Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Kejahilan Aisyah


__ADS_3

Aisyah memang sengaja mematikan semua lampu rumah yang tersisa hanya lampu lantai atas dan teras atas. ya, itu Aisyah rencanakan hanya untuk bercanda, sedikit membuat suaminya yang mendiamkannya itu untuk tergerak mencarinya.


𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢𝘪 𝘪𝘥𝘦, 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘨𝘪𝘭𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘪𝘢𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩. Senyum smirk terbit di bibir Aisyah.


Aisya merencanakan makan malam di teras atas sebuah ruang yang dirasa pas, untuk melancarkan aksinya meluluhkan hati suaminya yang marah hingga hari ini. Malam ini dengan di hiasi bintang-bintang dan di saksikan oleh rembulan dua sepasang ingsan akan berbaikan.


"Aku rasa ini cukup menarik, tak bisa ku bayangkan betapa khawatirnya suamiku nanti ketika mendapati rumah ini sepi seperti tak berpenghuni. Apa aku keterlaluan,? Aku rasa tidak! ini sepadan dengan mas Farel yang mendiamkan aku selama tiga hari ini. Jika dia marah, akan ku luluhkan hatinya dengan cintaku." Aisyah bermonolog, ia sangat yakin jika kali ini rencananya untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari suaminya serta kasih sayang dan perhatian yang sempat hilang selama tiga hari ini akan berjalan lancar tentunya dengan bantuan para bodyguard kepercayaannya.


Flashback on


"Bagaimana aku bisa berbicara kepada Mas Farel, jika dia saja tak memberiku kesempatan untuk menjelaskan segalanya. Kesalah pahaman yang terjadi di kampus kemarin harus segera di selesaikan, aku tak mau hubunganku dengan Mas Farel renggang akibat tak ada komunikasi di antara kami. Tapi bagaimana caranya," Aisyah terlihat berpikir, bagaimanapun iya harus menemukan jalan keluar.


Sebuah ide muncul di kepalanya, "Aku tahu apa yang harus aku lakukan!" Seketika Aisyah turun dari kamarnya menuju villa tempat tinggal Fandi dan para bodyguard yang lain.


Tok... tok... tok...


krek,


Pintu terbuka menampilkan Fandi yang baru saja bangun tidur, karena memang masih pagi.


"Bu Aisyah, ada apa,? apa ada yang bisa saya bantu?" Fandi sudah bisa menebak apa yang diminta majikannya jika langsung datang menemuinya.


"Bisa ikut aku ke teras, aku memberimu pekerjaan," Setelah mengutarakan apa yang diminta, Aisyah berlalu menuju teras tempat rencananya akan berjalan. Dengan langkah cepat Fandi mengikuti majikannya dari belakang sambil berpikir kira-kira apa yang akan dikerjakannya di teras.


"Baiklah, kamu tahu, apa yang aku minta kamu kerjakan di sini?"


Fandi menggeleng tanda belum mengetahui apa maksud dari Aisyah.

__ADS_1


"Kamu tahu aku dan Mas Farel sedang ada salahpaham, dan itu sudah berlanjut selama tiga hari, bayangkan saja mas Farel mendiamkan aku! dia selalu menghindar setiap aku berbicara." Aisyah membuang nafas kasar.


𝘠𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶, 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘗𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘥𝘢𝘯 𝘉𝘶 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩, 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘗𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶. 𝘈𝘭𝘪𝘩-𝘢𝘭𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘪𝘯𝘥𝘢𝘳, 𝘶𝘫𝘶𝘯𝘨-𝘶𝘫𝘶𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, ucap Fandi dalam hati, namun ia harus tetap menjalankan tugasnya membantu mereka berbaikan. Sebagai sahabat yang baik, ia juga tak mau melihat sahabatnya bertengkar.


"Fandi kamu dengar nggak, perkataan saya, Aisyah mulai kesal karena dari tadi ia bicara tak sedikitpun Fandi bersuara. Saya mau, kamu bantu saya menghias teras ini menjadi lebih istimewa untuk dinner romantis kami berdua. Kamu bisa kan, saya tuhu kok, kamu yang selalu membantu suami saya untuk membuat hal berbau romantis, kali ini saya yang membutuhkan bantuan mu!"


"Tenang bu Aisyah, saya pasti akan mewujudkan malam ini, menjadi malam sepesial untuk Buat Bu Aisyah dan Pak Farel, saya pastikan itu," Fandi meyakinkan Aisyah jika rencananya tak akan gagal. Dalam urusan mendesain Fandi lah ahlinya, dia memang belum pernah berpacaran atau pun berkencan namun cukup Faham untuk urusan menata ruang romantis untuk berkencan.


Flashback off


"Aisyah... Aisyah... kamu dimana, jawab aku Aisyah..." ketakutan terlihat di wajah Farel, yang ada dalam pikirannya sekarang adalah Aisyah berada dalam bahaya.


𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘭𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘵𝘪, 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢, 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘯𝘪𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘐𝘴𝘵𝘳𝘪𝘬𝘶, 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬, 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩. Fatel tetap mencari hampir ke seluruh rumah, namun sayang tak menemukannya.


Ia membuang bobotnya di sofa, "Dimana kamu Aisyah, air matanya sudah mengajak sungai di pelupuk mata, farel begitu ketakutan, ia tak bisa membayangkan hidupnya tanpa Aisyah tercinta.


Farel melangkahkan kakinya ke Villa dimana Fandi berada. Namun sayang villa juga dalam keadaan sepi tanpa penghuni.


Farel berkali-kali mengedor pintu namun tak ada sahutan dari dalam yang menandakan Villa tersebut memang kosong.


"ck, dimana mereka semua, kenapa semuanya kosong, apa ada yang aku lewatkan. berpikirlah Farel, berpikirlah...kemungkinan Aisyah ada dimana.!"


Farel duduk termenung di depan Villa, pikirannya sudah melayang ke mana-mana sangking takutnya.


derrrtttt...


derrrtttt...

__ADS_1


Merasa ada pesan masuk, Farel merogoh saku dan mengambil handphone miliknya, dan benar ada notifikasi pesan masuk dari Fandi.


(Maaf Pak Farel kami sedang berada di luar, ini atas perintah dari Bu Aisyah. Semoga semuanya sukses ya. Ingat Pesan saya Pak, Bu Aisyah sangat mencintai anda.)


"Maksud Fandi apa, semoga sukses. Apa ini rencana Aisyah, tapi dimana dia, aku sudah mencari hampir keseluruh rumah namun tak kutemukan dia dimanapun, apa ada yang terlewat?" Farel terus saja berpikir, mencari keberadaan Aisyah dimana.


Setelah mendapat pesan singkat dari Fandi Farel merasa lega ternyata dugaannya salah, namun tugasnya sekarang adalah menemukan keberadaan Istrinya.


beberapa detik kemudian Farel berlari menuju rumah dan menaiki anak tangga dengan langkah kaki cepat, secepat kilat.


Kini Farel telah tahu dimana Istrinya berada.


Aisyah sendiri sudah merencanakan itu dengan matang. Sambil menunggu pujaan hatinya datang menemuinya, Aisyah berdiri di samping balkon menikmati pemandangan malam hari yang di hiasi beribu bintang bersinar dan rembulan yang menemaninya. Aisyah tersenyum, seolah ingin menunjukkan pada semuanya, dan juga Papanya yang di atas bahwa ia sangat bahagia.


Sebuah senyuman terbit di wajah Farel mengantikan kesedihan yang sempat dirasakan olehnya. Berlari secepat kilat meski jarak antara dirinya dan Aisyah hanya lima meter namun yang di rasakan Farel itu terlalu jauh.


"Aahh..." Aisyah memekik kaget saat ada yang memeluknya dengan sangat erat dari belakang, namun saat mencium bau harum dari orang tersebut Aisyah menyadari siapa yang sedang memeluknya itu.


"Kenapa melakukan ini kepadaku, apa harus seperti ini caranya, kamu tahu aku sangat ketakutan, ketika melihat rumah dalam keadaan sepi dan tidak menemukanmu dimanapun, aku mohon jangan lakukan ini lagi kepadaku, aku sangat takut!" Farel mengungkapkan ketakutannya pada Aisyah, tak terasa ia meneteskan bukit bening dari matanya yang membasahi pundak Aisyah.


Aisyah hanya terdiam, "Apa aku keterlaluan, telah membuat suamiku sampai ketakutan mencariku." saat merasakan apa kelembapan di pundaknya Aisyah menyadari jika sumainya Farel sedang menangis.


Aisyah membalikkan badan, melepas pelukan Farel dan menatap mata indah suaminya itu, mencoba memberitahu Farel jika dia baik-baik saja.


...----------------...


Jangan lupa mampir ke karya teman aku ya.. ☺☺

__ADS_1



__ADS_2