Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Baikan


__ADS_3

"Bukankah aku sudah menjadi temanmu, kenapa kamu menolak bantuan ku setidaknya terimalah, aku hanya menawari mu tumpangan tidak lebih, apa dulu waktu kita masih menjalin hubungan aku pernah menyakitimu, tidak kan. Lalu kenapa kamu menolak bantuan ku." Andre masih berusaha untuk mendapatkan simpati Aisyah.


Ia masih meyakinkan Aisyah bahwa niatnya baik. Semua itu Andre lakukan untuk mendapatkan kepercayaan Aisyah kembali.


"Oke, tunggu sepuluh menit lagi jika Farel tidak datang juga, aku akan menerima tumpangan mu."


Andre tersenyum penuh kemenangan, ia sangat yakin jika Farel tak akan datang untuk menjemput Aisyah.


"Baiklah, aku akan menunggu."


Mereka berdua terus saj menunggu hingga waktu yang di berikan Aisyah semakin habis.


***


Farel sendiri bingung harus bagaimana mau menelpon tapi tidak bisa. Akhirnya Farel hanya bisa pasrah, jika saat ia pulang akan mendapatkan istrinya marah kepadanya karena tidak datang menjemputnya sesuai janjinya.


Sudah habis waktu yang di berikan Aisyah untuk Farel, Ia akhirnya menerima bantuan Andre untuk mengantarnya pulang.


"Masuklah, sudah sepuluh menit sesuai dengan waktu yang kamu berikan, sekarang apa boleh aku mengantarmu pulang?" tanya Andre dengan senyumannya, berharap Aisyah akan tergoda dengan senyuman manis Andre.


Aisyah hanya pasrah, menerima tumpangan Andre sepertinya tidak masalah, lagi pula ia merasa tubuhnya harus segera di istirahatkan.


"Baiklah Sepertinya Farel juga tidak datang menjemput ku, mungkin masih sibuk di kantor." Aisyah tak menjelekkan nama suaminya.


Bagaimanapun istri adalah pakaian suaminya yang harus menutup rapat setiap kesalahan dari suaminya.


Di dalam mobil Andre selalu mengajak Aisyah berbicara seolah diantara mereka tidak pernah terjadi permasalahan. Atas permintaan Farel Aisyah sudah menerima Andre sebagai teman, Ya hanya teman biasa karena hati Aisyah sudah dipenuhi cinta dari suaminya.


"Berhenti disini saja Andre, tidak perlu di depan rumah." Itu Aisyah lakukan supaya tidak terjadi gosip miring mengenai dirinya. Jika para tetangga ada yang melihat Aisyah dengan Andre mereka pasti akan salah paham. Semua tetangga Aisyah sangat menyukai Aisyah dan Farel. Meraka menganggap mereka pasangan yang ideal.


Waktu cepat berlalu, hingga sudah menunjukkan pukul lima sore. Farel baru bisa keluar dari padatnya jalan Jakarta. Hatinya sudah gelisah, Ia merasa Aisyah akan marah kepadanya.


Mobil Farel sudah memasuki halaman rumah, lampu rumah Farel sudah menyala menandakan Aisyah sudah pulang.


Farel masuk rumah dan langsung mencari Istri tercinta.


"Aisyah, kamu dimana?" Farel terus berteriak mencari Istri tercintanya.

__ADS_1


Farel menuju ke kamarnya, dan ternyata benar Aisyah sedang di kamar sedang mengerjakan skripsinya.


"Aisyah, maafkan aku, aku tidak bisa menjemputmu tadi siang. Sebenarnya Aku tadi sudah berada di jalan, tapi ada kecelakaan di jalan yang menyebabkan kemacetan total dan aku terjebak di dalamnya." Farel langsung memeluk Aisyah dan menjelaskan semuanya.


"Oh...Lalu kenapa handphone kamu tidak bisa di hubungi?" tanya Aisyah datar.


"Soal itu sepertinya Handphone aku ketinggalan di kantor, tadi baterainya habis dan sempat aku cash di kantor karena aku ingat akan jemput kamu aku sampai lupa cabut handphone aku. Jadi ya mungkin sekarang masih di kantor, maaf Aisyah. Kamu mau kan memaafkan aku." tatapan Farel melas seperti anak yang meminta maaf karena melakukan kesalahan besar pada ibunya.


Aisyah yang melihat Farel dengan tatapan memelas rasanya ingin sekali tertawa, tapi Ia tahan karena ia sekarang sedang pura-pura marah dengannya.


"Gimana nggak kesel coba, aku udah nunggu dipinggir jalan sudah satu jam lebih sepuluh menit tapi kamu nggak datang-datang. lain kali kamu ulangi kesalahan seperti ini lagi aku nggak mau bicara sama kamu." Aisyah mengeluarkan unek-uneknya.


"Kenapa kamu di pinggir jalan, kenapa nggak nunggu di rumahnya Vita saja, kan lebih adem di dalam rumah?" tanya Farel.


"Vita pergi sama tante Yeti antar pesanan katering, dan aku sudah terlanjur berkata kalau kamu bakalan jemput aku, eh tahunya cuma bohongan." Aisyah menunjukkan muka cemberutnya.


"Iya aku yang salah Aisyah, aku minta maaf, lihat nih aku minta maaf sambil pegang telingaku." Farel memperlihatkan kesungguhannya.


Aisyah semakin ingin tertawa melihat tingkah Farel, demi mendapatkan Maaf darinya ia rela melakukan apapun. Tapi Aisyah tidak bisa menahannya cukup lama, akhirnya tawanya pun pecah juga.


"Hahahaha ... Kamu terlihat Sangat lucu , Farel. aku sungguh tidak bisa menahan tawaku melihatmu seperti ini." ucap Aisyah mesin tertawa.


"Iya deh aku maafin, tapi lain kali nggak." Aisyah memperingatkan jika seseorang melakukan kesalahan satu, dua kali mungkin masih bisa memaafkan tapi jika sudah ke tiga kalinya mungkin nggak ya...


"Terimakasih Aisyah, Aku sangat mencintaimu." Farel memeluk Aisyah.


Mereka berdua berbaikan, dan berjanji akan selalu memberi kabar kemanapun mereka pergi, dengan siapa, dan apa alasannya. Semua itu untuk menjaga hubungan mereka aman-aman saja.


"Yasudah aku lapar, apa kamu sudah memasak?" tanya Farel.


"Sudah, aku memasak kesukaan kamu. Ayo bersihkan dirimu dulu baru kita makan aku tunggu di ruang tamu sambil nonton drakor." ucap Aisyah berlalu.


"Baiklah, tunggu aku segera turun." Farel berjalan ke kamar mandi.


Aisyah tersenyum, memiliki suami seperti Farel sangat membuat hari-harinya lebih berwarna.


Aisyah menunggu Farel turun.

__ADS_1


Farel sendiri sudah selesai membersihkan diri, ia menemui istrinya yang sedang asik nonton drakor, hingga bunyi kaki melangkah pun Aisyah tak mendengarnya.


Farel melingkarkan tangan pada leher Aisyah dari belakang.


"Aisyah, aku sangat beruntung memiliki kamu, hanya kamu yang aku punya jangan pernah tinggalkan aku ya. Kamu tahu, hari ini aku sangat merindukanmu. Tadi aku sempat mengira kalau kamu akan marah karena telat aku jemput, tapi ternyata tidak, aku menyukai sikapmu yang sudah lebih dewasa." Farel masih memeluk Aisyah menenggelamkan kepalanya pada leher jenjang Aisyah mencoba mencari kenyamanan di sana.


Farel sangat suka memeluk Aisyah, saat memeluknya Farel dapat merasakan kehangatan dan Farel sangat menyukai wangi parfum yang Aisyah gunakan. Bagi Farel wangi itu sangat menenangkan.


"Aku juga masih harus banyak belajar Farel. Aku ingin bisa menjadi istri yang sholehah, istri yang mengerti tugas dan kewajibannya. Bimbinglah aku untuk menjadi lebih baik, Aku yakin kamu bisa melakukannya." Aisyah berbalik memeluk Farel.


"Pasti, itu sudah tugasku menjadi imam yang baik untukmu." Farel tersenyum.


Diikuti Aisyah juga tersenyum.


"Kita makan. Aku sudah lapar, masakan mu sungguh membuat aku tak ingin makan di luar." puji Farel.


"Iyakah atau hanya rayuan, aku nggak percaya."


𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩, 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘸𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩. Aisyah tersenyum mengingatnya.


Mereka menghabiskan makan malam bersama dengan canda dan tawa. Seakan lupa dengan permasalahan mereka.


Malam hari Farel ingin memberitahu Aisyah bahwa ia akan pergi keluar kota menyelesaikan masalah di cabang kantor yang berada di bandung. Belum sempat memberitahu Aisyah sudah tertidur padahal waktu bari menunjukkan pukul delapan malam.


"Lebih baik Aku beritahu besok saja. saat dia bangun. lagipula aku hanya sebentar di sana" Farel kemudian ikut tertidur Sambil memeluk Aisyah.


Malam hari Ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal di handphone Aisyah. Berulang kali hingga membuat Aisyah terbangun.


"Siapa yang menelpon malam-malam begini. Nomor siapa ini?"


Karena tidak mengetahui nomor siap, Aisyah memilih tidur kembali dan matikan handphone miliknya.


***


Ririn senang bisa mendapatkan nomor Aisyah, ia bisa menggunakannya untuk membuat jarak di antara mereka.


Ia sengaja memangil nomor Aisyah dengan kontak pribadi yang tentunya tidak akan Aisyah ketahui.

__ADS_1


"Untuk saat ini kamu bisa beristirahat dengan tenang, lihat saja saat aku sudah bertekad untuk mendapatkan apa yang aku inginkan apapun akan aku lakukan." Ririn tertawa senang.


__ADS_2