
"Pagi ummi sayang.......," senyum Reyhan lebar memandang wajah ummi terkasihnya itu.
Dilihatnya Abi dan abangnya itu sudah duduk rapi di meja makan bersiap sarapan.
"Tumben kamu dek, udah bangun sepagi ini," sang anang menatap heran pada adiknya itu.
"Jangan salah bang. Adek abang ini seorang tentara. Sudah terbiasa disiplin, bangun pagi dan selalu tepat waktu," jawab Reyhan bangga.
Si abang cuma tersenyum mendengar jawaban dari adik satu-satunya itu. Demikianpun halnya dengan abi, menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putra bungsunya itu. Hanya ummi saja yang selalu memasang senyum manisnya.
"Kamu itu ya dek, mirip siapa toh. Ummi dan abimu ini termasuk pendiam. Abangmupun nggak jauh sifatnya dari ummi dan abi. Terus kamu iki mirip siapa toh nak," ummi ikut menggelengkan kepalanya menatap putra bungsunya itu, namun senyum manis tetap tersungging di bibir sang umi.
"Ayolah Mi, kalau aku juga meski sama seperti abang. Dunia ini akan sepi ummiku sayang. Reyhan ini memang di takdirkan membuat dunia ummi sama abi lebih berwarna....hehehehe.....," ujar Reyhan kembali tertawa.
Kemudian Reyhan mencium pipi umminya kiri dan kanan.
"Heii....ayolah Rey, berapa usiamu," sindir abangnya pada si bungsu Reyhan saat melihat kelakuannya barusan.
"Bungsunya ummi....," ujar ummi lembut mengusap kepala Reyhan.
Abi dan abangnya kembali menggelengkan kepalanya melihat betapa laki-laki tampan bertubuh tegap itu seperti seorang anak mami.
"Berapa lama free Rey?" tanya abi.
"Sekitar dua bulanan bi," jawab Rey singkat.
Tidak lama kemudian setelah menyelesaikan sarapan di meja makan. Abi dan abang Reyhan berpamitan pada ummi hendak melaksanakan aktifitas mereka masing-masing.
Tinggallah Reyhan sendiri menikmati sarapan terlezatnya di tengah keluarga. Bisa berada di tengah keluarga adalah hal terbahagia bagi seorang tentara seperti Reyhan.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.30.
"Assalamualikum. Siang Raniku......," sebuah pesan whatsapp dikirimkan Reyhan.
Ting.....ting......ting......pesan masih centang satu, belum terbaca.
Reyhan menyugar rambutnya, membuka kembali pesan yang dikirimkannya. Tapi pesannya belum juga terbaca oleh gadis cantik itu.
Baru saja Reyhan hendak memejamkan matanya dan tidur, notif pesan di handphonenya berbunyi.
"Walaikumsalam," jawaban yang dikirim Rania disertai emoticon tertawa malu.
Reyhan yakin gadis itu sedang tersenyum malu, tanpa bicara, menutup bibirnya dengan tangannya.
"Jangan lupa makan siang Raniku. Biar kuat ngadepin rayuan mas tentara langitmu," rayu Reyhan kembali
__ADS_1
"Hehehehhh.....udah selesai makan siang kok mas," tulis Rania.
"Raniku bolehkak kita bertemu lagi nanti?" tulis Reyhan kembali.
"Buat apa mas mau ketemuan?" balas Rania menulis.
"Buat apa lagi kalau bukan rindu, ingin bertemu Raniku," balas Reyhan.
Lagi-lagi cuma emoticon senyum yang dikirimkan Rania.
"Bener kata Dylan, jangan rindu Rani.....berat. Biar aku aja, kamu nggak akan kuat," tulis Reyhan kembali.
Ting....ting....sepi nggak ada balesan.
"Padahal Dylan boong loh. Kata umi paling berat itu nurunin berat badan....hehehehh....," kembali Reyhan kembali menulis.
Lagi-lagi emoticon tertawa yang dikirim. Ya Allah, ini anak kagak mempan dirayu yakk, gumam Reyhan dalam hatinya.
"Raniku, mas ini lagi cuti jadi tentara langit. Jadi sebagai cowok yang lagi mager nggak punya kerjaan, boleh dong ketemuan lagi," tulis Reyhan kembali memohon.
"Nggak ada maksud apa-apa kok. Pure....hanya ingin berteman. Syukur-syukur kalau ntar bisa jatuh cinta, mau di bawa pulang, di kenalin sama ummi dan abi," tulis Reyhan panjang.
"Ngapain di kenalin sama ummi dan abinya mas," balas Rania dengan emoticon bingung di ujungnya.
"Buat apa lagi kalau bukan dilamar dijadiin istri....eaaaa...," tulis Reyhan kembali kocak.
"Ya kagak dek. Masak iya cantik-cantik gini di samain sama spg gorengan pinggir jalan," balas Reyhan kembali.
Tidak terasa waktu istirahat Rania telah berakhir. Berbalas pesan dengan Reyhan yang lucu dan menyenangkan, membuat Rania tidak merasakan bosan dan suntuknya di kantor.
"Maaf bang. Waktu istirahat Nia udah berakhir. Nia pamit mau lanjut aktifitas yah," tulis Rania.
"Okey Raniku. Met aktifitas kembali. Mas transfer semangat dari sini. Jangan nolak loh. Semangatnya tentara langit itu kayak semangat para khalifah," balas Reyhan pada chatt penutupnya.
Terakhir sekali Reyhan mengirimkan picture seseorang yang sedang mengirimkan kekuatannya dengan kata-kata " Kekuatan api, kekuatan angin, kekuatan udara, kekuatan tanah dan kekuatan air....ciiattttt...Bismillah🙏🏻
Nah loh tentara langit punya kekuatan naruto. Pake bismillah karena ilmunya kan milik para khalifah.
Rania kembali ke meja kerjanya, senyum terus mengembang di bibir gadis cantik itu. Baru kali ini Rania ketemu laki-laki yang kocak dan menyenangkan seperti mas Reyhan, untung aja tampan, bisik Rania dalam hati.
Lalu kembali tenggelam dalam aktifitas siangnya hingga sore jam pulang kantor berakhir
Sementara di sudut sebuah kamar. Seseorang juga tengah tersenyum begitu bahagia. Entahlah, dalam hatinya terasa ada yang berbeda. Keisengan dan kelucuan yang dilakukannya pada Rania, membuat harinya jadi terasa menjadi lebih indah.
Kalau begini mau cepet-cepet aja di halalin buat mantunya ummi sama abi, senyum Reyhan semakin mengembang ketika memikirkan Rania.
__ADS_1
Apa begini rasanya keyakinan. Saat hati telah menetapkan pilihan. Bahwa seseorang inilah yang akhirnya dipilih sama hati.
Entahlah, rasa ini seperti berbeda, pada perasaan dengan wanita lainnya.
Mengingatnya saja sudah membuat dada menjadi sesak. Jantung seakan hendak melompat dari tempatnya.
Mungkin jika setiap hari bisa menggodanya, sudah pasti akan sangat menyenangkan.
Raniaku, gadis cantik yang pendiam itu memang berbeda. Kecantikan alami yang dipancarkannya dari kelembutan sikap dan tutur sapanya, membuat sisi menarik dari sesuatu rasa yang begitu manis. Senyum yang selalu ditunjukkannya, dengan kadang tertawa malu-malunya, membuat rasa yang membuncah di dada jadi semakin berbeda.
Dan yang pasti tidak perlu tampil sexy untuk terlihat menarik. Tampilan Rania yang sopan tapi modis, tertutup dan membalut sempurna tubuh langsing imutnya, membuatnya malah terlihat seperti kelinci yang manis. Sederhana tapi mengesankan. Apa adanya tapi luar biasa.
Saat berbicara dengan Raniku yang santun. Dengan suara lembut yang pemalunya. Kecerdasan malah terlihat dari tiap tutur katanya yang sopan yang teratur. Pembawaannya yang apa adanya tanpa di buat-buat malah langsung memperlihatkan kepribadiannya yang anggun dan sederhana.
Ahh...Raniku. Kau itu kecantikan, kecerdasan dan kelembutan seorang putri Zulaikha. Kalau dalam mitologi Yunani, kau itu ibarat Cleopatra.
Tapi bagaimana caranya mengetahui hatimu. Adakah nama seseorang yang telah tersimpan di dalam sana. Andai kau seperti wanita kebanyakan, aku tak kan pernah tidak seyakin ini. Karena tanpa usaha, tanpa rayuanpun, mereka akan dengan sukarela menempeliku.
Tapi Raniku, kau sungguh berbeda. Rayuanku hanya kau balas sebuah senyuman. Lelucon baperku tetap kau balas dengan senyum saja. Kau bahkan menertawakan semua kelucuanku.
Benarkah kau sama sekali tidak melihat wajah tampan dan tubuh berototku. Halloo Raniku, aku ini Reyhan, seorang tentara langit yang digilai banyak wanita. Dan anehnya, hanya kau sendiri yang sama sekali tidak menyadarinya itu semua.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hallo Raniku. Ternyata hanya kau seorang yang tidak menyadari. Bahwa seorang Reyhan, adalah tentara langit yamg tampan dan digilai banyak wanita.
Haii readers tercinta😗😙😚😘
Jangan baper, pesimis apalagi sampe julit😁🤭✌
Karena cinta pasti akan menemukan jalannya sendiri. Dan hati memang perlu diuji?
Ayo dong kalau suka ceritanya👌👍🏻
Jangan pelit untuk kasih Vote, Favorit, Like & Comentnya untuk Author🙏🏻ŕ
Karena itu akan sangat berpengaruh pada Level novelnya Author.....pleaseee🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻
Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Love Author 😗😙😚
WCU