Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
kesempatan


__ADS_3

"Kamu sudah pulang mas." Aisyah menyapa Farel di depan pintu masuk.


"Iya, maaf terlambat, tadi aku mampir ke kantor Alex, setelah itu aku pergi sebentar dengannya untuk mengobrol di luar, kamu kelamaan nunggu ya." tanya Farel sambil mengandeng Aisyah masuk ke dalam rumah.


"Enggak lah mas, masa nunggu suami sendiri harus di perhitungkan." cerca Aisyah.


"Yasudah mas mandi dulu ya," Farel meninggalkan Aisyah di ruang tamu.


Drerrttt....


Handphone milik Aisyah bergetar, nama Alex terpampang di layar atas.


"Hallo, Aisyah sorry ganggu, aku hanya ingin kasih tahu kamu tiga hari lagi mommy ku akan mengadakan lounching produk baru, dan rencananya mommy mau sekalian mengadakan fashion show, ya anggap saja ini juga merupakan bagian kerja sama kita, apa bisa kami mempersiapkannya, tenang saja aku pasti akan membantu, dan ini juga bagus untuk butik kamu dengan begitu desain kamu akan banyak yang mengenal." jelas Alex dari seberang.


Aisyah tampak berpikir, dan akhirnya pilihan jatuh pada persetujuan membantu mamanya Alex serta setuju mengadakan fashion show di acara tersebut.


"Iya aku setuju, lagipula ini juga baik untuk butik aku mana mungkin aku tolak." ungkap Aisyah dengan sedikit terkekeh kecil.


"Syukurlah jika kamu setuju, tadinya aku pikir kamu bakalan nolak tawaran aku."


"Tenang saja, selama hubungan kita sebagai teman itu baik, apa salahnya mencoba sesuatu yang baru." Aisyah kini berharap Farel menyetujui apa yang sudah Aisyah katakan kepada Alex barusan.


"Oke, besok kita ketemu di caffe untuk membahas rencananya dan sekalian kita lihat gedung yang akan kita gunakan untuk acara tersebut, jangan telat jam delapan aku tunggu di caffe lestari."


"Baik, Alex." panggilan pun berakhir bersamaan dengan Farel turun dari tangga menghampiri Aisyah.


"Siapa sayang."


"Eh mas sudah selesai, ini telfon dari rekan kerja akau yang baru, katanya ada pekerjaan tambahan, oh sekalian aku minta izin buat suksesin acara ini, mas dukung aku kan?" Aisyah menatap dengan tatapan penuh harap.


"Apa pun yang buat kamu nyaman dan jika itu terbaik untuk usaha butik kamu mas akan dukung." jawab Farel dengan sedikit senyuman.


"Bener boleh mas, kalau begitu aku akan sungguh-sungguh agar hasilnya memuaskan dan ya mas datang ke acara aku tiga hari lagi ya, please!"


"Tiga hari lagi ya," Farel terlihat berpikir, "Maaf Aisyah sepertinya acara kamu bertepatan dengan aku meeting di bandung deh, pada hari itu aku harus pergi ke Bandung buat hadirin pertemuan para pemegang saham di sana." jelas Farel, ia sendiri juga menyayangkan akan hal itu tapi bagaimana lagi, jadwalnya memang tidak bisa di undur sebab sebelumnya sudah beberapa kali di pertemuan itu diundur.


"Yah, mas jadi nggak ada yang temenin aku dong." rajuk Aisyah.

__ADS_1


"Maaf, sayang janji deh bakalan ganti waktu untuk hari itu, tapi jangan sedih lagi ya, senyum dong kamu lebih cantik kalau tersenyum." Farel menoel hidung mancung Aisyah.


"Yasudah kita makan, makanannya sudah aku siapkan, nanti keburu dingin, mas tahu kan kalau aku nggak suka makanan dingin." Aisyah menghidangkan makanan kesukaan Farel dan mereka makan bersama dengan di temani gurauan di antara mereka.


****


Alex sedang berada di taman belakang rumah, suasana hatinya sedang senang, apalagi kalau bukan Aisyah yang menjadi sebab kabahagiaannya sekarang.


"Kamu sedang apa Aisyah, semoga apa yang aku rencanakan berjalan dengan lancar dan aku bisa lebih dekat denganmu kali ini, sungguh hatiku sudah tertarik ke arahmu hasrat untuk memilikimu semakin besar." Alex bermonolog.


"Alex, ngapain kamu malam-malam begini sendirian di taman, Nak. Apa ada masalah?" Maya khawatir dengan putranya Alex.


"Ngak ada mom, Alex hanya ingin sendiri menikmati suasana malam ini sepertinya sangat cerah."


𝘴𝘦𝘤𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘬𝘶 𝘮𝘰𝘮.


"Mommy lihat, dari jauh kamu seperti orang yang kasmaran?" mommy Maya menatap Alex lekat, berharap putranya mau menceritakan apa yang ada di pikirannya.


"Alex hanya senang akhirnya Alex memiliki cara supaya dekat dengan wanita yang Alex inginkan mom, bukankah itu kabar baik."


"Really, kapan-kapan kenalkan dong sama mommy, jadi benar ini kata oma bella kamu dekat dengan seseorang."


"Iya katanya kamu akhir-akhir ini suka dagang ke butik, apa dia bekerja di butik itu?" lagi-lagi pertanyaan Mommya Maya lontarkan pada Alex.


"Sepertinya Alex tak akan bisa sembunyikan apapun dari kalian, ujung-ujungnya kalian pasti akan tahu juga."


"Lebih baik mau sekarang jujur sama mommy, ceritakan seperti apa gadis yang sudah mencuri hatimu itu." desak Mommy Maya.


Alex tersenyum, ingatannya di penuhi tantang pertemuan dengan Aisyah beberapa kali ini, ya meskipun hanya beberapa kali tapi mampu menarik perhatian seorang Alex Dirgantara.


"Dia cantik, sopan, dia pemilik buruk yang sering Alex datangi dan sekarang Alex sedang bekerja sama dengannya untuk mewujudkan rencana mommy untuk lounching produk mommy yang baru, saat itu mommy pasti akan bertemu dengan wanita itu." jelas Alex.


"Baiklah, mommy akan tunggu hari itu tiba, sekarang ayo masuk, sudah malam." ajak mommy Maya.


Mereka berdua berjalan beriringan masuk ke dalam rumah.


****

__ADS_1


Mentari menyapa, kicauan burung mewarnai pagi hari yang indah, seakan tak ingin terbangun dari tidur lelapnya, Aisyah memilih menarik selimutnya kembali menutupi seluruh tubuhnya, sedangkan Farel sendiri sudah tak berada di samping Aisyah berbaring.


Farel sudah bangun pagi-pagi sekali, kebiasaannya yang tak meninggalkan olehraga pagi dari sejak Farel menjadi bodyguard memang tak pernah terlupakan.


Dan seperti biasa ibu-ibu tetangga saat ini pastikan sedang menonton Farel dari jarak tak terlalu jauh.


"Sepertinya Aisyah masih tertidur lelap, aku harus membangunkannya," Ucap Farel lirih.


Sampai di kamar, dugaan Farel memang benar bahwa Aisyah masih terlelap di balik selimut tebalnya.


"Sebaiknya aku mandi baru setelah itu aku bangunkan Aisyah, lagipula masih ada waktu." Farel berlalu ke kamar mandi dan membersihkan diri dari keringat yang membasahi badannya saat ini.


Tak butuh waktu lama Farel telah keluar dari kamar mandi dengan pakaian kantornya, hari ini Farel menyiapkan sendiri apa yang di butuhkan olehnya.


Terlihat ada pergerakan di kasur empuk tersebut, Ya Aisyah baru saja membuka netra miliknya, menyisir setiap sudut kamar hingga pandangannya tertuju pada Farel yang sudah tampan dan rapi sepagi ini.


"Mas sudah mau ke kantor, kenapa tidak membangunkan ku, kenapa menyiapkannya sendiri." tanya Aisyah.


"Aku tidak mau membangunkan bidadari cantikku yang masih tertidur lelap, lagipula ini hanya hal kecil aku bisa sendiri."


"Yasudah, sekarang lebih baik kamu bersiap, katanya punya janji sama rekan kerja, mas tunggu di bawah ya sekalian mas buatkan sarapan untuk kita." Farel berlalu meninggalkan Aisyah yang masih terpaku di tempat tidur.


𝘔𝘢𝘴 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵, 𝘴𝘦𝘯𝘦𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘥𝘦𝘩 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘴, 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘴. 𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘴 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘵𝘦𝘳𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢.


Aisyah turun dengan pakaian dres warna peach dengan rambut tergerai menambah kecantikan yang tiada tara, hari ini Aisyah memang tidak banyak berdandan, namun pada dasarnya sudah cantik mau bagaimanapun tetap cantik meskipun tak memakai riasan sekalipun.


"Cantik!" satu kata Farel lontarkan untuk istrinya tercinta.


Aisyah tersenyum mendapat pujian dari suaminya.


"Mas nanti siang kita makan bareng yuk, mas mau kan, kebetulan di tempat Vita bakalan adain acara santunan anak yatim, sekalian kita bantuin dia bagaimana, itupun kalau mas Farel nya nggak sibuk." Aisyah mengutarakan keinginannya.


"Iya nanti kita datang, kamu tunggu mas jemput saja."


Selesai makan Farel mengantar Aisyah ke caffe tempat Aisyah akan membahas pekerjaannya baru pergi ke kantor.


Kini Aisyah memasuki caffe tersebut dimana Alex sudah datang terlebih dahulu menunggu kedatangan wanita impiannya.

__ADS_1


"Cantik" gumam Alex menatap Aisyah tanpa kedip, kali ini dia benar-benar terpaku akan kecantikan yang dimiliki sang pujaan hati. Sedangkan yang di tatap tak menghiraukan tatapan tersebut.


__ADS_2