Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Pertemuan Pertama Dengan Aura Cinta Baru


__ADS_3

Setelah sepakat menjalani proses taaruf. Rania dan bang Fakhri memutuskan untuk bertemu pertama kalinya. Bang Fakhri datang bersama Yoga, salah satu dosen di kampus yang menjadi sahabatnya. Sedangkan Rania mengajak mbak Sinta, satu-satunya sahabat yang sudah dianggap Rania seperti kakak perempuannya sendiri.


Ini yang Namanya Jodoh. Yang perhatian akan kalah sama yang serius ngajak ke pelaminan. Yang deket tetap akan tersingkir sama yang serius. Yang selalu perhatian, katanya selalu menemani dan selalu ada disampingnya. Nyatakan tetap akan kalah sama yang tidak ada niat hanya sekedar pacaran. Tapi tujuannya serius mau dijadikan istri.


Mencoba memantaskan walau nyatanya masih banyak kekurangan. Bertaaruf dengan tujuan untuk serius. Biarlah pacarannya nanti setelah menikah saja.


Percaya bahwa rezeki sudah ada yang mengatur. Menikah adalah ibadah yang akan membuka pintu Rezeki mereka berdua nantinya.


"Kenalin ini mas Yoga, temen bang Fakhri di kampus dek," ujar bang Fakhri memperkenalkan sahabatnya pada Rania dan Sinta.


(Cieeee udah adek-adek aja nih abang ustad, author menjulurkan lidahnya)


"Hii...Yoga, dosen juga," jawab Yoga memperkenalkan diri mengulurkan tangannya pada Rania kemudian Sinta.


"Nia bang Yoga," balas Rania menyabut uluran tangan Yoga.


"Sinta....," kemudian Sinta juga menyambut uluran tangan Yoga.


Tetapi kemudian jabat tangan itu menjadi cukup lama. Saat pandangan mata keduanya bertemu.


Baìk Yoga maupun Sinta sendiri seperti merasakan sesuatu dalam hati masing-masing.


Yoga yang notabene juga seorang dosen yang cool dan berwibawa, yang tidak jauh berbeda dengan abang ustad. Diidolakan ibu-ibu dosen cantik, para gadis dan mahasiswi di kampus.


Sosoknya yang sebelas dua belas dengan bang Fakhri membuat mas Yoga bisa dipastikan diliputi aura cuek dan dingin, yang tentu saja juga sangat sulit untuk didekati.


Tapi kali ini ada yang bergetar di hati dosen tampan itu. Ketika pandangannya tertuju pada sosok Sinta. Gadis cantik, sexy dan terlihat sangat matang dan dewasa itu. Mas Yoga memandang penuh getaran berbeda, hingga sampai lupa melepaskan jabatan tangan mereka.


Pun demikian halnya dengan mbak Sinta. Wanita cantik, sexy dan dewasa itu tidak menapik jika hatinya juga merasakan getar yang berbeda. Akan tetapi dengan cepat ditepiskannya semua rasa mengingat belum lama Sinta memutuskan pertunangannya karena sang pujaan tertangkap basah menyelingkuhinya.


Serta merta Sintapun berusaha melepaskan tangannya yang digenggam erat oleh Yoga. Yoga yang kaget hanya bisa tersenyum malu sambil tidak melepas tatapannya dari Sinta.


(Hadeehhh......ini mah bukannya bang Fakhri mau pedekate sama Rania, tapi lebih kepada mempertemukan dua hati baru🤭😁)


"Maaf....," ujar Yoga tidak enak hati.


"Nggak apa-apa," balas Sintapun tersenyum malu.


Yoga makin tidak berkedip menatap Sinta. Senyumnya yang sangat manis di mata Yoga, seakan ibarat embun di gurun yang mampu menyejukkan padang hati milik Yoga.

__ADS_1


Ahhh....sepertinya aku jatuh cinta. Pada pandangan pertama pada wanita cantik nan sexy di hadapanku ini, bisik hati Yoga berbunga-bunga.


Sementara Sintapun merasakan debar yang sama ketika di tatap pemilik mata elang berwarna hazel itu. Sinta merasakan jantungnya berdebar.


Tapi kemudian Sinta cepat mengalihkan pandangannya. Menenangkan debar hatinya yang sudah berdetak lebih cepat.


Sinta seketika teringat mantan tunangannya. Laki-laki tampan yang berstatus tunangannya itu ketahuan berselingkuh.


Dan alasan yang klise hanya karena Sinta tidak mau menyerahkan kehormatannya pada laki-laki yang hanya berstatus tunangan saja.


Karena bagi Sinta, kehormatannya hanya akan diserahkannya nanti, ketika malam pertama bersama suaminya kelak. Dan tunangannya itu hanya perlu bersabar menunggu waktunya tiba, Sinta akan menyerahkan dirinya utuh.


Tapi nyatanya. Laki-laki tunangan yang dicintainya tulus itu tidak sebaik yang difikirkannya selama ini. Kisah cintanya ternyata tidak seindah dalam bayangannya.


Tunangan yang sangat dicintainya. Yang sudah hampir empat tahun menjalin hubungan. Yang diharapkannya akan menjadi suaminya, ayah dari anak-anaknya kelak. Nyatanya semua itu hanya mimpinya belaka.


Sinta tidak pernah menyangka, jika dia tidak berjodoh dengan sang tunangan. Seberapa baiknya kita membuat rencana, rencana Tuhan pasti jauh lebih indah. Jodoh memang di tangan Tuhan.


(Salah mbak Sinta, jodohnya mbak Sinta itu di tangan Author🤭😁)


Hati Sinta tiba-tiba merasakan sakit kembali. Meskipun sudah beberapa bulan lewat, rasa sakit itu nyatanya masih nyata terasa. Dan Sinta kembali menutup diri, membentengi hati untuk tidak kembali tergoda. Sinta masih trauma rasanya untuk kembali jatuh cinta.


"Nia, abang nggak ingin berlama-lama. Walau baru sedikit abang dan Nia saling mengenal pribadi masing-masing. Tapi segitu saja sudah cukup bagi abang," ujar bang Fakhri pada Rania.


Rania menatap bang Fakhri. Adek jg bang. Sudah dari dulu adek siap bang. Kalau adek nggak perlu lagi menunggu. Adek terima abang apa adanya. Jawab Rania hanya di dalam hati.


Gadis itu, gadis sependiam Rania, mana bisa mengingkapkan secara langsung yang ada di kepalanya. Yang ada di hatinya saja selalu bisa dia sembunyikan dengan baik.


(Dan hanya authorlah yang paling tahu semuanya🤭😁)


"Biarlah dua bulan ini kita beberapa kali berjumpa dan bicara. Karena abang akan segera mengkhibahmu," ujar bang Fakhri lg serius.


Khitbah dikategorikan sebagai pendahuluan atau persiapan sebelum menikah. Dan melakukan khitbah yang mengikat seorang perempuan sebelum menikah hukumnya adalah mubah atau boleh, selama syarat khitbah dipenuhi.


Khitbah diperbolehkan dalam Islam karena tujuannya hanyalah sekedar mengetahui kerelaan dari pihak perempuan yang dipinang, sekaligus sebagai janji bahwa pihak laki-laki serius dan akan menikahi perempuan tersebut.


"Maksud abang dua bulan lagi itu?" tanya Rania dengan suara kecil hampir tidak terdengar.


Rania masih ragu, masih sanksi. Bahkan sampai hari ini Rania seperti belum percaya diri. Bahwa bang Fakhri adalah benar calon imamnya dunia wal alkhirat.

__ADS_1


"Nia calon bidadari surganya abang. InsyaAllah dalam waktu dekat ini abang segera mengkhotbah Nia. Abang ingin kita segera menikah awal tahun nanti. Itupun tentu saja dengan persetujuan Nia," jelas bang Fakhri kembali dengan sangat lembut pada Rania.


"Abang sebenarnya ingin segera mengkitbah Nia. Dan menikah dalam bulan dekat ini," kembali bang Fakhri berucap.


"Tapi abang juga masih memikirkan keinginan ibu Nia, umi abang dan keluarga tentunya. Yang pasti membutuhkan waktu untuk mempersiapkan rencana pernikahan kita nanti," kembali dengan tegas dan mantap namun penuh kelembutan kembali berucap.


Tatapan mata bang ustad menatap lembut Rania. Sinta dan Yoga yang berada di dekat mereka, sontak ikut mendengarkan dengan serius pembicaraan sepasang anak adam tersebut.


"Nia menyerahkan semua keputusan pada ayah dan ibu bang. Apa yang ayah dan ibu putuskan pastilah yang terbaik untuk Nia ke depannya. Semua Nia serahkan pada ayah dan ibu bang," jawab Rania dengan suara dan senyum yang sama lembutnya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hiiii readersku tercintahh😗😙😚


Mohon jangan lupa Vote, Like, Favorit & juga coment tuk Author.


Agar peringkat level bisa naik kembali🙏🙏


Maaf Author baru bisa update kembali hari ini🙏


Author juga ingin lihat dukungannya buat author🙏


Jika makin meningkat👍👌


Author janji akan update per hari✌🏾🙏


Makasih readers tercintah yang tetap setia pada Rania & Fakhri🙏🏻😚


Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻


Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻




Love


Author Kesayanganmu😗😙😚

__ADS_1


WCU


__ADS_2