
Dua orang laki-laki tampan sahabat terbaik bang Rendi itu bergegas mengambil langkah cepat mendekati Rara & mbak Sinta.
Kasak kusuk dari beberapa orang laki-laki muda di sana, membuat keduanyapun meradang.
"Aji gile, cantik banget. Baru nyadar gua kalo bidadari itu nyata," ujar seorang pemuda berwajah lumayan tampan ala-ala aktor korea.
"Bukan hanya cantik bro. Bodynya itu.....suit....suit.....," seorang laki-laki lagi yang berhidung mancung seperti blasteran pakistan kali ini yang menyahut.
"Udah cantik, dewasa, sexy pula. Sama abang aja yookk neng," sahut yang lainnya lagi.
"Tapi aku lebih milih yang satunya aja. Lebih imut dan cantik," ujar satu laki-laki lagi yang berwajah cukup manis.
"Aku sependapat bro. Seger banget....," sambung yang lainnya lagi.
"Hi.....perkenalkan saya calon suami gadis cantik yang kalian katakan dewasa dan sexy tadi," tiba-tiba Yoga sudah memperkenalkan dirinya dengan posesif.
"Dan saya tunangan gadis yang kalian sebut imut dan cantik itu," Andi tidak mau kalah ikut memperkenalkan dirinya.
Sementara para laki-laki muda tadi cuma bisa terdiam dan melongo melihat dua laki-laki tampan yang memperkenalkan dirinya barusan.
Menatap rendah diri pada ketampanan keduanya yang bak aktor korea.
Para pemuda setengah tampan itupun juga mengenali mereka berdua.
Mr Yoga yang notabene sahabat dekat bang Fakhrì adalah dosen mereka juga di kampus.
Siapa yang berani menandingi ketampanan, kecerdasan dan kekakayaan yang dimiliki pak Yoga. Mereka bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan dirinya.
Lalu Andi. Andi teman sekampus mereka. Dia sahabat dan juga adik angkat pak Fakhri. Pemuda yang sangat sholeh, kecerdasannya sebagai seorang asisten dosen, berasal dari keluarga terpandang pula. Jangan lupakan wajah baby face yg imut dan menggemaskan dengan lesung pipi mirip aktor Thailand itu.
Para pemuda setengah keren itu hanya bisa mendesah kasar kala menyadari, mereka berdua bukanlah lawan yang sebanding untuk bersaing.
Memang benar adanya, jangan mau mengalah sebelum bertanding. Sebelum janur kuning melengkung semua masih bisa terjadi.
Tapi ini kondisi yang sangat berbeda. Andai mereka wanita cantik tersebut. Kemudian di minta memilih. Secara rasional maupun emosional, dilihat dari berbagai sisi yang jika disebutkan tetap menyudutkan para pemuda setengah keren tersebut. Pilihan pasti bulat, sempurna, mayoritas, andai mereka wanita, mereka juga pasti lebih condong untuk didekati oleh Mr Yoga dan Andi.
Jika sudah begini seakan mau berteriak, kenapa Tuhan begitu tidak adil. Memberikan begitu banyak kesempurnaan. Apalagi kurangnya coba, sudah ganteng, sholeh, baik, masa depan cerah, dari keluarga terpandang pula.
Maka para pemuda setengah itu cuma bisa menatap nanar mengikuti langkah pak Yoga dan Andi yang mendekati dua bidadari inceran mereka itu.
"Hi......boleh gabung," sapa Yoga pada Sinta.
Lalu segera mengambil tempat duduk di sisi Sinta.
Sementara gadis itu yang tengah menyendokkan makanan ke dalam mulutnya segera memgunyahnya dan menganggukkan kepala.
"Ketemu lagi kita cantik," bang Yoga berbisik di telinga Sinta.
Membuat gadis itu hampir tersedak makanannya sendiri.
Sinta yang cantik, dewasa dan sexy ternyata bisa gugup juga berhadapan dengan dosen tampan di hadapannya ini. Sinta yang sudah sedari awal merasakan rasa tertarik pada Yoga ketika awal perjumpaan mereka, sewaktu menemani Rania bertemu bang Fakhri.
Begitupun dengan Yoga. Dosen tampan yang seumuran dengan bang Fakhri itu menemukan satu sosok wanita yang memenuhi semua kriterianya. Sinta itu cantik, cerdas, dewasa, menarik dan sexy. Calon istri sempurna.
Karena bagi Yoga, yang sama-sama dewasa akan lebih serius dalam menjalin hubungan. Mereka tidak lagi mencoba berpacaran ala anak muda, tetapi sudah fokus ke hubungan serius menuju jenjang pernikahan.
Sementara Andi yang memang bersahabat dengan Rara jauh lebih santai mendekati gadis pujaannya sejak lama itu. Bisa dibilang Andipun sama seperti Rania, mencintai Rara dalam diam. Cuma bedanya Andi menutupi perasaannya dibalik topeng persahabatan yang dijalani pemuda itu.
"Hi cantik.....," gombal Andi langsung duduk di sebelah Rara.
"Ciihhh.....," balas Rara mengejek, karena sudah sangat mengenal Andi.
__ADS_1
"Loe gitu deh Ra. Dari dulu nggak ngerasa apa kalo gua care banget sama loe," jawab Andi kembali.
"Justru karena kamu care dan pro banget betemen, gua jadi lucu kalo loe ngerayu Ndi," Rara nggak mau kalah.
"Tapi kan loe bisa bedain, mana yang modus mana yang tulus," ujar Andi tersenyum.
"Lagian yah, loe kan tahu sendiri gua ini mana ngerayu cewek Ra. Apa selama kita kenal loe pernah liat gua tepe tepe...," jelas Andi kembali dengan sedikit emosi.
"Emang kamu tulus.....," pertanyaan Rara menghentak batin Andi.
Andi tidak rela jika Rara beranggapan dirinya sama seperti cowok-cowok kebanyakkan, yang suka php dan tebar pesona saja.
Seketika Andi menarik tangan Rara. Rara yang telah selesai menghabiskan hidangan di piringnya terkejut.
"Tatap aku. Apa kau lihat kebohongan di mataku. Saat aku mengatakan padamu aku mencintaimu waktu itu, bukan untuk menghiburmu karena patah hati saat dipatahkan cinta oleh bang Fakhri yang telah memilih Rania. Bukan pula mengisi kekosongan hatimu yang kala itu tengah gundah gulana," jelas Andi kini telah menggenggam kedua tangan Rara.
"Aku mengatakan perasaanku yang tulus padamu. Perasaan yang telah lama kupendam lama dibalik topeng persahabatan yang selama ini kita jalani. Kali ini aku tidak akan diam lagi, aku akan melakukan apapun untuk bisa merebut hatimu Ra," ucap Andi kembali dengan tegas membuat Rara terdiam tidak tahu harus berbicara apa.
Sementara satu wajah tampan lagi tengah di selimuti duka. Jika dua pangeran tampan tengah mendekati kedua pujaan hati mereka. Satu orang pangeran lagi, sang tentara langit tengah terdiam menyediri, menjauh dari kebahagiaan yang tengah menyelimuti hati mereka yang ikut hadir dalam acara lamaran tersebut.
Namun tiba-tiba saja seseorang sudah berbicara melalaui microfon, Reyhan tidak berniat melihat sekeliling, hanya terdiam tidak perduli. Reyhan bahkan tidak tahu di tengah-tengah halaman rumah orang tua Rania telah disiapkan alat-alat band untuk menghibur para tamu.
Tadi sebagian tamu yang hadir dan melihat alat-alat bermusik lengkap itu memang sempat mempertanyakan apa ada iringan musik yang sengaja di siapkan pada acara lamaran hari ini, walau hanya dalam hati masing-masing.
"Baiklah saya akan membawakan satu buah lagi milik penyanyi Cakra Khan. Saya sengaja membawakan lagu ini, karena seringkali cinta memang bersembunyi di balik persahabatan. Bagaimana perasaan menjadi kelasih bayangan......,"
Kemudian intro musik mulai memenuhi ruangan acara rumah milik orang tua Rania. Pemilik wajah cantik dan bersuara merdu mulai mengalantunkan suaranya, membuat yang hadir terdiam dan terpana.
Padamu pemilik hati yang tak pernah ku miliki
Yang hadir sebagai bagian dari kisah hidupku
Slalu ku mencoba menjadi seperti yang engkau minta
Aku tahu engkau sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Di balik topeng persahabatanmu yang palsu
Kau jadikan aku kekasih bayangan
Untuk menemani saat kau merasa sepi
Bertahun lamanya kujalani kisah cinta sendiri
Mungkin memang benar
Cinta itu tak lagi berharga
Semua percuma bila engkau tak punya ikatan
Aku tahu engkau sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Di balik topeng persahabatanmu yang palsu
__ADS_1
Kau jadikan aku kekasih bayangan
Untuk menemani saat kau merasa sepi
Bertahun lamanya kujalani kisah cinta sendiri
Cinta sendiri
Oh aku tahu engkau sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Di balik topeng persahabatanmu yang palsu
Kau jadikan aku kekasih bayangan
Untuk menemani saat kau merasa sepi
Bertahun lamanya kujalani kisah cinta sendiri
Cinta sendiri
Seketika riuh tepuk tangan memenuhi ruangan acara rumah orang tua Rania, ketika satu lagu telah mengalun dengan sangat indah. Suara merdu si penyanyi cantik benar-benar membuat hati ikut terbuai, saakan merasakan sendiri bagaimana rasanya menjalani cinta sendiri.
Tapi tidak dengan Reyhan. Matanya sudah membola. Bukan hanya pendengarannya saja yang tidak salah, tapi pandangannya yang tertuju tepat pada mata gadis yang masih duduk manis di barisan band pengiring dengan tersenyum manis itu yang seketika mengagetkan Rey. Gingsul yang membuat senyum gadis cantik itu menjadi bertambah manis, bagaimana Reyhan melupakan gadis itu.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Siapa sebenernya cewek cantik pemilik gingsul dan senyum manis itu🤔🤨
Kejutan buat babang tentara langit yang tampan🤭😁
Hiiii readersku tercintahh😗😙😚
Author update kembali🤩😍
Mohon maaf jika menunggu lama🙏
Karena kesibukan di dunia nyata mengalahkan dunia halunya Author🙏🙏
Mohon jangan lupa Vote, Like, Favorit & juga coment tuk Author.
Agar peringkat level bisa naik kembali🙏🙏
Makasih readers tercintah yang tetap setia pada Rania & Fakhri🙏🏻😚
Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻
Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻
Love
Author Kesayanganmu😗😙😚
WCU
__ADS_1