
"Nia, dipanggil bos ke ruangannya," ujar Sinta begitu menutup earphone.
"Kan sejak pagi hinggan siang udah bicara sama mbak Sinta. Kok mau ngomong sama aku lagi yah," tanya Rania ragu.
"Kan beda Nia. Ya udah temuin sana, jangan sampai si bos nunggui lama," ujar Sinta kembali.
"Iya mbak. Nia ke ruangan bos dulu yah.....," Rania pamit dan beranjak dari kursi kebesarannya menuju ruangan si bos.
Rania mengetuk pintu. Begitu terdengar suara si bos menyuruhnya masuk, Rania memutar knop pintu.
"Bapak memanggil saya," tanya Rania menunduk hormat setelah masuk ke ruangan.
"Duduk Rania.....," perintah si bos.
Rania. Dia memanggilku formal dengan menyebutkan namaku. Biasanya dia hanya memanggilku Nia saja, seperti orang-orang terdekatku, Rania menjadi sedikit kecewa.
"Baik pak....," jawab Rania sopan dan menarik kursi di hadapan bosnya itu.
"Saya sudah membahas event ini bersama Sinta sejak pagi tadi. Kali ini saya akan membahasnya bersama kamu," ujar si Bos kemudian menyerahkan sejumlah dokumen dalam map yang di serahkannya pada Rania.
"Tadi semua yang saya bahas dengan Sinta, udah di copy ulang semua sama Sinta. Kurang lebih begitu juga yang akan saya bahas dengan kamu," ujar si bos.
Setelah cukup lama keduanya semua yang akan dilakukan untuk kesuksesan event. Akhirnya si bos menutup pembicaraan.
"Okey. Jadi kamu sudah faham dan mengerti semua Rania," tanya Reymond.
"Iya pak, saya faham. Insya Allah saya akan membantu mbak Sinta sebaik-baiknya untuk kesuksesan acara ini," jawab Rania mantap.
"Satu lagi, karena ini acara amal yang di hadiri orang-orang hebat, pemegang saham dan tampuk kekuasaan perusahaan-perusahan besar. Yang bukan hanya relasi dari perusahaan kita saja. Tapi juga perusahan-perusahaan besar yang sudah berhubungan lama dan sangat baik dengan papi saya.
Saya ingin kamu menghubungi teman kamu yang pernah diminta perusahaan memberikan bantuan dan donasi waktu itu," jelas Reymond kembali panjang lebar.
__ADS_1
"Maksudnya bapak mempercayai teman saya itu terlibat dalam event kantor kita sebagai perwakilan badan yang menyalurkan semua dana bakti sosial," Rania bertanya ragu.
"Iya, kurang lebih seperti itu," jawab Reymond kembali.
"Tapi ini event beskala besar perusahan kita pak. Dana yang masuk pasti bukanlah jumlah yang sedikit. Dan bapak mempercayakan penyaluran semua danà bakti sosial itu kepada teman saya tersebut," ulang Rania kembali bertanya karena masih ragu.
"Saya faham apa yang ada di fikiran kamu. Tapi saya juga sudah membaca semua berkas kita kemarin. Dan melakukan observasi pada yang bersangkutan dan semua kegiatan amal yang sudah mereka lakukan," Reymond kembali menjelaskan.
"Dan teman lama kamu yang ustad itu bukanlah hanya seorang ustad. Dia seorang dosen muda berprestasi, dan keluarganya juga termasuk orang terpandang. Jadi tidak ada alasan bagi sayà untuk meragukan kredibiliitasnya," Reymond mantap memutuskan tanpa ragu.
"Baik pak. Jika sudah menjadi keputusan bapak," jawab Rania akhirnya.
Rania sangat yakin bosnya ini pasti sudah menyekidiki semuanya sebelum dia mengambil keputusan.
"Jadi saya meminta kamu untuk segera menemui temanmu itu dalam waktu dekat," perintah Reymond.
"Dan membicarakan semua kegiatan amal ini. Perintahkan dia untùk membuat proposal yang mewalili badan amalnya itu untuk menjadi perwakilan yang akan menerima dan menyakurkan semua dana yang di dapat pada event bakti sosial perusahaan nanti," tegas Reymond kembali memberi perintah.
"Baik jika kamu sudah mengerti semua, kamu bisa kembali ke ruanganmu," Reymond menutup pembicaraan dengan wakil sekretarisnya itu.
Meski separuh hatinya setengah tidak rela si bos mengusirnya untuk kembali ke ruangannya. Rania merasakan hatinya juga merasa sedikit tidak rela saat bos tampannya itu berubah sikap menjadi tidak lagi perhatian dan lembut seperti biasanya.
"Baik pak. Kalau begitu saya permisi," pamit Rania akhirnya.
Raymond memandang saja gadis itu hingga sudah tidak terlihat lg di hadapannya. Reymond berusaha menguantkan hatinya. Dia harus merelakan Rania menjadi kembali dekat dengan laki-laki pujaan hatinya tersebut. Agar Rania bisa memastikan dan menyelesaikan bagaimana akhirnya kisah cinta mereka.
Walaupun cara ini sekaligus bisa dengan sangat mudah mematahkan cintanya kelak, seandainya pada akhirnya Rania dan si ustad benar-benar bersatu.
Tapi Reymond tetap yakin akan perasaan dan cintanya itu. Apa yang akan terjadi nanti, apapun kelak nantinya yang terjadi, Reymond akan menerimanya dengan lapang dada walaupun pasti akan terasa sakit, bisik hati Reymond.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
__ADS_1
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Mengejar Cinta Ustad"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Love Or Be Loved
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
__ADS_1