
Farel tanpa menunggu lama langsung pergi ke ruang rawat Aisyah dan benar Aisyah sudah tidur dengan pulas di brangkar miliknya.
Farel masuk dengan suara pelan takut membangunkan Aisyah, "Kamu pergi kemana Aisyah, jangan membuatku takut dengan pergi tanpa sepengetahuan ku, aku takut kehilanganmu, sayang!" ucap Farel sambil mencium tangan Aisyah.
****
Alex pergi ke resepsionis untuk menanyakan kamar pasien bernama Aisyah.
"Pasien atas nama Aisyah berada di ruang berapa ya?" tanya Alex.
"Oh, ada di ruang VIP lantai 3" jawab penjaga resepsionis.
Setelah mengetahui ruang Aisyah, Alex berniat menghampiri Aisyah, jujur Alex khawatir saat melihat wanita pujaannya berada di rumah sakit dan kebetulan sama dengan oma bella di rawat.
Tak lama Alex kini sudah sampai di depan ruang rawat Aisyah.
"Apa aku masuk saja, tapi jika dia terganggu bagaimana, sedangkan hubungan kami belum sedekat itu, tapi aku juga ingin mengetahui keadaannya, sudahlah masuk saja apa salahnya." Alex menentukan keputusannya.
Ckleek
"Alex, sedang apa kamu disini, mommy cariin kamu dari tadi ternyata kamu di sini, ayo keruangan oma Bella dari tadi oma nanyain kamu terus." perintah mommy Maya.
Sedangkan di dalam ruangan Farel yang dapat mendengar suara pintu hendak di buka, menoleh pada sumber suara, "Siapa yang hendak berkunjung, kenapa tidak jadi masuk?" Farel yang penasaran memilih melihat siapa gerangan yang berada di balik pintu tersebut.
"Baiklah mom, ayo kita pergi ke ruangan oma Bella." Alex memilih mengikuti perintah mommy Maya, Mereka pergi meninggalkan ruangan Aisyah dan menuju ruangan oma Bella.
Ckleek
Farel membuka pintu, "Tidak ada orang, tapi tadi seperti ada yang hendak masuk, aneh, mungkin ini hanya perasaanku saja, sudahlah lebih baik aku menemani Aisyah." Farel masuk kembali ke dalam ruangan Aisyah.
"Mas...." lirih Aisyah.
__ADS_1
"Aisyah kamu sudah bangun, kamu tadi darimana kenapa kamu tinggalin kamar tanpa sepengetahuan aku, aku sampai takut, takut kehilangan kamu, tau nggak!" jelas Farel.
"Maaf mas, aku tadi hanya ingin pergi jalan ke taman itu pun di temani sama suster kok, jadi mas Farel nggak perlu khawatir yang pentingkan aku sudah bersama dengan mas Farel lagi." Aisyah mencoba membujuk Farel yang sempat marah.
"Mulai hari ini kamu tidak boleh pergi tanpa seizin dari ku, bukan aku ingin membatasi mu tapi semua yang aku lakukan hanya untuk keselamatanmu, sayang, aku harap kamu mau mematuhi apa yang aku katakan."
"Iya, aku tak akan pergi tanpa izin dari mu mas," ucap Aisyah menatap Farel lekat di iringi dengan senyuman yang mampu meredakan amarah Farel seketika.
𝘚𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘥𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩𝘬𝘶, 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩. 𝘛𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶.
"Lain kali jangan ulangi kesalahan seperti ini lagi."
"iya mas, sudah ah, kamu kalau lagi marah mengemaskan sekali." goda Aisyah mencoba mencairkan suasana hati suaminya.
"Jika kamu sudah selesai mengodaku boleh aku katakan sesuatu kepadamu?" Farel menunggu persetujuan Aisyah.
"Katakan saja mas, aku akan mendengarkannya, selama aku bisa apapun yang kamu mau akan aku lakukan, tapi ingat aku tidak suka di paksa mas."
"Mas hanya ingin kamu bekerja dari rumah apa bisa, setidaknya kamu bisa beristirahat dengan baik, ingat selain kamu ada baby kita di dalam perutmu yang artinya jika kamu sehat maka baby kita juga ikut sehat, sayang."
Aisyah tampak berpikir, "Tapi bagaimana dengan pekerjaanku mas, Sarah juga masih butuh bimbingan ku apalagi aku harus melakukan yang terbaik untuk acara besok." Aisyah teringat akan acara yang besok akan menentukan nasib karirnya di dunia bisnis, Dari acara yang akan berjalan besok semoga membawa nama butik miliknya melambung tinggi.
"Tapi mas hanya ingin yang terbaik untuk mu, Aisyah, begini saja mas ijinkan kamu bekerja di butik hanya sampai usia kandungan kamu berjalan enam bulan, selepas itu kamu hanya perlu bekerja dari rumah, please jangan di bantah lagi semua yang mas katakan adalah demi kebaikanmu dan baby kita." sungguh Farel rak mau kejadian sebelumnya terulang kembali, kehilangan sebelum melihatnya itu sangatlah menyakitkan, dan Farel masih menyesali atas kejadian itu.
Ada binar bahagia di mata Aisyah, "Aku janji mas aku akan menjaga dengan baik anak kita, tak akan ku biarkan pekerjaanku mempengaruhinya." ucap Aisyah meyakinkan Farel, bagaimanapun Aisyah masih bari dalam dunia bisnis yang di tekuni, hasrat untuk mencapai tempat lebih tinggi adalah tujuannya sekarang.
Farel sendiri juga tak mau membuat Aisyah tertekan dengan pekerjaan yang menumpuk, apalagi jika waktu yang Aisyah harus gunakan untuk istirahat tetapi justru Aisyah gunakan untuk bekerja dan bekerja. Untuk mengatasi hal semacam itu Farel meminta pada Sahabatnya untuk ikut menjaga Aisyah. Bagaimanapun sahabat juga merupakan tempat paling nyaman untuk berbagi keluh kesah selain keluarga.
"Yasudah, mas juga ingin katakan jika kamu hari ini sudah boleh pulang."
"Really?"
__ADS_1
"Kata Dokter kesehatanmu sudah membaik dan anak kita juga sehat dalam kandungan, kamu hanya perlu istirahat total saja." Farel masih setia memegang tangan Aisyah dengan sesekali menciumnya.
"Sekarang lebih baik kamu istirahat, setelah mas kembali kita akan pulang, mas mau pergi sebentar, ingat jangan pergi lagi." Farel menekankan setiap perkataannya.
"Iya..." jawab Aisyah masih cemberut dengan sikap Farel barusan.
***
"Oma, Alex di sini oma, cepat sembuh ya oma." ucap Alex sudah berada di samping oma Bella.
"Alex, cucuku..."
"Iya oma, oma butuh sesuatu biar Alex ambilkan." tanya Alex yang masih setia di samping oma Bella.
"Oma senang kamu menghawatirkan, Oma, jangan menangis oma tak pa-pa, Alex."
"Ibu harus cepat sembuh, apa ibu tak ingin melihat cucu ibu menikah dan memiliki anak." mommy Maya mencoba memberikan semangat pada Oma Bella.
"Jika begitu minta Alex cepat menikah, agar aku bisa bermain dengan cucu-cucuku, Alex jika kamu memang sudah memiliki calon istri segeralah perkenalkan pada kami!" pinta Oma Bella penuh penekanan.
"Alex pasti akan bawanya bertemu dengan kalian, Alex hanya belum yakin apakah cinta Alex diterima atau tidak, rencananya Alex akan pertemukan mommy padanya besok pada acara lounching produk terbaru mommy."
"Baiklah, jika kamu sudah merencanakan semua itu mommy percaya sama kamu."
"Jadi mommy bakalan Terima apapun pilihan Alex?"
"Asalkan dia wanita, memiliki sifat baik, dan penyayang Oma dan Mommy pasti pasti akan mendukungmu, Alex." Mommy Maya memang tidak ingin memiliki menantu yang baik, yang bisa membuat putranya merasa nyaman.
"Yes..." Alex bersorak senang, lampu hijau dari keluarganya sudah Dia kantongi, sekarang hanya tinggal menunggu reaksi dari wanita yang di cintainya.
𝘗𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘣𝘦𝘴𝘰𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩.
__ADS_1