Menikahi Bodyguard Papa

Menikahi Bodyguard Papa
Sentuhan


__ADS_3

Satu kecupan mendarat di pipi Aisyah, Farel membangunkannya dengan halus.


"Bangunlah, kita sholat shubuh dulu." tangan Farel mengoyang-goyang pundak Aisyah, berharap istrinya segera bangun. Sebisa mungkin Farel ingin menjadi imam yang baik untuk Aisyah. Ia tak ingin melupakan kewajibannya itu, apalagi sekarang ia memiliki Aisyah, yang harus Farel beri bimbingan agar rumah tangga nya tetap tentram dan nyaman.


"Lima menit, Sayang." Aisyah masih menawar, ia masih sangat mengantuk. Lima menit berlalu, Farel sudah selesai mandi, ia kembali membangunkan Istrinya untuk menjalankan ibadah.


"Katanya lima menit, ini sudah lebih satu menit lo, Aisyah!" Farel tak menyerah, selagi Aisyah tidak mendapat tamu bulanan, maka ia berkewajiban mengajaknya beribadah.


"Iya ini bangun, masih dengan mata tertutup. Aisyah bangun, ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu mereka sholat berjamaah.


Setelah selesai, Aisyah ingin keluar, ia ingin menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya.


Farel tiba-tiba menarik tangan Aisyah, hingga jatuh dalam pelukan Farel. "lepaskan, ini sudah pagi, aku harus menyiapkan makanan untukmu." Aisyah mencoba melepaskan diri.


"Apa hari ini kamu ke kantor?" tanya Aisyah, ia mencoba mengalihkan perhatian Farel.


"Aku masih merindukanmu, apa tak boleh aku peluk istriku yang cantik ini." Farel mencari kenyamanan dalam pelukan Aisyah, menghirup bau harum bunga lavender yang menenangkan. Tangan Farel semakin mempererat pelukan mereka.


Berbisik di telinga Aisyah, "Apa boleh aku melakukannya? Aku menginginkannya!" pelukan itu terlepas. Aisyah yang sudah mengerti apa yang diinginkan Farel, mengangguk tanda setuju.


Membalikkan badan Aisyah, hingga pandangan mereka bertemu, mereka hanya berjarak satu cm, detik berikutnya Farel meluncurkan Aksinya mencium bibir Aisyah, memainkannya dengan sangat lembut, mengabsen setiap inci di dalam mulut Aisyah hingga merasa puas. Mereka berciuman selama tujuh menit, setelah itu Farel mengiring Aisyah pada tempat pembaringan ternyaman. Tangan Farel mulai beraksi, menyusuri setiap lekuk tubuh Aisyah hingga menemukan apa yang ia cari, Permainannya sangat lembut. Itu menimbulkan sensasi sendiri pada Aisyah, Membuka baju yang dikenakan oleh Aisyah hingga menampakkan bola kembar milik Aisyah, Farel memainkannya dengan sangat lembut dan terampil. Membuat Aisyah merasa sedang melayang. Aisyah sendiri juga mengimbangi apa yang dilakukan Farel, permainan itu berlanjut hingga intinya. Keringat pun ikut membasahi tubuh, menandakan permainan itu sangat menguras tenaga mereka. Hampir dua jam, mereka melakukan aktivitas panas itu. Kepuasan akhirnya di dapat, setelah dirasa puas, mereka menghentikan aktivitas tersebut.


"Terimakasih, sayang, kamu melakukan kewajibanmu dengan sangat baik, apa kamu juga merasa puas?" tanya Farel. Pertanyaan itu membuat raut wajah Aisyah merona merah.


"Apa yang kamu katakan, itu adalah tugasku, mana mungkin aku tidak memberikan jika kamu memintanya. Jadi tak perlu berterimakasih, sayang." Aisyah berucap sambil menatap mata Farel.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan menggoda terus, sekarang lebih baik kamu mandi, setelah itu turun sarapan, aku akan membuatkan sesuatu untukmu." Aisyah mengunakan bajunya, kemudian turun dari tempat peraduan dan meninggalkan Farel di kamar.


Di dapur, Aisyah sibuk memasak nasi goreng dengan telur mata sapi kesukaannya, baginya itu adalah masakan tercepat yang dapat ia buat dalam waktu dua puluh menit.


"Semoga Farel menyukainya, dimana dia, kenapa belum turun juga?" Tak lama yang di tunggu datang juga, Farel turun dengan penampilan menawan, Farel mengunakan setelan jas silver dengan rambut yang masih basah menambah kesan cool pada dirinya.


Aisyah terpana dengan penampilan Farel.


"Kenapa kamu melihatku sampai seperti itu, aku tahu kamu terpesona dengan ketampanan ku ini kan, ayo katakan, jujur saja, aku mendengarkan." Farel sengaja menggoda Aisyah, baginya melihat Aisyah tersenyum malu, sangatlah mengemaskan.


"Gr... kamu... siapa yang bilang kamu tampan, aku tadi nggak bilang kamu tampan." Aisyah menjawab godaan Farel.


"Lalu tadi kenapa kamu sampai terdiam membisu seperti itu, kalau bukan terpesona terus apa namanya." Farel masih saja ingin membuat Istrinya ini mengakui ketampanannya.


𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘰𝘫𝘰𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶, 𝘢𝘱𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯, 𝘵𝘢𝘱𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯. 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶.


Mendengar pernyataan Farel tersebut, mengingatkan Aisyah mengenai kebenaran Ririn yang harus Farel ketahui.


"Sudah jangan bahas tampan atau tidak, lebih biak kamu makan dengan tenang, aku akan segera kembali." pinta Aisyah.


"Kamu mau kemana, Aisyah, ayo kita makan dulu, jangan ngambek hanya karena aku menggodamu!" ucap Farel sambil makan. Farel berpikir jika Aisyah masuk kamar karena ia marah dengan godaan yang Farel berikan.


𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘫𝘢, 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘭𝘪𝘮𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘵 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩.


cukup lama Farel menunggu hingga ia harus menghabiskan Sarapannya hanya sendiri saja. Akhirnya Aisyah turun dengan membawa handphone miliknya.

__ADS_1


Melihat itu Farel berlari menghampiri Aisyah, "Syukurlah kamu turun, aku pikir kamu tadi marah, karena aku menggodamu terus-menerus. Jangan buat aku takut Aisyah," Farel masih memeluk Aisyah.


"Tenanglah, Aku nggak akan melakukan itu, lagipula siapa yang akan marah hanya karena di goda, apalagi sama suami sendiri." Aisyah mematahkan argumen Farel.


"Syukurlah, aku lega mendengarnya!" Farel mengurai pelukannya. Yasudah, aku pergi ke kantor dulu ya, kamu ada kelas kan nanti, nanti biar kamu diantar sama Fandi, tapi tak perlu memintanya untuk menjemputmu. Hari ini aku mau mengajakmu ke suatu tempat." Farel mengatakan keinginannya.


Aisyah mengantar Farel hingga mobil yang di kendarai menghilang di gang depan.


"Astaga, seharusnya tadi aku beri tahu Farel mengenai Ririn, kenapa tidak aku katakan saja tadi, waktu Farel masih bersamaku, sekarang dia sudah pergi, jangan sampai Ririn melakukan hal yang lebih nekat, aku harus memberitahukan kebenarannya segera." Aisyah merutuki kebodohannya, menyia-nyiakan kesempatan tadi.


"Tapi tadi Farel bilang, akan membawaku ke suatu tempat setelah pulang kuliah. Saat itu akan aku beri tahu Farel semuanya, ya ,sepertinya itu waktu yang pas." Aisyah memilih masuk ke dalam dan menghabiskan sarapan yang ia sisakan tadi untuk dirinya sendiri.


Setelah makan, Aisyah bersiap untuk pergi kuliah.


Jam kuliah Aisyah adalah jam sembilan. "Bik nanti siang tidak perlu masak, sepertinya Farel akan mengajakku pergi." pesan Aisyah pada bik sumi.


"Baik Nyonya, seperti yang Anda katakan. Sekalian saya mau minta izin hari ini saya setengah hari, ada keperluan yang harus saya beli bersama anak saya." ucap bik sumi.


"Pergilah bik, lagipula mungkin aku akan di kantor saja setelah pulang kuliah." pikir Aisyah.


Aisyah menuju villa tempat tinggal para bodyguard yang bekerja untuk Tuan Wijaya Kusuma.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ke karya teman ku ya... ☺☺

__ADS_1



__ADS_2