
Tok...Tok.....Sinta mengetuk pintu ruangan bosnya. Setelah terdengar sahutan dari dalam, Sinta membuka handel pintu.
"Masuk Sinta....duduk....," ujar si bos begitu Sinta sudah nongol di ruangannya.
"Baik, pak direktur," Sinta menjawab hormat dan sedikit membungkukkan badannya.
Sinta menarik kursi didepan meja bosnya, dan mendudukkan pelan bokongnya di sana. Masih dipandanginya intens wajah tampan si bos. Bukan merasa tertarik atau mengagumi ketampanan paripurna milik bosnya itu. Sinta berusaha mencari jawaban dari tanyanya sedari tadi yang sudah memenuhi benaknya.
"Kamu kenapa ngeliatin dari tadi? Ngeliatnya gitu banget lagi, ada yang mau ditanyain?" tanya si bos curiga.
Bos nggak berubah. Ngomongnya juga masih akrab kayak biasanya, Sinta kembali bergumam.
"Heiii.....ditanya malah bengong?" tanya si bos lagi.
"Nngg...A...Anu bos....Nga......," Sinta malah menjawab terbata-terbata.
"Kamu mau ngomong apa sebenarnya. Kok gugup terbata-bata gitu?" si bos menatap Sinta makin bingung.
"Bicara aja, saya nggak akan marah, apalagi sampai motong gaji kamu," ujarnya lagi.
"Tenang aja saya udah jinak. Saya nggak akan tergoda wanita lain," kali ini sedikit tersenyum.
"Rania pak.....," akhirnya Sinta menyebutkan nama Rania.
"Rania.....Ada apa sama Rania? Apa ada masalah? Nia nggak apa-apa kan?" kali ini si bos yang jadi panik.
Sinta tersenyum menatap bosnya. Akhirnya dia lega melihat kepanikan yang ditunjukkan bosnya barusan.
"Loh kok malah senyam-senyum sendiri. Ada apa dengan Rania," masih dengan nada panik.
"Saya fikir bapak berubah fikìran. Atau bapak mau menyerah memperjuangkan Rania," jawab Sinta akhirnya.
__ADS_1
"Maksudnya?" si bos bingung.
"Tadi waktu ngamgkat earphone dari bapak. Rania merasa bapak berubah. Tidak biasanya bapak menjawab Rania dengan sangat biasa dan datar," jelas Sinta akhirnya tentang duduk masalahnya.
"Nia merasa begitu. Dia mengira saya berubah?" tanya si bos lagi.
Dan Sintapun menganggukkan kepalanya membenarkan.
"Saya sengaja melakukannya.....," ujar pak Reymond, bosnya.
"Sengaja maksud bapak?" tanya Sinta cepat.
Pak Reymond tampak menghela nafas dalam sebelum menghembuskannya sedikit kasar. Kemudian menatap Sinta dengan sendu.
"Saya sudah menunggu cukup lama Sinta. Sudah hampir setengah tahun lebih saya menunjukkan bahwa saya menganggap Rania itu istimewa. Dia bukan hanya sekedar wakil sekretaris saya, dia wanita yang saya cintai," kembali menghela nafas.
"Saya bahkan sudah terang-terangan mengungkapkan perasaan saya yang sesungguhnya padanya. Saya sudah menekan ego dan harga diri saya sebagai seorang direktur perusahaan demi mendapatkan perhatian Rania," jelas si bos lagi.
"Saya akan mengubah strategi saya untuk mendekati Rania. Saya ingin dia kehilangan perhatian dan kata-kata manis dari saya selama ini," ujar pak Reymond.
"Jadi iti sebabnya bapak bersikap datar dan biasa saja ketika pagi tadi Rania mengangkat earphone bapak," selidik Sinta.
"Iya benar, saya sudah memulainya sejak tadi pagi. Dengan bersikap biasa dan acuh, tidak seperti sikap saya biasanya. Saya harap Rania menyadari perasaan saya dan merasakan satu yang hilang dari hatinya," kembali pak Reymond menjelaskan.
"Tapi bagaimana jika perubahan sikap bapak justru membuat Rania jadi menjauh," Sinta tampak ragu.
"Kamu tenang saja. Saya sudah mempersiapkannya. Mempersiapkan sandiwara besar agar Rania sedikit cemburu. Agar Rania bisa merasakan hatinya, kehilangan satu sosok laki-laki yang selama ini sangat mencintainya," jawab Reymond kembali.
Sinta hanya terdiam. Dalam hati tidak menyetujui permainan bosnya itu, agar Raina menyadari arti kehilangan, dengan begitu Nia bisa memeriksa hatinya, apakah si bos secara tidak dia sadari juga ada di sudut sana, mungkin bersebelahan dengan separuh cintanya untuk ustad idola. Tapi Sinta tetap takut, jika itu justru jadi boomerang bagi si bos, fikiran Sinta jadi tumpang tindih.
"Udah kita fokus membahas acara aja. Saya sengaja membahasnya hanya dengan kamu. Untuk seterusnya juga seperti itu. Baik pekerjaan kantor ataupun event kantor kita, saya akan mulai saya menjauhi Raina," ujar si bos mantap.
__ADS_1
Lalu keduanyapun fokus membahas semua hal tentang event yang akan diselenggarakan kurang lebih sekitar dua bulan lagi itu.
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Mengejar Cinta Ustad"
Mohon Dukungannya
π
Vote
Like π
Favorit β€
Coment π¬
Baca juga Novel Author Lainnya
β Love Or Be Loved
β Cinta 90
Mohon juga Dukungan
π
Vote
Like π
Favorit β€
__ADS_1
Com