Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Cinta


__ADS_3

Sejak hari dimana Rania melihat bang Fakhri bersama wanita yang dikira Rania cinta pertama bang Fakhri. Rania semakin uring-uringan, moodnya memburuk. Apa yang mereka bicarakan. Mengapa mereka bertemu. Pantas saja bang Fakhri selalu bersikap dingin dan cuek pada wanita, ternyata sudah ada seseorang yang mengisi hatinya, gumam Rania dalam hati.


Rania ingin sekali menghubungi Andi. Menanyakan dengan jelas keberadaan mereka saat bertemu Rania kemarin. Tapi ini Rania, mana mungkin dia sampai melakukan itu. Gadis ini pasti akan lebih memilih gelisah, ketimbang berani menghubungi Andi.


"Nia, kamu kenapa?" tanya mbak Sin pagi ini.


"Nggak apa-apa mbak.....," jawab Rania


"Udah jangan bohong sama mbak. Sejak ketemu si Ustad berapa hari lewat, kamu itu semakin uring-uringan saja," balas Sinta.


"Kenapa penasaran sama si cinta pertama? Pingin tahu kenapa mereka ketemuan?" tebak Sinta kembali.


Rania menatap Sinta, terdiam. Dia tidak akan bisa berbohong di depan mbak Sinta. Mbak Sinta itu seperti cenayang saja, yang mengetahui semua isi hatinya.


"Nia, kan udah mbak jelasin kemarin. Kalau hubungan mereka seperti yang kamu perkirakan di kepalamu itu. Mereka tidak mungkin butuh perantara untuk sengaja bertemu. Menilik mereka yang ahli agama, merèka tidak mungkin bertemu di luar. Mereka pasti sudah taaruf dan berencana menikah. Yakin deh sam mbak Sin," jelas Sinta mengulang pembicaraannya pada Rania tempo hari.


"Nia faham mbak. Tapi tetap saja hati Nia nggka rela, tapi Nia nggak bisa apa-apa," jawab Rania sendu.


"Itu hanya karena perasaan cemburu menguasai hatimu," jawab Sinta lugas.


"Tapi bagaimanapun, gadis itu adalah wanita yang paling cocok untuk mendampingi bang Fakhri mbak," sungut Rania kemudian.


"Bagaimana Nia seyakin itu. Kecuali Nia mendengar sendiri Falhri mengatakannya langsung pada Nia....," elak mbak Sinta.


"Tapi gadis itu cinta pertama bang Fakhri mbak. Wanita yang dicintai bang Fakhri. Bukan seperti Nia, Nia yang mencintai bang Fakhri," Rania tetap saja ngotot.


"Semua juga belum jelas. Andai wanita itu cinta pertama si Ustad. Kita juga belum yakin bagaimana perasaan wanita itu sebenarnya. Bisa saja Ustad sama seperti dirimu, atau seperti pak direktur. Mencintai orang yang belum jelas hatinya," Sinta menjawab santai.


Sekerika Sinta bicara sendiri. Bukannya benar saja kalau Fakhri itu seperti Rania dan direktur. Rania mencintai Fakhri yang belum jelas hatinya. Reymondpun mencintai Rania yang belum jelas cintanya. Pada intinya mereka bertiga itu sama saja.


"Nia kenapa tidak mencoba mengubah haluan saja," ucap Sinta tiba-tiba setelah cukup banyak bicara mengenai si cinta pertama Ustad.

__ADS_1


"Maksud mbak Sin....," tanya Rania bingung.


Rania menghentikan pekerjaannya, kembali menatap mbak Sinta.


"Berputar sekitar tiga puluh derajat saja. Menoleh pada si boss," jawab Sinta menatap Rania.


"Kamu itu sebenarnya sudah ada rasa biar sedikit pada si boss," ujar mbak Sinta lagi pada Rania. "Setidaknya perhatian dan kelembutan sikap sì bos selama ini yang tiba-tiba berubah, membuat Nia merasa kehilangan bukan. Itu berarti hati Nia sudah mulai membuka, hanya saja belum sepenuhnya menyadari," jelas Sinta lagi.


"Tapi Nia takut itu hanyalah rasa nyaman dan terbiasa mbak," elak Rania.


"Tiap cinta dimulai dari sebuah awalan. Entah rasa nyaman, entah persahabatan, entah istilah apa lagi yang akhirnya sedikit demi sedikit akan menumbuhkan perasaan cinta," jelas Sinta bijak.


"Apa Nia yakin perasaan Nia pada si Ustad itu benar-benar cinta," tanya Sinta menyelidik lebih jauh.


Rania terdiam. Rania sendiri tidak bisa menjawabnya.


"Bisa saja itu adalah sebuah rasa kagum. Pada seseorang yang Nia anggap sempurna, baik secara fisiknya yang tampan, ilmu agama yang tinggi, atau sosoknya yang berkharisma," Sinta mencoba memvuak hati Rania. Mencoba menyidik, cinta bagaiaman sesunguhnya yang ada di hati gadis inì.


Walaupun pada dasarnya Sinta sendiri belum sepenuhnya yakin. Bagaimana isi hati terdalam gadis ini. Bagaimana Rania menyakinkan dirinya sendiri tentang apa itu cinta. Tentang cinta yang diyakininya kalau itu adalah cinta.


Karena saat membicarakan cinta, kerumitan pasti tercipta. Kadang begitu banyak hal-hal yang terjadi di luar nalar tercipta. Ekspektasi nyata dari sebuah romansapun kadang pudar warnanya tanpa logika. Cinta memang butuh logika, tapi banyak juga wajah cinta yang tercipta di luar logika. Ahhhh, tidak akan pernah cukup saat membicarakan cinta. Bahkan pujanggapun bisa kehabisan kata saat mengungkapkannya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Haiii🖐🖐


Views tercintahhh🤩😍


Kalau mau Author up tiap hari kisahnya Rania.


Tolong dukung Author dong🙏🏻

__ADS_1


Lewat Vote untuk Author🙏🏻


Jadikan favorit❤ jika suka kisah Rania🙏🏻


Like 👍 tiap episode yang Author up🙏🏻


Jangan lupa ☆☆☆☆☆ yah🙏🏻


Comentnya 💬 juga buat kisah Rania ini🙏🏻


Jangan khawatir, kalian bebas coment apa aja✌


Author nggak baperan kok🤭😁😂


Koment apapun baik berubah dukungan, pujian, bahkan cacian atau hinaan


Author anggap sebagai bentuk dukungan😊😊


Semoga ke depan, Author bisa semakin manis dalam berkarya🙏🏻🙏🏻


Baca dan dukung juga Novel Author lainnya


👇


☆ Love Or Be Loved


☆ Cinta 90


Salam Manis😊


Author

__ADS_1


__ADS_2