Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Ririn Mengakui Kegagalannya


__ADS_3

Sekitar satu jam Aisyah sibuk mengantarkan makanannya, selain mengantar makana Aisyah juga ingin sekali berinteraksi dengan sesama tetangga. Ini merupakan kesempatannya untuk bisa lebih akrab dengan tetangga sekitar. "Bu ida, ini ada rezeki sedikit, mohon di Terima ya, kebetulan tadi Saya masaknya berlebih, Suami saya juga nggak mungkin bisa menghabiskan makanan yang saya buat sekaligus, jadi saya bagi-bagikan Saja...!" Aisyah menyerahkan rantang makanan yang ia bawa dengan masih di temani bik sumi.


"Terimakasih Bu Aisyah, memang acara apa Bu Aisyah kok masak banyak?" tanya Bu Ida ingin tahu, karena memang orang nya sedikit kepo dengan urusan orang lain.


"Suami saya baru pulang dari Bandung, habis urus masalah di kantor Cabang Bandung. Jadi saya berinisiatif menyambutnya ketika pulang. Eh, ternyata masakan saya lebih banyak, jadi ya daripada mubazir lebih baik saya berikan kepada tetangga dong Bu Ida." Aisyah


Bu Ida terlihat mangut-mangut tanda mengerti.


𝘈𝘴𝘪𝘬 𝘥𝘰𝘯𝘨, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘳 𝘣𝘦𝘳𝘰𝘵𝘰𝘵 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘰𝘯𝘨, 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘉𝘶 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘳𝘶𝘱𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘬𝘰𝘵𝘢. 𝘔𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘴𝘰𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘱𝘦𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘫𝘶𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘯𝘪𝘩.


Bu Ida senyum-senyum sendiri, Aisyah dibuat binggung oleh tingkah Bu Ida.


"Bu Ida kenapa, kok senyum-senyum sendiri entar kesambet gimana, kan serem.


"Ya udah, saya balik dulu ya, kebetulan rumah Bu Ida ini yang terakhir. Mari Bu." Aisyah meninggalkan Rumah Bu Ida, pikirnya tertuju pada Farel.


"Nyonya, saya pamit pulang sekalian ya, tugas kerja saya kan sudah selesai. Jadi saya mau pulang, kasihan anak saya sendirian kalau malam." Bik Sumi izin pulang.


"Iya, bik. makasih ya, udah bantuin Aisyah, Bibik udah ambil jatah makanan yang dibagikan? kalau belum bibik ambil saja di rumah." ajak Aisyah, ia tak ingin melewatkan porsi untuk artnya yang sudah sangat membantunya.


"Sudah kok Nyonya, sudah saya bawa pulang tadi, kalau begitu saya permisi." Bik sumi berpisah dengan majikannya di gang dekat rumah Aisyah.

__ADS_1


Rumah bik Sumi memang tidak terlalu jauh, sehingga tidak perlu menggunakan kendaraan untuk menuju rumah majikannya itu cukup berjalan kaki selama dua puluh menit saja sudah sampai.


Aisyah mempercepat langkah kakinya, ia ingin segera melihat keadaan suaminya yang di tinggalkan dirumah sendiri.


Setelah sampai rumah Aisyah langsung masuk ke kamar, ia ingin membahas sesuatu yang penting mengenai sekretarisnya Farel, Ririn. Membongkar kejahatannya adalah yang terpenting sekarang.


"Farel, Aku ingin bicara sesuatu kepadamu_" ucap Aisyah berhenti, ketika melihat suaminya tertidur dengan sangat nyenyak.


Aisyah menghampirinya, membantu membetulkan posisi suaminya yang tidur sedikit miring.


setelah itu, Ia ikut dalam pembaringan yang menuju ke alam mimpi.


"Aku beruntung memiliki kamu, Farel. suami yang tampan, biak, semoga saja kamu juga setia ya. Semoga hubungan kita tidak ada yang menganggu lagi Ya, Aku sangat berharap bisa hidup tentram dan bahagia, memiliki keluarga kecil yang sempurna. Itu saja tidak lebih," ucap Aisyah lirih, sambil memandang wajah tampan yang tertidur, sesekali terdengar dengkuran halus dari suaminya itu. Aisyah memilih ikut tidur memeluk suaminya, ia sendiri juga merasa letih menyiapkan semuanya sendiri.


***


𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳, 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘶𝘵𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪, 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘴𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘨𝘪𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵𝘢𝘯. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘤𝘰𝘣𝘢, 𝘢𝘴𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘮𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘥𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪𝘬𝘶.


Tak lama yang di tungga datang, Andre menghampirinya, berharap ia mendapatkan kabar baik mengenai keretakan hubungan Aisyah dengan Farel. "Bagaimana, apa sudah ada jarak di antara mereka? apa kamu berhasil membuat Aisyah tidak mempercayai suami bodyguard ya itu, katakan, aku menunggu jawabanmu!" ucap Andre, ia tak sabar ingin mengetahui rencana awal membuat keretakan di antara mereka berjalan dengan lancar atau tidak.


"Sorry, semuanya sudah berakhir, Aku... aku memilih mundur dari tujuanku untuk mendapatkan hati Farel, jika kamu ingin mendapatkannya maka lakukan lah sendiri." ucap Ririn mengakui kegagalannya. Ia telah gagal menjadi sahabat jiga telah gagal mendapatkan cinta pertamanya. kegagalan itu membuatnya hancur.

__ADS_1


"Apa... kenapa kamu lakukan kebodohan itu, kenapa tidak tanya dulu sama, Aku. Seharusnya kita tetap pada rencana awal kita, katakan , kenapa semua ini bisa terjadi!" Andre sudah tidak bisa mengontrol emosinya, Jika Ririn sudah menyerah maka jalan untuk kembali merebut hati mantan kekasihnya itu pun tertutup.


"Aku nggak tahu, sebelumnya aku merasa kalau rencanaku akan berjalan dengan lancar. Tapi tidak, entah Farel tau darimana perasaanku kepadanya. mungkin dia sudah bisa membaca perhatian yang selama ini aku berikan kepadanya. atau mungkin karena Aisyah yang sudah memberitahu kebenaran tentang ku pada Farel. Aku sendiri binggung. Tadi pagi dia menanyakan soal perasaanku dan dia justru memintaku untuk mengubur dalam-dalam perasaan itu. hisk... hisk...." Ririn menumpahkan tangisnya.


"Bodoh... bodoh... kenapa kamu harus mengakui perasaan mu kepadanya sekarang. Lalu apa tadi katamu, Aisyah yang memberitahu kebenaran tentang mu kepada Farel. Itu artinya Aisyah juga sudah tahu kalau Kamu merencanakan semua ini dengan ku?" tanya Andre, jika itu benar, maka ia sudah kehilangan Aisyah selamanya.


"Aku tidak memberitahukan bahwa kita bekerja sama, Aisyah hanya tahu jika Aku yang ingin menghancurkan hubungan mereka. Mengenaimu dia tidak mengetahui apapun." ucap Ririn yang masih menangis.


Andre terlihat sedikit lega, meskipun ia belum mendapatkan kesempatan untuk bisa mendekati mantan kekasihnya itu setidaknya ia masih dalam posisi aman. Aisyah tidak akan curiga jika Andre menemuinya, ia bisa mengunakan dalil teman untuk bisa lebih dekat dengannya.


"Lo udah langgar perjanjian kita, untuk kali ini masih gue maafin. Tapi jangan berpikir lo akan kasih tau tentang gue ke Aisyah ataupun Farel. Kalau lo berani macam-macam lo lihat sendiri akibatnya." ucap Andre memberikan ancaman kepada Ririn.


"Aku nggak akan lakuin itu, mulai sekarang kita nggak usah ketemu, aku takut suatu saat Farel bakalan tahu kalau aku pernah berhubungan denganmu. Apalagi kalau sampai Farel tahu kita bekerja sama, dia akan semakin membenciku." ucap Ririn, ia tak inggin merusak nama baiknya terlalu jauh.


"Ya sudah, gue balik dulu, terserah lo mau disini atau pulang. Antara lo dan gue sekarang tidak perjanjian apapun." Andre meninggalkan Ririn yang masih sedikit terisak di taman.


Setelah merasa lebih baik, Ririn memilih untuk pulang, karena mulai besok ia sudah harus masuk kantor seperti biasa.


***


Farel sudah bangun, waktu masih menunjukkan pukul empat, sebentar lagi subuh berkumandang. Farel menatap, menelisik setiap inci dari wajah istrinya yang masih tertidur di sampingnya.

__ADS_1


𝘚𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘤𝘪𝘱𝘵𝘢𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯, 𝘫𝘢𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘯𝘪𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯𝘬𝘶.


Puas memandang wajah istrinya, ia memilih membangunkannya untuk menjalankan ibadah bersama.


__ADS_2