
Reymond tampak duduk di kursi kebesarannya, fikirannya menerawang, apa yang di dengarnya barusan sedikit banyak mempengaruhi hatinya. Rania mencintai laki-laki itu, si ustad yang sudah dicintainya sejak remaja. Ustad idola, yang pasti tampan dan berilmu. Bukankah yang seperti itu yang dicari setiap wanita, wanita soleha seperti Rania. Ilmu agamanya yang baik kelak akan mampu membimbing istrinya. Dan tentu adalah imam terbaik yang diinginkan semua wanita. Bahkan, selama bertahun-tahun sejak remaja, sesetia itu Rania pada perasaannya. Walaupun cinta itu belum pernah terucap apalagi berbalas, gadis itu selalu setia dengan perasaannya, gumam Reymond sambil memandang langit-langit.
Apakah aku dan cintaku bisa bersaing? Apakah perasaanku ini bisa menghapus rasa cintanya yang sudah mendarah daging itu? Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi isi kepala Reymond. Berbagai pertanyaan akhirnya membuatnya terus berfikir, adalah sedikit saja rasa yang terselip di hati Rania atas semua cinta dan perhatian yang diberikannya. Rey memang mendengar tadi, setidaknya ada satu sisi hatinya yang menyukai semua perhatian dan perasaan yang Rey punya. Setidaknya terselip satu asa di hati, di dalam hati Rania. Bahkan Rania juga merasa kehilangan semua kehangatan dan perhatian yang Reymond berikan. Tapi apakah itu cukup, untuk berhasil merebut hati Rania. Apakah itu bisa membuat gadis yang entah sejak kapan dicintainya itu memberikan perasaan yang sama. Reymond ragu jika harus bersaing pada rasa cinta Rania untuk sang ustad.
Aku. Reymond Syahputra. Seorang pemuda berpendidikan, seorang pengusaha ternama yang juga keturunan pengusaha sukses. Ketampanan yang kumiliki sejak lahir, juga kuwarisi karena memang memiliki keturunan bule dari sisi opa di garis papiku. Di tunjang dengan keturunan keluarga yang pengusaha sukses. Aku, adalah laki-laki yang tidak mungkin dapat ditolak wanita manapun. Karena para wanita itu pasti mengatakan kalau aku adalah sosok laki-laki yang sempurna. Aku tidak pernah sekaliput repot untuk mencari wanita. Mereka semua yang menawarkan diri tanpa mesti kugaet terlebih dahulu. Mereka semua yang mendekatiku dengan sukarela tanpa harus aku bersusah-susah, gumam Reymond kembali dengan pòngahnya.
Dan kali ini, laki-laki yang katanya sangat perfect ini akhirnya menyerah. Bertekuk lutut dan kalah, di hadapan seorang gadis cantik alami. Bahkan berjuta kelembutan dan kasih sayang yang ditunjukkan Reymond pada Rania, tidak lantas membuat gadis ini menerima dan menyambut untaian tulus dari perasaan cintanya itu. Reymond harus menerima untuk berusaha lebih keras lagi membuktikan cintanya pada Rania. Bahkan saat dengan pendengaran dan mata kepalanya sendiri, Reymond mengetahui bahwa ada laki-laki lain di hati Rania. Reymond masih berusaha demi cintanya. Laki-laki itu hanyalah cinta masa remaja Rania, yang bahkan belum pernah terungkap dan diungkapkan secara langsung. Walaupun rasa cinta itu kadang melekat dan sulit dihilangkan dari hati. Tapi Reymond merasa sedikit lega, karena keduanya belumlah terlibat serius dengan perasaan mereka berdua. Reymond yakin, sisi hati Rania yang sedikit tersentuh perasaannya oleh semua kelembutan dan perhatian yang selalu Reymond tunjukkan selama ini. Akan sedikit demi sedikit bertambah porsinya. Hingga suatu saat nanti, hati itu akan terisi dengan sempurna oleh benih-benih cinta yang ditanam Reymond di ladang hati milik Rania. Reymond hanya perlu lebih sabar dan tetap setia untuk mengejar gadis cantik yang disukainya itu.
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Mengejar Cinta Ustad"
Mohon Dukungannya
__ADS_1
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
☆ Love Or Be Loved
__ADS_1
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
__ADS_1
Coment 💬