Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Malam yang indah


__ADS_3

Aisyah masih terlalu dengan pemandangan langit yang seakan menambah kesan romantis untuk dinner malam ini.


𝘈𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪, 𝘵𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘶𝘮𝘶𝘳 𝘫𝘢𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘰𝘺𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘯, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘮𝘶𝘴𝘪𝘣𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘩𝘪𝘬𝘮𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢. 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘳𝘪𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘱 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬. Aisyah tersenyum memandang langit, menampilkan beribu bintang yang bersinar terang.


"Eheemm..." deheman Farel membuyarkan lamunan Aisyah, Aisyah menoleh mencari sumber suara yang mengagetkan nya. Tanpa bertanya Aisyah menghampiri Farel dan mengajaknya untuk ikut menikmati suasana malam nan romantis ini.


Duduk di sebuah bagiku yang sudah disediakan, Aisyah menyandarkan kepalanya pada baju Farel sambil tetap menghadap ke arah bintang-bintang yang menampakkan sinar terang seterang hati Aisyah saat ini.


"Kamu yang menyiapkan semua ini?" Farel cukup kagum dengan apa yang telah di siapkan oleh Aisyah untuknya, "Tapi dalam rangka acara apa, aku rasa tidak ada hari spesial bulan ini, anniversary kita juga masih bulan depan." Farel mengeluarkan pertanyaan yang membuatnya merasa heran sebab tak biasanya Aisyah melakukan hal Romantis, ya memang selama beberapa bulan terakhir hubungan mereka terlihat biasa saja tak terlalu memperlihatkan keromantisan mereka.


"Memang kenapa mas, Aku hanya ingin membangun boonding di antara kita, apa kamu mendukung apa yang aku lakukan. Mulai hari ini aku akan menebus semua waktu yang telah terlewat dengan sia-sia." Aisyah masih setia menyandarkan kepalanya pada bahu Farel. Rasa nyaman yang timbul membuatnya engan untuk mengubah posisinya saat ini.


Cup, kecupan dari Aisyah mendarat di pipi Farel, dengan suara sedikit manja Aisyah berbicara di dekat telinga Farel, "Aku ingin memiliki Farel junior di antara kita." kalimat itu sukses membuat Farel melebarkan mata, Farel membalik posisinya menghadap Aisyah, menatap netra Aisyah tanda tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "Sungguh, apa aku tidak salah dengar?" Ferel ingin mendengar ulang perkataan Aisyah tersebut.


"Iya Mas, aku ingin memiliki Farel junior diantara kita, apa kamu menyukainya?" Aisyah kini balik bertanya, Aisyah sendiri sebenarnya sudah mengetahui apa jawabannya tapi untuk meyakinkan hatinya Aisyah memilih bertanya kembali.


"Aku mau, aku mau menjadi seorang ayah, kita akan memiliki keluarga yang sempurna!" ucap Farel tersenyum bahagia. Mendengar niat baik Dari sang Istri saja sudah membuat Farel amat bahagia apalagi jika sudah benar-benar memilikinya.


Farel memeluk Aisyah memberikan dekapan hangat pada tubuh Aisyah, kemudian mendekatkan dua benda yang sudah sangat merindukan satu sama lain itu, tanpa memperdulikan apapun lagi Farel mencium bibir Aisyah melepaskan rasa rindu pada bibir milik Aisyah. Selama empat bulan terakhir Farel telah berpuasa untuk tidak menyentuh Aisyah, selain karena Aisyah masih trauma saat itu juga karena kesibukan baru m ngurus butik miliknya membuat waktu berdua dengan Farel berkurang, dan hari ini Aisyah berencana menebus semu itu.


Ciuman itu semakin menuntut, farel seolah lepas kendali, hingga ia ingin sekali segera menuntaskan hasrat yang sempat ia pendam. Farel mengabsen setiap inci pada bibir Aisyah, ciuman itu baru berhenti ketika melihat Aisyah yang sudah kehabisan nafas akibat ulah dari Farel.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu, sayang!"


"Aku tahu mas, tapi kita makan dulu, aku sudah menyiapkan makan malam spesial kita, tahanlah dulu hasrat itu sebentar, kamu tahu kan aku membutuhkan tenaga untuk kita bertempur nanti!" ucap Aisyah sedikit menggoda Farel.


"Ya, aku akan menghabiskan semua masakan mu, agar aku bisa memberikan pelajaran padamu yang sudah menggodaku!" Farel menarik tangan Aisyah menuju meja makan yang sudah tertata rapi dengan hiasan lilin aroma yang sudah tersusun rapi, tentunya juga dengan masakan yang mengoda lidah. Aisyah memang juara kalau untuk urusan memasak, sejenak Farel bisa menidurkan kembali junior yang sempat memberontak ingin di tuntaskan.


"Mas Farel harus makan yang banyak, aku memasaknya khusus untuk mas Farel seorang." Aisyah terus berbicara sambil mengambilkan makanan untuk Farel.


"Oka tuan putri, malam ini semua permintaanku akan aku kabulkan." Seru Farel ala penyihir tampan.


Aisyah hanya tersenyum mendengar penuturan dari suaminya, "Jika benar penyihir ada, aku bakalan minta buat hapus semua daftar musuh yang mungkin masih berusaha buat hancurin keluarga kecil kita ini mas."


"Hahaha... permintaan kamu boleh juga!"


Selesai makan tanpa ba-bi-bu Farel menggendong Aisyah yang malam ini kecantikannya seperti tiada duanya itu ke tempat peraduan.


"Kamu sungguh sudah tidak sabar ya mas?" goda Aisyah sambil memainkan jarinya pada dada bidang milik Farel.


"Bukankah kamu juga menginginkan ini, sekarang waktunya aku untuk mengakhiri puasaku!" senyum penuh hasrat Farel tunjukkan pada Aisyah yang masih berada dalam gendongannya.


***

__ADS_1


Alex berada di kamar miliknya, namun pikirannya terbang jauh berkelana memikirkan wanita yang saat ini entah sedang apa.


"Jika Tuhan mengizinkan aku ingin mengenalmu lebih dekat, sepertinya ada yang spesial dari kamu, Aisyah." Alex bergumam kecil di teras kamar miliknya.


"Malam ini begitu indah, Aisyah. Semoga kamu juga sedang menikmati malam ini seperti diriku saat ini, aku menanti pertemuan kita kembali, semoga saat itu terjadi aku bisa mengenalmu lebih dekat." Alex masih saja berharap, Alex yang tak pernah jatuh cinta merasa sangat bahagia. Seolah kehadiran Aisyah dalam hidupnya membawa warna tersendiri untuknya.


Saat Alex sedang menikmati keindahan malam yang sudah semakin larut, terdengar ketukan di luar pintu kamar miliknya.


Tok... tok... tok...


"Apa Papa bisa masuk, papa ingin berbicara sebentar denganmu!" tanya Papa nya Alex, tak lama pintu terbuka. Alex mempersilahkan Papanya masuk untuk berbicara, jika sudah empat mata, maka pembicaraan itu mengarah ke hal serius. Kini mereka berdua telah berada di teras kamar Alex.


"Papa mau bicara apa?"


"Papa tahu kamu baru saja kembali dari Amerika, tugas yang papa berikan kepadamu mungkin sedikit terkesan memaksa, tapi papa mohon pengertianmu Alex." Dirga menghentikan ucapannya sejenak.


Alex terlihat berpikir, ia mulai memahami arah arah pembicaraan Papanya.


"Alex tahu pa, Papa tenang saja apapun yang papa perintahkan akan Alex laksanakan. Sebagai putra kedua dari keluarga Dirgantara Alex sudah banyak mengerti tanggungjawab yang Alex harus pukul." pendapat Alex menguatkan asumsi Dirga bahwa apa yang ia minta dari putranya tidak salah


"lalu bagaimana dengan Kakak, Pa. Apa sudah ada petunjuk mengenai keberadaannya?"

__ADS_1


Anak buah kepercayaan Dirga telah mencari keberadaan putra sulung mereka yang telah menghilang selama tujuh belas tahun lamanya hinga kini mereka masih tetap mencari keberadaannya. Filing kuat orang tua mengatakan bahwa, putra keluarga Dirgantara akan kembali kepelukan mereka suatu saat nanti.


"Papa masih berusaha, dan papa meyakini kita akan berkumpul lagi seperti keluarga utuh pada umumnya." ucap Papa nya Alex tegas.


__ADS_2