnya.


Tapi tidak dengan Andi, mata mereka tadi sempat bertemu, menatap dengan ekspresi saling terkejut. Andi sudah tersenyum dan berniat membuka mulutnya.Tapi mengurungkan niatnya begitu Rania sudah menempelkan jari telunjuk di depan bibirnya, memintanya tidak bicara. Lalu mendekap kedua tangannya di depan dada memohon. Untunglah tidak berapa lama kemudian mbak Sinta, yang memang janjian dengan Rania datang. Sinta berjalan menuju meja Rania duduk, karena memang sebelumnya sudah di info Rania melalui pesan whatsapp. Rania memberi kode agar Sinta duduk tepat di sampingnya Setidaknya dengan begitu tubuh mungil Rania tertutupi oleh body sexynya mbak Sinta.


Meskipun bingung Sinta mengikuti saja kemauan Rania. Tumben ini anak, biasanya santai, ini dudul aja diatur atur gini. Lagian kayak orang pacaran aja duduk sebelahan, fikir Sinta bingung.


"Nia.....ada apa sih," tanya Sinta menatap Rania lekat.


Ssttttt.....Sinta menempelkan jari telunjuknya di depan bibir, tapi pandangan.matanya tidak lepas menatap meja yang jauh agak di depan menyudut.


Sinta mengikuti arah pandangan Rania dengan ekor matanya. Seketika Sinta menutup mulutnya saat matanya menangkap sosok sang Ustad pujaan hati gadis di sebelahnya ini. Dia tidak sendiri, sepertinya si Ustad bersama temannya, fikir Sinta.


Lagian ngapain juga pake acara ngintip-ngintip, mending samperin aja sekalian, fikir Sinta kembali.


Tapi belumlah otaknya berusaha mencerna jalan fikiran Rania, Sinta kembali dikejutkan dengan sosok dua gadis cantik berkulit putih bersih macam Rania, dengan hijab lebarnya menghampiri meja Ustad.


Entah kenapa mereka bertemu di sana, dan membicarakan apa. Tapi yang jelas sepengelihatan Sinta, dua orang gadis itu tidak mungkin pacar Ustad dan temannya. Bukannya Ustad tidak mengenal istilah pacaran. Mereka bersalaman hanya dengan bersedekap, dudukpun menjaga jarak, tidak terlihat sama sekali gelak tawa atau senyum di wajah ke empatnya. Semuanya terlihat begitu tegang. Sinta bingung, makin bertambah bingung saja.


"Mbak Sin, ayo pesen makanan.....," tawar Rania akhirnya.


Setelah memberikan daftar menu pesenan mereka pada pelayan Resto, tidak berapa lama pesanan bakso beserta juice pilihan Rania dan mbak Sintapun telah siap di meja untuk disantap.


"Pilihan bakso yang tepat....," goda mbak Sinta pada Rania.


"Mbak mulai ngeledek deh," sungut Rania mulai menikmati baksonya.


"Lagian bukannya pesan bakso yang lagi fenomenal yang di pesen semua orang. Bakso seafood kayak pesenan mbak....," ujar Sinta sambil mulai memamerkan dan menyatap baksonya di depan Rania.


"Ini malah pesen bakso geranat, yang isi cabe rawit full membakar tenggorokan. Bakso pilihan Nia itu pas banget sama hati yang lagi panas di bakar cemburu, nggak akan kerasa pedesnya," ejek mbak Sinta kembali.


"Nia nggak cemburu mbak Sin....," elak Rania.


"Iya nggak cemburu, cuma panas aja," Sinta tertawa.

__ADS_1


Sinta memperhatikan Rania. Gadis ini menikmati baksonya pasti dengan gerutuan di hatinya, memikirkan wanita yang saat ini sedang bersama Fakhri. Walaupun belum jelas pasti siapa wanita itu, tapi tetap saja cemburu pasti membakar hati si pencinta, Sinta tersenyum sendiri memikirkannya.


"Nia kenal laki-laki yang bersama si Ustad " tanya Sinta kembali.


"Kenal mbak. Itu Andi, dia bisa dikatakan kepercayaan bang Fakhri. Andi sudah seperti adik bagi bang Fakhri. Andi mengenal Nia juga " jelas Rania


"Dia tahu hubungan kalian," tanya Sinta


"Maksud mbak, apa Andi tahu kalau Nia menyukai si Ustad," Sinta meralat pertanyaannya.


"Andi yang paling tahu tentang Nia dan Rara mbak. Bahkan Andilah yang kemarin dengan sengaja membuat Nia bisa satu mobil dengan bang Fakhri, saat kegiatan donasi pertama yang diadakan oleh kantor kita," jelas Rania kembali.


"Lalu apa Nia kedua wanita itu?" tanya mbak Sinta lagi.


"Nggak mbak, Nia nggak kenal. Tapi feeling Nia wanita yang di dekat bang Fakhri itulah wanita yang katanya cinta pertama bang Fakhri....," ujar Rania sendu.


"Bagaimana Nia bisa yakin kalau dia orangnya," selidik mbak Sinta


"Karena Rara dulu pernah mencari tahunya sebelumnya. Wanita itu anak seorang kiyai terkenal, berhijab syar'i lebar sesuai syariat, berwajah cantik berkulit putih. Tidak diragukan lagi wanita itulah orangnya mbak," Nia kali ini menjawab dengan bersungut.


"Kenapa mbak Sin seyakin itu....," Rania bertanya bingung.


"Kalau memang cinta pertama Fakhri itu menyambut baik perasaan Fakhri, mbak fikir mereka pasti sudah lama menikah, lewat taaruf seperti biasa yang biasa dijalani mereka yang berilmu agama. Tapi kenyataanya sampai sekarang itu belum terjadi," jelas Sinta pada Rania.


"Dan kalau memang tidak ada kendala dalam kisah cinta keduanya, mereka tidak akan mungkin terpaksa mengatur pertemuan yang mengajak orang lain bersama mereka. Kedua orang tua Fakhri dan wanita iti tidak akan mungkin menyetujuinya," jelas Sinta kembali.


Rania terdiam. Berusaha mencerna semua penjelasan Sinta. Entahlah, Rania malas berfikir, hatinya merasakan sakit saat ini, melihat laki-laki yang dicintainya bersama wanita lain.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Haiii🖐🖐


Views tercintaahh😘😘


Maaf bangetz Author baru bisa up sekarang🙏🏻

__ADS_1


Kalau mau Author up tiap hari kisahnya Rania.


Tolong dukung Author dong🙏🏻


Lewat Vote untuk Author🙏🏻


Jadikan favorit❤ jika suka kisah Rania🙏🏻


Like 👍 tiap episode yang Author up🙏🏻


Jangan lupa ☆☆☆☆☆ yah🙏🏻


Comentnya 💬 juga buat kisah Rania ini🙏🏻


Jangan khawatir, kalian bebas coment apa aja✌


Author nggak baperan kok🤭😁😂


Koment apapun baik berubah dukungan, pujian, bahkan cacian atau hinaan


Author anggap sebagai bentuk dukungan😊😊


Semoga ke depan, Author bisa semakin manis dalam berkarya🙏🏻🙏🏻


Baca dan dukung juga Novel Author lainnya


👇


☆ Love Or Be Loved


☆ Cinta 90


Salam Manis😊


Author

__ADS_1


__ADS_2