Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Kemunculan Bella


__ADS_3

"Kamu baik-baik aja Nia?" tanya mbak Sinta begitu keduanya sampai di meja kerja mereka.


Rania tersenyum menatap Sinta. Menghilangkan rasa khawatir di hati teman kerja yang sudah dianggapnya mbaknya sendiri itu.


"Nia nggak apa-apa kok mbak," balas Nia kembali dengan lembut.


Aahhh, kau memang gadis yang baik Nia. Hatimu itu tulus dan murni. Si bos memang nggak mungkin asal memilih. Asal jatuh cinta pada gadis sembarangan, ujar Sinta dalam hati kembali memuji sifat Rania yang memang sangat baik.


Sementara hati Rania sebenarnya tidak baik-baik saja. Ada rasa khawatir yang kini menderanya. Baru saja bos mereka mengungkapkan perasaannya pada Nayna, reaksi setiap orang, terutama para wanita sudah begitu berlebihan. Apalagi kalau benar Ranialah calom istri si bos mereka, entah apa yang akan Rania terima dari rasa iri.


Tap....tap...tap...tap


Tiba-tiba terdengar langkah kaki yang membahana menyatu dengan lantai kantor. Seorang wanita cantik yang begitu anggun sudah berdiri di depan meja dua orang sekretaris kepercayaan bos tersebut.


"Selamat pagi, apa saya bisa bertemu dengan Reymond?" tanya si wanita ramah.


"Pagi. Apa ibu sudah membuat janji temu," tanya Sinta


"Maaf, sepertinya belum......," jawabnya lagi dengan sopan dan tersènyum ramah.


Bagaimana bisa resepsionist membiarkan seseorang yang belum membuat janji bisa masuk dan menemui bos, umpat Sinta dalam hati.


"Halllo, ini Sinta. Siapa yang bertugas pagi ini.......," ujar Sinta setelah memencet erarphone ke keja resepsionis.


"Iya mbak Sin. Dengan Abel yang bertugas pagi ini mbak," jawab Abel sopan.


Sementara Rania sudah membawa tamu bos ke ruang tunggu, karena akan mengkonfirmasikan dulu, apa bos bisa menenui nona Bella, ujar Rania memberi penjelasam pada si tamu.


" Bagaimana bisa kamu memperbolehlan masuk seseorang yang bahkan belum membuat janji temu dengan direktur," semprot Sinta pada Abel sang resepsionist.


Sinta kesal, karena Abel sudah melanggar prosedur yang semestinya berjalan.


"Maaf mbak Sinta, saya terpaksa membiarkan tamu pak direktur masuk. Karena mbak Bella mengatakan kalau dia itu kekasih pak direktur," jawab Abel dengan gugup karena takut.


"Apa katamu.....kekasih.....," tanya Sinta terkejut.


"Iya mbak. Jika saya tidak membiarkannya masuk, saya takut salah. Bagaimana kalau mbak Bella itu benar kekasih pak direktur," Bella membela diri memberi penjelasan.


" Bagaimana mungkin, kita......," Sinta mengurungkan niatnya melanjutkan bicara yang ingin mengatakan tentang Rania pada Abel.


"Ya sudah, kembali bekerja," putus Sinta akhirnya.

__ADS_1


"Baik mbak Sinta," jawab Bella lalu memutup earphone di meja resepsionis.


Kemudian Sinta segera memutuskan menemui bosnya. Rania pasti sudah membawa tamu bos menuju ruang tunggu, fikirnya.


Tok..tok...tok.....Sinta segera membuka handel pintu setelah terdengar sahutan dari dalam mempersilahkannya masuk.


"Pagi pak...," sapa Sinta lalu duduk setelah dipersilahkan si bos.


"Ada apa Sinta," tanya bos sangat to do point.


"Maaf pak, ada seorang tamu yang menunggu bapak, tapi belum membuat janji," ujar Sinta.


Reymond tampak menautkan alisnya menatap Sinta. Bagaimana mungkin dua orang kepercayaannya ini, Sinta dan Rania membiarkan seseorang yang belum ada janji temu untuk masuk dan menemui bos mereka. Rasanya Reymond sulit mempercayainya.


"Maaf pak Reymond. Saya juga tadi sudah menanyakan pada resepsionis yang bertugas pagi ini, bagaimana bisa mereka tidak mematuhi prosedur yang ada," jelas Sinta pada bosnya.


"Tapi mereka juga takut, jika tidak membiarkan tamu ini menemui bapak," ujar Sinta yang kembali membuat lipatan di kening Reymond.


"Maksudnya bagaimana ini," tanya Reymond sudah tidak sabar.


"Karena wanita yang bernama Bella ini mengaku sebagai kekasih pak direktur," jawab Sinta sambil menatap lekat wajah direkturnya ini.


Sinta ingin melihat bagaimana reaksi bosnya mendengar nama wanita yang mengaku kekasihnya itu.


"Iya benar pak. Tamu bapak bernama Bella, dan mengatakan dia adalah kekasih bapak," jawab Sinta tegas sekaligus heran menatap bosnya ini.


Benarkah dia kekasih pak Reymond. Lalu apa yang dilakukan si bos selama ini pada Rania. Jika sesungguhnya si bos sudah punya seorang kekasih, kenapa lalu si bos melamar Rania. Mana keduanya juga cantiknya, cuma wanita itu tampak lebih anggun dan dewasa saja, ujar Sinta bertanya sendiri.


Tidak terasa, ternyata lima tahun cepat sekali berlalu. Kamu udah kembali Bel, gumam si bos dalam hatinya.


"Pak bagaimana? Apa saya bisa mempersilahkan tamu bapak masuk untuk menemui bapak?" tanya Sinta kembali, setelah otaknya sibuk menerka-nerka dan bertanya sendiri.


Pak Reymond yang tampak kaget, menatap Sinta sesaat, menyadarkan diri dari lamunannya, sekaligus menarik nafas dalam mengatur kembali perasaannya.


"Biarkan dia menunggu. Nanti temui saya tepat jam sebelas," jawab si bos sambil menatap arlojinya.


"Baik pak, akan saya sampaikan, saya permisi," pamit Sinta keluar dari ruangan direktur.


Sinta kembali ke ruangannya, lalu memencet earphone yang tersambung ke ruang tunggu.


"Nia, sampaikan kalau si bos akan menemui tamunya jam sebelas nanti," ujar Sinta begitu earphone tersambung.

__ADS_1


Karena cuma Rania yang ada di ruang tunggu, maka Sinta tidak perlu bertanya lagi.


"Baik mbak Sin," jawab Rania lalu menutup panggilan earphone.


"Maaf mbak Bella. Karena pak direktur sedang meeting sekarang, kemungkinan beliau akan menemui mbak Bella sekitar jam sebelas," Rania menyampaikan pesannya dengan sopan.


Bella milirik arlojinya. Baru jam sepuluh, sekitar satu jam. Apa Rey tidak ingin menenuinya. Apa Rey memang sengaja mengulur waktu, tanyanya pada hatinya sendiri.


"Mohon maaf mbak Bella, karena saya akan kembali melaksanakan tugas saya, saya terpaksa membiarkan mbak mwnunggu sendiri. Saya akan memesankan minuman sekalian ke OB, mbak Bella mau minum apa?" tawar Rania sekalian pamit.


"Lemon tea aja, terimakasih," jawab wanita yang bernama Bella itu tak kalah sopannya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Haiii🖐🖐


Views tercintahhh🤩😍


Apakah Bella seorang pelakor? Pantaskah dirinya disebut pelakor?


Ikuti Up selanjutnya ya cintahhh🙏🏻🤩😍


Kalau mau Rania di Up terus


Jangan Lupa Dukungannya dong buat Author🙏🏻


Bantu Vote Author


Like & Coment Tiap episode yang dibaca


Kasih Tip & Rate5 dong🙏🏻


Baca dan dukung juga Novel Author lainnya


👇


☆ Love Or Be Loved


☆ Cinta 90


Salam Manis😊

__ADS_1


Author


__ADS_2