Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Menyukai Sebelum Menikah


__ADS_3

"Fandi bisakah kamu mengantarku ke kampus?" Aisyah tak mau berlama-lama, ia ingin segera bertemu dengan kedua sahabatnya, saling bertukar cerita, saling memberi pendapat, dan saling mengingatkan jika salah satu diantara mereka ada yang melakukan kesalahan.


"Saya sudah siap, apa kita pergi sekarang!" Fandi bertanya dengan tegas melihat majikannya ini sedang melamun.


"Eh...iya, kita pergi sekarang." Aisyah berjalan mendahului Fandi dan langsung masuk kedalam mobil menunggu mobil tersebut melaju menuju kampusnya.


Sepanjang perjalanan, Fandi banyak bercerita tentang kedekatannya dengan Farel, Fandi menceritakan masa mereka tumbuh bersama bekerja pada satu atap.


"Bu Aisyah tau tidak, Pak Farel sebenarnya dulu sangat mengagumi ibu, ya, sebenarnya Pak Farel telah jatuh cinta dan ibu tahu, siapa cinta pertamanya?" Fandi tidak melanjutkan ucapannya, ia ingin Aisyah yang menebak sendiri, siapa wanita itu.


Mendengar cerita Fandi, Aisyah penasaran siapa wanita yang telah menempati hati Farel untuk yang pertama kali.


"Mana aku tahu, memang siapa wanita itu dan kenapa Farel tidak memperjuangkan perasaannya itu?" Aisyah langsung menanyakan semuanya, ia sangat penasaran dengan sosok wanita itu!.


"Beneran nih, Bu Aisyah mau tahu, saya bisa ceritakan semuanya pada ibu karena saya tau semuanya mengenai Pak Farel. Saya dan Pak Farel, kan sahabat." Fandi ingin membantu majikannya ini untuk bisa lebih mengenal suaminya. Agar hubungan yang mereka juga bisa semakin kuat.


"Ceritakan saja Fandi, kau sendiri yang membuat aku penasaran, akan kehidupan suamiku sebelum akhirnya menikah denganku, maka sekarang kau harus menceritakan semuanya. Harus detail." Perintah Aisyah, dari Fandi Aisyah bisa mendapatkan informasi mengenai suaminya, ya, memang dia bisa saja menanyakan semua itu pada Farel secara langsung. Tapi selagi Farel sendiri tidak menceritakan apapun padanya, ia tak mau menanyakan apapun, takut jika itu akan menyakitinya.


𝘔𝘢𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘗𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘨𝘶𝘮𝘪 𝘉𝘶 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩, 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢 , 𝘺𝘢, 𝘉𝘶 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘶𝘴𝘵𝘳𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘉𝘶 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘫𝘶𝘴𝘵𝘳𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘯𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘴𝘪𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘗𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭. 𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘗𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘵𝘢𝘶, 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢. Fandi berucap dalam hati.

__ADS_1


"Kenapa kau diam, katakan, Yang aku tahu tentang Farel, dia di bawa pulang oleh Papaku saat dia membantu Papa dari pencopet. Setelah itu Farel tinggal disini sampai sekarang. Dan sekarang dia menjadi suamiku." terang ,Aisyah, ia ingin mengetahui cerita selengkapnya.


Fandi yang mendengar ucapan Aisyah, tersadar dari lamunannya.


"Memang Bu Aisyah ingin mengetahui mengenai apa, dari Pak Farel. jika kehidupan masa lalu, atau masa kecilnya saya tidak mengetahui banyak, Pak Farel hanya bercerita sedikit." Fandi menjadi ragu untuk menceritakan mengenai masa lalu Farel.


"Katakan saja apa yang kamu tahu, selebihnya akan aku tanyakan sendiri pada Farel." Aisyah sedikit memaksa Fandi bercerita,


"Baiklah, sebelumnya saya minta bu Aisyah untuk tidak mengatakan pada siapapun mengenai hal ini. Saya mohon bu, apa ibu bisa melakukannya?" Fandi memastikan Apa yang dikatakan tidak akan terdengar oleh siapapun.


"Ya...ya...baiklah, saya tidak akan mengatakan pada siapapun. Sekarang ceritakan apa pun mengenai Farel." Aisyah menyimak apa yang akan dikatakan Fandi.


"Pak Farel dulu masuk dan ikut bekerja pada Pak Wijaya pada umur dua belas tahun bukan, dan saat itu pak Farel pasti mengatakan jika dia adalah yatim piatu, Tapi sebenarnya bukan, Pak Farel masih memiliki keluarga, hanya saja_" Fandi mengantungkan ucapannya.


"Pak Farel menceritakan bahwa orang tuanya masih hidup, tapi sampai saat ini ia tak tahu dimana keberadaannya. dan Pak Farel sangat ingin mencari keberadaannya. Mengenai kenapa ia mengatakan dia tidak memiliki orang tua, hanya Pak Farel saja yang mengetahui. Pak Farel tak pernah membahas mengenai itu lagi, pernah saya bertanya tapi tidak mendapat jawaban, pak Farel selalu mengalihkan pembahasan. Sepertinya menceritakan hal itu sangat menyakitinya."


Aisyah menganggukkan kepala tanda memahami apa yang di ceritakan Fandi kepadanya.


𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘶𝘮𝘪𝘵, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘩𝘢𝘴 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶. 𝘠𝘢, 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶, 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘭𝘢𝘭𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶.

__ADS_1


"Apa Bu Aisyah tidak mau mengetahui siapa cinta pertama pak Farel?" Fandi mengalihkan pembahasan masa lalu Farel.


"Oh iya, tadi kau mau memberitahuku siapa dia, katakan siapa!" Aisyah ingin mengetahui maslaah percintaan Farel.


"Dia... dia... adalah Bu Aisyah sendiri, Bu Aisyah pasti tidak percaya dengan apa yang saya katakan, tapi itu adalah fakta."


Aisyah tercengang mendengar perkataan Farel, bagaimana itu mungkin, suaminya sudah mencintainya sejak dulu, tapi dia tidak pernah mengatakan apapun, saat berpapasan pun dia bersikap seperti biasa saja.


"Jangan ngaco Fandi, masak iya suami saya menyukai saya dari dulu, saya nggak percaya." Aisyah mengatakan itu untuk mancing Fandi menceritakan segalanya.


"Kenapa nggak percaya, Pak Farel itu mencintai Bu Aisyah secara diam-diam, Kalau di suruh jagain Bu Aisyah itu Pak Farel seneng banget, kalau nggak percaya coba aja lihat galeri nya pak Farel pasti disana banyak foto-foto Bu Aisyah. Pak Farel ngambilnya dari kejauhan. Sekarang Pak Farel tak perlu melakukan itu lagi, karena sekarang Pak Farel sudah bisa menatap langsung, bahkan sudah memiliki Bu Aisyah seutuhnya." ucap Fandi panjang lebar.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan gerbang kampus Harapan Maju Jaya, Aisyah sebenarnya masih ingin mengetahui banyak mengenai Farel, tapi waktu pada jam tangan Aisyah sudah menunjukkan pukul sembilan kurang lima menit.


"Kita sudah sampai, Bu Aisyah apa mau saya jemput nanti?" tanya Fandi sebelum pergi.


"Tidak perlu, nanti Farel sendiri yang akan menjemput saya. Sekalian saya mau ke kantor nanti. Pengen belajar soal bisnis." Aisyah meminta Fandi pulang.


Dari kejauhan Vika dan Vita berlari kecil menghampiri sahabatnya yang baru saja datang. "Aisyah, gue kangen sama lo. Kemana aja nggak kasih kabar, semenjak Farel pulang, lo jarang sekali kasih kabar ke kita. Biasanya kan kita selalu bertukar kabar." Vika menampilkan muka cemberut.

__ADS_1


"Ya iyalah Vika, Aisyah kan lagi sayang-sayangnya sama pak Suami, apalagi habis di tinggal keluar kota, yang pasti bakalan kangen-kangenan sampai lupa waktu, ya nggak Aisyah." Vita ikut membela Aisyah, meski ia sendiri belum memiliki pasangan tapi cukup tahu hubungan suami istri.


"Ya... ya... aku nggak marah deh, eh... soal Ririn apa lo udah kasih tau sama Farel. terus gimana tanggapannya, si ulat keket itu apa udah tidak bekerja sama Farel apa udah di tendang dari perusahaan Kusuma Grup?" Vika bertanya dengan antusias.


__ADS_2