Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Kabar Baik


__ADS_3

Andre merupakan putra dari pengusaha yang bernama Darwin yang bergerak di bidang properti sama dengan perusahaan yang Farel pimpin. Bahkan Papanya Andre juga menjadi rekan bisnis dari Farel, namun Farel tak menyadari jika Pak Darwin merupakan Papanya Andre.


Selama ini pak Darwin tak pernah menegur apa yang di lakukan Andre, bukan karena tak perhatian kepada anaknya, ia belum mengetahui apa yang terjadi pada hidup putranya itu. Pak Darwin hanya menganggap jika yang dilakukan putranya itu hanya karena cinta buta, dan itu tak ada artinya bagi seorang Darwin, meski mengetahui putranya telah di hajar, ia meminta untuk Andre menyelesaikan masalahnya sendiri.


Brakk...


Meja di gudang menjadi sasaran pelampiasan Andre kala ingatan penghinaan itu muncul lagi di kepalanya.


"Aku tak akan melupakan apa yang terjadi kemarin Aisyah, kamu dan Farel harus bertanggung jawab untuk itu." Andre


"Tenanglah bro... dendam lo pasti akan terlampiaskan, semua pasti akan berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan." Dika sahabat dekat Andre memberi semangat. Dika merupakan orang kepercayaan Andre dalam melakukan Apapun. Tak pernah sekalipun Dika menghianati kepercayaan seorang Andre, karena ia tahu apa resiko yang akan di tanggung olehnya jika sampai melakukan itu. Itu semua karena Pak Darwin sama sekali tak menyukai sebuah penghianatan. Selain sahabat Andre Dika juga merupakan orang kepercayaan Pak Darwin, lewat Dika lah Pak Darwin dapat mengetahui segala informasi mengenai musuhnya termasuk apapun yang dilakukan olah putra kesayangannya itu.


"Gue bakalan tenang kalau Aisyah dan Farel telah merasakan apa yang gue rasakan. Tapi ya gue pastikan kali ini rencana gue nggak bakalan meleset." Andre memikirkan apa yang akan ia lakukan kepada kedua musuhnya itu.


Rasa cinta Andre kini telah berubah menjadi dendam yang ingin di tuntaskan, memang Andre sempat mengakui jika ia benar-benar jatuh cinta kepada Aisyah, namun mengetahui penolakannya terlebih Aisyah lebih memilih seorang bodyguard dari pada dirinya.


"Memang apa yang akan lo lakukan pada mereka berdua?" Dika mencoba mengorek informasi apa yang akan Andre lakukan.


"Lo akan lihat besok, sekarang kita kembali ke kampus, gue nggak mau ada yang curiga sama gue. Terlebih musuh gue, karena gue tahu mereka telah bersiaga di depan sana."


"Baiklah sesuai dengan keinginan lo."


Andre dan Dika pergi dari gudang dan berbaur dengan teman sekuliahannya. Itu ia lakukan untuk mengelabui musuh sebelum ia menyerangnya.


kuliah Aisyah sudah selesai hari ini tiba-tiba Aisyah merasa pusing lagi seperti yang dirasakan kemarin. Ras lelah yang muncul secara tiba-tiba membuat Aisyah tak bisa melakukan apapun, Aisyah sendiri tak mengerti apa penyebab dirinya merasakan hal tersebut


"Aisyah lo nggak papa, kita lihat lo mukanya pucat apa lo sakit?" Vika bertanya, ia tak bisa melihat sahabatnya seperti itu.


"Gue nggak pa-pa, hanya pusing dan lemas saja, kalian jangan khawatir berlebih." Aisyah tak mau membuat sahabatnya sedih.


"Gimana kit anggap khawatir lihat lo kayak gini, kitab ke rumah sakit aja ya." ajak Vita,

__ADS_1


"Gue nggak mau dapat penolakan lagi dari lo, kemarin lo udah nolak permintaan kita buat ke dokter, sekarang lo harus nurut apa yang kita katakan. Aisyah kita sebagai sahabat nggak mau kalau lo kenapa-napa, ayolah Aisyah biar semuanya jelas li kenapa, sakit apa!!" Vika menekankan setiap perkataannya berharap sahabatnya itu mengerti.


Setelah mendengarkan ceramah panjang dari kedua sahabat akhirnya Aisyah mengiyakan permintaan Sahabatnya.


"Iya gue periksa ke rumah sakit, kalian mau anterin gue nggak?"


"Ya kita pasti anterinlah, masak iya kita yang minta lo kerumah sakit tapi kita nggak tanggung jawab." ada sedikit senyum di wajah Vika.


Sepulang kuliah, Aisyah ditemani oleh Kedua sahabatnya pergi ke Dokter, itupun Fandi yang mengantar.


Vika dan Vita mengantar Aisyah pada poli kandungan.


"Kalian serius, minta gue periksa di bagian ini, Gue cuma pusing sama lemas bukan berarti hamil kan." Aisyah menyangkal apa yang di pikirkan oleh sahabatnya.


"Ya apa salahnya lo periksa, masalah hamil nggak hamil ya itu rezeki Aisyah. Pokonya kita minta lo buat periksa di bagian kandungan, titik!" Vika dan Vita sepakat dengan dugaan bahwa sahabatnya ini sedang berbadan dua.


Mendapat tatapan yang tajam dari sahabatnya membuat Aisyah membuang nafas kasar, Lagi-lagi harus nurut apa kata sahabat.


Nama Aisyah disebut yang artinya sekarang gilirannya di periksa.


Dengan langkah lemas Aisyah di bantu kedua sahabatnya masuk ke dalam ruangan yang bertuliskan nama Dr. Angita spOg.


Ckleeek...


Mereka bertiga masuk beriringan, Vika dan Vita menunggu hasil pemeriksaan dengan tidak sabar.


Setelah selesai Dokter menjelaskan apa yang terjadi pada Aisyah sesuai dengan apa yang ada dalam laporan pemeriksaan.


Sebuah senyuman terbit di wajah Dokter Angita, "Selamat ya bu Aisyah, anda akan menjadi seorang ibu!"


Aisyah tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dokter, "Saya hamil Dok." raut wajah Aisyah tak bisa di tebak ia merasa senang namun juga sedih, keinginan untuk mengejar cita-cita apa masih bisa di raih, sedangkan saat ini ia telah berbadan dua. Tapi memiliki seorang anak juga impian dari Farel.

__ADS_1


Setelah mengantar Aisyah Vika dan Vita pamit pulang karena waktu sudah menjelang sore.


***


Di samping kolam Aisyah terus saja memikirkan kehamilannya.


𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘣𝘶𝘳 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘣𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘴 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘬𝘢, 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘺𝘢𝘩. Aisyah berucap dalam hati.


Kring...


kring...


Aisyah mendapat panggilan dari suaminya Farel.


"Hallo Mas, mas sudah pulang kerja kah?" telfon dari suaminya cukup mengembalikan moodnya yang buruk.


"Sudah, kamu lagi apa, Ingat jangan terlalu banyak bergadang takut nanti kamu sakit gimana, siapa nanti yang urusin kamu."


"Iya mas, aku akan turuti apa mau kamu."


"Yasudah jika kamu baik-baik saja. Mas menelfon hanya ingin mengetahui keadaanmu, kalau begitu mas tutup ya masih ada yang harus mas kerjakan disini." Pekerjaan Farel cukup banyak. masalahnya ia harus memilih orang kepercayaan yang tepat untuk mengawasi setiap pembangunan yang akan di lakukan, dan itu sangat menyita waktu Farel. Farel harus mengetes kelayakan dari orang tersebut.


Sebelum masuk, Aisyah menemui Fandi terlebih dahulu.


"Fandi, saya harap kamu jangan memberi tahu pak Farel mengenai saya yang pergi ke Dokter. Biar saya sendiri saja yang memberitahu pada Mas Farel." Aisyah ingin dia sendirilah yang akan mengatakan kabar baik itu. Tentunya setelah Farel tiba di rumah sekalian buat kejutan untuk Suaminya.


"Baik Bu Aisyah, saya mengerti. Saya ucapkan selamat atas kehamilannya ya, semoga dengan adanya junior hubungan kalian semakin lengket.


Aisyah hanya tersenyum, Aisyah juga menyadari jika ada anak maka hubungan orang tua akan semakin erat.


Aisyah kembali ke kamar dan beristirahat. Aisyah sudah memutuskan untuk menerima dengan ikhlas kehamilannya. Bagaimanapun semua itu adalah takdir yang harus dijalani.

__ADS_1


𝘐𝘣𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘭𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱. Senyuman menghiasi wajah calon mama muda tersebut.


__ADS_2