Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Romantis


__ADS_3

Farel kemudian membersihkan diri, ia merasa hari ini sangat melelahkan meninggalkan Aisyah yang masih terlelap.


Setelah beberapa menit Farel telah keluar dari kamar mandi dengan keadaan lebih segar, melihat istri tercintanya masih tidur, Farel berinisiatif untuk membuat makanan, untuk makan malam mereka berdua.


Waktu menunjukkan pukul lima sore, itu menandakan jika bik Sumi harus pulang, jam bekerjanya sudah habis dan kembali lagi pada besok pagi.


"Akan ku buatkan makan malam yang romantis untuk mu, sayang. Tidurlah yang nyenyak sebelum kita berpisah akan ku buat kenangan yang indah setiap waktu bersamamu." Farel memasak sambil bergumam.


Farel memang cukup terampil untuk urusan masak-memasak. Bagi seorang laki-laki memiliki bakat memasak adalah cukup istimewa, selain hobi Farel bisa memasak juga karena ia pernah hidup sendiri sebelum bertemu dengan Pak Wijaya tentunya.


Tak butuh waktu lama, Farel sudah menyiapkan makan malam yang romantis, ia meyiapkannya di halaman belakang, di sana terdapat kolam renang yang lumayan luas, sangat cocok untuk bersantai dan melakukan aktivitas olahraga, tapi Farel bukan ingin olahraga ya di halaman belakang, tapi ingin memberikan kejutan kecil namun romantis.


Drreeett...


Fandi yang mendapat panggilan dari sahabatnya Farel memicingkan mata.


"Pasti ada apa-apa nya jika Farel memanggil dalam keadaan tenang seperti ini." Fandi terlihat membuang nafas. Namun sebagai sahabat sekaligus bawahannya Fandi harus menuruti setiap permintaan Farel.


Fandi menggeser tombol warna hijau dan mendekatkannya di telinga, siap mendengarkan dan menjalankan permintaan sahabatnya itu.


"Iya ada apa, Katakan saja langsung, saya harus melakukan apa untuk pak Farel dan Bu Aisyah kali ini, tapi jangan yang aneh-aneh ya seperti permintaannya bu Aisyah malam itu," Fandi geleng-geleng kepala mengingat permintaan Aisyah yang sedikit aneh, hanya untuk meluluhkan hati Farel waktu itu.


Farel yang Faham kenapa Fandi berkata begitu, berusaha menahan tawanya, ia tak mau jika Fandi marah dan tidak mau membantunya lagi dalam urusan menata tempat agar terlihat romantis, semua itu bukan karena Farel tak bisa melakukannya sendiri, namun dalam desain Fandi lah ahlinya.


"Tidak, aku tak akan memintamu melakukan hal yang sama dengan Aisyah, aku hanya meminta bantuan sedikit darimu, ayolah, cepat kemari sebelum istriku bangun dan rencana ku gagal total." pinta Farel dengan suara sedikit memelas.


Setiap laki-laki tidak selalu bisa membuat hal romantis kepada pasangannya, mereka bisa mengungkapkan hal romantis itu dengan caranya sendiri, terkadang melalui hal kecil namun istimewa.


Disini Farel memiliki sahabat yang pandai dalam urusan membuat hati pasangannya berbunga-bunga ya, jadi Farel memilih meminta bantuan sahabatnya itu.


"Baiklah pak Saya ke sana, tunggu saya lima menit lagi," Fandi bergegas ke halaman belakang.

__ADS_1


Di halaman belakang, Farel dan Fandi seperti sedang sibuk menata dan mengubah halaman yang biasa saja menjadi taman kecil dengan hiasan lilin yang mengapung di atas air kolam renang.


"Kamu memang berbakat Fandi, aku yakin jika kamu memiliki pasangan, pastilah pasanganmu sangat bahagia mendapat kejutan romantis darimu," Fandi hanya tersenyum mendengarnya.


𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘰𝘥𝘺𝘨𝘶𝘢𝘳𝘥 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘰𝘥𝘺𝘨𝘶𝘢𝘳𝘥 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱 𝘢𝘩𝘭𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘦𝘭𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪. Fandi berucap dalam hati.


"Pekerjaan saya sudah selesai, sekarang apa saya bisa kembali kekamar saya, Pak?"


"Pergilah, aku do'akan kamu cepat dapat jodoh ya, biar bisa rasain momen romantis bukan hanya menjadi penata tempat romantis." Goda Farel pada Fandi.


Fandi hanya bisa memaksakan senyum, dan berlalu pergi.


Sepanjang ia berjalan Fandi terus mengerutu, "Pokonya aku harus cepat cari pacar, agar Pak Farel tak bisa menggodaku lagi. Akan ku buktikan pacarku nanti tak kalah cantik dari Bu Aisyah."


Fandi bukannya marah hanya saja ia merasa sedikit kesal dengan ucapan sahabatnya itu.


Bicara soal ucapan berhati-hatilah dalam berucap ya teman-teman, bisa jadi setiap perkataan kita yang mungkin kita ucapkan dengan tujuan bercanda namun justru yang mendengarkan salah mengartikan hingga meninggalkan luka dalam hatinya dan menganggap kita telah menghinanya atau mengejeknya. Hingga tanpa kita tahu apa salah kita orang yang terluka dengan perkataan kita marah kepada kita. Kalau sudah begitu kan kita sendiri jadi binggung kenapa orang itu marah kepada kita. Hayo kalian binggung nggak???


Farel sudah menyiapkan makanan untuk dinner mereka di meja yang sudah ia hias dengan sangat cantik.


"Aku akan lihat apa Aisyah sudah bangun dari tidurnya apa belum!" Farel berjalan memasuki kamar, penglihatannya tertuju pada kasur empuk yang sudah di tinggalkan penghuninya.


"Dimana Aisyah, apa ia di kamar mandi!" Farel menunggu di tepi ranjang sambil membaca novel online kesayangannya, tak lama pintu kamar mandi terbuka menampilkan Aisyah yang sudah merasa lebih baik.


"Mas Farel, sejak kapan mas pulang, kenapa aku nggak tahu, kau pikir tadi mas belum pulang." Aisyah menghampiri Farel dan mencium tangan suaminya.


"Sejak tadi, saat kamu masih tidur, oh ya... Mas punya kejutan untukmu, kamu pakai ini setelah itu ikut mas ya." Farel menyerahkan kotak yang di dalamnya berisi baju.


"Apa ini mas?"


"Kamu buka dan kamu pakai ya, mas tunggu!"

__ADS_1


Aisyah kembali ke kamar mandi dengan membawa pemberian Farel, sesampainya di kamar mandi, Aisyah membukanya dan terkejut melihat pakaian yang dipilih Farel untuk dinner malam ini. Sebuah gaun warna biru tanpa lengan dengan hiasan renda di bahu hingga leher terlihat sangat cocok dengan kulit Aisyah yang putih.


"Ternyata mas Farel memang sudah menyiapkan kejutan untukku, aku jadi nggak sabar kira-kira apa yang di siapkan suamiku untukku selain ini."


Di dalam kamar Farel sendiri sudah mengunakan pakaian kemeja yang menambah aura ke tampannannya.


ckleek..


Aisyah keluar dengan dandanan yang natural, dengan rambut disanggul ke atas membuat penampilan nya terlihat elegan.


"Cantik... "


Farel memandang istrinya tanpa berkedip.


"Mas..."


"Iya... ayo, aku punya kejutan untukmu!"


Farel mendekat ke arah Aisyah, hendak menutup matanya.


"Kenapa harus ditutup mas, aku kan jadi nggak bisa lihat."


"Kalau di buka, bukan kejutan lagi namanya, Dek Aisyah." Farel membimbing Aisyah menuju halaman belakang yang sudah di sulapnya sedemikian rupa.


Tiba di halaman belakang, Farel menghentikan langkahnya dan mulai membuka penutup mata Aisyah.


"Dalam hitungan mundur, kamu bisa buka mata, oke..."


"Tiga... dua... satu..."


Mata Aisyah terbuka, ia sampai menutup mulutnya sangking terkejutnya, "Ini indah sekali mas, semua ini hanya untuk ku." Aisyah menatap tak percaya, ia mencoba mencari jawabannya dari mata Farel.

__ADS_1


"Iya, aku ingin menghabiskan saat bersamamu dengan kebahagiaan, aku ingin membuatmu selalu tersenyum, aku ingin kamu hanya bisa mengingat masa indah kita dan melupakan masa buruk yang pernah kamu alami, melangkah bersama menuju kebahagiaan." Farel menatap mata Aisyah, semua kata yang diucapkan Farel adalah tulus dari hatinya.


__ADS_2