Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Cemburu


__ADS_3

Andre melepas pelukannya pada Aisyah, ia sangat terkejut melihat kehadiran Farel di depan matanya.


Farel sendiri memandang Andre dengan tatapan mematikan dapat dilihat jika Farel tak akan mengampuni Andre dengan begitu mudah.


"Farel...." ucapnya lirih.


Aisyah yang melihatnya juga ikut merasa ketakutan, ia takut Farel akan berbuat hal nekat akibat dikuasai amarahnya.


"Farel, ini tidak seperti yang kamu pikirkan, tenanglah..." Aisyah memohon agar suaminya bisa lebih tenang, namun sayang Farel tak mengindahkan ucapan Aisyah, ia justru langsung mendaratkan pukulan di wajahnya yang menyebabkan darah mengalir di sudut bibirnya yang pecah.


Andre yang mendapat pukulan tersebut, tersenyum mengejek, ia tak mau terlihat takut di depan Farel, sengaja Andre memperlihatkan bahwa Aisyah masih bisa ia miliki meskipun sudah bersuami.


melihatnya masih bisa tersenyum, Farel mendaratkan pukulan kedua pada wajahnya yang membuat memer biru di bagian pipi, tak lupa pukulan tepat di perut dan punggung yang membuat Andre langsung tersungkur ke tanah.


Andre tak bisa melawan Farel, serangan yang Farel lakukan sangat cepet dan tak terkira hingga tak ada ruang untuk Andre membalas setiap serangan yang ia dapatkan.


"Sudah Farel... sudah... dia bisa mati jika terus kamu hajar, " Aisyah melerai Farel yang masih ingin melampiaskan amarahnya pada Mantan kekasih istrinya, dengan sekuat tenaga Aisyah menahan dada bidang Farel untuk melerainya.


Tanpa bertanya Aisyah menarik tangan Farel meninggalkan Andre yang terkapar di tanah, mebawanya menjauh dari Andre. Bukan apa, Aisyah tak mau jika Farel harus berurusan dengan polisi mengingat Andre adalah anak dari pengusaha Darwin yang cukup terkenal.


Mendapat Farel dan Aisyah sudah pergi meninggalkannya, Andre merasa sangat marah.


"Tunggulah pembalasanku, Farel, kamu berurusan dengan orang yang salah, Akan ku pastikan kamu dan Aisyah berpisah. jika tidak maka jangan Sebut Aku Andre!!" dalam keadaan babak belur, dan sakit di sekujur tubuhnya Andre berjalan pulang.


Di dalam mobil, Farel masih terlihat marah, ia yang awalnya ingin memberikan kejutan pada Aisyah justru mendapatkan pemandangan yang memicu amarahnya naik. Selama ini Farel tak pernah memperlihatkan sebesar apa amarahnya jika masalah yang dihadapi masih bisa di atasi dengan kepala dingin. Namun jika sudah menyangkut keluarga tak ada toleransi, apalagi hanya Aisyah yang sekarang Farel miliki.

__ADS_1


Melihat suaminya masih diliputi amarah, Aisyah memilih diam, pandangan matanya tertuju pada gedung-gedung yang menjulang tinggi menandakan tingkat kesuksesan dari gedung tersebut. Aisyah masih memilah kata yang tepat untuk di sampaikan kepada suaminya jika mereka sudah sampai di rumah, bagaimanapun Aisyah tak mau terjadi kesalahpahaman yang nantinya akan dimanfaatkan oleh pihak ketiga.


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah, tanpa berkata apapun Farel masuk dan tanpa membukakan pintu untuk Aisyah sebagaimana mestinya yang selalu Farel lakukan.


𝘍𝘪𝘬𝘴𝘴... 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩. 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘯𝘺𝘢, 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘮𝘣𝘢𝘵. Aisyah turun dari mobil dan masuk mengejar Farel yang berjalan lebih dulu.


langkah kaki Farel menuju kamar mandi yang terletak di kamar untuk membuat dirinya sedikit lebih segar, sekaligus untuk mendinginkan amarahnya. Awalnya, Farel memang tidak berniat pulang, setelah Farel menjemput Aisyah, Farel ingin membawanya ke taman untuk sekalian makan siang, tempat dan dekorasi taman pun sudah Farel siapkan, tentunya menyuruh Fandi yang mengerjakannya.


Rapi setelah sampai di kampus ia mendapatkan kejutan terlebih dahulu yang membuatnya naik darah.


Jika di katakan cemburu, ya Farel memang cemburu, siapa juga yang tak akan cemburu jika pasangannya atau lebih tepatnya istrinya di peluk oleh laki-laki lain di tempat terbuka, terlebih itu mantan kekasih istrinya sendiri.


𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶, 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘶𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯, 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢. Farel bermonolog, menyadarkan dirinya akan setatusnya sebelum menjadi seperti sekarang.


Aisyah yang menyadari Farel telah pergi karena mendengar deru mobil keluar dari halaman rumah, mengintip dari jendela dan ternyata benar Farel telah kembali ke kantor.


𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶, 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘤𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪.


Aisyah merasa sedih jika sikap Farel seperti ini, tapi ia juga senang ternyata Farel bisa cemburu juga, itu artinya Farel memang sangat mencintainya.


"Lebih baik aku berikan waktu kepada Farel, nanti malam saja aku jelaskan kepadanya jika sudah pulang dari kantor mungkin amarahnya sudah hilang.


***


Farel yang sampai di kantor memilih menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang sedikit menumpuk karena Ririn yang dia pecat. Tapi bukan Farel namanya jika tak bisa mengatasi masalah kantor, kepandaian yang dimiliki Farel bisa dengan mudah menghandle semua pekerjaan itu. Setelah semuanya selesai, Farel sedikit engan untuk pulang kerumah, rasa kecewa pada Aisyah masih ada.

__ADS_1


Memang jika seseorang yang sedang marah dan ada yang mencoba menjelaskan permasalahannya, meskipun sudah mengatakan yang sejujurnya pun tak akan ada gunanya, penjelasan yang kita berikan tak akan di dengar, inginbahkan mungkin hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri benar-benar tak berguna.


Pada akhirnya Farel memilih pulang.


Sudah tiga hari, Farel selalu menghindari Aisyah, pasti ada saja yang dilakukan Farel untuk menghindarinya, meskipun bertegur sapa, tapi Aisyah tak sempat untuk membahas kejadian di kampus waktu itu.


"Aku tak bisa seperti ini terus, aku harus melakukan sesuatu malam ini, bagaimanapun caranya, farel harus mendengarkan setiap perkataanku." Aisyah mantapkan hatinya, ia sendiri sudah rindu akan belaian dari suaminya Farel.


***


Malam ini Aisyah berdandan sangat cantik, menggunakan dres diatas lutut warna peach dengan rambut di gelung yang menampakkan area leher, tak lupa sepatu hak tinggi yang membuat Aisyah semakin terlihat lebih tinggi. Tak seperti malam-malam biasanya, ia terlihat berbeda malam ini.


Apapun akan Aisyah lakukan untuk mendapatkan kepercayaan Farel kembali, Ia tak ingin kehilangan sosok Farel tang sangat menyayanginya dan mencintainya, terlebih Aisyah mengetahui jika Farel selama ini sudah mencintainya dalam diam.


Berputar-putar di depan cermin mencari apa ada yang kurang dari penampilannya sambil menunggu Suaminya pulang, tak lupa pula makanan kesukaan Far sudah terhidang di meja makan, Aisyah ingin malam ini menjadi dinner romantis di rumah bersama Farel.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Farel tiba di rumah, namun keadaan rumah yang sepi membuatnya binggung, pikirannya langsung tertuju pada Aisyah.


"Apa yang terjadi...Aisyah...." detik berikutnya Farel berlari kearah pintu dan menerobos masuk mencari keberadaan istri tercintanya, sungguh Farel benar-benar ketakutan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ke karya temanku ya teman-teman... salam hangat dari aku.. 😍😍


__ADS_1


__ADS_2