Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Hamil


__ADS_3

Farel berjalan mondar mandir di luar ruangan periksa, menunggu dokter keluar dari ruang tertutup yang saat ini menjadi tempat istrinya di periksa.


"Apa yang terjadi dengan Aisyah, semoga tidak ada hal buruk kali ini." Farel begitu cemas, hingga tak menyadari Fandi memanggilnya beberapa kali.


"Bos, ada telfon dari pak Alex." Fandi menyerahkan handphone miliknya pada Farel.


"Hallo, Alex, ada apa kamu mencariku?" tanya Farel dengan suara sedikit serak.


"Sepertinya aku menghubungimu di waktu yang tidak tepat." jawab Alex yang mendengar suara Farel terlihat cemas.


"Ya aku sedikit ada masalah, istriku masuk rumah sakit, oh ya Katakan saja ada apa kamu menghubungiku."


"Aku hanya ingin mengundangmu untuk datang ke acara mommy ku, apa kamu bisa, dua hari lagi acaranya di adakan.


"Sebelumnya makasih kamu sudah mengundangku, tapi sepertinya aku tidak bisa hadir sebab aku akan pergi ke Bandung pada hari itu." jawab Farel apa adanya.


"Jadi kamu tak bisa datang, sayang sekali, andai datang akan aku kenalkan pada seseorang yang berarti bagiku." Alex menghabiskan nafas kasar.


"sayang sekali, aku juga ingin mengetahui siapa wanita beruntung itu, tapi sayang sepertinya waktu tak mendukung ku."


"Yasudah, dari suaramu sepertinya sedang cemas, kalau boleh tau ada apa?" tanya Alex penasaran.


"Bagaimana aku tidak cemas, aku hendak mengajak istriku makan siang bersama, tapi sesampainya aku di tempat kerja istriku aku justru mendapati keadaannya sudah tidak sadarkan diri."


"Sekarang aku berada di Rumah Sakit Pelita, menunggu dokter yang menangani istriku keluar dari ruang periksa." jelas Farel.


"jika ada waktu aku akan ke sana menjenguk istrimu, semoga lekas sembuh."


Farel kembali berjalan mondar mandir di depan pintu, "Kenapa dokternya lama sekali memeriksa Aisyah, sebenarnya apa yang terjadi pada Aisyah ku."


"Tenanglah bos, bu Aisyah pasti baik-baik saja." Fandi mencoba menenangkan Farel.


"Bagaimana aku bisa tenang, Aisyah ada di dalam dan dokter belum keluar juga, sebenarnya ada apa dengan Aisyah." Farel bermonolog.


Ckleek


Pintu ruangan terbuka menampilkan dokter cantik spesialis kandungan, dokter itu berjalan menghampiri Farel dengan senyum mengembang.


"Anda suami pasien?"


"Iya, katakan dok istri saya kenapa, dia baik-baik saja kan Dok?" Farel tak sabar menanti jawaban dari dokter tersebut.


"Tenang pak, ini bukan kabar buruk melainkan kabar baik, selamat anda akan menjadi ayah, istri anda sedang hamil empat minggu." jelas dokter dengan senyum mengembang ikut merasakan kebahagiaan pasangan tersebut.

__ADS_1


"Sungguh Dok, Dokter nggak bercanda kan?" tanya Farel memastikan.


"Iya Pak, sekali lagi selamat ya, anda bisa menemui istri bapak sekarang."


"Kalau begitu saya permisi, masih ada pasien yang menunggu."


"Terimakasih Dok."


Farel tidak sabar menemui Aisyah yang masih di dalam ruangan pasien. Perasaan bahagia tak dapat Farel gambarkan kali ini, semua yang Farel inginkan telah menjadi kenyataan. Kabar kehamilan Aisyah membuat Farel merasa sempurna sebagai laki-laki.


"Mas...." Aisyah hendak bangkit namun di tahan oleh Farel.


"Jangan bergerak, tetap seperti itu, lebih baik kamu istirahat sekarang, aku akan di sini menemanimu." Farel duduk di samping brangkar Aisyah. Wajah Aisyah yang terlihat sedikit pucat tak mengurangi rasa bahagia yang mereka rasakan.


"Ini sungguh nyata, sayang, apa aku tidak bermimpi aku benar-benar akan menjadi ayah." ucap Farel sambil mencium tangan Aisyah.


"Kamu tidak bermimpi mas, ini sungguh nyata, kita akan menjadi orang tua."


"Terimakasih sayang karena kamu sudah mewujudkan impianku menjadi seorang ayah, aku akan pastikan kali ini kalian akan aman di bawah perlindungan ku, tak akan ada yang bisa menyentuh kalian secuil pun." mata Farel memanas kala mengingat kejadian enam bulan lalu, dimana dia kehilangan buah hatinya sebelum bisa melihatnya.


"Yang lalu biarlah berlalu, kita mulai dari awal lagi, jangan ada dendam di hari kita, ingat kira kan menjadi orang tua mulai saat ini." Aisyah seakan tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Farel.


"Iya, kita akan memulai dari awal, sayang." Farel mendaratkan kecupan di kening Aisyah.


Kamu tunggu sebentar aku akan menemui Dokter." Farel berlalu dari ruangan Aisyah. Kini Farel tengah berbicara dengan Dokter yang menangani Aisyah tadi, "Apa istri saya bisa di bawa pulang, katanya bau obat-obatan membuatnya mual." jelas Farel.


"Itu wajar, pak Farel, ibu hanulemang seperti itu, tapi jika istri bapak mau pulang tidak apa-apa tapi ingat pola makan harus di jaga, dan saran saya hindari pekerjaan yang melelahkan itu bisa memicu terjadinya keguguran apalagi Istri bapak mempunyai riwayat keguguran sebelumnya."


"Baiklah Dok, saya akan mematuhi larangan Dokter."


Farel kembali ke kamar Aisyah dengan wajah bahagia.


𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘴𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘥𝘪𝘢 𝘥𝘪 𝘪𝘻𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩. 𝘐𝘯𝘪 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭.


"Aisyah...., Aisyah....." Farel berteriak mencari Aisyah saat menyadari istrinya tak lagi berada di dalam kamar.


"Dimana Aisyah, bukankah seharusnya dia ada di sini, Aisyah...." Farel berlari kesana-kemari tapi hasilnya tetap nihil, dia tidak bisa menemukan keberadaan Aisyah.


"Dimana kamu Aisyah, jangan bercanda deh, aku nggak suka kamu becandain kayak gini, Aisyah...." Farel kini berusaha mencari di luar ruangan.


***


Aisyah kini berada di taman Rumah Sakit bersama dengan seorang suster, "Bagaimana bu apa sudah enakan, lebih baik ibu di sini sebentar, saya akan mengambil beberapa berkas yang ketinggalan di ruang rawat ibu." suster itu meninggalkan Aisyah di taman.

__ADS_1


"Oh astaga, aku sampai lupa kalau belum izin ke mas Farel, mas Farel pasti khawatir nyariin aku." Aisyah hendak bangkit dan kembali ke ruang rawat nya, namun keadaan yang masih lemas membuatnya hampir terjatuh.


"Akhh..." jerit Aisyah.


Sebuah tangan kekar menompang tubuh Aisyah hingga tak menyentuh tanah, "Hati-hati." seru pemuda tersebut.


"Pak Alex!" beo Aisyah.


"Aisyah..., kamu disini, memang kamu lagi sakit?"


"Em... maaf Pak Alex aku harus segera kembali ke kamar." ucap Aisyah berlalu meninggalkan Alex yang masih berpikir.


"Aisyah sakit apa, hingga harus di rawat, bukankah tadi dia baik-baik saja saat bertemu dengan ku." hingga tanpa Alex sadari Aisyah telah menghilang dari penglihatannya.


"Aisyah..., dia sudah pergi!" Alex kembali pada tujuan awalnya datang ke rumah sakit.


Farel sudah mencari hampir ke seluruh ruangan yang ada di rumah sakit, tapi belum juga temukan keberadaan Aisyah, itu semakin membuatnya khawatir, beberapa pikiran buruk muncul di kepalanya.


Tujuan akhir Farel kini adalah ruang CCTV, belum sempat masuk suara yang sangat familiar menyapanya.


"Farel..." boe Alex.


"Alex, kamu disini juga."


"Iya aku mau menjenguk Oma, tadi habis aku meeting ada kabar kalau oma jatuh kepeleset terus di bawa ke rumah sakit ini, jadi istri kamu di rawat di sini juga?"


"Iya, ini aku lagi cari, soalnya istri ku tiba-tiba menghilang dari kamarnya." jawab Farel dengan nada cemas.


"Aku akan bantu cari."


"Ayo!" Farel hendak masuk ke ruang CCTV.


Drerrtt


Sebuah pesan masuk dari Fandi, 𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘮𝘢𝘴, 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘪𝘻𝘪𝘯 𝘥𝘶𝘭𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘩𝘢𝘸𝘢𝘵𝘪𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘬𝘶, 𝘮𝘢𝘴 𝘬𝘦 𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶. 𝘴𝘦𝘦 𝘺𝘰𝘶." Farel menghembuskan nafas lega setelah membaca pesan singkat itu.


"Ada apa?" tanya Alex.


"Sekarang kamu bisa ke ruang rawat oma Bella, istriku sudah ku temukan, baru saja dia mengirimkan pesan jika sudah kembali ke kamarnya." jelas Farel.


"Syukurlah kalau begitu." Alex ikut merasa lega mendengarnya, detik berikutnya Alex teringat akan Aisyah ubah berada di Rumah Sakit ini.


𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘖𝘮𝘢 𝘉𝘦𝘭𝘭𝘢.

__ADS_1


__ADS_2