Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Nasehat Orang Tua


__ADS_3

Menjalankan sholat subuh bersama, dengan Farel sebagai imam membuat Aisyah merasa bersyukur. Ia mencoba menerima semuanya dengan Ikhlas, mencoba menjadi istri buang patuh dengan suami karena surga istri ada di bawah telapak kaki suami.


Setelah menjalankan ibadah sholat subuh Farel memilih untuk berolahraga, sedangkan Aisyah lebih memilih untuk membuat sarapan Pagi sebelum mereka berangkat meninjau lokasi pembangunan panti tersebut.


"Dimana Farel, apa Ia belum selesai berolahraga, memang Ia berolahraga di mana sampai jam segini masih belum pulang." mencari ke halaman depan, Aisyah ingin mengajaknya sarapan semua yang di sukai Farel telah terhidang di atas meja dengan rapi.


Farel sendiri masih terlihat berbincang-bincang dengan tetangga yang juga sedang berolahraga. Meskipun hanya berolahraga di halaman depan tapi cukup untuk membuat dirinya basah kuyub oleh keringat, menampilkan kesan sexy dan macho pada Farel. Farel sendiri tak mau terlihat mengurung diri dirumah karena tak mau bergaul dengan sesama tetangga. Baginya sosialisasi itu sangat penting untuk membangun kebersamaan dalam lingkungan tetangga.


"Pak Jono ini orangnya ternyata ramah juga, umurnya memang sudah menginjak kepala empat tapi tetap bisa di ajak bicara mengenai banyak hal, wawasan beliau sangatlah luas.


"Umur boleh saja berkurang tapi wawasan jangan sampai berkurang kalau bisa terus bertambah, contohnya, nak Farel, masih muda harus memiliki pengalaman yang luas, cara berpikir yang luas pula, sebagai suami juga harus bisa membimbing Istrinya menjadi lebih baik." ucap Pak Jono.


"Bapak memang benar, Saya sendiri masih minim akan ilmu, Sebagai suami saya masih harus banyak belajar dari Bapak, Rumah tangga yang Bapak bina sepertinya Aman-aman saja." ucap Farel.


"Setiap rumah tangga memang memiliki ujiannya masing-masing Pak Farel, mungkin bisa dari kekayaan, dari anak, ataupun keluarga terdekat. Bapak harus bisa menyingkapinya dengan kepala dingin, memberikan waktu untuk istri menjelaskan apa sebab perbuatannya. Jika Bapak bisa melakukannya, rumah tangga Pak Farel dengan Bu Aisyah akan lulus dalam menjalani ujian." ucap Pak Jono. Farel tampak menyimak dengan serius setiap perkataan yang Pak Jono ucapkan.


"Terimakasih Pak Jono, nasehat Bapak akan selalu saya ingat." ucap Farel.


"Satu lagi Pak Farel, Bapak tahu godaan terbesar untuk kaum adam?" tanya Pak Jono, sebagai seorang lelaki memang harus saling mengingatkan tampa harus memandang drajat dan status.


Lagi-lagi Farel di buat penasaran akan ilmu yang akan di sampaikan oleh orang yang lebih tua.


"Apa itu Pak Jono, bisa bapak jelaskan pada saya." masih menyimak penjelasan Pak Jono.


"Godaan terberat bagi kaum adam ada tiga Pak Farel, pertama harta, kedua tahta, ketiga Wanita. Saat laki-laki memiliki banyak harta Ia akan bingung untuk mengunakannya, jangan sampai bapak menggunakan uang haram untuk menafkahi istri bapak. Yang kedua tahta, seorang lak-laki akan selalu mendambakan tahta, Ia selalu ingin menduduki tahta paling tinggi. Bahkan rela mengorbankan apapun untuk tahta itu, termasuk keluarga lo Pak Farel. Yang ketiga Wanita, ini adalah godaan paling berat bagi kaum Adam, seorang laki-laki tidak akan merasa puas dengan hanya satu wanita, dengan kekuasaan yang dimiliki Ia akan selalu mencari kesenagan yang baru. Kasus yang sering terjadi adalah para suami yang sering tergoda dengan wanita yang Ia temui diluaran sana. Meskipun Di rumah sudah ada Istri yang selalu menunggu kepulangannya, yang tentunya lebih baik dari segi manapun, pesan saya jangan sampai Pak Farel tergoda wanita di luar rumah lo Pak Farel. Mengenai ilmu yang saya bagi apakah Pak Farel sudah faham dengan yang saya maksud." Pak Jone snagat berharap ilmu yang ia miliki bisa bermanfaat untuk Farel yang pernikahannya masih seumur jagung.

__ADS_1


Farel mengangguk-anggukkan kepala." Saya mengerti Pak Jono. Sepertinya saya memang harus banyak belajar mengenai hidup dari Bapak." ucap Farel, ia merasa ilmu yang ia miliki masih kurang dalam mengarungi bahtera rumah tangga, ia juga belajar seiring waktu untuk bisa menjadikan rumah tangga yang awalnya penuh paksaan ini menjadi rumah tangga yang memiliki kenyamanan dan ketanangan di dalamnya.


Dari kejauhan Aisyah melihat Farel sedang berbincang dengan Pak Jono, Ia pun menghampiri mereka berdua.


"Kalian lagi ngomongin apa sepertinya serius sekali." rasa penasaran seketika menghampiri Aisyah.


"Tidak ada, Kami hanya sedang berbincang mengenai bagaimana caranya membina rumah tangga yang kuat.


"Pak Farel ini orangnya ternyata asik juga di ajak ngobrol, sayangnya Paj Farel orang sibuk, karena pak Farel memiliki tanggung jawab yang besar yang membuatnya selalu sibuk dengan pekerjaan, jika tidak, pasti sudah saya jadikan teman ngobrol." Pak Jono merasa dekat dan sangat cocok dengan Farel, mereka bisa menjadi teman meski memiliki perbedaan umur yang lumayan jauh.


"Saya juga senang bisa ngobrol banyak dengan Pak Jono, kapan-kapan apa saya bisa berkunjung ke rumah Pak Jono untuk menyambung obrolan kita ini." tanya Farel, ia berharap silahturahmi ini bisa berlanjut.


"Tentu boleh Pak Farel, saya akan menunggu kedatangan Pak Farel di rumah saya." dengan senang hati Pak Jono menyambut Farel di rumahnya.


Pandangan Pak Jono tertuju pada Aisyah taman dari anaknya Pak jono, mereka dulu teman waktu masih kecil, hingga pendidikan yang Siska tempuh di luar negri telah memisahkan dua sahabat itu.


"Saya dengar Siska anak Bapak sedang kuliah di London ya, bagaimana kabarnya sekarang Pak, saya sudah tidak bisa menghubunginya lagi, karena nomor yang Siska gunakan telah di ganti." ucap Aisyah sedih, ia juga merindukan sahabatnya itu.


"Alhamdulillah, kabar putri bapak baik, ini sudah semester akhir sebentar lagi Ia pulang ke Indonesia. Waktu itu memang Siska sedang mendapat musibah dompet serta handphonenya di curi. Sampai berhari-hari bapak sendiri juga tidak mendapat kabar mengenai dirinya di sana." Pak Jono menjelaskan alasan putrinya tak mengabari kawan dekatnya itu.


"Benarkah, apa Siska akan menetap di indonesia dan saya bisa minta nomor yang baru dari Siska, Aisyah


mengeluarkan handphone dari saku celana, Ini silahkan di catat."


Dengan senang hati Pak Jono mencatat nomor Aisyah yang nantinya akan di berikan pada putrinya Siska. "Anak saya pasti senang bisa berhubungan lagi dengan kawan lamanya." setelah selesai mencatat Pak Jono mengembalikan handphone milik Aisyah.

__ADS_1


"Terimakasih Pak, atas nasehat yang bapak berikan kepada saya, InsyaAllah saya bisa menjalankannya dengan baik." Farel sangat bersyukur memiliki tetangga yang pengertian dan baik kepadanya. Karena Farel harus segera bersiap untuk datang ke lokasi peninjauan ia harus menyudahi obrolan seru itu.


"Baik Pak, kami masuk dulu, masih ada pekerjaan di dalam."


"Saya juga mau pulang, kapan-kapan lagi ya pak Farel, saya permisi."


Aisyah dan Farel sudah berada di rumah,


"Farel, bagaimana kamu bisa sampai bertemu dengan Pak Jono?" tanya Aisyah.


"Tadi aku sedang lari di komplek depan, Aku lihat Pak Jono sedang menyebrang jalan, tiba-tiba ada sepeda motor yang melaju dengan cukup kencang, sepeda itu mengarah ke Pak Jono, dari arah belakang, Pak Jono sudah aku peringatkan, tapi Pak Jono tak mengerti akan isyaratku jadi ya aku harus bergerak sendiri menyelamatkan beliau. Setelah itu kami berbincang banyak, Itu membuat aku sangat senang berbicara dengan beliau. Ternyata dunia ini sempit ya, kita bertemu dengan orang-orang terdekat kita." Farel mengingat kejadian di jalan ketika bertemu pak Jono.


"Oh...Ya sudah, kamu makan dulu di dalam aku masak cumi saus tiram." Aisyah bersemangat karena makanan itu makanan kesukaan Farel.


Di meja makan,


Aisyah terlihat murung seperti ada beban yang menganggu pikirannya. Farel yang menyadari perubahan wajah Aisyah bisa menebak apa yang dipikirkan oleh istrinya itu.


"Jangan pikirkan hal itu Aisyah, jika kalian memang memiliki hubungan pertemanan, pastilah Siska akan mencarimu dan Ya, hubungan persahabatan memang lebih kuat dari hubungan apapun." ucap Farel berusaha menenangkannya.


"Sekarang, kita lebih baik makan masakan Kamu, dari harumnya saja sudah terlihat masakan itu enak, Bukankah kamu sudah capek-capek masak Aisyah, jika di anggurin kan sayang. Ayo duduk di sampingku, kita makan bersama." kali ini Farel makan dengan lahap, menghabiskan makanannya tanpa sisa. Setelah makan Farel meminta Aisyah untuk bersiap-siap ia akan mengajak Aisyah ke panti Asuhan muara Kasih.


Mata Aisyah berbinar, "Benar, kamu ingin mengunjungi panti itu. Jangan bilang kamu juga sudah pernah kesana dengan Papa." Aisyah tampak bahagia.


"Kamu benar, akunsudah pernah kesana, nanti kita beli mainan dulu untuk mereka. Mereka pasti senang bisa melihat kakak tersayangnya ini datang mengunjunginya." Farel mencubit hidung mancung Aisyah.

__ADS_1


Setelah sekian lama Aisyah belum sempat mengunjunginya. Akhirnya Aisyah punya waktu untuk berkunjung. Aisyah juga sudah sangat merindukan anak-anak panti, yang selau bisa membuatnya merasa tenang jika berada di dekat mereka.


__ADS_2