Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Tak disangka


__ADS_3

Farel yang tak ingin terjadi sesuatu pada Aisyah memilih menurut semua apa yang di minta oleh Bram, eemua senjata di jatuhkan ke tanah kemuadian semua m ngangkat tangan ke atas, tanda menyerah.


"Hahahah... bagus sekali, kalian harus menuruti semua perintahku jika ingin Aisyah selamat, termasuk kamu Farel." Bram menunjuk Farel.


Dengan kedipan mata, Bram meminta mengikat semua anak buahnya dan hanya menyisakan Farel semata. Itu Bram lakukan agar Farel bisa merasakan sakit, meski memiliki kekuatan tapi tak bisa menolong istrinya.


Farel yang belum siap mulai di serang oleh beberapa anak buah Bram dari belakang tanpa bisa melawan, sebab jika Farel berani melawan Bram tak segan untuk menghabisi nyawa Aisyah saat itu juga. Farel hanya menatap sendu pada Aisyah yang masih setia menutup matanya.


𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩, 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨, 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯𝘭𝘢𝘩, 𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘮𝘶. Farel berkata dalam hati.


"Hahahha... terus hajar dia jangan sampai dia bisa bangun lagi, kali ini kamu kalah Farel dan aku menang akulah pemenangnya...hahahaha.... " Bram sangat bahagia melihat Farel lemah digebuki oleh anak buah Bram.


Fandi dan yang lain terus saja berteriak meminta Bram menghentikan aksi gilanya itu, tapi apalah daya Bram seperti bukan manusia, Bram tak memiliki hati, pada keponakannya sendiri Bram tega apalagi pada Farel, aksi pengeroyokan tersebut baru berhenti setelah Farel terkapar di tanah, muka dan tubuhnya penuh luka lebam ulah dari mereka semua.


"Apa kamu masih bisa berdiri, untuk menolong Aisyah mu ini, aku rasa tidak, untuk berjalan ke arah kami saja kamu tak bisa, apalagi menolong Aisyah. Lihatlah dirimu sendiri sekarang, kamu kalah telak dariku Farel. Hahaha..." Bram terus saja mengejek Farel.


Dengan sia-sia tenaga Farel mencoba bangkit untuk menghampiri Aisyah, tapi sia-sia ia terhempas kembali ke tanah.


Semua itu justru membuat tawa Bram semakin keras.


Aisyah mulai membuka mata, kesadarannya mulai terkumpul.


"Farel...." ucap Aisyah lirih.


Meski lirih, mereka yang memiliki ikatan kuat dapat mendengar perkataan tersebut.


"Aisyah..." Farel yang terduduk menatap Aisyah nanar!


seketika senyuman kecil terbit di wajah Farel, ia lega sebab istrinya baik-baik saja."


Seketika Farel bangkit dan mengarahkan senjata pada Bram, senjata itu Farel dapatkan dari balik saku kemejanya.


"Bukan kami yang akan binasa tapi kamu Bram, aku akan mengirimmu pergi ke neraka... Kamu pikir apa aku akan menyerah semudah itu, kamu salah besar jika berpikir seperti itu. Aku datang kesini untuk menghentikan kegilaan mu ini, sekarang lepaskan Aisyah baik-baik atau..."


"Hahahha... kamu mengancam ku, sungguh... aku tak takut!!, Kamu ingin membunuhku maka istri tercintamu ini juga akan mati bersamaku." ancam Bram yang membuat Farel harus berpikir dua kali.


Farel masih mengarahkan pistol itu pada Bram, dan Bram juga mengarahkan pistol pada Aisyah, suasana menjadi mencengkam. Situasi ubah terjadi saat ini sama persis dengan film per-horor-an yang membuat buat jantung berpacu lebih kencang.


"Farel, tolong aku... " Aisyah menatap Farel nanar. Sejenak pa dangan Aisyah beralih pada Bram, "Kamu, jika kamu memang paman ku lalu kenapa kamu ingin membunuhku, dendam apa yang kamu miliki sampai ingin membunuhku?" tanya Aisyah mengebu, ia jengah dengan orang yang katanya memiliki hubungan keluarga tapi ingin sekali menghabisi.

__ADS_1


Dor


Dor


Tembakan berasal dari arah lain lebih dulu melayang pada Aisyah yang membuat ia refleks terjatuh dari tebing. tembakan itu bukan dari Farel maupun Bram namun pihak ketiga.


Dor


Dor


tembakan berikutnya bersamaan, Farel menembak Bram dan bram memutar arah tembaknya Hingga tepat mengenai Farel.


Keduanya kini perlahan-lahan telah jatuh ke tanah.


"Aisyah...." Farel berteriak.


Farel yang tertembak berusaha bangkit dan melihat ke bawah tebing. Farel menangis kalau mengingat istrinya terjatuh, "Aisyah...." kata yang terucap kembali sebelum Farel kehilangan kesadaran.


Bram sendiri sudah tak sadarkan diri.


Sedangkan dari balik pohon tempat orang ketiga itu menembak tampak tersenyum licik, ia bahagia sebab sudah menuntaskan apa yang menjadi keinginannya, meskipun harus membunuh akan ia lakukan asal keinginannya tercapai. Orang itu adalah Andre.


"Saya urus pak Farel, kalian cepat turun ke bawah, mencari bu Aisyah." Fandi memberikan perintah.


Dengan mengunakan alat seadanya bodyguard yang lain segera melakukan apa yang di perintahkan.


Fandi segera membawa Farel pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.


Andre yang masih bersembunyi di balik pohon tersenyum licik.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙤𝙣


Andre dibawa ke kantor polisi terdekat, bukan pusat. Dengan di temani Mamanya dan juga papanya. Setelah melakukan tindakan menculik Aisyah, sebenarnya Darwin tak mau lagi menganggap Andre sebagai anak. Tindakannya sudah melampaui batas, padahal apa yang Darwin ajarkan selama ini bukan perilaku buruk seperti itu melainkan perilaku baik.


"Papa benar-benar kecewa sama kamu, bisa-bisanya kamu menculik istri orang, mau di taroh di mana muka papa ini, ha!!"


"Maafkan Andre pa, andre hanya mau membalaskan rasa sakit hati Andre padanya, jika Aisyah tak bisa menjadi milik Andre maka Aisyah juga tak boleh menjadi milik orang lain, pa."


"Tapi tidak begitu caranya. kamu buat malu papa Andre."

__ADS_1


"Pa, tolong keluarkan Andre dari sini Pa, Andre mau lakukan apapun asal apa mau keluarkan Andre dari tempat ini Pa." mamanya Andre yaitu, Mila tiba-tiba saja tak sadarkan diri. Mila yang memiliki riwayat jantung tak bisa mendengar kabar buruk, Mila tak ingin jauh dari putranya di masa tuanya.


Darwin membawa istrinya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan pertama.


"Bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit."


Sampai di rumah sakit, Mila segera mendapat pertolongan. Tak lama Dokter keluar dari ruangan dengan raut wajah sendu.


"Anda suami pasien?" tanya Dokter.


"Iya, bagaimana kondisi istri saya?"


"Istri Anda sudah lebih baik, tapi saya mohon untuk tidak membebani pikirannya jika tidak jantungnya akan kambuh lagi, itu bisa berakibat fatal untuk istri anda, jika bisa tolong penuhi apa yang di inginkan, dan apa yang bisa membuat istri anda bahagia."


Darwin cukup terkejut mendengar penjelasan Dokter.


"Baiklah saya permisi dulu."


Dokter berlalu pergi melanjutkan pekerjaannya.


Darwin menemui istrinya yang kebetulan sudah siuman.


"Pa, Andre Pa... Mama mau Andre di samping mama, Pa!" Jika menyampaikan permintaannya.


Darwin mendekat dan menenangkan istrinya terlebih dahulu. Sejenak Darwin memikirkan ucapan dari Dokter. Yang artinya Darwin mau tak mau harus membebaskan Andre untuk kesembuhan Mila.


Saat Mila tertidur, Darwin memilih ke kantor polisi untuk memenuhi permintaan Mila.


Tak lama Darwin telah sampai di kantor polisi, dan dengan biaya tebusan Andre dapat di bebaskan.


Dengan senang hati Andre melangkah keluar dari jeruji besi.


"Papa harap kamu tak melakukan kesalahan lagi yang nantinya akan merugikan dirimu sendiri. Dan ingat papa membebaskanmu hanya karena mamamu yang menginginkannya jika tidak, Papa lebih memilih melihat kamu di penjara untuk menebus kesalahanmu itu." ucap Darwin dengan nada tinggi.


"Iya Pa." Andre hanya mendengarkan seperti anak baik, namun di dalam hatinya ia akan melakukan sesuatu untuk mengakhiri semuanya.


Saat itu juga, Andre melacak keberadaan Bram dan Anak buahnya, kemudian pergi menyusul ke sana dengan membawa senjata rahasianya.


Saat tiba di tempat lokasi ternyata Bram telah memindahkan lokasi penyekapan menjadi di atas tebing, sengaja Andre menunggu dan tetap mengawasi dari kejauhan, hingga tiba malam hari rombongan Farel telah datang untuk menyelamatkan Aisyah dari Bram, Merasa memiliki kesempatan yang tepat, Andre melayangkan tembakan pada Aisyah serta pada tali yang mengikatnya. Hal itu membuat Aisyah yang hilang kesadaran langsung terjatuh dari atas tebing. Andre yang bersembunyi di balik pohon besar pun tersenyum bahagia, rencananya telah berhasil.

__ADS_1


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙤𝙛𝙛


__ADS_2