Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Kejutan


__ADS_3

"Sekarang kita makan bersama yuk, kebetulan aku juga sudah lapar...." Farel berucap sambil memegang perutnya yang sedang berbunyi minta di isi.


"Iya, anak -anak tadi juga maunya nunggu kalian dulu baru makan, katanya lebih enak makan bersama dengan kak Aisyah dan kak Farel. ya, begitulah anak-anak permintaannya ada-ada saja. Sekarang kita makan, ibu sudah siapkan makanannya, ada makanan kesukaan Nak Aisyah juga loh!" mereka berjalan beriringan menuju tempat makan, di taman hanya diberi alas karpet untuk memudahkan mereka makan.


"Wah...Ini makanan kesukaan saya bu, terimakasih, sudah menyiapkan ini untuk Aisyah, Aisyah senang sekali, hari ini Aisyah mendapat kejutan yang spesial." tak terasa bulir bening jatuh dari mata indah Aisyah. Ia menagis bahagia, bersyukur kepadaNya karena masih memiliki orang-orang yang sangat menyayanginya.


"Sudah, Nak Aisyah, lebih baik Nak Aisyah tersenyum. Berikanlah senyuman yang manis kepada anak-anak, jika mereka melihat Nak Aisyah menangis nanti mereka juga ikut menangis loh...." Bu Panti bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Aisyah. Meski tak bisa bertemu terlalu sering, tapi Papanya Aisyah, Pak Wijaya Kusuma banyak menceritakan mengenai putrinya setiap kali berkunjung.


"Aisyah hanya terharu bu, terimakasih semuanya, kalian selalu ada di samping Aisyah. Aisyah berharap kehidupan Aisyah lebih baik kedepannya. Sekarang kita makan," Aisyah menyeka air matanya dan mulai menikmati makanan kesukaannya.


Masakan aneka seafood terhidang dengan sederhana namun rasa dari makanan itu yang Aisyah selalu rindukan, masakan dari Bu panti memang menjadi makanan kesukaan Aisyah.


"Syukurlah jika Nak Aisyah menyukainya, Ibu turut senang." mereka makan bersama layaknya ibu dan anak.


Suasana sangat mengembirakan saat anak-anak bermain dengan riang, bagaikan tak ada beban yang mereka pikul, itu juga di rasakan oleh pasangan Farel, Aisyah. Mereka bisa merasakan kehangatan dalam keluarga. Bersama dengan anak-anak panti, bisa menghilangkan masalah mereka untuk sejenak.


"Terimakasih sayang, hari ini kamu kembali membuat hariku menjadi lebih indah, lebih berwarna, kebahagiaan kecil yang dipandang oleh orang lain, tapi sangat besar bagiku. Aku bahagia bersamamu, semoga kamu selalu bersamamu hingga kita menua." Aisyah memeluk Farel mengungkapkan kebahagiaan yang di rasakan.


"Ini adalah tugasku sebagai suamimu, memastikan orang yang sangat aku cintai mendapatkan banyak cinta dan kebahagiaan hingga kamu bisa melupakan kesedihan yang kamu rasakan. Bagaimana, apa kamu tak ingin memiliki anak-anak yang lucu seperti mereka, pasti rumah kita akan sangat ramai." Farel mencoba mengungkapkan keinginannya, ya, Farel sangat ingin memiliki anak-anak yang akan menjadi penawar saat ia merasa letih dalam bekerja, maka saat itu Farel bisa melihat anak-anaknya untuk menyemangatinya.


Mendengar apa yang di ucapkan Farel, senyum Aisyah memudar, ia belum siap untuk memiliki seorang anak, apalagi ia masih harus menyelesaikan kuliahnya. Belum sempat Aisyah mengungkapkan keinginannya Farel kembali menyela perkataan Aisyah.

__ADS_1


"Tak perlu dipikirkan, aku hanya mengungkapkan apa keinginanku, tapi aku juga tak mau egois dengan memaksakan keinginanku, kejarlah apa yang menjadi cita-citamu selama ini, aku akan selalu di belakangmu untuk mendukungmu, berjalan bersamamu dan membantumu dalam segala hal. Aku inikan suamimu yang tampan dan serba bisa..., jadi kembalilah tersenyum, aku tak mau melihat senyuman tadi yang selalu menghiasi wajah cantikmu menghilang." Farel menarik sudut bibir Aisyah untuk membuatnya tersenyum.


Hati Aisyah tersentuh dengan perkataan Suaminya, ia tak menyangka jika Suaminya sudah memahaminya secepat itu.


Aisyah memeluk suaminya, ia merasa beruntung memiliki Farel dalam hidupnya. Siapa yang menyangka jika perjodohan yang dilakukan oleh Ayahnya dengan orang yang dekat dengannya tapi tak pernah bertegur sapa dengannya, sekarang justru orang yang membawa berjuta bahagia untuknya.


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu, Mas. Jangan pernah berubah, tetaplah seperti ini mas, aku merasa nyaman disisimu dan dalam perlindunganmu."


Farel yang mendengar itu tersenyum, ia tak percaya dengan apa yang di ucapkan Aisyah. "Kamu panggil apa tadi...Mas, sekarang kamu panggil aku dengan sebutan mas." binar mata tak percaya menatap pada Aisyah.


"Iya, itu sebagai tanda aku sangat menghormatimu, dan mulai sekarang aku akan belajar menjadi istri yang baik untukmu. Bimbinglah aku untuk mewujudkan itu!" Aisyah mengucapkan itu dengan kemantapan hati.


"Kita akan membangun rumah tangga yang di dasari dengan kepercayaan, Aisyah. Aku harap hubungan kita memilikinya. Hingga tak ada seorangpun yang bisa menghancurkannya." Farel mengingatkan kembali dasar dari hubungan mereka.


Aisyah hanya mengangguk, ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Lebih baik kita sekarang menyusul anak-anak dan ikut membaur dengan mereka, sepertinya permainan mereka seru, sebelum akhirnya kita pulang." Farel menarik tangan Aisyah dan bergabung dengan anak-anak bermain di taman.


"Apa kalian menyukai bermain di taman ini?" Farel yang ikut bergabung, bertanya pada salah satu anak panti yang terlihat sangat menikmati berbagai permainan di taman.


"Sangat kak, kami sangat menyukainya....andai kami memiliki banyak permainan di panti kami pasti sangat bahagia." Dika berucap dengan senyuman.

__ADS_1


"Dika cita-citanya ingin jadi apa?" Farel bertanya keinginan Dika, ia mencoba menjelaskan sesuatu kepadanya.


"Aku ingin jadi Dokter, kak Farel, aku ingin bisa mengobati banyak orang dengan keahlianku!" dengan menatap mata Farel, Dika berucap dengan mantap.


"Jadi Dokter ya, kalau gitu Dika harus banyak belajar dong, jadi dokter harus rajin-rajin belajar, dan nggak boleh banyak bermain, kalau di panti banyak permainan seperti halnya disini, pasti Dika nggak akan belajar, Dika akan sibuk bermain dan bermain, kalau terus bermain kapan Dika jadi dokternya. Kalau Dika ingin memiliki permainan seperti yang ada di sini, dika bisa sesekali datang ke tempat ini." Farel memberikan penjelasan panjang lebar, berharap Dika tak tergiur untuk memiliki banyak permainan di panti.


Dika mengangguk-anggukkan kepala tanda dia mengerti dengan apa yang dikatakan Farel kepadanya.


Tak terasa matahari sudah berada di sebelah barat, menunjukkan sinar jingganya, yang menandakan jika waktu sudah menjelang sore.


"Nak, Aisyah, Pak Farel, saya ucapkan terimakasih atas waktu dan perhatian yang kalian luangkan untuk kami, anak-anak panti. Mereka terlihat sangat senang." Bu Panti bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang seperti mereka, yang memikirkan kondisi dari anak-anak panti asuhan, yang berbagi suka dan dukanya dengan kami. Itu hal yang besar bagi kami dalam membimbing anak-anak panti.


"Bu Panti tak perlu berlebihan seperti itu, saya hanya ingin membuat istri saya bahagia, jika anak-anak panti ikut bahagia, kebahagiaan kami jadi berlipat ganda." Farel tak ingin Bu Panti terlalu formal kepada mereka.


"Kalau begitu saya dan anak-anak pamit pulang dulu, Pak Farel dan Nak Aisyah, saya selalu mendoakan hubungan kalian tetap langeng." Bu panti meminta anak-anak untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Farel dan Aisyah.


...****************...


jangan lupa mampir ya ke karya teman ku.. 👇👇👇


__ADS_1


__ADS_2