Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Mengunjungi Panti Asuhan 2


__ADS_3

"Kak Aisyah juga yakin kalau kamu kelak akan meraih mimpimu, memang untuk meraihnya kamu harus memiliki kesabaran dan kekuatan untuk menghadapi lika-iku hidup ini Dinda, perjalananmu masih jauh, jangan menyerah. Berusahalah yakinkan dirimu kamu pasti bisa." hanya itu yang Aisyah bisa lakukan terus membakar semangatnya agar tetap membara.


"Nak Aisyah, bisa bantu Ibu sebentar." Bu panti menghampiri Aisyah dan Farel yang sedang asik berbincang dengan Dinda.


Keduanya meneoleh pada sumber suara.


"Tentu, Ibu tinggal bilang saja Aisyah harus apa."


"Ibu hanya ingin ditemani masak, kata anak-anak mereka ingin makan masakan kamu, sudah lama mereka tidak memakannya. Ya mumpung kamu di sini kapan lagi kamu bisa main kesini." Bu Panti menyampaikan keinginan anak-anak panti, sekaligus ada yang ingin bu panti tanyakan.


"Baiklah Bu, Aisyah akan memasak kesukaan mereka." Aisyah beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Farel dengan Dinda.


Mereka berjalan menuju dapur untuk memulai aktivitas memasaknya. Sedangkan Farel lebih memilih membaur dengan anak-anak sambil menunggu Bu Panti dan Aisyah selesai memasak.


"Ayo Kak Farel ikut kita bermain, sambil menunggu makan siang." anak-anak panti terlihat sangat bahagia, selain kakak Aisyah sekarang mereka miliki kakak satu lagi, yaitu kak Farel.


"Baiklah Kak Farel ikut bermain, kalian mau main apa?" tanya Farel sangat antusias.


"Horeee...kita bermain petak umpet saja kak, kayaknya seru. Tapi kakak yang jaga ya." pinta Anak-anak.


Permainan pun dimulai, semuanya bersembunyi tidak jauh dari area permainan. Dalam hitungan ke sepuluh Farel membuka mata dan mulai mencari.


"Kalian dimana, akan kutemukan kalian semua ya, kakak pasti menang." Farel mulai mencari anak-anak.


Mereka bersembunyi ada yang naik pohon mangga, ada yang sembunyi di semak-semak, ada pula yang bersembunyi tepat di belakang pohon yang digunakan Farel saat menutup mata.


Satu persatu persembunyian anak-anak dapat Farel temukan, karena tempat bermain yang tidak begitu luas membuat anak-anak mudah tertangkap. Dalam waktu sepuluh menit Farel telah berhasil menemukan mereka semua.


"Kakak sudah bilang, kakak akan menangkap kalian, sekarang Kakak menang. Kalian tidak mau memberikan hadiah untuk Kakak." tanya Farel.


"Kami tidak punya uang untuk memberi hadiah kakak." mendengar permintaan Farel Anak-anak merasa sedih.

__ADS_1


Ya namanya juga anak-anak mereka pikir jika ucapan Farel adalah serius. taunya hanya bercanda.


"Dengarkan kakak, hadiah tidak harus selalu uang, contohnya Dinda yang memberikan kak Aisyah sebuah bunga yang di petik dari taman. Kakak hanya bergurau dengan Kalian, sudahlah kalian jangan sedih tersenyumlah kalian lebih cantik dan tampan jika kalian tersenyum. Kemarilah peluk Kakak, itu adalah hadiah yang kaka minta." Farel merasa bersyukur ternyata masih banyak anak-anak yang membutuhkan bantuan. Terutama anak-anak yang tinggal di panti asuhan.


Semua anak-anak meluk Farel bersamaan. Kasih sayang yang mereka tunjukkan memang sangatlah besar. Itu membuat Farel menitihkan air mata. Ia bersyukur untuk apapun yang ditakdirkan untuknya.


***


Di dapur, Aisyah dan Bu Panti sedang memasak ikan goreng sambal kemangi kesukaan anak-anak, memang masakan sederhana tapi jika dimasak dengan kasih sayang yang tulus maka rasanya akan lebih nikmat.


"Kamu beruntung, Nak Aisyah, kamu memiliki suami seperti Farel, sepertinya Ia sangat mencintaimu." Bu Panti mulai membuka suara ia berharap apa yang akan ia tanyakan tak menyinggung perasaan Aisyah.


"Aku dan Farel dijodohkan oleh Papa Bu, waktu itu Papa kecelakaan dan mintaku menikah dengan Bodyguard Papa yaitu Farel. Awalnya aku nggak mau Bu, karena aku sudah punya pasangan hidup yang aku inginkan. Tapi itu permintaan terakhir Papa dan aku harus penuhi itu." Aisyah terlihat sedih ketika mengenai wasiat terakhir Papanya.


"Benarkah, sungguh besar pengorbanan yang kamu lakukan, lalu bagaimana dengan hatimu, Nak." tanya Bu Panti. Bu panti tak mau apa yang di lakukan Aisyah justru membuat salah satu di antara mereka tersakiti.


"Setelah menikah aku marah pada keadaan, aku pun melampiaskannya kepada Farel, aku tidak mau menerimanya sebagai suami. Tapi aku menyadari kesalahanku dan mencoba menerima apa yang sudah ditakdirkan untukku." Aisyah bercerita sambil memasak untuk makan siang.


Aisyah mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.


𝘉𝘪𝘢𝘳𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘪𝘳 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮𝘯𝘺𝘢. Aisyah bermonolog dalam hati.


"Aku akan mencobanya Bu, doakan saja semoga aku bisa menjadi Istri yang baik untuk Farel dan semoga Farel adalah pilihan yang tepat untukku mencari surganya Allah." Aisyah memohon doa dari bu panti.


"Aminn ...." Bu panti bersyukur jika hubungan mereka baik-baik saja. Mengenai cinta, cinta sendiri akan tumbuh seiring waktu.


Masakan Aisyah dan Bu Panti sudah matang saatnya memanggil anak-anak untuk makan siang bersama.


"Nak Aisyah panggil anak-anak sekalian Nak Farel ya, Ibu akan menyiapkan meja makannya."


"Baik Bu." Aisyah berlalu pergi memanggil anak-anak dan Farel.

__ADS_1


Anak-anak masih senang bermain dengan kaka Farel, seakan mereka mendapat teman baru untuk bermain.


"Ayo anak-anak kita makan siang, siapa yang mau makan masakan kak Aisyah,? hari ini kakak masak makanan kesukaan kalian lo ...." Aisyah menggoda Anak-anak panti, semuanya berhambur ke arah Aisyah unyuk menikmati makanan yang di buat Aisyah.


Mereka berjalan menuju tempat makan dengan berbaris sangat rapi, kedisiplinan yang ditetapkan sangatlah membantu mereka tak ada satupun murid yang melanggar aturan dari Panti tersebut. Semua makanan dibagikan dengan adil, mereka memakan dengan sangat lahap seakan makanan yang dibuat oleh Aisyah adalah makanan yang paling enak.


"Kak Aisyah makanannya enak sekali, kapan-kapan saat kakak datang lagi masakin kita lagi, ya Kak." Pinta Zidan anak Panti.


"Pasti, sekarang kalian habiskan makanannya." ucap Aisyah.


Waktu menunjukkan pukul satu siang, Farel dan Aisyah harus segera melakukan peninjauan untuk pembangunan Panti Asuhan yang akan didirikan.


"Bu Panti, kami permisi dulu, masih ada yang harus dikerjakan lain waktu jika senang kami datang kemari lagi. Terimakasih untuk makan siangnya Bu Panti." Farel dan Aisyah berpamitan, waktu yang mereka habiskan di panti cukup untuk mengobati rindunya pada anak-anak panti.


Tujuan mereka sekarang adalah tempat pembangunan Panti Asuhan yang akan segera di lakukan.


Di dalam mobil. "Apa kamu senang hari ini?"


"Sangat ... sangat ... sangat senang, Terimakasih untuk segalanya." tak hanya senang, ia juga memberikan senyuman terbaiknya untuk Farel. Tak butuh waktu lama,


Mereka telah tiba di tempat tersebut. Tak butuh waktu lama untuk sampai pada lokasi pembangunan, Tempatnya cukup luas dan Asri karena berada di pertengahan kampung.


"Bagaimana kamu suka lokasinya,? dan untuk pembangunannya aku mengambil pekerja dari kampung ini sendiri, supaya kelak jika sudah berdiri Panti Asuhan ini, mereka juga bisa menerima dan mendukung adanya Panti tersebut.


"Itu sangat bagus, dengan begitu Panti ini akan mendapat respon baik dari masyarakat sekitar."


"Kamu mau ikut Aku menemui masyarakat dan juga memilih siapa yang nanti akan ikut membangun Panti ini atau kamu memilih tunggu di mobil." tanya Farel.


"Aku akan ikut denganmu, karena aku juga ingin terlibat dalam pembangunan Panti ini." ucap Aisyah.


Mereka berjalan menuju rumah pak Rt dan meminta pak Rt untuk mengumpulkan semua warga kampung anggrek tersebut.

__ADS_1


"Apa bisa saya meminta bantuannya untuk mendirikan bangunan Panti Asuhan di kampung ini, Apa kalian mau bekerja membangun Panti tersebut,?bagi yang tidak memiliki pekerjaan ini bisa menjadi ladang pekerjaan untuk kalian. Saya harap kalian mau bekerja sama dengan kami." Farel memberi penjelasan kepada warga. Besar harapannya pada warga setempat.?


__ADS_2