
"Tak apa tuan, bibi permisi dulu masih ada yang harus Bibik kerjakan." Bik Sumi masuk ke dalam rumah meninggalkan Farel di teras rumah.
Disetiap hari minggu Farel selalu melakukan olahraga di teras rumahnya, Setiap Farel berolahraga di teras, banyak ibu-ibu yang mencuri pandang ke Farel, meskipun kebanyakan dari ibu-ibu itu sudah memiliki suami, namun ketika Farel sedang berolahraha di luar rumah, ibu-ibu tersebut selalu menyempatkan waktu untuk melihatnya dari jauh ataupun dekat. Mereka sangat menyukai Farel sebab otot yang dimiliki sangat kekar dan sexy itu Farel dapatkan karena banyak berlatih bela diri juga karena pekerjaannya yang dulunya menjadi seorang bodyguard dari ruan Wijaya Kusuma yang sekarang menjadi mertuanya.
"Eh ada mas Farel, kok tambah cakep aja mas Farel ini." bu Yuli tetangga Farel yang kebetulan lewat sehabis belanja di tukang sayur keliling.
"Ya tuh, pasti istrinya tambah cinta, secara mas Farelnya sexy dan kekar berotot. Kita juga suka kalau lihat yang kayak mas Farel ini sudah cakep, baik, pasti kuat itu di ranjang." bu Ika ikut menggoda.
Farel hanya menaggapinya dengan senyuman. Ia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Ibu-ibu itu, bagi Farel jika bisa membuat mereka tersenyum apa salahnya.
"Yasudah Ibu-ibu saya masuk dulu, permisi ...." Farel berlalu masuk, meningagalkan mereka yang sedang asik membahas dirinya.
Dengan masuknya Farel maka Ibu-ibu tadi yang sempat menggoda Farel pulang ke rumah masing-masing.
Farel sendiri lebih memilih untuk membersihkan diri, di kamar Ia melihat Aisyah sudah mandi dan berpakaian rapi seperti Hendak pergi. Farel menghampiri Aisyah yang sedang berdandan.
"Aisyah, kamu mau kemana?" tanya Farel.
"Aku mau menjemput Vika dan Vita, katanya mobil mereka mogok di jalan yang sepi itu lo. Mangkanya aku mau susulin mereka kasihan mereka nggak ada yang bantuin."
"Yasudah, mau aku antar?" Farel memberi tawaran, ia tak mau istrinya pergi sendirim
"Tak perlu nanti sekalian kita mau belanja bahan kue lagian kamu juga belum siap-siap. Tuh lihat keringatnya sampai buat baju kamu basah, lebih baik kamu mandi aku nggak lama kok." Aisyah tak mau membuat sahabatnya menunggu terlalu lama.
***
"Dimana Aisyah nggak sampai-sampai, sebenarnya doa beneran kesini apa enggak sih, mana jalanannya sepi lagi." ucap Vika takut, jika ada yang berbuat jahat kepada mereka bagaimana?.
Dari arah belakang mobil mereka ada sebuah mobil yang mendekat. Melihat mobil tersebut berganti di tempat sepi membuat pengendaranya turun menghampiri mereka.
"Vika, Vita, mobilnya kenapa." tanya Vino yang heran kenapa berhenti di tepi jalanan yang sepi.
"Eh Dosen vino, nggak tahu ini kenapa tiba-tiba bisa mogok padahal tadi nggak kenapa-napa mana jalannya sepi lagi." Vita bicara sambil menggaruk kepala yang tidak gatal karena bingung.
"Biar aku cek dulu, kalian bisa berteduh di balik pohon itu sebentar." Dosen Vino menunjuk salah satu pohon yang sangat rindang namun serem.
Mereka akhirnya mengalah, memilih menunggu di bawah pohon daripada kepanasan, kebetulan cuaca hari ini sangat panas.
__ADS_1
"Baiklah dari pada kita kepanasan, kita di sana sajalah." Vika menerima tawaran Vino. Ia menarik ruangan Vita untuk mengikutinya.
Mereka berjalan ke arah sebuah pohon yang cukup tua dengan daun yang sangat lebat akarnya pun turun menjuntai kebawah pohon itu adalah pohon beringin.
"Haruskah kita berteduh di bawah pohon beringin ini, Vita." tanya Vika tidak yakin.
"Bagaimana lagi ini sudah hampir siang, dan panas matahari sudah mulai naik,
kita nggak punya pilihan lain. Semoga saja Dia bisa memperbaiki mobil kita." Vita juga merasakan ketakutan yang sama dengan Vika, namun ia mencoba menepis segala ketakutannya.
𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢, 𝘭𝘢𝘨𝘪𝘱𝘶𝘭𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭 𝘴𝘪𝘢𝘯𝘨-𝘴𝘪𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘢𝘴𝘪𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳. 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢. Vita berucap dalam hati. Vita tak mau melihat Vika bertambah takut, karena jika ia takut, Vika akan lebih takut darinya.
Tak butuh waktu lama Dosen Vino sudah bisa memperbaiki mobil mereka.
Vika dan Vita merasa lega saat mendengar mobil mereka bisa menyala kembali. Mereka segera menghampiri Dosen Vino yang membenarkan mobil tersebut.
"Wah ternyata kamu jago juga bisa benerin mobil mogok."
"Ya, aku bisa sedikit soal mesin, buat jaga-jaga kalau mobil aku mogok dan jauh dari bengkel kan bisa dibenerin sendiri." Dosen Vino berucap.
Aisyah tiba di lokasi yang diberikan Vita dan Vika. Dengan tergesa-gesa Aisyah menghampiri mereka.
"Lo tenang aja, ada Dosen Vino yang sudah bantu benerin mobil kita. Sekarang mobil kita sudah menyala." Vika bahagia, ada yang menolongnya dalam masalah genting seperti ini. jika tidak, bagaimana nasib kedua sahabatnya sekarang apalagi merek pergi
"Yasudah Dosen Vino, kita pergi dulu ya. Terimakasih bantuannya." Vita.
Mereka melakukan mobilnya menuju Toko Bahan Roti untuk membuat kue di rumah Aisyah sesuai dengan rencana mereka. Setelah selesai belanja mereka menuju rumah Aisyah.
"Tadi itu siapa, kalian kenal sama dia, dia tampan juga." tanya Aisyah, jujur untuk sesaat Aisyah terkesima dengan ketampanannya.
"Ingat Aisyah lo punya Farel yang sudah tampan dan sayang banget sama lo, jangan li beda-bedakan mereka, karena mereka tetaplah orang yang berbeda dan karakternya pun berbeda pula. Vika mengingatkan.
"Tadi itu Dosen Vino, dia Dosen baru di kampus kita yang itu. Waktu itu lo nggak masuk jadi nggak tahu kalau dia Dosen baru kita." jelas Vita.
"Ooo..., kirain siapa. Tapi kok kalian kenal dekat sama dia ''23?" tanya Aisyah.
"Ya kenal lah, kita kan nggak mau ketinggalan update terbaru soal dosen itu. lagipula orangnya juga baik kok, buktinya dia mau tolongin, kita kan." Vika membela Dosen tersebut.
__ADS_1
"Oke ... , gue ngerti. Sekarang kita mulai membuat keunya, waktu kita sudah menipis. Gue nggak mau sampai rencana ini gagal, ingat kuenya harus jadi sebelum jam tujuh malam." Aisyah tak mau sampai telat, semuanya harus pas dan sesuai.
"Oke, kita akan usahakan yang terbaik untuk sahabat kita ini. Jangan gugup kita pasti bisa dan rencana lo ini pasti sukses." Vita menyemangati Aisyah.
"Iya, aku percaya sama kalian sepenuhnya, kalian adalah sahabat terbaik yang aku punya." Aisyah memeluk mereka, selain keluarga sahabat adalah orang yang paling dekat, bahkan mengetahui segala rahasia yang kita miliki, tentunya jika kita sendiri mengizinkan mereka tahu.
Mereka sedang sibuk membuat kue yang spesial untuk acara nanti malam.
Sedangkan Farel tiba-tiba diajak pergi oleh Fandi, Itu juga atas perintah Aisyah. Aisyah memang sengaja membuat Farel sibuk agar Farel tak tahu apa yang direncanakan Aisyah.
Fandi mengajak Farel ke toko mainan yang cukup terkenal.
"Pak Farel saya bisa minta bantuannya untuk memilihkan hadiah yang bagus untuk adik saya, kebetulan dia hari lagi dia berulangtahun. Saya bingung mau memberikan hadiah apa untuknya, adik saya cewek pak." Fandi membuat alasan agar ia bisa menahan Farel lebih lama dengannya.
"Kalau cewek biasanya dia suka hadiah boneka, tergantung umurnya, memang berapa umur adik kamu." tanya Farel.
"Umurnya dua belas tahun pak." jawab Fandi.
"Oke, kita ke toko boneka saja." ajak Farel.
***
Di rumah Aisyah dan temannya sudah selesai membuat kue ulang tahun sepesial untuk Farel. Hari ini adalah hari ulang tahun Farel yang ke 26 tahun.
Aisyah mengetahuinya dari notifikasi akun facebooknya Farel. Ia berinisiatif membuat kejutan untuk suaminya itu.
"Kue ini cantik sekali, Aisyah. Semoga suamimu suka ya dengan kejutan kita ini, biar usaha kita nggak sia-sia."
"Farel pasti menyukainya, aku yakin itu, hal sesederhana apapun pasti Farel menyukainya jika itu dibuat dari hati."
Aisyah tak lupa mengundang semua karyawan kantor untuk hadir di pesta nanti malam, termasuk bagian OB sekalipun akan hadir di pesta. Farel sendiri yang mengatakan untuk tidak membedakan derajat orang melalui pekerjaan mereka.
"Gue nggak sabar buat nanti malam, Vika, Vita." Aisyah berharap semua rencananya berjalan mulus, semulus jalan toll.
"Kalau kita boleh tau emang lo nyiapin hadiah apa untuk Farel nanti malam?" tanya Vika penasaran.
"Iya Aisyah kasih tau ke kita dong, apa hadiahnya." imbuh Vita.
__ADS_1
"Adalah, kalian nggak perlu tahu, cukup Farel yang tahu. yang penting sesuatu yang sepesial untuk Farel malam ini."
𝙃𝙖𝙮𝙤𝙤 𝙝𝙖𝙙𝙞𝙖𝙝 𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙨𝙞𝙖𝙥𝙞𝙣 𝘼𝙞𝙨𝙮𝙖𝙝 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙁𝙖𝙧𝙚𝙡.... 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙩𝙚𝙗𝙖𝙠..???