
Andi sudah permisi meninggalkan resto bang Fakhri hampir satu jam yang lalu. Tapi bang Fakhri masih setia di dalam ruangan kantornya itu. Bahkan tidak berniat untuk memeriksa laporan resto seperti biasanya. Sang ustad tampan itu tengah duduk sendiri di kursi kebesarannya sambil menghadap ke luar jendela.
Ingatannya terakhir kali bertemu Rania, benar-benar melekat dalan hatinya. Gadis pendiam itu benar-benar menjadi calon istri yang diinginkannya. Gadis yang pendiam dan lembut ìtu telah menyentuh hatinya. Membuka sudut terdalam akan hadir bang Fakhri sebuah rasa.
Cinta yang selama ini dirasakan Fakhri dan diyakininya adalah milik cinta pertamanya. Ternyata begitu mudahnya tergantikan akan hadirnya seorang Rania. Fakhri bahkan masih menginggat tingkah malu-malunya kala pertemuan terakhir mereka. Semua yang Rania lakukan malam itu membuat gemas perasaannya.
Bang Fakhri masih menikmati, mengingat semua tentang Rania. Gadis cantik berkulit putih itu. Hatinya memghangat seketika. Ingin rasanya menikmati semua kecantikan surgawi yang di ingatnya akan Rania. Tapi kembali, bang Fakhri beristighfar. Bang Fakhri kembali berusaha menjaga pandangan hatinya.
Hati Fakhri masih menghangat. Senyum sedari tadi tidak lepas dari wajah tampannya. Andai ada orang lain di ruangannya kini, pasti tidak akan percaya, jika abang ustad bisa bertingkah begini ketika hatinya telah tersentuh panah asmara.
Akan tetapi, tiba-tiba saja senyum itu menghilang dari bibir sang ustad tampan. Ketika Bang Fakhri teringat kembali pembicaraannya dengan Reyhan. Pembicaraan yang akhirnya menjadi kegundahan di hati bang Fakhri saat ini.
Flask Back On
"Bang....," sapa Reyhan langsung duduk di tempat tidur Fakhri.
Fakhri yang tengah mengecek tugas para mahasiswanya mengalihkan tatapannya dari laptop di hadapannya. Memandang manik sang adik dengan teduh.
"Ada apa Rey....," tanya Fakhri memutuskan menghampiri adiknya itu.
Reyhan memperlihatkan foto seorang gadis yang ada di dalam handphonenya.
"Rania......," ujar Fakhri terkejut.
"Abang mengenal Rania?" tanya Reyhan tidak kalah kagetnya.
Fakhri menganggugkan kepalanya mengiyakan.
Tidak berniat mengatakan lebih lanjut mengenai sosok Rania. Separuh hatinya tidak rela. Gadis yang sudah mulai memasuki hatinya itu, kenapa fotonya bisa ada di handphone milik Reyhan. Foto itu tidak sendiri, tapi tengah berdua, keduanya tampak tersenyum bahagia.Tapi bang Fakhri tidak mau menyimpulkan apapun sebelum Reyhan sendiri yang mengatakan padanya.
"Raniku gadis yang polos dan lembut. Dia persis Ummi bang. Raniku benar-benar ummi di usianya bzbv ujar Reyhan berkata dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
Baru kali ini Fakhri melihat seorang Reyhan terlihat bahagia ketika membicarakan seorang gadis. Matanya berbinar penuh puja ketika menyebut nama Rania. Tidak seperti biasanya. Fakhri tahu Reyhan, adiknya itu seorang idola. Bahkan makin digilai banyak wanita setelah menjadì tentara kini.
Tapi sebagai abang, Fakhri paling mengerti bagaimana adik semata wayangnya itu. Reyhan sama sekali tidak pernah menanggapi para gadis yang memujanya itu. Walaupun Rey sering kali bersikap baik, hingga bisa membuat gadis-gadis itu salah faham, dengan tidak pernah menolak semua perhatian mereka. Tapi tidak sekalipun, bahkan seorangpun dari merela yang dipilih Reyhan, sang tentara tampan, sebagai kekasihnya.
__ADS_1
Reyhan selalu saja tebar pesona tanpa mau terikat pada siapapun. Rey selalu berkata tidak enak hati jika harus berkata atau bersikap kasar menolak perhatian gadis-gadis itu. Kenapa tidak memilih satu dari sekian banyak pilihan. Jawaban Rey, karena tidak ada satupun dari para gadis itu, yang mampu menggetarkan hatinya.
Lalu apa tadi yang dikatakan Rey padanya. Reyhan menyebut Rania dengan Raniku.
Apa mungkin ada kedekatan di antara keduanya. Apa benar Rani dan Reyhan mempunyai hubungan. Kenapa Rey punya panggilan spesial untuk Rania, batin Fakhri bertanya-tanya sendiri.
"Aku jatuh cinta bang. Pada gadis cantik berkulit putih itu. Pada Raniku yang begitu polos, lembun dan santun," kali ini wajah tampan itu benar-benar terlihat sedang tersenyum bahagia.
"Raniku itu benar-benar duplikat ummi bang. Abang tahu sendiri kan bagaimana kita berdua mengidolakan ummi. Mencari sosok yang seperti dirinya. Sosok ummi kita yang belum kita temukan pada gadis manapun, bahkan hingga detik ini," Reyhan kembali menjelaskan.
Dan kali ini Fakhri menyetujuinya. Membenarkan semua perkataan Reyhan mengenai Rania. Walaupun bukan pada kesamaan wajah. Tapi Rania benar-benar wujud lain dari ummi mereka.
"Abi bahkan tidak akan lagi bisa membanggakan bahwa hanya istrinya satu-satunya itulah yang lembut, pemalu dan alami. Kali ini ummi punya saingannya bang," ujar Reyhan lagi tertawa.
"Hahahahhhh....bagaimana sikap ummi bersaing dengan dirinya sendiri," tawa Reyhan semakin keras.
Flash Back Off
Tapi kali ini bukan saingan ummi yang berat. Saingan abang yang berat Rey. Bagaimana bisa abang bersaing dengan satu-satunya adek laki-laki abang. Bagaimana begitu bahagianya kau menceritakan Rania yang kau sebut sebàgai Raniku itu.
Lalu bagaimana bisa abangmu ini harus bersaing denganmu Rey. Mematahkan kebahagian yang baru saja hendak kau cipta. Merangkai kisah manis dengan seorang gadis, yang kau bahkan tidak tahu juga dicintai dengan perasaan yang sama sama oleh abangmu ini.
Bang Fakhri merasakan dadanya sesak. Antara perasaannya sendiri atau mengalah demi perasaan adik tercintanya. Hatinya kini dilema. Entah bagaimana sikap yang akhirnya akan dipilih bang Fakhri.
Sejujurnya bang Fakhri ingin egois. Dia sudah memastikan bahwa Rania mencintainya. Dan cintanya itu telah berbalas kini. Fakhripun merasakan perasaan yang sama di hatinya.
Tapi ketika memgingat Reyhan. Adik tercintanya itu, satu-satunya saudara yang dipunyainya, hati bang Fakhri menjadi melemah. Sejak dulu, bang Fakhri terbiasa mengalah. Dia akan bersedia mengalah demi adiknya. Bahkan bang Fakhri selalu mendahulukan adiknya, demi cintanya sebagai seorang abang.
Kini hatinya meragu, bersama kedua orang yang dicintainya.
Kenapa harus Rania. Kenapa kami bisa mencintai gadis yang sama. Betapa kecilnya dunia ini, kami berada di titik yang sama bersama gadis yang sama.
Tapi bagaimana dengan hati Rania. Mungkin benar yang dikatakan Andi tentang perasaan Rania yang sesungguhnya. Tapi bisa saja, perasaan itu ada ketika Rania belum mengenal Reyhan.
Mungkin saat ini perasaannya telah berubah. Cintanya sudah pada laki-laki lain. Dan laki-laki itu Reyhan, tentara tampan dengan sejuta pesonanya. Bahkan andaipun dirinya seorang gadis, bang Fakhripun akan jatuh pada pesona seorang Reyhan.
__ADS_1
Tentara tampan itu adalah laki-laki menyenangkan yang dengan sangat mudah menarik seorang gadis ke dalam pelukannya. Cara bicaranya yang sangat supel dan menyenangkan, senyum manisnya, tatapan teduhnya. Bang Fakhri yakin, sangat mudah menggantikan sosoknya yang kaku, tidak banyak bicara, dan cenderung menurup diri ini dengan sosok seorang Reyhan. Gadis manapun jika menyandìngkan dirinya dan Reyhan, sudah dipastikan akan menjatuhkan pilihannya pada seorang Reyhan. Sang tentara tampan penuh pesona.
Fakhri memejamkan matanya. Berusaha mengusir semua gundah. Jika memang cinta Rania untuk Reyhan. Bang Fakhri berjanji akan mencoba membuang semua rasa yang ada, sebelum bersemi dan mekar di kebun hatinya. Janji bang Fakhri pada dirinya sendiri.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Si abang ustad mah beda tipe sama mas tentara langit yang tampan🤗
Kalau Author yang di suruh pilih🤔🤔
Author pilih siapa yah🤔🤔
Haii readers tercintahku😗😙😚
Mohon tetap setia pada Rania & Fakhri ya readers🙏🏻
Ayo dong kalau suka ceritanya👌👍🏻
Jangan pelit untuk kasih Vote, Favorit, Like & Comentnya untuk Author🙏🏻
Karena itu akan sangat berpengaruh pada Level novelnya Author.....pleaseee🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻
Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻
Love
Author Kesayanganmu 😗😙😚
WCU
__ADS_1