
Tak lama yang di tunggu datang juga, mobil itu berhenti tepat di depan gerbang kampus, Farel keluar dari mobil, kemudian berjalan menghampiri Aisyah dan juga kedua sahabatnya, yang sedang menunggu di dalam halaman kampus. Sengaja mereka menunggu di dalam, karena jika mereka menunggu di luar gerbang, mereka akan kepanasan.
"Hai, ternyata kalian juga masih di sini." Farel berbasa-basi dengan kedua sahabatnya Aisyah. terlihat sedikit kecanggungan di antara mereka. Farel sendiri belum mengenal dekat sahabat istrinya itu.
"Ini suamimu ganteng banget, Aisyah. Papa lo emang nggak salah pilih suami, bener-bener perfect." Vika tak hentinya menatap Suami sahabatnya.
"Itu punya gue, jangan di pandang begitu, Aisyah menyenggol lengan Vika untuk menyadarkannya.
"Tapi benar kata Vika, Suami lo tampan juga, Ya maklum lah, kita terpesona. Ngomong-ngomong ini kedua kalinya kita ketemu suami lo, Aisyah." Vita ikut bersuara.
Farel yang mendengar kedua sahabat istrinya itu membicarakan dirinya, hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Kalian sudah lama menunggu disini, Sorry aku sedikit terlambat tadi dijalan aku mampir untuk membeli ini." Farel menyerahkan sekuntum bunga mawar putih kesukaan Aisyah, ia menyukai mawar putih karena itu melambangkan kesucian. Aisyah pun berharap jika Cinta yang dia dapatkan juga seperti mawar yang ia pegang saat ini, tulus dan suci.
Kedua sahabat Aisyah yang menyaksikan adegan romantis itu ikut terharu.
"Gue jadi pengen punya Suami, pasti tiap hari bakalan ada yang manjain, perhatiin, sama tiap hari bakalan romantis terus kayak kalian." Vika mengungkapkan keinginannya setelah melihat keromantisan Aisyah.
Aisyah menerima hadiah pemberian Farel dengan senyum mengembang di sudut bibirnya. Ia sangat senang diperlakukan bak ratu oleh Farel, suaminya. Bahkan, saat masih berpacaran dengan Andre, Aisyah tak pernah mendapat perlakuan seistimewa ini, justru Aisyah yang sering memberikan banyak kejutan untuk Andre, bukan Andre yang memberi kejutan untuk Aisyah.
"Bagaimana, kita bisa jalan. Tapi kedua sahabatmu ini bagaimana, apa mereka membawa mobil, atau mau saya antarkan pulang terlebih dahulu, kebetulan saya tidak ada kesibukan setelah ini." Farel memberikan tawaran kepada Kedua sahabat istrinya itu.
"Tak perlu, kamu cukup buat sahabat kita yang satu ini tersenyum bahagia, itu sudah cukup, lagian kita bawa mobil kok. Kitza juga nggak mau gangguin pengantin baru." Vika berbicara dengan nada serius.
"Sahabat kamu ini ternyata serem tapi perhatian juga ya sama kamu, salut saya sama persahabatan macam itu." Farel menanggapi apa yang dikatakan oleh vika.
"Apa kita bisa pergi," Aisyah mengangguk tanda menyetujui, Farel membukakan pintu untuk Aisyah tak lupa tangan Farel ia taruh di atas kepala Aisyah, untuk melindungi kepala Aisyah dari benturan. kemudian berlari kecil untuk menuju kursi kemudi dan menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Aisyah tersenyum, mendapat perlakuan seperti itu membuat benih-benih cinta di hatinya untuk Farel mulai tumbuh.
𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘵𝘢𝘮𝘣𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘮𝘣𝘢𝘩 𝘴𝘰𝘴𝘸𝘦𝘦𝘵 𝘺𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘶𝘱𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯𝘬𝘶, 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘩𝘢𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘬𝘶. 𝘈𝘬𝘶 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭. Aisyah masih tersenyum, menunjukkan bahwa ia sangat bahagia.
Aisyah melambaikan tangan pada kedua sahabatnya, tanda mereka berpisah.
Kedua sahabatnya juga melambaikan tangan untuk Aisyah.
"Mereka serasi banget, ya. Nggak nyangka gue sahabat kita udah nikah aja, mana suaminya baik lagi. Sekilas kehidupan Aisyah terlihat sangat sempurna, gimana menurut lo?" tanya Vika, mereka berbicara sambil menjalankan mobil menuju pulang.
"Ya, kalau gue pikir, Itu memang pantas Aisyah dapatkan, secara, Aisyah baik maka jodohnya juga pasti baik dong. Kalau orang jahat mungkin jodohnya juga jahat, taulah... itu takdir tersembunyi." Vita menjawab semua yang ia tanyakan, dengan jawaban yang ia tahu.
***
Dalam perjalanan, Farel tak henti-hentinya menatap Aisyah, sedangkan yang di tatap masih tersenyum sambil sesekali menghirup aroma mawar putih yang di khususkan untuknya.
Aisyah hanya tersenyum, "Ishh... jangan gitu, lebih baik kamu fokus bawa mobilnya." wajah Aisyah sudah berubah merona.
"Kita mau kemana?" tanya Aisyah, yang penasaran dengan kejutan Farel, tapi sayang Farel tak memberikan jawaban apapun.
Tak mendapat jawaban dari Farel, selain hanya senyuman yang entah apa artinya. Aisyah lebih memilih diam, sambil menikmati keindahan mawar putih kesukaannya.
Tak lama, Farel menghentikan mobilnya, di sebuah taman kanak-kanak, taman itu di desain khusus untuk anak-anak bermain, Dari pagi hingga malam masih saja ramai dengan kehadiran anak-anak, tak ada batasan untuk menikmati keindahan taman tersebut.
"Kita sampai," Farel turun dan berlari kecil mendekati Aisyah, membuka pintu mobil dan menaruh tangan di atas kepala untuk melindungi kepala Aisyah dari benturan. Semua itu bentuk kasih sayang Farel pada Aisyah.
Aisyah yang baru turun dari mobil di buat binggung, pasalnya ia baru mengetahui ada taman yang khusus anak-anak. Letaknya lumayan jauh dari perkotaan, taman tersebut terletak di jakarta, hanya saja taman itu belum terlalu terkenal.
__ADS_1
"Farel ini indah sekali, apa ini taman khusus anak-anak? Tapi jika khusus anak-anak bagaimana kita bisa masuk?" beberapa pertanyaan diajukan oleh Aisyah. Saat melihat taman tersebut ingin rasanya Aisyah masuk kedalam dan bergabung dengan anak-anak yang sedang bermain. ya, Aisyah memang sangat menyukai anak-anak seperti halnya anak-anak di panti Asuhan. Ia kemudian teringat dengan Anak-anak panti.
𝘚𝘦𝘢𝘯𝘥𝘢𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯, 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢, 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢.
"Sudah jangan melamun, ayo kita masuk. Aku sudah mendapatkan izin untuk masuk." suara Farel membuyarkan lamunannya.
"Eh... iya," Aisyah menampilkan senyum di wajahnya, menandakan ia sangat bahagia.
Saat baru saja masuk ia sudah di kejutkan dengan seorang badut yang di sewa Farel untuk menyenangkan istrinya. "Kamu siapkan semua ini, hanya untukku?" Aisyah tak henti-hentinya tersenyum.
"Masih ada satu lagi kejutan untukmu, ayo ikut aku!" Farel menarik Aisyah pada sisi belakang taman, disana sudah ada kejutan untuk Aisyah. Tak lupa Farel menutup mata Aisyah agar ia lebih penasaran dengan apa yang akan menjadi kejutan untuknya. Farel membawa Aisyah ke area belakang taman, tempat kejutan itu ia siapkan untuk istri tercintanya.
"Dalam hitungan ketiga, aku buka penutup matamu ya... satu... dua... tiga...." penutup mata terlepas.
Aisyah sangat terkejut melihat siapa yang dia temui di taman. Saat itu juga anak-anak panti asuhan Muara Kasih berhamburan memeluknya, mereka sangat merindukan Aisyah, karena memang sudah lama Aisyah belum mengunjungi mereka di panti.
"Kak Aisyah apa kabar, kaki merindukan kak Aisyah." Celoteh dika yang masih berumur lima tahun.
"Kakak baik, maaf ya, kakak belum bisa main ke panti, kakak harus selesaikan dulu deskripsi kakak, sekali lagi maaf ya...." Aisyah berucap sambil mensejajarkan dirinya dengan anak itu.
"Kamu tak perlu minta maaf, Aisyah, itu hanya permintaan anak-anak, lebih baik kamu fokus pada kuliahmu agar kamu bisa jadi orang yang lebih baik kedepannya." pesan Bu panti yang ikut hadir menanti anak-anak bermain.
"Ini semua juga karena idenya pak Farel, anak-anak bisa menikmati berbagai permainan dan mencari hiburan di luar panti, jika bukan permintaan dari pak Farel, mana mungkin saya bisa membawa anak-anak bermain di luar. Saya ucapkan terimakasih, ya nak Farel!" Bu Panti sangat menyayangi Aisyah, ia sudah di anggap sebagai putrinya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa mampir ke karya temanku ya... 👇👇👇👇
__ADS_1