
"Ya, aku tahu sekarang kita berteman, tapi bukan berarti kita bisa dekat seperti dulu lagi. Sekarang ada batasan untuk kita, jadi aku mohon kamu hargai itu." Aisyah mencoba untuk memperingatkan Andre bahwa mereka sudah berbeda jalan.
Saat bersama Andre, Aisyah merasa canggung, bagaimanapun Andre pernah mengisi hari-harinya sebelum akhirnya ia menikah dengan Farel.
"Kamu mau minum, Andre menyodorkan satu kap kopi susu yang juga kesukaan Aisyah, tenang saja aku beli dua tadi sebelum kesini aku beli ini dulu, nggak ada salahnya kan."
Baru pertama kalinya seorang Andre merasa kehilangan, sebelumnya dia hanya bermain-main saja dengan seorang wanita, sering berganti-ganti pasangan tapi tak ada yang pernah menimbulkan rasa kehilangan setelah mereka berpisah namun nyatanya lain dengan Aisyah, Andre merasakan kehilangan.
𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘛𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯.
"Tidak, trimakasih. Aku sudah minum kopi itu tadi, tak bagus jika harus minum banyak-banyak." Aisyah menolaknya secara halus. Bagaimanapun, ia tak boleh terlalu dekat dengan Andre.
"Baiklah tak apa, kamu disini lagi nungguin siapa? kenapa nggak langsung pulang saja." tatapan Andre tak pernah lepas pada wanita yang sekarang sudah menjadi istri orang lain.
Aisyah sendiri mulia menyadari jika ia diperhatikan oleh Andre sedari tadi, tapi ia hanya diam, yang bisa ia lakukan adalah membuang muka.
"Kenapa, Aisyah, apa dihatimu namaku sudah tergantikan, kenapa untuk menatapku saja seolah kamu tak mau. Bukankah seharusnya disini aku yang tersakiti, lalu kenapa kamu yang harus menjauhiku. Katakan Aisyah, aku ingin tahu apa masalahmu denganku. Lihatlah aku sekarang, aku berada di sampingmu, namun setatusku bukan lagi kekasihmu melainkan teman, hanya seorang teman." Andre mencoba menjebak Aisyah dengan kata-kata manisnya, yang dulu sering ia gunakan untuk mendapatkan apa yang Andre inginkan.
"Kamu tak salah, aku yang salah waktu itu, aku sangat mencintaimu, tapi apa, kamu masih main sama wanita lain di belakang aku, aku tahu itu. Jadi rasanya aku nggak nyesel kalua harus tinggalin kamu. Secara sekarang ada suamiku yang lebih dari segalanya dari kamu Andre."
Di antara mereka terjadi perdebatan kecil, Tak bisa dipungkiri dalam hati Aisyah masih ada Andre namun untuk rasa cintanya sudah ia berikan kepada Farel. Aisyah menghargai Andre sebagai orang yang dulunya pernah singgah di hati membawa sedikit banyak kenangan yang sekarang masih tetap menjadi kenagan, meski akhirnya ia tahu jika Andre berhianat.
__ADS_1
"Apa rasa untukku dihatimu sudah benar-benar sirna, tak adakah secuilpun rasa untukku." Andre ingin mengetahui jawaban Yang Aisyah berikan.
𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱. 𝘐𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭. 𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭, 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘬𝘶. ucap Aisyah meyakinkan dirinya sendiri.
"Aku rasa sudah tidak ada, Bukankah kamu sendiri yang dengan mudahnya akan meninggalkan aku, kamu sudah tak ingin bertemu denganku! apa kamu lupa itu," Aisyah mengingat setiap kata yang dikeluarkan Andre sebelum ia pergi dari kediaman rumah duka Pak Wijaya Kusuma.
Saat itu ia begitu terpuruk, dirinya ditinggalkan oleh Papanya yang sangat ia sayangi, kemudian diminta menikah dengan orang yang bahkan tak pernah bertegur sapa dengannya, dan yang terakhir ditinggalkan oleh kekasih hatinya, Andre, saat Aisyah sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya, tak ada yang bersamanya. Hanya ada Farel yang mendukungnya.
"Waktu itu aku sangat terkejut mendapat kenyataan jika kamu lebih memilih Si Bodyguard Papamu untuk menikah denganmu, Yang seharusnya aku lah yang bersanding denganmu, tapi apa!, siapapun akan marah, Aisyah!" Mendengar perkataan dari Andre yang menyimpulkan bahwa Aisyah sendirilah yang telah menghancurkan segalanya.
Seketika air mata Aisyah jatuh, puing-puing ingatan masa lalu kembali manari-nari di kepalanya.
Aisyah ingin bangkit dari tempat duduknya, ia ngin pergi namun sayang Andre menahannya dengan memegang pergelangan tangan Aisyah. Aisyah dengan sekuat tenaga mencoba melepaskan pegangan itu, tapi apalah daya nya kekuatan Andre lebih besar dari Aisyah.
"Duduklah, jika kamu ingin aku melepaskanmu!"
Obsesi Andre kepada Aisyah semakin menjadi, ia tak ingin kehilangan Aisyah untuk kedua kalinya. Sebisa mungkin Andre membangkitkan kenangan antara dirinya dengan Aisyah, yang mungkin ingin Aisyah lupakan untuk memulai hidup barunya bersama Farel.
"Kamu mau apa, kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi, kecuali hanya teman." Aisyah menekankan setiap perkataannya, berharap Andre bisa mengerti posisinya.
"Aku masih mencintaimu, Aisyah, taukah kamu aku sangat kehilangan dirimu setelah kamu memutuskan menikah dengan pilihan Papamu. Kamu tahu hancurnya aku bagaimana, tidak kan, lalu apa salahnya jika aku ingin kita kembali seperti semula, memulai hubungan baru dan melupakan hubungan lama. Aku mohon Aisyah, aku tahu jika masih ada rasa untuk ku dihatimu, katakan katakan jika apa yang baru saja aku katakan itu benar!"
__ADS_1
Pada akhirnya Andre mengungkapkan isi hatinya, ia sangat mencintai Aisyah, niatnya untuk mendapatkan Aisyah kembali dengan cara apapun sudah merasuki pikirannya.
"Apa yang kamu katakan, Andre. Aku nggak mungkin kembali kepadamu, statusku sekarang adalah istri orang bukan kekasihmu lagi. Camkan itu, dan satu lagi aku tidak mencintaimu, dalam hatiku hanya ada Farel dan selamanya akan tetap Farel." mendengar pengakuan Andre membuat amarah Aisyah membuncah, ia harus menekankan posisi dan statusnya sekarang agar Andre tak lagi berharap.
Aisyah tak bisa menahan lagi, ia hendak berlalu pergi meninggalkan Andre yang terlihat masih mencerna perkataan Aisyah barusan. Menit berikutnya Andre memeluk Aisyah dari belakang dengan sangat erat, hingga Aisyah sendiri kesulitan untuk bergerak.
Seorang laki-laki berwajah tampan menatap penuh amarah, matanya melihat kejadian di depan matanya, tangannya mengepal menunjukkan urat-urat nadinya, suara ketukan tangan menandakan ia siap melayangkan serangan pada lawannya. Orang itu adalah Farel prayoga suaminya Aisyah yang sedang dipeluk oleh laki-laki lain.
Berjalan mendekat ke arah dua insan yang berpelukan.
Aisyah yang melihat Farel berjalan ke arahnya dengan tatapan mematikan yang hendak menyerang mangsa merasa lega juga merasa takut. Lega karena Farel datang di saat yang tepat agar dia bisa lepas dari dekapan Andre dan takut karena Farel menghampirinya dengan tatapan yang sulit di artikan. Ia takut suaminya salah paham melihatnya dipeluk laki-laki lain.
Andre sendiri masih tak menyadari kehadiran Farel, ia menenggelamkan wajahnya dileher Aisyah dengan menunduk menikmati bisa memeluk mantan kekasihnya itu. meskipun Aisyah memberontak itu tak ada gunanya Aisyah terkunci dalam pelukan Andre.
"Farel...," ucapnya lirih.
"Farel, Farel tak ada disini Aisyah dia sibuk dengan pekerjaannya. Tenanglah, biarkan aku mengenang masa-masa kita menjadi kekasih." Andre yang masih dapat mendengar meski suara Aisyah lirih mendongkrak, menatap mata Farel yang sudah berada di depannya dengan jarak lima senti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa mampir ke karya temanku ya besty.. .. 😍😍
__ADS_1