Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Mulai mendekati Aisyah


__ADS_3

apa Farel mengantar Aisyah terlebih dahulu menemui Vika baru setelah itu dia akan pergi ke kantor.


"Hati-hati ya, jangan lupa kabari aku nanti siang, kita makan siang bersama."


"Iya mas, mas bawel deh, udah sana berangkat entar telat loh!"


"Oke, bye..." Farel memberikan kiss jauh.


Aisyah tersenyum melihat tingkah suaminya yang seperti anak-anak tak mau jauh dari ibunya.


Kini Aisyah berjalan masuk, kepalanya tolah-toleh mencari keberadaan sahabatnya Vika.


"Di mana Vika, tadi katanya udah sampai, tapi di mana aku nggak lihat batang hidungnya." gerutu Aisyah kesal.


Vika yang menyadari Aisyah sudah datang, melambaikan tangan pada Aisyah untuk mendekat.


"Akhirnya lo datang juga!"


"Sorry telat, biasalah..."


"Iya, gue tahu, ada orang mau ketemuan sama lo, dia anaknya teman mama gue, katanya sih mau ngajakin kerja sama dengan butik lo."


"Gue, kenapa harus gue, bukannya lo juga punya butik dan lo bisa ambil job ini sendiri kan?" tanya Aisyah keheranan dengan Sikap Vika.


"Ya lo tahu sendiri kan butik gue udah menandatangani banyak kontrak, nggak bisa nambah kontrak lagi, tenang aja dia orangnya enjoy kok, lo pasti seneng nanti kerja sama sama dia." jelas Vika panjang lebar dengan harapan bisnis Aisyah bisa lebih maju.


"Terus orangnya dimana sekarang?"


"Oh, dia ada di toilet, bentar lagi juga keluar," Vika hanya berharap bisnis Aisyah bisa maju dengan pesat.


Tak lama dari arah toilet datang seorang pemuda tampan berjalan ke arahnya.


"Nah, itu dia!"


Aisyah di buat melongo, pasalnya orang yang akan menjalin kerja sama dengannya adalah orang yang pernah bertabrakan dengannya di depan Caffe dekat dengan butik Aisyah.


"Apa benar di orangnya, Vika. Kamu nggak lagi bercanda kan?"

__ADS_1


"Memang kenapa kalau dia, lo udah kenal sama to cowok?" tanya Vika heran dengan perubahan sahabatnya.


Aisyah masih tak percaya, "Nggak kenal sih, cuman pernah ketemu dia dua kali."


"Berarti lo tahi dong siapa namanya?" tanya Vika lagi.


"Bertemu dua kali kan nggak harus tau siapa namanya, dia pernah datang ke butik gue kalau nggak salah sama omanya." seru Aisyah.


"Oma, maksud lo oma Bella?" Vika memastikan apa yang dia dengar barusan.


"Iya, kayaknya lo tahu banyak soal pria itu."


"Hehehe... nggak banyak sih."


Pemuda itu kini telah ikut bergabung dengan Vika dan Aisyah, dari awal Alex memang sudah tau siapa yang di maksud oleh Vika, dan sepertinya nasib kini berpihak kepadanya, wanita yang baru pertama kali Alex temui tapi sangat berkesan pada pandangan pertama itu kini telah selangkah lebih dekat kepadanya.


"Perkenalkan saya Alex, kita sudah pernah bertemu sebelumnya tapi saya belum tahu nama anda siapa, jangan salah sangka, mengingat kita akan melakukan kerja sama, saya harap anda mau terbuka dan profesional dalam bidang anda." jelas Alex panjang lebar.


"Saya Aisyah, sebelumnya terimakasih karena anda telah memilih kami sebagai tekan kerja anda, saya harap anda juga bisa profesional dalam pekerjaan."


Vika hanya menjadi penonton di antara mereka berdua, "Gue di kacangin ini?"


"Huf..., ya ya gue paham," Vika membuang nafas kasar, bagaimanapun Apa yang di katakan Aisyah itu benar, rumah tangga Aisyah baru saja membaik dan kebahagiaan baru saja hinggap di dalamnya, sebagai sahabat Vika juga tak tega jika harus melihat ada kesalahan pahaman itu terjadi.


"Kembali soal pekerjaan, bagaimana apa benar saya bisa melakukan kerja sama ini, dan berapa keuntungan yang akan saya dapatkan jika saya bekerja sama dengan pak Alex?"


"Pertanyaan bagus, saya menawarkan keuntungan 25 โ„…dalam kerja sama ya g akan kita bangun ini, Bu Aisyah sebagai reseller kami tentunya akan sangat menguntungkan bagi anda dan butik anda bukan?"


Aisyah kini tampak berpikir bagaimanapun keuntungan yang di tawarkan tidaklah sedikit, lagipula ini kesempatan emas untuk kemajuan butik Aisyah.


"Baiklah saya Terima tawaran kerja sama ini, selebihnya nanti meneger saya yang akan ikut andil di dalamnya, bukan apa, tolong jangan tersinggung, kita bukan mukhrim dan saya tidak mau ada salah paham di antara kita, bagaimana anda setuju?" tanya Aisyah serius.


Ada hati yang harus di jaga oleh Aisyah, cintanya hanya untuk Farel seorang. Aisyah hanya tak ingin kedekatannya dengan pria asing walaupun itu hanya sebatas pekerjaan dapat merusak kebahagiaan yang baru saja dia rasakan.


"Deal...!"


"Deal...!"

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu pak Alex, masih ada yang harus saya kerjakan dan lo Vika entar kita ketemu di tempat Vita habis makan siang." pamit Aisyah.


"Teman mu ternyata asik juga orangnya, Soga tak ada masalah ke depannya karena aku berharap kerja sama ini bisa sukses di tangannya." jelas Alex pada Vika.


"Ngak akan ada masalah, Aisyah orangnya kompeten kok, pekerjaannya juga bagus, meskipun baru pemula tapi beberapa desainnya sudah banyak di sukai oleh semua kalangan, jadi aku yakin pasti sukses." jawab Vika mantap.


"Semoga... " Alex kini beranjak pergi meninggalkan caffe tempat pertemuan tadi menuju kantornya.


***


Farel Kini tengah sibuk dengan beberapa dokumen kerja sama yang harus di bubuhi tanda tangan olehnya, dan harus dibaca secara saksama agar tak ada kesalahan yang dia lewatkan.


"Bagaimana aku bisa makan siang jika pekerjaanku saja masih sebanyak ini?" Farel kini binggung, ia ingat sudah berjanji dengan Aisyah akan makan siang bersama, namun nyatanya pekerjaan menghalangi niatnya itu.


Farel menghilang headphone untuk menghubungi Aisyah, berharap Aisyah mau menerima perubahan rencana mereka.


Drerttt...


Drerttt...


"Aisyah, maafkan mas, sepertinya mas nggka bisa keluar kantor, ada banyak pekerjaan yang harus mas selesaikan hari ini juga, bagaiman kalau makan siangnya kamu saja yang datang ke sini?"


"Baiklah mas, kalau memang tidak bisa, nanti aku datang ke kantor membawakan makan siang, sudah jangan di ambil pusing, sekarang fokus saja bekerja supaya pekerjaan mas cepat selesai."


"Oke, sesuai dengan permintaanmu, ratu ku, cepat datang ke mari aku menunggumu." goda Farel, ia senang sekali jika harus menggoda Aisyah, daulat di pastikan wajah Aisyah kini pasti sudah memerah seperti buah tomat.


Tut...


"Suaranya saja sudah membuatku semangat, kini aku sudah mendapatkan energi untuk menyelesaikan pekerjaanku, sepertinya aku harus menyelesaikan pekerjaan ini sebelum Aisyah datang ke mari." Farel akan menyambut kedatangan Aisyah di kantornya, sudah sekian lama Aisyah tak mengunjungi kantor milik papanya.


Waktu sudah siang, kini Aisyah telah berada di depan kantor kusuma Grup, menatap bangunan kantor yang kini tengah berdiri mengah, membuatnya menitipkan air mata haru, "Papa pasti senang di surga, lihatlah pah, kantor papa sudah semakin maju, meski bukan Aisyah sendiri yang menjalankannya melainkan Farel, tapi apa bedanya toh papa sendiri yang memilihnya untuk ku, sekarang dapat Aisyah lihat pilihan papa memang tidak pernah salah, terimakasih untuk semuanya pah." Aisyah menyeka Air maya yang jatuh dan melangkah maju memasuki bangunan tinggi itu, berjalan memasuki lift khusus yang langsung menuju ke ruangan milik Farel.


Farel di dalam ruangannya sedang sibuk melakukan pekerjaan yang sedikit melenceng dari pekerjaan di kantornya, pasalnya dia saat ini sedang menghias ruangan pribadinya dibantu oleh sang penata desain yaitu Fandi, sekertaris Farel.


"Bos, apa tidak akan menjadi masalah jika nanti ada yang datang ke ruangan anda, sebaiknya di ruangan lain saja bos?" usul Fandi.


"Tidak apa, toh ini hanya sebentar, setelah Aisyah pergi dari kantor hiasan ini juga akan di lepas, lagipula ada kamu yang akan berjaga di depan ruangan ku!" tegas Farel.

__ADS_1


Fandi hanya melongo ketika Farel memintanya untuk menjadi penunggu pintu, agar tak ada yang berani masuk ke ruangan Farel saat Farel sedang bersama Aisyah.


๐˜๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฆ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜จ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜‰๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ด!!. gerutu Fandi dalam hati.


__ADS_2