Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Pertemuan Hati


__ADS_3



Sebelumnya Author minta untuk Klìk Vote & Favorit dong readers tercintahh🙏🏻🙏🏻


Coz akan sangat berpengaruh sama Level Novel Author🙏🏼✌🏻


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


Sejak pagi bang Fakhri sudah tidak tenang. Fikirannya kalut, hatinya kalang kabut. Bukan karena ada masalah berat di kampus ataupun resto miliknya. Tapi memikirkan pertemuannya dengan Rania.


Pada akhirnya bang Fakhri yang dingin. Bang Fakhri yang tidak banyak bicara. Bang Fakhri yang sukar ditebak hatinya. Harus menyerah pada cinta dalam diam seorang gadis cantik bernama Rania. Apakah benar doa yang selalu Rania panjatkan dalam diam. Doa di sepertiga malamnya itu akhirnya bisa menyetuh sisi terdalam dari hati seorang ustad Fakhri.


Siang itu bang Fakhri dan Andi bersiap. Keduanya ingin lebih dulu sampai ke lokasi temu mereka. Bang Fakhri ingin lebih dulu tiba, dia dan Andi berangkat setengah jam lebih cepat. Semoga saja jalan tidak terlalu macet, hingga mereka akan sampai lebih dulu.


Tapi ternyata keduanya kalah cepat. Saat tiba di cafe yang mereka rencananan. Sosok perempuan cantik sudah lebih dulu berada di situ, di ujung sudut cafe, meja yang sedikit tersembunyi di ujung, dan tidak terlalu terlihat langsung pengunjung lain.


Andi memang sudah mereserve tempat ini terlebih dahulu. Jadi ketika kemungkinan Rania yang datang lebih dahulu, maka Rania tinggal menanyakan saja meja yang telah di pesan Andi. Dan Andi sudah mengatakan pada Rania via pesan whatsappnya.


Bang Fakhri berhenti. Menatap ke arah gadis cantik yang sudah berada tepat di hadapannya itu. Kenapa jantungnya jadi berdetak begini kencang. Kenapa dia jadi begini gugup, gumam bang Fakhri dalam hati.


Bang Fakhri menghela nafasnya kasar sebelum di hembuskannya kembali. Andi bahkan menyadari bahwa bang ustad di senelahnya ini tidak dalam keadaan tengah baik-baik saja. Andi maklum, dua orang yang ternyata mempunyai rasa yang sama, tentu akan merasakan hatinya yang menjadi tidak karuan.


"Assalamualikum," sapa bang Fakhri ketika sudah menghampiri meja Rania.


Rania menoleh ke arah sumber suara. Wajahnya sudah bersemu malu.


"Wa...waa...walaikumsalam bang," jawab Rania gugup.


Kemudian Rania langsung menundukkan wajahnya ragu.


Bang Fakhri terdiam. Sikap malu-malu Rania benar-benar membuat Rania terlihat menggemaskan di mata Fakhri. Kenapa Nia jadi terlihat imut begitu, gumam bang Fakhri dalam hati.


Sementara gadis itu, Rania, makin tertunduk malu. Dengan wajah memerah malu dan tanpak malu-malu. Tidak tahulah dia, dibalik sifat pemalunya itu, akan membuat jiwa seorang laki-laki jadi tergoda.


Astagfirullah. Fakhri beristigfar dalam hati. Memupus pandangan dari tatapannya pada Rania. Bergegas duduk diikuti oleh Andi.


"Ternyata Nia lebih dulu datang dari kita bang," ujar Andi yang berhasil memecah ketegangan di antara keduanya.

__ADS_1


"Iya Ndi. Kebetulan cafe ini kan nggak jaih dari kantor Nia," ujar Rania dengan senyum lembut.


"Udah pesen?" tanya bang Fakhri.


"Be...belum bang," jawab Rania kembali gugup.


Dalam hati Rania jadi merutuki diri sendiri kenapa jadi segugup ini. Apalagi jantungnya yang ikut berdebar hebat. Nia merasa seperti seorang yang terserang penyakit jantung. Ya elah Nia, emang tahu, gimana pasien sakit jantung.


"Sebaiknya kita pesan dulu sekalian makan siang. Kita bicara sekalian makan siang, takutnya Nia mesti balik ke kantor," perintah bang Fakhri setelah dapat menguasai hati dan perasaannya sendiri.


Setelah masing-masing memilih menu mereka. Dan tidak berapa lama makanan merekapun telah terhidang.


"Mari silahkan....Nia....Andi...kita bicara sambil makan saja?" tawar bang Fakhri yang telah lebih dulu memasukkan nasi ke dalam piringnya.


"Ayo dimakan Nia....Andi," tawar bang Fakhri.


Jujur saja bang Fakhri memang sangat lapar, setelah bergeges menyelesaikan semua pekerjaannya di kampur dan juga resto demi bisa menemui Rana sesuai janji mereka.


"Maaf bang, apa nggak sebaiknya Andi pisah meja aja?" tanya Andi karena tidak enak berada dalam pembicaraan antara bang Fakhri dan Rania nantinya.


"Abang sengaja mengajak Andi, karena tidak mungkin abang berbicara hanya berdua saja dengan Nia," ujar bang Fakhri entah ditujukan pada Rania, atau menjawab pertanyaan Andi tadi.


"Bang, Andi duduk di meja di belalang abang aja yah, biar abang leluasa berbicara berdua dengan Nia," ujar Andi bertanya.


"Lagian kamu juga sudah dekat dengan Nia. Dan kamu adalah satu-satunya yang paling tahu dan paling mengerti," ujar bang Fakhri kembali.


"Baik bang.....," jawab Andi lalu mulai juga menyatap hidangan yang sudah mendarat manis dalam piringnya.


"Ayo Nia jangan ragu-ragu. Mumpung si abang ustad yang traktir," canda Andi pada Nia yang dibalas dengan anggukkan kepalanya.


"Aku aja ntar sekalian minta di bungkus buat bawa pulang," ujar Andi masih meneruskan candaannya.


Sementara Rania hanya membalasnya dengan tersenyum manis. Di mata Andi senyum Rania biasa saja. Sama seperti biasanya Rania tersenyum. Tapi di mata bang Fakhri, senyum itu terlihat istimewa, wajah Rania semakin cantik berbalut senyum di matanya.


Gadis itu benar-benar telah membuat hati bang Fakhri yang dingin kini menjadi menghangat. Cowok dingin yang sulit di tebak hatinya itu kini terkena panah dari dewi asmara. Cinta memang misteri. Pada siapa, kapan, bagaimana, alasannya cinta itu menyapa. Tidak seorangpun yang akan tahu pasti jawabannya. Dia hadir menyapa hati yang telah berbunga indah, tanpa alasan ataupun logika.


Dan bang Fakhri akan memastikan cinta itu hari ini. Membawanya bersama niat hati tulus. Bukan untuk niat berpacaran layaknya anak muda zaman sekarang. Fakhri akan mengikat cinta itu dalam ikatan suci pernikahan. Biarlah mereka akan pacaran setelah menikah. Yakinlah yang halal pasti akan jauh lebih indah.


Bang Fakhri telah lebih dulu menyelesaikan makan siangnya. Begitupun Andi. Sementara Rania juga telah menghabiskan juga sarapannya karena sebagai seorang wanita, makannya juga sedikit.

__ADS_1


Dengan menikmati buah di atas meja, bang Fakhri menatap dalam netra lentik milik Rania. Ya Allah, maafkan aku yang tidak menundukkan pandanganku kali pada gadis di hadapanku ini, gumam Fakhri dalam hati.


Sementara Rania menundukkan wajahnya malu. Bang Fakhri belumlah bicara apapun pada Rania. Tetapi Wajah gadis itu benar-benar sudah berubah menjadi seperti kepiting rebus.


Bagaimana tidak malu dan gugup. Bang Ustad, laki-laki yang sangat di cintainya sejak dulu kini berada di hadapannya. Dan mengikuti perkataàn Andi sebelumnya akan pertemuan keduanya kini. Bang Fakhri akan membicarakan hubungan mereka berdua ke depannya.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Hiiii readersku tercintahh😗😙😚


Makasih banget yang udah Vote, Like & Coment.


Silahkan readersku tercintahhh bisa coment apapun🙏🏻


Don't worry......Authornya nggak baperan kok🤭😁✌🏻


Maaf banget juga, bukannya Author nggak mau update rutin🙏🏻


Coz selain hidup dalam dunia novel dan halu. Author juga hidup di dunia nyata dengan segala aktifitas yang nggak bisa di tinggalin🙏🏻✌🏻


Tapi Author akan berusaha update rutin jika Vote, Like, Favorit makin bertambah🙏🏻✌🏻😊


Mohon tetap setia pada Rania & Fakhri ya readers tercintahhh🙏🏻😚


Ayo dong kalau suka ceritanya👌👍🏻


Jangan pelit untuk kasih Vote, Favorit, Like & Comentnya untuk Author🙏🏻


Karena itu akan sangat berpengaruh pada Level novelnya Author.....pleaseee🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻


Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻




Love

__ADS_1


Author Kesayanganmu 😗😙😚


WCU


__ADS_2