
"Silahkan mas Fakhri, bapak direktur sudah menunggu di dalam," Rania mengantarkan Fakhri ke ruangan ekslusife sebuah restoran ternama yang sudah di resive Rania terlebih dahulu.
"Assalamualaikum........," sapa Fakhri
"Walaikusalam........," balas si Bos dan mbak Sinta yang juga ikut dalam pertemuan, berbarengan.
"Saya Fakhri.......," ujar Fakhri memperkenalkan diri dengan sopan.
"Reymond......," jawab si bos penuh kharisma membalas uluran tangan Fakhri.
"Silahkan duduk pak......," Sinta sang sekretaris yang berada di sebelah si bos mrmpersilahkan.
Setelah Fakhri mengambil tempat duduk tepat di hadapan Bos Reymond, Raniapun memilih duduk di samping Fakhri.
"Baik, terimakasih saya diberi kepercayaan sekali lagi untuk menjadi wadah atau badan dari kegiatan sosial berskala besar yang perusahaan pak Reymond selenggarakan," ucap Fakhri memulai percakapan.
Reymond menatapnya tajam. Ternyata ini sosok si Ustad yang sangat di sukai Rania. Tampan, sopan, cerdas dan berahlaq, pantas saja Rania bahkan tidak bisa melupakannya, Reymond berusaha menakar lawan bicara di hadapannya ini.
"Berikut saya lampirkan proposal pengajuan rencana, dan beberapa tempat yang sudah kami data, susun dan rinci untuk penyaluran dana bantuannya nanti," Fakhri menyerahkan map yang di bawanya pada Reymond.
Reymond menerima map yang diserahkan Fakhri padanya. Beberapa saat membaca dan meneliti lembar demi lembar kertas dalam map. Wajahnya tampak berubah menjadi sangat serius. Bukannya serius, Reymond memang tidak pernah sama sekali main-main dalam pekerjaannya.
Sinta memandang keduanya bergantian. Kenapa auranya agak rada seram. Sinta menjadi merinding. Ini sepertinya karena si bos yang sudah memasang aura permusuhan, aura persaingan pada ustad Fakhri. Atau sekedar perasaanku saja, gumam Sinta dalam hati.
Sinta beralih mengalihkan pandangannya pada Rania. Ahh, gadis itu malah tampak lebih parah, ada berbagai ekspresi yang tertangkap di wajahnya. Rasa gugup, rasa bimbang, rasa nggak enak, dan entah perasaan apalagi yang menggelayuti hatinya kini. Sinta jadi tersenyum sendiri. Apalagi saat melihat Rania bergantian memandangi kedua lelaki tampan di depan mereka ini.
Rania menatap Reymond. Bos tampannya itu tetap seperti biasa. Tampan dan berkharisma, Setelah jas Navy yang pasti mahal itu, melekat dengan sangat sempurna di tubuh atlestisnya.Ya Tuhan, pastas saja jika banyak wanita yang mengejar-ngejar dan mengidolakan sosoknya. Adakah yang kebih sempurna dari seorang laki-laki tampan, pemilik sebuah perusahaan, yang pasti tajir. Apalagi ketampanannya itu ditunjang sosoknya yang cool, baik dan penuh berkharisma. Rania sangat yakin, tidak akan ada seorang wanitapun yang bisa menolak pesona seorang Reymond.
Rania kemudian melirik Fakhri. Ustad idola yang sudah di sukainya sejak dulu. Sejak remaja, sejak cinta monyet. Dia cowok dan juga sekaligus cinta pertama bagi Rania. Saat masih mengenakan jas begini, bang Fakhripun nggak kalah kerennya dengan si bos. Bang Fakhri tidak tampak sama sekali seperti seorang Ustad. Dia terlihat sama seperti pak Reymond, bos sebuah perusahaan besar. Mata Raniapun tidak berkedip melirikya. Senyum manis dan tatapan maranya itulah yang selalu menenggelamkan Rania dalam lautan cinta sendirinya untuk bang Fakhri. Betapa Rania tergila-gila akan sosoknya.
__ADS_1
Ya Allah kenapa cobaan Rania begini berat. Kenapa harus memilih diantara dua orang ini. Lihatlah, keduanya tampak sangat sempurna. Keduanya memiliki ketampanan paripurna yang bisa di sejajarkan dengan aktor tanah air. Reymond, seorang pengusaha sukses, tampan dan berkharisma. Fakhri, seorang ustad yang juga dosen, Tampan, berakhlak baik dan soleh. Walau tidak setajir Reymond yang keturunan pengusaha. Tapi pekerjaannya juga bisa menghidupi Rania. Lihatlah gadis itu dia, betapa beruntungnya berada diantara dua pria keren ini, ucap Sinta.
"Baik pak Fakhri, saya sudah membacanya. Sementara ini saya sebenarnya menyetujui proposal yang anda ajukan. Tapi tetap saja saya harus membacanya dengan teliti, dan membahasnya bersama staf saya. Saya akan mengabari anda kembali nanti," jawab si bos kemudian.
"Tentu saja pak Reymond. Saya faham, saya akan menunggu kabar dari anda nanti. Semoga kita bisa bekerjasama kembali. Dan saja juga, insyaAllah akan berusaha yang terbaik, jika menyangkut kepentingan umat," balas Fakhri tersenyum sopan.
Setelah menikmati sedikit hidangan yang tersedia dari restoran, Fakhripun permisi untuk pamit.
"Permisi pak. Saya akan mengantarkan pak Fakhri keluar," pinta Rania.
"Silahkan.......," jawab si bos datar, matanya terus saja mengawasi Fakhri.
Kemudian memandangi keduanya yang keluar dari ruangan resto, hingga tidak terlihat lagi.
"Pak, anda baik-baik saja," tanya Sinta memecah lamunan si bos.
"Ah....I....iya, tentu saja saya baik," jawab si bos sedikit gugup.
Sebagai seorang sekretaris, sekaligus satu-satunya orang kepercayaan si bos yang sudah diberi tahu si bos sendiri tentang perasaannya kepada Rania, Susan harus menanyakan ini.
"Kamu benar Sinta, aku sudah tidak bisa membohongi perasaanku lagi. Aku menyelidiki semuanya, sebelum memutuskan hendak melanjutkan perjuangan perasaanku untuk Rania," jawab si bos mirip desahan, ketakutan akan perasaan yang dia punya.
Semoga Allah memilihkan jodoh terbaik untuk Rania, ucap Sinta penuh harap.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Haiii🖐🖐
Views tercintaahh😘😘
Maaf bangetz Author baru bisa up sekarang🙏🏻
Kalau mau Author up tiap hari kisahnya Rania.
__ADS_1
Tolong dukung Author dong🙏🏻
Lewat Vote untuk Author🙏🏻
Jadikan favorit❤ jika suka kisah Rania🙏🏻
Like 👍 tiap episode yang Author up🙏🏻
Jangan lupa ☆☆☆☆☆ yah🙏🏻
Comentnya 💬 juga buat kisah Rania ini🙏🏻
Jangan khawatir, kalian bebas coment apa aja✌
Author nggak baperan kok🤭😁😂
Koment apapun baik berubah dukungan, pujian, bahkan cacian atau hinaan
Author anggap sebagai bentuk dukungan😊😊
Semoga ke depan, Author bisa semakin manis dalam berkarya🙏🏻🙏🏻
Baca dan dukung juga Novel Author lainnya
👇
☆ Love Or Be Loved
☆ Cinta 90
Salam Manis😊
Author
__ADS_1