
Pagi hari Farel sudah terbangun untuk mempersiapkan keberangkatannya ke Bandung, hanya sehari setelah urusannya selesai maka Farel akan langsung pulang ke rumah.
"Fandi, aku minta kamu jaga Aisyah dengan ketat sekarang, aku tak mau kejadian beberapa bukan lalu terjadi kembali. cukup sekali aku merasakan itu jangan kamu ulangi lagi kesalahanmu itu, apapun yang terjadi aku ingin Aisyah tetap sehat sewaktu aku pulang." Farel kembali mengingatkan Fandi jika kali ini dia harus lebih ketat menjaga majikannya.
"Baik bos, akan aku lakukan dengan mengorbankan nyawaku jika perlu!"
"Bagus, kamu adalah orang yang aku percaya, karena kamu adalah sahabat serta bawahan yang paling setia." Farel mengakui jika kehadiran Fandi cukup berperan dalam hidupnya.
Setelah meminta pengawal yang lain memperketat penjagaan, Farel masuk ke kamar untuk menemui Aisyah yang masih terlelap dalam seimut hangatnya, "Andai aku bisa mengajakmu ikut serta, aku lebih memilih mengajakmu bersamaku, tapi itu tidak bisa sekarang karena kamu sudah memiliki pekerjaan sendiri yang harus kamu selesaikan sebagai tingkat menuju ke suksesan, tapi aku harap kamu bisa menjaga diri selama aku pergi, sayang." Farel bermonolog sambil mengelus surai ribut milik Aisyah.
"Aku sangat mencintaimu, Aisyah, juga dirimu baby." tangan Farel berpindah pada perut Aisyah yang masih rata, sebab usianya baru menginjak lima minggu.
Melihat Aisyah masih tidur dengan nyenyak Farel engan menganggu, Farel beranjak keluar menuju dapur untuk membuat sarapan untuknya dan Aisyah. Kelebihan memiliki suami bisa memasak memang sangat menguntungkan bagi setiap istri, bagaimana tidak suami bisa mengantikan tugas istri sementara jika istri tidak bisa melakukannya.
Cukup lama berkutat di dapur Farel akhirnya selesai dengan hidangan nasi goreng seafood kesukaan Aisyah.
Ckleek
"Kamu sudah bangun...!"
"Mas Farel tidak membangunkanku, seharusnya aku bangun lebih awal untuk menyiapkan segala keperluanmu selama di Bandung, tapi lihatlah aku bangun kesiangan lagi, kenapa juga aku sampai bangun terlambat terus mas!" Aisyah merutuki kemalasan yang di miliki akhir-akhir ini.
"Sudahlah, tak apa lagipula aku hanya sebentar lalu pulang, saat ini kamu memang harus menjaga kesehatan ingat ada calon anak kita di sini." Farel lebih suka mengelus perut Aisyah saat ini sebagai interaksi antara ayah dan anak.
"Mas percaya sama aku kan, Aku baik-baik saja mas tak perlu khawatir. Mas berangkat jam berapa?"
"Iya Aku sangat-sangat percaya melebihi apapun, setelah ini mas berangkat, mas sengaja berangkat sedikit pagi agar mas bisa menyelesaikan urusan mas dengan cepat lalu pulang dan berkumpul kembali dengan mu dan anak kita."
Aisyah tersenyum, "Mas memang suami dan ayah yang terbaik, aku beruntung memiliki mas Farel dalam hidupku." Aisyah berhambur memeluk Farel. "Cepat kembali mas, aku sangat membutuhkanmu dalam masa kehamilan ku kali ini." Aisyah tersenyum penuh arti.
𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨.
"Iya, mas akan usahakan kamu juga harus jaga diri baik-baik, setelah acara kamu selesai segera pulang dan jangan terlalu sering keluar rumah jika itu tidak penting, mas bukan membatasi ruang gerak mu tapi hanya mengingatkan saja, sudah mas sepertinya harus segera berangkat."
"Mas pergi sama Fandi kah?"
"Tidak, tugas Fandi kali ini adalah benar-benar memastikan Keamananmu baik-baik saja, aku tak mau dia melakukan kesalahan seperti kejadian masa lalu." jelas Farel berharap Aisyah mengerti akan maksudnya.
"Lalu mas berangkat sama siapa?"
__ADS_1
"Mas berangkat sama bagas manager marketing kita, sudah jangan di pikirkan lagi dan satu lagi jangan matikan handphone milikmu agar aku bisa menghubungimu kapanpun."
"Iya mas, Aisyah paham, mas hati-hati di jalan."
"Iya mas akan hati-hati."
Aisyah mengantar Farel sampai mobil miliknya menghilang dari pelataran rumah miliknya.
Dreettt
Dreettt
"Aisyah, kamu di mana? apa bisa kamu segera datang ke gedung acara kita sekarang?" Alex meminta Aisyah pergi menemuinya di tempat acara berlangsung.
"Bisa kebetulan aku juga mau kesana, tunggu tiga puluh menit lagi aku sampai di sana." Aisyah segera bersiap untuk pergi ke tempat yang sudah di persiapkan sebaik mungkin untuk acara beberapa jam lagi.
Tak butuh waktu lama kini Aisyah sudah sampai di gedung yang di maksudkan.
Alex sudah menunggu kedatangan Aisyah dengan hati bahagia rasa tak sabar ingin segera mengungkapkan perasaan kini membuatnya sedikit gugup.
𝘈𝘱𝘢 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘬𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘢𝘬 𝘬𝘶 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘶𝘵𝘶𝘴𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢. Alex mencoba meyakinkan hatinya sendiri.
"Iya tak apa, lagipula bukankah kamu kemarin sedang sakit ya?"
"Em.. itu_"
"Alex mommy lo telfon nih, kayak butuh bantuan di jalan." ucap salah satu teman Alex yang ikut membantu jalannya acara lounching produk baru kali ini.
"Serius, di jalan apa mommy sekarang?" tangan Alex khawatir.
Setelah mendapat informasi detail, Alex meninggalkan Aisyah yang juga ikut khawatir saat mendengar pemilik acara sedang dalam musibah, Alex segera meluncur ke tempat mommy Maya berada, Alex sedikit terburu-buru takut terjadi sesuatu pada mommy nya.
"Mommy....!" pekik Alex.
"Alex, untung kamu cepat datang mommy dari tadi nungguin kamu mana jalanan sepi lagi, mommy kan takut, kalau ada begal gimana?" cerca mommy Maya panjang lebar.
"Tenang mommy, sekarang kita ke tempat acara ya acara kita juga bakalan mulai sebentar lagi."
Dengan kecepatan sedang mobil Alex dan mommy meluncur ke tempat acara, tak butuh waktu lama kini mereka berdua telah sampai di gedung yang kini juga sudah ramai akan tamu undangan.
__ADS_1
Mommy Maya dan Alex segera turun dan berjalan memasuki acara yang memang sudah akan di mulai.
"Untung mommy nggak telat Alex," ucap mommy Maya lirih.
"Mommy tenang saja sekarang mimmy relaks, dan kita mulai acaranya, Alex yakin acara ini bakalan berjalan lancar." Alex mencoba memberi dukungan pada Mommy nya.
Dua jam berlalu, acara yang di selenggarakan oleh mommy Maya serta Aisyah yang menutup dengan acara fashion show telah berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan.
"Aisyah, kamu mau langsung pulang?" Alex menghentikan langkah Aisyah yang hendak keluar dari gedung megah tersebut.
"Iya, lagipula acaranya juga sudah selesai, aku juga udah ngak ada kepentingan lagi di sini jadi lebih baik aku pulang, istirahat di rumah!"
"Apa kamu mau tunggu sebentar, aku mau ajak kamu makan siang sama mommy, sepertinya tadi kamu nggak sempet makan pada acara berlangsung karena sangking sibuknya." Alex mencoba menahan Kepergian Aisyah.
𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘭𝘦𝘹 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯, 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘵𝘢𝘸𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘈𝘭𝘦𝘹, 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘦𝘨𝘰𝘪𝘴 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘢𝘴𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯.
"Baiklah aku ikut kamu, tapi aku nggak bisa lama, aku mau istirahat di rumah, rasanya hari ini cukup menguras tenaga!"
"Ayo kita masuk lagi ke dalam." Alex mempersilahkan Aisyah berjalan lebih dulu dan Alex mengikuti di belakangnya.
Di dalam ruangan mommy Maya telah menunggu kedatangan Alex dan wanita yang Alex katakan pujaan hatinya.
"Makasih Alex, nggak datang-datang aku kan nggak sabar buat ketemu sama mantuku!" ucap Mommy Maya.
"Mommy..."
"Aisyah..." beo mommy Maya.
"Iya Aisyah, dia adalah wanita yang aku ceritakan pada mommy, bagaimana cantik kan pilihan putra mommy?"
Aisyah yang mendengar pujian dari Alex untuknya merasa binggung, namun untuk menjaga rasa hormat pada mommy nya Alex, Aisyah tetap diam dan ikut duduk di tengah-tengah mommy Maya dan Alex.
"Iya cantik, mommy harap kamu juga menyukai putra mommy ya, Aisyah!"
Seketika Aisyah berdiri dari tempat duduknya, "Maksud tante apa?" tanya Aisyah dengan dahi berkerut.
"Loh bukannya kamu sudah mengatakan semua padanya Alex?" kini mommy Maya beralih tanya pada Alex.
"A-Aku belum mengatakan apapun pada Aisyah mom." jawab Alex dengan jantung dah dig dug, takut mendapat penolakan dari Aisyah sebab mengetahui perasaannya dengan cara seperti ini.
__ADS_1
𝘈𝘱𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘵𝘦 𝘔𝘢𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘬𝘢𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘪𝘯𝘪?