Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Come On Rania


__ADS_3

"Awalnya ketika mengatakan pada Bella. Aku sangat yakin dengan keputusan yang aku ambil," ujar Reymond.


Kemudian Reymond terdiam sesaat. Matanya semakin teduh menatap Rania.


"Tapi nyatanya saat bertemu denganmu hari ini. Semua hal yang sudah menjadi tekat dan keputusanku kemarin menguap begitu saja, entah ke mana," ujar Reymond kembali dengan nanar.


"Aku mohon Nia. Untuk kali ini saja bicaralah padaku. Sedari tadi aku sudah bicara dan menceritakan banyak hal padamu. Kali ini aku mohon jangan diam saja, bicaralah, agar aku tidak merasa langkah yang kuambil adalah salah," pinta Reymond tulus.


Rania menelan kasar salivanya. Rania tidak tahu meski mengatakan apa. Karena memang sejak dari awal, Rania diam saja, dan hanya menjadi pendengar setia bagi Reymond.


Rania ingin jujur mengatakan agar pak direktur kembali saja pada mbak Bella, kekasihnya itu. Karena Rania nyatanya mencintai orang lain, dan laki-laki lain itu bukanlah si bos.


Aku juga tidak tahu kenapa hatiku sudah begitu terikat padanya. Pada laki-laki soleh pemilik mata teduh itu. Sudah sejak dari dulu, bahkan aku jadi terkesan menutup hatiku pada laki-laki yang mencoba singgah dan dekat.


Aku sungguh tidak tahu, kenapa bisa aku mencintainya sebegitu dalam. Bahkan laki-laki yang kucintai itupun mungkin tidak pernah tahu dengan perasaanku. Tidak pernah tahu, ada seorang gadis yang sungguh sepenuh hati mencintainya.


Cinta.....Rania terdiam sendiri. Rania yang mencintainya sendiri. Sementara laki-laki itu hanya dalam dunianya sendiri, dunia yang tanpa ada Rania. Dunia itu yang diyakini tidak ada Rania di dalamnya.


Lalu cinta inikah yang akan kau banggakan. Yang akan kau sombongkan pada sosok laki-laki di hadapan Rania ini. Laki-laki tampan yang sungguh sempurna. Ketampanan, kekayaan, kekuasaan dan keturunan laki-laki ini tidak diragukan lagi. Dan sepertinya hanya Ranialah satu-satunya wanita yang bisa meragu. Jika itu wanita lain, yang dicintainya bukan Rania. Mungkin Reymond tidak akan semerana ini. Mungkin Reymond tidak akan sesulit ini.


Rania akan memdingkan cinta dalam diamnya itu pada direktur tampan di hadapannya ini. Come on Rania.....selain tampan dan sholeh saja, tidak ada yang istimewa dari ustadmu itu bukan?


Coba kau lihat laki-laki di hadapanmu ini. Direktur Reymond juga tampan dan soleh. Dia salah sedikit dari laki-laki tampan, tajir, baik dan sempurna.


Salah sedikit dari laki-laki sempurna yang mencintaipun dengan sempurna. Bagaimana tidak mencintai dengan sempurna, jika cintanya tulus tanpa memandang apapun. Dia mencintai dengan tulus. Dan kau....Rania Atmaja adalah wanita yang beruntung itu.


Jangan mencoba tidak jujur. Jangan pernah menyangkal Rania. Ada saatnya kau juga pasti lelah jika terus mencintai dalam diam seperti ini. Jangan menyangkal, jika jauh di lubuk hatimu, kau juga pernah merasa tersanjung, karens dicintai dengan setulus ini. Jangan mengelak Rania, jika hatimu juga sudah tersentuh. Ada perasaan bahagia menjadi wanita spesial di hati tuan Reymond. Ada perasaan yang membuncah bukan, diperhatikan si bos, lebih dari siapapun. Diperlakukan begitu lembut, oleh laki-laki perfect itu, berbanding terbalik dengan sikap dingin, ketus dan tegasnya yang biasa ditunjukkannya pada orang lain.

__ADS_1


Jangan lakukan hal yang lucu Rania. Jika menjawab untuk menolak perasaan direktur Reymond yang sudah nyata itu. Lalu menggantinya dengan cinta kehaluan tingkat dewamu pada bang Fakhrimu itu.


Rania kembali mendesah. Menilik dengan nyata suara hatinya yang sedari tadi sibuk berbicara sendiri.


Aahhh.....sebenarnya aku juga menyukai semua perlakuan dan kebaikan pak direktur. Andai waktu kebersamaan berjalan lebih lama lagi. Andai tidak ada mbak Bella kekasihnya pak direktur. Mungkin hatiku juga bisa saja berpaling pada direktur, keluh hari Rania kembali.


"Aku ingin serakah Nia. Aku ingin memilikimu, tapi tidak bisa melepas Bella begitu saja. Aku ingin serakah Nia, untuk tidak melepaskan salah satu dari kalian," keluh Reymond kembali pada Rania.


"Tapi itu tidak mungkin. Itu sama saja aku menyakiti hati kalian berdua. Itu sama saja aku melukai kalian berdua," wajah Reymond sudah terlìhat begitu tertekan.


Rania masih menatap Reymond lekat. Melihat kegudahan hati Reymond. Rania menyadari satu hal. Bahwa laki-laki di hadapannya ini yang selalu sempurna, juga adalah seorang manusia biasa.


"Kembalilah pada mbak Bella pak direktur," ucap Rania yakin pada akhirnya.


Reymond menajamkan pandangannya pada Rania. Menatap makin lekat gadis di hadapannya ini. Sebegitu besarkah perasaanmu pada laki-laki yang kau cintai itu, hingga tidak sedikitpun perasaan dan perhatianku selama ini bisa sedikit saja menyetuh hatimu," gumam Reymond sendu.


Hatinya kecewa, terasa sangat sakit. Menabur cinta pada tempat yang tidak mungkin bisa untuk ditumbuhi benih-benih cinta.


"Maafkan Nia pak direktur. Bukan karena Nia tidak menghargai peradaan bapak. Tapi karena mbak Bella yang lebih berhak atas cinta pak direktur. Mbak Bella yang lebih berhak berada di sisi bapak. Yang lebih pantas untuk menjadi pendamping bapak," jawab Rania kembali beeusaha menjelaskan.


"Tau apa kau dengan perasaanku. Tau apa kau dengan siapa yang pantas mendampingiku. Jangan jadikan alasan itu untuk menolak perasaanku selama ini," ujar Reymond tidak mampu lagi untuk mengendalikan dirinya.


Egonya benar-benar terluka kini. Dia bukan laki-laki biasa. Seorang Reymond Syahputra. Siapa yang tidak mengenal dirinya. Wanita mana yang bisa menolak pesonanya. Kini harus jatuh bertekuk lutut pada gadis di hadapannya ini. Reymond geram, rahangnya mengeras.


"Pak direktur, tolong bapak jangan salah faham dengan saya," ucap Rania lembut seperti biasanya.


Rania menghela nafas berat, sebelum akhirnya menghembuskannya dengan perlahan.

__ADS_1


"Sejak awal pak direktur menyatakan perasaan pada saya, saya tidak bisa menjawabnya. Karen fikiran dan hati saya sudah terisi laki-laki lain. Bahkan tidak mungkin seorang Reymond tidak mengetahui detail mengenai wanita yang ingin dikejarnya bukan?," Rania memulai pembicaraan seriusnya.


"Saya sebagai seorang wanita. Jujur saja berterima kasih atas perasaan tulus yang bapak berikan untuk saya. Wanita mana yang tidak mengenal sosok bapak. Dipilih dan dicintai oleh bapak bukankah itu sangat luar biasa," Rania kembali menjelaskan.


"Tapi perasaan bapak itu saya anggap mungkin saja hanya kesalahan. Peeasaan bapak tengah merasa terlalu depresi di tinggalkan kekasih bapak. Saya rasa perasaan itu bukanlah nyata pak direktur. Selain itu, saya juga merasa sangat tidak pantas untuk menjadi menjadi pendamping bapak," jelas Rania kembali dengan sendu.


Dan Rwymond hanya mendengarkan saja kata demi kata yang di ucapkan Rania.


"Pak direktur, andai tidak ada mbak Bella dalam hati bapak. Andai hubungan yang ingin bapak hadirkan bersama saya tidak ada orang ke tiga, mungkin hati saya akhirnya juga akan selingkuh dari perasaan cinta saya," Rania kembali berujar pelan.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Dicintai laki-laki sesempurna direktur Reymond. Tampan, kaya, berkuasa, baik. Jangankan Rania, Autlhorpun juga tergoda🤭😁


Jangan lupa Vote, Favorit & Like & Comennya yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻


Biar Author jadi semangat buat up per harinya🙏🏻✌



Novel Author yg lain👆


Baca juga kisah Nayna dan Nayla dalam novel "Love Or Be Loved" yang nggak kalah serunya sama kisah Rania di novel "Mengejar Cinta Ustad✌🙏🏻


Vote, Favorit & Like juga yahh reader tercintahhh✌🙏🏻


Author kasih double kiss nih😗😙😚

__ADS_1


__ADS_2