
Reymond tetap terdiam. Menatap dan mendengarkan saja gadis di hadapannya ini. Hatinya sudah menerima, jika memang usahanya selama ini mendekati Rania sia-sia saja.
Ditambah dengan kehadiran Bella kembali. Rasanya lengkaplah sudah alasan Rania untuk segera mengakhiri semuanya.
"Jangan bicara lagi. Aku sudah memahami kondisinya. Semua tidak ada gunanya, karena dari awal hingga saat ini memang tidak pernah ada sedikit perasaan saja di hatimu itu," ujar Reymond datar.
Reymond bangkit dari duduknya, menatap Rania yang masih tidak bergerak pada posisinya. Gadis itupun tampak menatap lekat wajah Reymond.
"Terima kasih atas waktunya untuk mendengarkan semuanya. Walaupun memang hanyalah sebuah cinta sepihak, saya tetap menyukai perasaan ini. Terima Kasih," ujar Reymond menatap lekat pada Rania.
Reymond berbalik, memegang dadanya, ada rasa perih yang tidak bisa diungkapkannya. Rasa itu yang tidak dapat Reymond jabarkan kini menggelayuti hatinya.. Kehilangan sekaligus mengikhlaskan, dadanya terasa begitu sesak.
"Pak direktur......tolong dengarkan saya dulu," panggil Rania tiba-tiba.
"Saya sudah mengerti semuanya Rania. Cinta memang tidak bisa dipaksakan, jadi tidak perlu lagi menjelaskan. Saya akan berusaha menerima dan mamahaminya," jawab Reymond pada panggilan Rania tanpa berbalik kembali menatapanya.
"Nia mohon, dengarkan Nia sebentar pak direktur. Nia tidak ingìn ada perasaan yang mengganjal di antara kita. Nia ingin semua berakhir dengan baik-baik saja, tanpa ada kebencian, rasa tidak suka, juga dendam," ujar Rania kembali mencegah.
Reymond bergeming, akhirnya membalikkan tubuhnya dan duduk kembali di hadapan Rania.
Tapi tidak berniat mengeluarkan suaranya sama sekali. Reymond menunggu apa yang akan didengarkannya kali ini dari bibir mungil Rania.
"Pak direktur......," ucap Rania lembut menatap Reymond.
Suara Rania yang lembut benar-benar membuat Reymond terlena. Kelembutan dan kepolosan Ranialah salah satu alasan untuk semua perasaan Reymond selama ini. Akhirnya dibalasnya tatapan lembut milik Rania.
"Pak direktur, terima kasih karena telah memilih saya. Terima kasih mencintai saya. Walaupun saya seorang gadis yang tidak pantas jika di sandingkan dengan bapak," ucap awal Rania.
Sudah ku katakan kau tidak berhak menilai pantas dan tidak pantas, hal ini sudah kau katakan berulang, gumam Reymond dalam hati membalas ucapan Rania.
Sepertinya hal inilah yang mendorong kau menutup perasaanmu, Raymond kembali bergumam.
"Awalnya saya memang menganggap semua perkataan bpk hanya bercanda. Itulah kenapa saya tidak terlalu mengambil hati pak. Disamping memang sudah ada seseorang di dalam hati lama, jauh lebih lama. Maafkan saya pak," ujar Rania kembali.
__ADS_1
Dan saya tidak pernah bisa menyingkirkan laki-laki itu dari hati dan perasaan kamu. Tidak aka pernah bisa, balas Reymond dalam hati.
"Tapi sejak bapak serius melamar saya. Hati saya sedikit tersentuh. Dan perasaan juga perhatian yang selalu bapak tunjukkan pada saya membuat hati saya seakan hendak berselingkuh dengan perasaan saya sendiri. Antara laki-laki yang saya cintai vs laki-laki yang mencintai saya. Dan hati saya sudah mulai tergoda pak," Rania menjelaskan dengan gaya bahasa yang terlalu novelis.
"Tapi saya tidak peranh melihat indikasi kamu sudah tergoda. Kamu tetap seperti biasanya, bahkan saya sudah menyerah untuk perasaan saya padamu," ujar Reymond.
Aksi diamnya tidak bertahan lama. Akhirnya dia bicara juga mengenai perasaannya .
"Maaf pak. Saya tidak bisa mengubah sifat saya untuk lebih ekspresif. Apalagi bisa menunjukkan perasaan saya yang sebenarnya. Ini saja pertama kalinya, saya mengumpulkan semua keberanian saya. Agar berani bicara pada bapak, agar berani mengungkapkan apa yang ada di hati saya. Maaf.....
,""ujar Rania kembali.
Mata Reymond tampak berkilat cahaya. Ada kebahagiaan tiba-tiba saja menyelusup masuk. Gadis yang di incarnya sejak pertama kali dilihatnya mengajukan surat lamaran ke kantornya itu ternyata sudah mempunyai perasaan padanya, walaupun mungkin hanya sedikit saja. Reymond kembali memegang dadanya, tetap saja berdetak kuat. Tapi detaknya seakan indah terdengar di telinga Reymond.
"Tapi maaf pak. Maafkan saya kembali bersikap egois. Saya tidak akan menerima bapak. Saya mohon kembalilah pada mbak Bella pak," ungkap Rania dengan kepalal tertunduk.
Reymond yang tadi terlihat bahagia seketika berubah menjadi sendu.
"Sebagai laki-laki bapak tidak melepaskan janji dan tanggung jawab pak direktur. Bukankah bapak sudah mengatakan pada mbak Bella akan kembali padanya, dan mencoba memberi pengertian pada saya?" tanya Rania.
Reymond terdiam. Dia tahu dia sudah mengatakan akan kembali pada Bella dan mencoba menjelaskan semua pada Rania karena rasa bersalahnya yang sangat besar. Tapi Reymondpun kini merasakan hal yang sama pada Rania. Bagaimana ini?
"Tapi aku juga bersalah telah memberikan janji untuk menjadikanmu calon istriku nanti," ujar Reymond tidak rela pada hatinya sendiri.
Rania tersenyum tulus, sangat tulus. Meskipun hatinya sudah sedikit tergoda pada kebaikan dan perhatian yang di tunjukkan si bos selama ini. Tapi Rania yakin kalau sesungguhnya Reymond masih sangat mencintai mbak Bella. Bagaimana mungkin dirinya akan jadi penghalang kebahagiaan keduanya.
"Itu adalah permintaan yang bapak tawarkan pada saya. Saya juga belum menyetujui lamaran bapak direktur. Iya dan tidaknya bukankah belum saya putuskan," jawab Rania pada Reymond.
"Dan saya memutuskan untuk menolak lamaran bapak. Maafkan saya pak direktur, saya sudah menjelaskan pada pak direktur alasan saya, saya sudah mengatakan semuanya. Semoga ini jalan terbaik untuk semuanya," ujar Rania memutuskan.
"Terima kasih pak direktur. Untuk semua perhatian dan perasaannya selama ini. Memang kadang kita fikir rencana kita itu terbaik. Kita lupa bahwa Allahlah pemilik skenario paling sempurna. Kadang yang kita fikir baik belum tentu baik di mata Allah. Dan yang kita fikir tidak baik bisa jadi yang terbaik di mata Allah, jelas Rania kembali.
"Yah....kita hanyalah pemain dari panggung dunia, dari pemilik skenario paling sempurna. Terima kasih Rania. Saya bersyukur yang di atas mempertemukan saya padamu. Memberikan saya rasa cinta pada seorang gadis sebaik dirimu," ujar Reymond menatap Rania penuh damba.
__ADS_1
Tapi apa daya yang didambakannya bukanlah gadis yang akan terus berada di sampingnya.
"Saya dan Bella akan menemui kamu kembali nanti. Dan saya akan segera mengklarifikasi semuanya. Saya tidak ingin namamu menjadi bahan pergunjingan karyawan-karyawan lain di kantor," tandas direktur Reymond akhirnya.
"Tidak perlu pak. Saya bukan orang yang terlalu memusingkan banyak hal. Semua akan berakhir dengan sendirinya nanti," sela Rania.
"Kamu mungkin tidak mau, tapi saya mau melakukannya. Setidaknya biarkan saya melakukan hal terakhir untuk kamu. Setidaknya saya adalah seseorang laki-laki yang tulus mencintaimu di ingatan dalam kenamganmu nanti," putus direktur Reymond tanpa bantahan.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Rencana manusia memang selalu indah. Tapi kadang lupa, bahwa yang di Ataslah pemilik skrnario paling sempurna🙏🏻✌
Maaf banget dua hari ini nggak update🙏🏻✌
Coz Author punya kesibukan di dunia nyata🤭🤭✌
Disamping lagi ngerjain juga novel terbaru Author.
Klik profil aku aja, biar gampang buka novel Author yang lainnya🙏🏻😊
Jangan lupa Vote, Favorit & Like & Comennya yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻
Biar Author jadi semangat buat up per harinya🙏🏻✌
Novel Author yg lain👆
Baca juga kisah Nayna dan Nayla dalam novel "Love Or Be Loved" yang nggak kalah serunya sama kisah Rania di novel "Mengejar Cinta Ustad✌🙏🏻
Vote, Favorit & Like juga yahh reader tercintahhh✌🙏🏻
__ADS_1
Author kasih double kiss nih😗😙😚