Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Farel Pulang


__ADS_3

"Iya... iya... yang nggak sabar pingin ketemu sama pak suami, cieee... udah kangen berat ya...!" lagi-lagi Vika menggoda.


Aisyah yang mendengarnya hanya tersenyum menandakan jika tebakan dari sahabatnya itu sangatlah benar. "Sudah Vika, jangan digoda lagi, lihat tuh, muka Aisyah udah merah kayak kepiting rebus, entar tambah merah gimana...." Vita ikut bersuara, Mereka sangat senang mengetahui sahabatnya sudah tidak lagi bersedih seperti kemarin. "Sekarang kita pulang atau kalian masih mau disini! Sepertinya kalian memang masih mau disini." Aisyah meninggalkan mereka, berlalu masuk kedalam mobilnya.


"Tungguin kita, Aisyah kita hanya bercanda. Menyusul Aisyah dari belakang. Ayolah Aisyah jangan dibawa serius, kita hanya bercanda." Aisyah memang sengaja memasang muka cemberut, itu ia gunakan untuk mengerjai mereka balik.


Di dalam mobil Aisyah masih saja memasang muka cemberut.


𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪-𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘫𝘦𝘳𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢, 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯-𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶.


"Iya-iya kita salah, kita tahu kamu nggak suka digoda berlebih, tapi kamu suka, kan, jika Farel yang menggodamu. Maafin kita ya, mukanya jangan cemberut gitu dong, senyum gitu lo, kan cantik kalau senyum." Vika m minta maaf tapi tetap saja kejahilannya tidak hilang. "Kalian tahu apa yang aku suka dan nggak aku suka, Tapi aku suka lihat kalian seperti ini, bukan sadis ya tapi kapan lagi aku kerjain kalian. Toh aku juga jarang-jarang kerjain balik kalian. Untuk kali ini aku maafkan." Aisyah akhirnya tak bisa menahan tawa melihat muka melas mereka.


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Aisyah. Kedua sahabatnya s benarnya masih ingin menginap, menghabiskan waktu bersama tapi mengingat Suami Aisyah hari ini akan pulang, mereka akhirnya membiarkan sahabatnya m ng habiskan waktu dengan Farel saja, toh mereka masih bisa bersenang-senang di kampus. jiwa mereka saat di kampus seperti burung yang tak terikat, memiliki kebebasan berpendapat. Itu tak diragukan karena mereka memang masih masa remaja yang baru akan menuju masa dewasa.


"Kita langsung balik aja ya, Aisyah. Kita nggak mau gangguin pengantin baru.Pesan kita jangan lepasin Farel, dia sangat berharga." Vita berpamitan, meningalkan halaman rumah Aisyah.

__ADS_1


Pernikahan Aisyah memang masih terbilang baru, baru minginjak bulan ke empat, jadi ya masih manis-manisnya merasakan cinta terlebih merek menikah sebelumnya tanpa ada cinta. Sekarang benih-benih cinta sudah tumbuh diantara mereka. Berpacaran setelah menikah memang sangat mengasikkan.


Aisyah masuk kedalam rumah, ia berencana untuk menyambut Farel dengan menghidangkan masakan kesukaannya. "Rasanya sudah pas, tapi kenapa seperti ada yang kurang ya, tapi apa?" Aisyah mencicipi masakan buatannya yang dirasa masih ada yang kurang. Apakah Farel akan menyukai masakanku ini? jika tidak bagaimana," Aisyah khawatir tanpa sebab. Itu terjadi karena Aisyah gugup menanti Farel nya kembali. Oke, jangan gugup Aisyah, pasang muka senyum untuk menyambutnya.


Terdengar dari arah pintu utama di ketuk. Bik sumi yang membersihkan bagian depan langsung membuka ketika mendengar suara ketukan.


"Eh... tuan Farel sudah pulang, meminta koper yang dibawa Farel untuk dibawa kedalam. Silahkan masuk, tuan, Nyonya Aisyah sudah menunggu di meja makan. Nyonya sudah menyiapkan semunaya lo untuk tuan, silahkan tuan." Bik sumi meninggalkan Farel untuk meneruh barang bawaan Farel ke dalam kamarnya.


Aisyah yang tidak mengetahui kedatang Suaminya masih sibuk menata makanan di meja makan, mengatur semuanya supaya terlihat sempurna.


"Aisyah yang sudah menyadari melalui suara, membiarkan Farel memeluknya dari belakang, ia sendiri juga menikmati pelukan itu, tak bisa di pungkiri Aisyah sendiri juga sangat merindukan belaian suaminya.


"Aku sangat merindukanmu, lebih dari dirimu." Aisyah melepas pelukannya dan berbalik menghadap Farel. seketika itu Aisyah mencium bibir Farel menempelkan kedua benda kenyal namun manis itu, kemudian mengapaen setiap inci di dalam mulut Farel.


𝘉𝘪𝘢𝘳𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢. 𝘛𝘢𝘬 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯, 𝘵𝘰𝘩 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘢𝘨𝘳𝘦𝘴𝘪𝘧 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢.

__ADS_1


Masih tetap pada posisinya, ciuman itu bersifat menuntut, Aiayah yang merasakan jika suaminya sudah berada pada fase tinggi, menghentikan aksi ciumannya. "Kenapa, berhenti, Aku masih merindukanmu." Farel mencoba untuk mencium Aisyah kembali. Namun Aisyah menahannya dengan tangan, Itu bisa dilanjut nanti, sayang. Sekarang kita makan, Aku sudah menyiapkan makanan sepesial untukmu, aku sendiri lo yang masak.


Aisyah menarik kursi untuk Farel duduk, kemudian dia sendiri duduk, mereka berhadapan. berbagai makanan aneka seafood sudah diubah Aisyah menjadi makanan lezat yang tak kalah dari restoran bintang lima. "Aku ambilkan, mengambilkan nasi dengan lauk cumi saus pedas manis. kamu harus makan yang banyak, jangan pikirkan yang lain, makanlah dengan tenang. Semua ini khusus untuk mu." Aisyah menyerahkan makanan itu kepada Farel.


Farel yang melihat Aisyah memberikan makanan seprti gunung kepadanya, menelan seliva dengan susah payah, dia di jalan tadi sempat makan di warung kaki lima dengan Ririn. Perutnya pun sebenarnya sedikit kenyang, tapi melihat antusias istrinya untuk menyambutnya pulang Farel tak tega jika harus menolaknya, Tapi menghabiskan makanan yang sudah seperti gunung di depannya itu juga akan menyiksanya. Dengan senyum yang sedikit di paksakan, Farel memasukkan suap demi suap nasi dan lauk itu kedalam mulutnya untuk masuk ke perutnya. Farel mengunyah sedikit lamban, ia mencoba memaksakan makanan itu meski rasanya ingin sekali memuntahkan isi di dalam perutnya karena saling berdesakan. Hingga makanan itu habis tak bersisa. Seketika senyum terbit di bibir Aisyah, "Enak, kan, sayang, apa mau tambah." Farel dengan sigap menahan tangan Aisyah yang hendak m ngambil kan makanan lagi untuknya. "Tidak perlu sayang, masakanmu sangat enak tapi aku sudah kenyang, Apa aku bisa ke kamar untuk membersihkan diri sebentar?" tanya Farel, ia ingin ke kamar mandi karena perutnya sedikit sakit.


"Iya aku tunggu di bawah, ya. Sekalian ini mau bagiin masakan aku ke tetangga, kebetulan tadi aku masak banyak. aku pikir tadi kamu mau habiskan semunya, tapi ternyata kamu sudah kenyang." Aisyah ingin memasang wajah cemberut, tapi dia tahan karena tadi dia sudah memakan satu piring penuh yang bisa di bayangkan seperti gunung Semeru.


Aisyah di bantu bik sumi untuk membagikan makanan buatannya kepada tetangga dekat. "Ini semuanya, Nyonya." bertanya sambil memasukkan makana untuk para tetangganya juga para hansip yang berjaga nanti malam.


Farel membersihkan diri dengan menahan perutnya yang sedikit sakit, karena makan berlebih. Setelah merasa sedikit segar, Farel menunggu istrinya yang sedang membagikan makanan ke tetangga hingga tanpa sadar Farel sudah tertidur di tempat tidur yang empuk dan membawanya ke alam mimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mampir ya teman-teman, jangan lupa.. 😍😍

__ADS_1



__ADS_2